
Adam kembali ke dalam ruangannya diikuti oleh Leo dengan setumpuk berkas yang harus diurus oleh Adam. Tampaknya pekerjaan pria itu sangat menumpuk sampai semua dokumen itu harus dibawa ke rumah.
“ Bagaimana dengan akusisi hotel Mantofu? Apa ada masalah?” tanya Adam.
“ Berjalan dengan baik tuan. Mereka belum berhasil menemukan pendonor dana, akuisisi dari pihak kita akan berjalan lancar sesuai dengan yang telah tuan rencanakan!” ujar Leo.
“ Berapa persen saham Bantara?” tanya Adam sembari membuka lembar demi lembar dokumen yang ada di hadapannya.
“ Sejauh ini sudah berjumlah 29 persen tuan, sudah cukup kuat untuk mengambil alih kepemimpinan hotel,” jelas Leo.
“ Beli saham lebih banyak lagi, lakukan secara diam-diam, jangan sampai ini bocor atau kepalamu yang akan ku buat bocor!” ancam Adam.
Glek!
Leo menenggak salivanya dnegan kasar. Pria itu adalah asisten Adam untuk mengelola perusahaan, dia sangat setia dan terus mendampingi Adam selama bertahun tahun bersama dengan Mika.
“ Saya laksanakan tuan!” ucap Leo dengan tegas.
Adam dan Leo bekerja di ruangan itu. Sudah biasa Leo dan Mika bolak balik apartemen ketika presdir mereka malas datang ke kantor apalagi harus berhadapan dengan Prita si perempuan pembuat onar yang tak berhenti mengusik Adam.
Mereka juga paham luka hati yang dialami pria itu sejak ditinggalkan oleh Prita. Adam menderita, namun beberapa tahun belakangan ini dia sudah lebih baik dan berhasil melupakan Prita selamanya.
"Tuan, apa gadis itu benar-benar tunangan anda?" tanya Leo berhati-hati.
“ hmm... kenapa?” Adam menjawab seadanya.
“ jadi apa Anda sudah benar benar melupakan nona Prita?” tanay leo.
Adam menghentikan pekerjaannya dan menatap leo,” Bukankah sudah jelas?” ucap Adam dengan nada dingin.
“ Eh.. i-itu memang sudah jelas, “
“ Selamat bos, semoga bahagia!” ucap Leo sambil tersenyum kikuk.
Dia melirik ke arah mangkuk berisi salad buah buatan Karina, kebetulan dia haus dan tenggorokannya terasa kering.
“ bos, boleh saya makan ini? Kelihatannya enak!” ucap Leo dengan wajah berbinar sambil mengambil mangkuk itu. Dia jelas tahu kalau Adam sangat membenci buah buahan. Tunggu nyonya Maurer bertindak dia baru mau makan buah.
“ Letakkan!!” ucap Adam sambil menatap Leo dengan tatapan beringas seolah siap untuk menyerang pria itu sekarang juga.
“ ta-tapi bos tidak suka buah, biar saya yang makan saja!” ucap Leo dengan senyuman manis di wajahnya.
“ Ini gadis jelek tadi yang membuatkan tuan? Pasti tidak enak! Biar saya yang makan” ucap Leo dengan nada sedikit memaksa. Dia sudah sangat lapar dan haus.
__ADS_1
“ LEONARDO KAMERU!!!!” Adam berteriak kencang.
Degh!
Sontak leo meletakkan mangkuk itu ke atas meja dnegan wajah pucat pasi seolah dia melakukan kesalahan yang begitu fatal sampai tuan mudanya memanggil nama lengkapnya dengan wajah datar, dingin dan menyeramkan.
“ Maaf pak Bos, hanya salad buah saja, begitu pelit!” gumam Leo dengan wajah cemberut.
Adam menatap sinis ke arah leo,” ini milikku, jangan sentuh kalau tidak ku ijinkan, pengacau!” ketus Adam.
dia mengaduk salad buah itu lalu mulai melahapnya satu persatu. Meski bibirnya bilang tak mau makan buah, tapi karena si tunangan yang membuatkan, dia tak tega jika tak menikmatinya.
Belum lagi Karina tadi hampir menangis karena disenggak oleh Adam.
Adam asyik memakan salad buahnya sedangkan Leo dengan wajah pias menatap Adam sambil menenggak salivanya,” Bos benar benar aneh, “ pikir Leo sambil melanjutkan pekerjaannya.
“ Leo, sekali lagi ku dengar kau menyebutnya gadis jelek, udik atau kampungan, gajimu satu tahun jadi taruhannya!” ucap Adam dengan nada sarkas.
Belum habis penderitaan Leo, dia harus bersabar dnegan sifat semena mena si presdir grup Bantara yang kejam dan tak berperasaan ini. Gara gara Salad, Leo malah terancam bekerja tanpa gaji.
“ kau dengar tidak?” tanya Adam.
