
Sagara dan Dea duduk berduaan di taman yang asri itu, menatap langit yang cerah sembari bernostalgia dengan masa lalu mereka.
"Kau sama sekali tidak berubah, " ucap Sagara.
"Apanya yang tidak berubah hmm?" tanya Dea.
Sagara menatap gadis itu," dari dulu sampai sekarang kau tetap jahil dan suka membuat masalah, ceroboh dan cerewet, aku sampai sangat hapal sikap burukmu ini!"celetuk Sagara .
" Hahaha... kalau itu aku akui, " balas Dea.
" Sikapku ini sampai membuat pelayan yang dulu bersamaku kelabakan dan terus mengomeli ku!" ucap Dea sambil tertawa.
Hingga dia teringat dengan Amira, senyuman di wajah Dea perlahan memudar.
"Loh kenapa ?" tanya Sagara heran. Baru saja tertawa, gadis itu sudah murung lagi.
Dea menatap Sagara dengan wajah cemberut dan mata berkaca-kaca," aku merindukan Amira.... aku tidak tahu bagaimana keadaannya saat ini,apa yang harus aku lakukan," ucap Dea sambil menatap Sagara.
" Amira? siapa dia?" tanya Sagara.
" Dia adalah pelayan yang tumbuh bersamaku sejak kecil, bisa dibilang kami seperti saudara kembar, dia sangat dekat denganku dan satu satunya orang yang menganggapku penting," jelas Dea.
"Tapi sekarang setelah aku keluar dari kediaman bangsawan Eldrich, aku benar benar telah putus kontak dengan Amira,nomornya juga sudah lama tidak aktif," jelas Dea sambil menahan air matanya ketika menceritakan Amira pada Sagara.
Pria itu menggenggam tangan Dea dengan erat, " Itu mudah, aku akan meminta Lin menjemputnya dari kediaman Eldrich," ucap Sagara.
Dea terkesiap sampai dia bangkit dari kursinya dan menatap Sagara dengan mata berbinar-binar.
"Benarkah!??' teriak gadis itu penuh semangat.
Sagara terkekeh, sangat menyenangkan melihat wajah Dea yang tersenyum.lebar seperti saat ini.
"Benar, aku akan meminta Lin mengurusnya," ucap Sagara sambil mengangguk.
" Huwahahh yeeaayyy!!!!!" teriak Dea sambil melompat-lompat kegirangan saat Sagara benar benar serius akan menjemput sahabat sekaligus keluarganya dari kediaman keluarga Eldrich.
Dea begitu senang, dia melompat-lompat ke sana kemari sambil mengacungkan tangannya ke udara.
" Kau yang terbaik, hahahah yeaayayy!!! terimakasih!!!" seru Dea yang spontan memeluk Sagara dengan begitu erat.
Sagara tertegun sejenak, jantungnya berdebar kencang, serangan tiba-tiba dari Dea berhasil membuatnya terdiam seribu bahasa.
"Terimakasih banyak!" seru Dea dan...
Cup!
__ADS_1
Satu kecupan lembut mendarat di pipi pria itu. Jantungnya semakin tidak aman, wajah Sagara sampai bersemu merah. dia menatap Dea dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang baru saja Dea lakukan.
" Dea... kau sebahagia itu?" tanya Sagara pelan.
Dea mengangguk dengan cepat, "aku sangat bahagia!" balas Dea.
"Rasanya seperti terbang ke langit ke tujuh lalu mengelilingi dunia, menyenangkan!!" seru Dea dengan penuh semangat.
"Hah... dasar gadis ini," Sagara tertawa kecil melihat tingkah Dea.
"Sagara, aku beli es krim itu sebentar ya," Dea menunjuk penjual es Krim di seberang sana.
"Baiklah, jangan jauh jauh!" ucap Sagara yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Dea yang entah sejak kapan sudah berdiri di dekat gerai penjual Es krim.
" Hahaha... cepat sekali larinya," gumam Sagara.
Pria itu segera menghubungi Lin," Lin ini aku,"
"Ada apa tuan muda?" tanya Lin dari seberang sana.
" Bagaimana dengan jadwal operasi dan pengobatan yang telah dokter Arthur rencanakan?" tanya Sagara.
"Tuan akan melakukan operasi seminggu lagi, dan rehabilitasi sekitar dua tahun, apakah tuan sudah berdiskusi dengan nyonya?" tanya Sekretaris Lin.
