Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 90


__ADS_3

Van hitam besar itu melintasi jalanan raya yang ramai. Tampak Lucy dan Ruka hanya diam sejak tadi sambil memperhatikan dan mendengar percakapan Dea dengan pria tampan bernama Yefta yang membuat kedua gadis itu penasaran.


"Sepertinya kau harus memperkenalkan aku pada mereka Dea," bisik Yefta seraya melirik Ruka dan Lucy.


" Oh iya, aku lupa hahaha..." balas Dea sambil tertawa.


Wanita itu menatap Lucy dan Ruka yang sejak tadi terus diam," Lucy, Ruka perkenalkan dia adalah saudaraku, Yefta!" ucap Dea.


" Yefta, kau pasti kenal nona cantik ini, aktris besar kita yang dikenal banyak orang, Lucy Vexana" ucap Dea.


"Dan yang satu ini, gadis hebat dan cerdik, Ruka!" jelas Dea.


Yefta tersenyum tipis," salam kenal nona Lucy, nona Ruka," ucap Yefta dengan penuh kharisma.


" Salam kenal tuan," balas keduanya.


Lucy memicingkan matanya dan menatap Yefta," apa hubungan kalian!? setahuku saudara kakak ipar tidak ada yang bentukannya ramah seperti ini!" celetuk Lucy.


"Dia saudaraku, tiba saatnya nanti kalian akan tahu juga," ucap Dea.


"Dea, apa kau melihat orang-orang itu? mereka masih mengikuti kita!" ucap Yefta seraya melirik ke belakang di mana ada beberapa mobil mencurigakan yang mengikuti mereka dari belakang.


" Kau benar, aku melihatnya, tetapi setelah melewati jalanan sepi tadi mereka tak melakukan gerakan apa pun, ini cukup aneh!" ucap Dea.


" Jika kulihat, ada dua kelompok yang mengikuti kita, hanya saja belum ada kabar dari yang lain tentang kelompok yang lain!" ucap Yefta.


Ruka dan Lucy hanya mendengarkan saja. Hanya saja tatapan Ruka mengatakan sesuatu yang lain telah membuatnya penasaran.


"Apa hubungan nyonya dengan orang mencurigakan ini, kalau nyonya tahu kami diikuti itu wajar karena nyonya adalah orang yang teliti, tapi pria ini juga membahas masalah itu dengan nyonya, sianya tak ada anak buah Elf di sini!!!" batin Ruka.


Dia belum pernah menemui seseorang semisterius pria itu.


Mobil mereka terus melaju melewati jalanan hingga ke area yang sepi.


" Kenapa kita lewat jalan ini!? tempat ini beresiko!" ucap Ruka yang tiba tiba panik saat menyadari jalur yang mereka lewati.


Sebuah jalur berisiko yang menjadi tempat persembunyian mata mata dan gangster berbahaya yang sering menjarah mobil mobil yang lewat.


Kelompok dunia bawah yang liar sering kali merampas kendaraan mewah bahkan sering terjadi pertempuran di area itu.


Dea dan Yefta melirik Ruka yang langsung panik. Keduanya hanya tersenyum tipis dan tetap tenang meski tahu area yang mereka lewati adalah area berbahaya.


"Apa kau yakin mereka akan muncul di sini!?" tanya Dea pada Yefta.

__ADS_1


"Kita membawa orang yang mereka cari, tentu mereka akan muncul di tempat ini! kita lihat dulu apa yang akan kelompok itu lakukan!" ucap Yefta.


Sebenarnya mereka sengaja melewati jalur tersebut karena ingin mengetahui kelompok mana yang sejak tadi mengikuti mereka di belakang.


Anehnya kelompok itu sama sekali tidak menyerang mereka, dan belum ada laporan tentang pria pria berbadan besar yang mengawasi di bandara tadi.


Mereka melewati jalur krisis dengan tujuan mencari tahu apakah orang orang itu kawan atau lawan.


Mobil mereka terus melaju melewati jalanan itu.


"Tempat apa ini, seperti kota mati!" ucap Lucy sambil menatap ngeri ke segala penjuru area dengan bangunan tinggi tak berpenghuni itu.


" Tempat ini sudah lama ditinggalkan, dan kini menjadi sarangnya para perampok, apa anda takut nona aktris!?" ucap Yefta.


" Pe.. perampok!? i.. itu... tentu saja takut! kenapa harus lewat dari sini!!" ucap Lucy dengan wajah gugup.


Mendengar kata perampok membuatnya takut. Beberapa tahun belakangan begitu banyak kasus orang hilang dan penculikan yang berhubungan dengan perampok, dan sekarang mereka berada di jalur berbahaya di mana perampok berada.


