
"Hahahahaha..... kalian lihat Sagara, dia benar benar telah takluk oleh adik ipar!!" Yonatan tertawa terbahak-bahak bersama Mike, Adam dan juga Amira di bawah pohon besar yang dibuah jadi tempat bersantai oleh pelayan karena nyonya muda mereka senang bermain di dekat pohon besar itu.
" Dia benar benar berubah Yonatan, dia sudah lebih bahagia, tapi aku khawatir akan kondisi kesehatannya!" ucap Mike seraya menatap bangsal perawatan di mana Dea dan Sagara duduk di teras sedang mengobati luka luka Sagara.
"Hahh... kau benar kak Mike, apa sebaiknya kita beritahu adik ipar lebih dulu? aku takut dia akan kecewa jika suaminya berbohong padanya!" usul Adam.
Masalah kanker dan operasi yang akan dijalani Sagara masih dirahasiakan oleh mereka dari Dea tanpa tahu kalau perempuan itu sudah mengetahui setiap detail penyakit Sagara.
Dea bukan orang sembarangan, dia bisa mendapatkan semua informasi dengan mudah sedetail mungkin.
"Jangan, biarkan dia tetap tak tahu apa apa, jangan membuatnya menderita lagi, di kediaman bangsawan Eldrich dia hidup tanpa kebahagiaan sedikitpun, maka begitu masuk ke keluarga Maureer, kita sebagai kelurganya harus bisa menjamin kebahagiaannya untuk Sagara!" jelas Mike.
Amira mendengarkan mereka dengan tenang. Tetapi wajahnya mengatakan hal yang lain.
Dia tahu seluk beluk pikiran nona mudanya. Dia tahu cara berpikir Dea tidak segampang yang dipikirkan oleh orang-orang.
"Nona muda pasti sudah tahu semua informasi ini, setelah aku keluar dari kediaman Eldrich, anak buah nona muda juga mencariku, hanya saja aku memilih menyembunyikan diri dari mereka agar nona muda tidak khawatir dan akhirnya bertemu dengan tuan Yonatan, " batin Amira.
Dealora Memiliki identitas lain yang tidak diketahui oleh orang-orang kecuali anggotanya sendiri. Sebuah organisasi misterius dikendalikan oleh perempuan itu, sudah berjalan selama sembilan tahun dan Amira satu satunya yang tahu tentang organisasi tersebut.
Di bangsal perawatan, Dea membersihkan semua luka di tubuh Sagara tanpa mengatakan satu kata pun.
Dia ketakutan saat ini, khawatir dan sedih akan kesehatan suaminya. Tetapi semua rasa takutnya itu dia sembunyikan dengan wajah marah dan kesalnya saat ini.
"Sayang?" panggil Sagara sembari mencolek lengan Dea dan menatapnya dengan wajah seperti anak anak.
Dea tetap diam sambil mengolesi salep ke permukaan tangan Sagara.
"Dea Sayang? kamu marah?" tanya Sagara.
Tetapi perempuan itu tak menjawab sama sekali. Dia tetap diam dan terus mengobati tangan Sagara.
Sagara menatap istrinya, jelas dia lihat wajah kesal Dea tetapi dia tahu Dea menyembunyikan sesuatu dari dirinya.
"Sayang maaf, "ucap Sagara lagi, dia berusaha agar istrinya mau berbicara padanya.
Tetapi wanita itu terus mengunci mulutnya dan mengobati luka Sagara.
"Dea bicaralah! " ucap Agar sambil menahan tangan Dea agar tak bergerak lagi.
Dea terdiam sambil menatap tangan suaminya dengan mata berkaca-kaca. Dia menggigit bibir bawahnya, menatap luka itu dengan wajah sedih.
" Sa.. sayang?" panggil Sagara seraya menarik wajah Dea agar perempuan itu menatap ya.
Tiba tiba saja Dea menangis sesenggukan ," Hiks hiks hiks... kenapa kau sangat ceroboh Kak Gara!!! kau terluka!! apa gunanya ini semua!!!' ucap Dea sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Kenapa kau begitu ceroboh!? liha dirimu sekarang, wajahmu melepuh kedua tanganmu terluka, kalau infeksi bagaimana, kalau kau jatuh sakit bagaimana!? kenapa kau pergi ke dapur untuk melakukan hal hal itu!???" ucap Dea sambil menangis sesenggukan.
Sejujurnya yang membuat dia kacau seperti ini adalah karena dia tahu penyakit yang menggerogoti tubuh suaminya.
Begitu melihat Sagara terluka, rasa takut dan sedih meremukkan tulang tulang Dea dan menghancurkan hatinya.
"Sa.. sayang ini luka biasa, bukan apa apa, lihat saja, ini bahkan tidak sakit, kenapa kau menangis sesenggukan?" ucap Sagara sambil mengangkat kedua tangannya.
" Hiks hiks hiks.... aku .. ahh dasar kau ceroboh!!! jangan lakukan itu lagi. jangan terluka, kumohon padamu!!" ucap Dea dengan sungguh-sungguh.
Sagara mengambil kedua tangan istrinya dan menatap dalam ke netra Dea.