“ De-dengar bos, dengar!" ucap Leo dengan nada terbata-bata.
“ Nona, Anda benar benar tunangan pak presdir?” tanya Mika penasaran.
“ Iya mbak, apa mbak e juga tidak percaya kalau perempuan kampungan seperti saya bisa berpasangan dnegan mas Adam?” balas Karina yang mulai jengah dengan pertanyaan Mika yang berulang ulang itu.
Sejak tadi Mika terus bertanya pertanyaan yang sama dan sudah sebanyak itu juga Karina menjawabnya dengan sabar.
“ hehehe... maaf Nona, saya penasaran saja, soalnya Pak Presdir itu sangat dingin seperti kulkas lima pintu, jarang jarang dia berhubungan dengan perempuan, sekalinya ada dia malah langsung bawa tunangan,” ujar Mika.
“ Apa Mas Adam selama ini tidak punya kekasih ?” tanya Karina.
“ emmm masalah itu,bisa nona tanyakan pada pak Presdir, saya gak berhak ikut campur soal kehidupan pribadi Pak presdir,” tutur Mika.
Gadis itu takut kalau dai menyinggung soal Prita malah akan melukai hati bosnya dan juga menyinggung perasaan tunangan Adam.
Karena Mika yang paling lama bekerja dengan Adam, bisa dibilang sejak Adam merintis usahanya, Mika adalah karyawan pertamanya bersama dengan Leo.
Mika tahu betapa besar cinta Adam pada Prita, dan Prita adalah cinta pertama pria itu. Mika menempatkan diri sesuai dnegan situasi agar tak membuat hubungan tuannya dnegan si gadis itu menjadi renggang.
“ ku tanya pun pasti Mas akan marah, hah sudahlah..” celetuk karian sambil menyusun semua pakaian itu dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Mika merasa sedikit tak enak pada gadis itu,” emm... nona Karina biar saya ceritakan sedikit ya, tapi jangan bilang bilang sama tuan, saya takut di potong gaji hehehe...”
“ aku janji!” ucap Karina sambil tersenyum.
Mika menatap Karina sejenak,” wahhh dia sebenarnya sangat menggemaskan, hanya tinggal mengubah penampilannya sedikit saja, dia benar benar cantik natural, kalah dengan si Jean bertulang lunak tadi” batin Mika yang tengah mengagumi kecantikan Karina.
“Mbak Mika, kenapa melamun?” Karina memanggil gadis itu.
“ehhh hehehe...maaf nona, habisnya nona ini cantik, bikin mata saya gak berhenti kedip!” tutur Mika dnegan jujur.
Pipi Karian bersemu merah,” baru kamu yang bilang Karina cantik, makasih loh mbak e..” balas Karian sambil tersenyum manis.
Mika balas dengan senyuman hangat,” sebenarnya pak Presdir punya mantan kekasih namanya Prita, mereka menjalin hubungan bertahun tahun, “
“ Tuan Adam sangat menjaga si Prita yang nggak tahu diri ini, bahkan tak sekalipun tergoda melakukan hubungan terlarang karena ingin menjaga keharmonisan mereka,”
“ panjang cerita ternyata si Prita ini gatal, gak tahan kalau gak dapat sentuhan laki laki, akhirnya dia ketahuan berselingkuh dan sejak saat itu mereka putus!” ujar Mika.
“ Wah Mas Adam pasti sakit hati ya mbak e..” ucap Karina terkejut.
“ ya pastilah Non, Pak Presdir sangat mencintai mantannya, bahkan bertahun tahun gak bisa lupa, dia pasti menderita, Mika lihat sendiri bagaimana cintanya Pak Adam pada Prita, sampai cinta mati!!” celetuk Mika dengan berapi api.
“ tapi si Prita malah selingkuh, kan gak tahu diri Non!” celetuk Mika sampai nafasnya tersengal sengal.
Karina mendengar dengan baik,” jadi Mas Adam sudah bisa melupakan mantannya itu?” tanya Karina.
“ Soal itu , saya tidak yakin non. Tapi setahu saya Pak Adam terus menghindari Prita bahkan membenci perempuan itu,” tutur Mika.
Karina mengangguk paham, dia terlihat sedih saat Mika mengatakan kalau Adam cinta mati pada gadis itu.
“ Nona jangan sedih, kalau Pak presdir sudah menyukai nona, si Prita itu gak ada apa apanya!” ucap Mika menyemangati Karina.
“ Tapi kalau mas Adam gak suka, Karina juga bisa ditendang kapan saja kan? Karina akan kehilangan keluarga lagi, hidup sendirian lagi , diusir lagi, kesepian lagi, sudahlah malas cerita sama mbaknya, ngeselin!” ucap Karina sambil bangkit berdiri lalu beranjak ke dapur.
“ yahhh ngambek.. non, bukan begitu maksud saya, non tunggu dulu!!”! Mika mengejar Karina dengan wajah panik dan merasa bersalah karena kata-katanya.
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1