" Sudah tahu berbahaya, kenapa membawa nyonya muda melewati jalur ini!?" kesal Ruka.


" Jika terjadi sesuatu akan sangat besar resikonya, nyonya muda juga sedang mengandung!!" tukas Ruka sambil menatap tajam pada Yefta.


" Tenanglah Ruka, aku yakin kau tahu tujuan kita melewati tempat ini!" ucap Dea sambil menatap ke arah belakang, di mana mobil mencurigakan itu mengikuti mereka secara terang-terangan.


"Nyonya, ini berbahaya!' ucap Ruka.


Ruka menyerngitkan keningnya. Kenapa Dea dan Yefta menatap Lucy sambil tersenyum seolah sudah mengetahui segalanya dan sengaja membawa orang orang mencurigakan itu ke tempat menyeramkan dan berbahaya itu.


"Lucy? apa ini karena Lucy!?" tanya Ruka.


" Apa perlu dijelaskan lagi? sejak kita tiba di bandara, sekumpulan orang berbadan kekar telah menyebar di segala penjuru bandara, totalnya ada 12 pria dan mereka terus mengawasi gerak gerik Lucy!" jelas Dea.


"A.. aku!? aku diawasi lagi!?" ucap Lucy dengan wajah pucat pasi.


" Lagi!? apa ini bukan pertama kalinya!?" tanya Dea terkejut.


Lucy mengangguk dengan wajah panik," ini bukan pertama kalinya kak, sudah beberapa kali aku diikuti orang tak dikenal, memang tak pernah diserang dan seolah orang-orang itu hilang ditelan ombak," ujar Lucy sambil mencengkram erat ujung kaosnya.


" Kenapa kau tidak bilang pada tuan muda!?" tanya Ruka terkejut.


Lucy menggelengkan kepalanya," ku pikir aku menyinggung orang yang salah, karena tak terjadi apa apa aku tidak melapor, takut kakak khawatir," jelas Lucy.


" Bodoh!" Senggak Dea tak senang.

__ADS_1


Seketika mereka terdiam terutama Lucy yang kini berwajah pias.


" Ini masalah besar Lucy, kau tokoh publik. bagaiman bisa kau sepele dengan hal seperti ini!? jika kau menyinggung orang penting kau bisa mati dalam sekejap!! dunia selebriti sangat berbahaya, kau sendir tahu itu!" tukas Dea .


Perempuan itu benar benar marah saat tahu kalau kejadian seperti ini bukan hanya sekali.


Awalnya Dea masih mencari alasan kenapa mereka mengikuti Lucy. Tak disangka, faktanya bahwa Lucy telah beberapa kali mengalami kejadian ini.


"Kau bisa mati Lucy!!' kesal Dea.


Dia marah sampai nafasnya ngos ngosan.


Seolah Lucy tak sayang Dengan nyawanya.


" Jika sampai terjadi sesuatu padamu, maka kau tahu siapa yang paling hancur!!" ucap Dea.


Lucy menundukkan kepalanya, dia juga salah, karena menganggap sepele hal hal berbahaya seperti itu.


" Dea tenanglah, jangan memarahinya seperti itu, " ucap Yefta.


" Diam kau, sejak kapan kau sedekat itu dengan orang lain sampai membelanya!?" kesal Dea.


Yefta menutup mulutnya. Jika Dea sudah mengomel, Bahkan Yefta yang hebat pun tak bisa melawan.


" Ma.. maaf kak, aku ceroboh," balas Lucy dengan suara pelan.


" Huffthh... " Dea menggenggam tangan Lucy.


"Apa ada gak mencurigakan lain!?" tanya Dea dengan tenang.


" Sebenarnya ada yang aneh, setiap kali aku merasa diikuti, selalu saja orang-orang itu menghilang secara misterius seolah ada yang menjagaku, lalu pernah ada kejadian saat semua kru artis lawan mainku mengalami keracunan makanan sedangkan aku dan timku tidak mengalami apapun, menurutku ini sedikit aneh tapi sepertinya ada yang menjagaku," jelas Lucy.


Dea menatap Yefta, perkiraan mereka tentang orang orang yang mengikuti mereka sepertinya benar.


" Siapa mereka!? dan kenapa sampai melakukan ini!?" Gumam Dea.


Tiba tiba saja mobil mereka berhenti.


"Kita Dikepung!!" ucap supir yang menginjak rem mendadak sambil menatap ke sekumpulan gangster yang berdiri di hadapan mereka.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2