" Maafkan aku sayang, maaf membuatmu khawatir," ucap Sagara menenangkan istrinya.
Dea memeluk Sagara dengan erat sambil menenangkan dirinya. Diletakkannya kepalanya di dada Sagara, untuk mendengar detak jantung suaminya.
Air mata Dea berjatuhan, rasanya sungguh tidak rela ketika melihat suaminya diam diam menahan rasa sakit yang sangat mematikan di dalam ruang belajar.
Dea beberapa kali mendapati Sagara tengah kambuh sakitnya di dalam ruangan tersembunyi, Sagara berjuang keras menyembunyikan semuanya dari Dea.
Dan Dea tahu, jika dia mengatakan bahwa dirinya tahu, Sagara akan merasa bersalah pada dirinya dan pengobatan akan tergambar.
Dea memilih kuat dan tetap diam tanpa menunjukkan dirinya tahu semua tentang keadaan suaminya. Tetapi bukan berarti dia tidak menyiapkan apapun.
Dea mengusap air mata di kedua pelupuk matanya, dia menatap Sagara," Hufftthh aku hanya sedang sensitif belakangan ini, begitu melihatmu terluka, aku langsung panik dan takut, bukankah ini wajar untuk pasangan suami istri!?" ucap Dea sambil mengusap rahang suaminya.
" Maaf, aku membuatmu menangis lagi, maafkan aku,," ucap Sagara.
Dea mengangguk," hmm... ya sudah, sekarang biar aku memasak untukmu, akan kusiapkan hidangan yang sangat spesial sebelum kau berangkat hari ini!" ucap Dea sambil tersenyum lembut.
"Aku boleh bergabung tidak? aku ingin membantu, tak akan membuatmu kesulitan lagi!!" ucap Sagara dengan penuh semangat ingin membantu Dea di dapur.
"Baiklah, tapi kerjakan sesuai yang aku minta saja, jangan membuat kekacauan lagi!" tegas Dea.
" Siap ibu negara!!" seru Sagara sambil mencubit gemas pipi istrinya.
Dea dan Sagara beranjak menuju dapur utama mansion Tulip.
Para pelayan telah membereskan semua kekacauan di dapur utama dan mengisi kembali bahan makanan dari gudang penyimpanan makanan.
Tak butuh waktu lama dapur itu sudah kembali seperti semula termasuk seluruh peralatan dapur yang rusak karena ulah Sagara.
" Tuan, Nyonya semua sudah dibereskan, dapur siap di pakai kembali!" ucap Kevin yang mengatur para pelayan membersihkan area itu.
" Kau sangat peka Kevin! kerja bagus!" bisik Sagar seraya menepuk bahu Kevin.
__ADS_1
" Apa pun untuk Tuan dan Nyonya," ucap Kevin.
Sagara dan Dea masuk ke dalam dapur itu dan memulai acara masak bersama.
Sementara itu pergerakan dalam dunia bawah sedang dalam masa yang membingungkan.
Beberapa organisasi besar tiba tiba hilang dari permukaan. Tiga organisasi besar diantaranya adalah Organisasi Elf yang dipimpin Sagara dan Yonatan, Grup Hanbu dan yang ketiga adalah grup Macron yang sampai saat ini belum diketahui siapa pembentuknya.
Ketiga grup besar ini hampir di waktu bersamaan tenggelam dan tak menunjukkan dirinya. Bahkan anggotanya tak terlihat sama sekali.
Duk... Duk... Duk!
Seorang pria muda berkisar usia kepala tiga, duduk di singgasananya sambil menatap ke arah dinding berisi wajah pimpinan tiap organisasi dunia bawah.
Wajah Ketua Grup Elf membuat penasaran karena Sagara mengenakan penutup wajah khas miliknya, wajah mendiang ketua Hanbu jelas terlihat di sana berserta calon penggantinya, ketua grup lain juga jelas siapa pemimpinnya.
Tetapi grup Macron sama sekali tak memiliki wajah pemimpin.
"Fenomena apa ini? bahkan Macron pun turut menyembunyikan diri!" gumam pria itu.
" Lapor tuan muda!" seseorang masuk ke ruangannya.
" Hmm..."
" Pertemuan dengan Perwakilan bangsawan Eldrich telah diatur, tuan dapat segera menemui mereka," jelas pria berwajah tirus itu.
" Bagaimana dengan gadis itu?" tanya pria yang kerap di sapa Tuan muda Dyroth itu.
"Lingkungan tempat tinggal nona Lucy telah diawasi dengan ketat sejak sebulan lalu tuan, tetapi beberapa waktu belakangan, nona tidak tinggal di kediamannya, melainkan di mansion Tulip milik putra tuan besar Maureer," jelasnya.
"Apa orang orang itu masih mengganggunya?" tanya Dyroth.
" Sudah ditangani tuan, kami menangkap dalangnya, mereka adalah orang bayaran nona keempat bangsawan Eldrich!" jelas pria itu.
Grep!!
"Bangsawan Eldrich!! lagi lagi kalian!! setelah membunuh adikku, sekarang mencoba melukai orangku!? tak akan ku biarkan!!" geram Dyroth.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1