" Baik tuan muda, tapi apa tuan benar benar tidak ingin memberitahu nyonya?" tanya Lin sekali lagi untuk memastikan.
" Tidak, aku tidak akan tega meninggalkan nya jika dia menatapku dengan tatapan sedih, aku merasa kepergianku kali ini akan sangat lama, bahkan lebih dari waktu yang kalian perkirakan," ucap Sagara.
"Tuan anda akan baik baik saja, jangan mengatakan hal seperti itu!" ucap Lin tak suka.
"Aku tahu tubuhku Lin, sudah terlalu lelah, sebelum aku pergi untuk waktu yang lama, aku ingin mempersiapkan segala sesuatunya dan mempermudah Dea menjalani hidupnya sebagai nyonya muda kediaman Mansion Tulip dan sebagai wajahku di grup Sagara," jelas Pria itu.
" Tuan apa anda...
" Ck... jangan cerewet, dan satu lagi, tolong kau jemput Amira, pelayan yang dulu melayani Dea di kediaman bangsawan Eldrich, pastikan menjemputnya tanpa terluka, aku akan mengurusnya pada tuan besar Eldrich!" titah Sagara.
"Baik tuan muda," balas Lin.
Tut!!
Ponsel dimatikan. Sagara menghela nafas berat sambil menengadah ke atas langit. Tangannya dia taruh di depan dadanya, jantungnya benar benar tidak normal.
Di tatapnya jam tangan pasangan yang sudah dia rusak agar tidak mendeteksi apa apa pada tubuhnya sehingga Dea tidak tahu apa apa tentang penyakitnya.
" Apa aku akan bertahan? apa waktuku masih ada? Apa yang akan terjadi dengannya? Tuhan, aku masih ingin hidup," ucap Sagara di dalam hatinya.
__ADS_1
Dia menengadahkan kepalanya, menatap langit yang cerah tapi tak secerah hatinya.
Air matanya merembes keluar, rasa sakit, luka lama dan trauma membuat kehidupan Sagara terombang-ambing.
Dia memutuskan untuk melakukan operasi jantung yang memiliki resiko cukup tinggi, dia akan hidup dalam lembaga rehabilitasi untuk memulihkan keadaan mentalnya yang hancur.
Butuh proses yang lama bagi Sagara untuk bisa melepaskan kematian kedua sahabatnya. Bayang bayang wajah mereka yang terbakar di lalap api, sampai saat ini menjadi ketakutan tersendiri bagi pria itu.
Sagara tidak akan bisa melupakan kejadian mengerikan itu.
Sagara menutup kedua matanya, dia menahan rasa sakit di dadanya, tetap diam agar tak membuat perempuan yang sangat dia cintai menangis karenanya.
"Sagara, apa yang kau lakukan, apa kau tidak lihat ini!!!" suara bentakan seorang laki laki yang sangat familiar di telinga Sagara terdengar.
Pria itu terkesiap, dia menoleh pada orang itu yang tak lain adalah Adam yang tengah berdiri di dekatnya sambil memapah Dea .
" Adam!? "Sagara menyerngitkan keningnya.
"Dea ada apa dengan mu!?" Sagara panik saat melihat lengan istrinya terluka. Dia cepat cepat berdiri dan mendorong Adam menjauh dari istrinya.
" Apa yang kau lakukan padanya keparat!!' teriak Sagara terkejut.
"Bukan dia, ada beberapa pria yang ternyata mengikuti kita sejak tadi, mereka hampir menculikku, aku tidak bisa lawan sendiri. Beruntung ada dia dan pria yang satu lagi membantuku tadi!" jelas Dea sambil menatap luka di lengannya.
" Apa yang sebenarnya terjadi!? mengikuti kita!?siapa!!" tanya Sagara heran.
"Orang orang itu sudah melarikan diri, mereka adalah orang suruhan, apa kalian tidak tahu kalian diikuti!?" Mike tiba dengan kotak P3K.
" Kak Mike!?"
Sagara cukup terkejut melihat kedua saudaranya ada di sana.
"Sini duduk dulu, kau terluka," ucap Sagara yang tanpa basa bas merampas kotak P3K itu dari Mike.
"Dia juga terluka, tangannya berdarah, orang orang itu memakai benda tajam, aku sempat di seret menjauh, beruntung dibantu mereka!" jelas Dea.
Sagara sangat khawatir," Maafkan aku, ini salahku, seharusnya aku menemanimu," ucap Sagara sambil mengobati luka Dea.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1