
Dea berlari terbirit-birit dengan pipi bersemu merah sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
Menerobos masuk melewati jajaran para pelayan yang terheran heran dengan kelakukan nyonya muda mereka.
"HUWAAAAA.... Siska Ruuukkaaa... di mana kaliaaan!!!" teriak Dea melengking sampai seluruh mansion mendengar suara teriakan gadis cantik yang baru bangun tidur itu.
Sontak Ruka dan Siska yang mendengar suara Dea berlari cepat ke bangsal Dea.
Mereka berdua panik, pagi yang indah ditemani gerimis dengan udara sejuk itu malah disambut dengan teriakan nyonya muda mereka.
Bahkan suara Dea mampu mengalahkan suara rintik hujan bahkan sampai membangunkan Bima dan Lin yang menginap di mansion itu.
Ruka dan Siska masuk ke dalam bangsal Dea dengan wajah panik.
" Ada apa nyonya muda!?' tanya mereka berdua dengan nafas terengah-engah. Mereka menatap Dea yang terduduk lemas di atas lantai dengan wajah ditekuk .
" Apa yang terjadi semalam!? kenapa dia... si tiang listrik itu bisa mengganti pakaianku?" tanya Dea sambil merengek seperti anak kecil.
Siska dan Ruka saling melirik satu sama lain.
" Nyonya,semalam anda menangis dan memaksa tuan pulang dari acara lalu anda ketiduran di dalam mobil, tuan muda menggendong anda dan memerintahkan saya mengganti pakaian anda, sisanya saya tidak tahu," jelas Ruka.
" tunggu!!" Dea terkejut, dia menatap Ruka sambil bangkit berdiri.
" Jadi maksudmu yang mengganti pakaianku bukan Sagara? tuanmu?" tanya gadis itu dengan serius.
Ruka mengangguk," Benar nyonya, saya yang mengganti pakaian anda dengan piyama itu, tuan juga meminta saya membawakan air hangat, sepertinya tuan membantu mengelap wajah, tangan dan kaki nyonya," jelas Ruka.
Dea terdiam sejenak.
Dia berjalan ke teras bangsalnya dan melemparkan pandangannya ke arah bangsal Sagara hingga dia menangkap sosok Sagara yang sedang duduk di ruang baca sambil menyeruput teh paginya.
" Hah... dasar tiang listrik tidak berperasaan, beraninya kau menipuku!!!" teriak Dea sambil melompat-lompat mengejek Sagara yang duduk di seberang sana.
Sagara yang mendengar suara teriakan istri kecilnya yang jahil berbalik dan menoleh ke arah gadis itu dengan senyuman tipis di wajahnya.
Pria itu tertawa, dia mengangkat gelasnya dan menatap Dea dengan senyuman jahil seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Kena kau!?" batin pria itu dengan senyumannya yang tampan dan mempesona.
Sagara hanya tersenyum, membuat gadis yang kesal di ujung sana semakin kesal dan geram karena perbuatannya yang mengesalkan.
" Dasar menyebalkan, arrkhh!!!' Dea menghentak-hentakkan kedua kakinya di atas lantai, mengepalkan kedua tangannya dengan kuat sambil mendengus kesal karena perbuatan suaminya sendiri.
"huh!! awas kau nanti!!" kesal gadis itu sambil berjalan masuk ke dalam bangsalnya.
" Ruka, Siska, jangan ada yang menggangguku, aku sedang kesal!!" ucap gadis itu sambil menutup pintu bangsalnya.
__ADS_1
Dea menutup pintu itu begitu saja, Siska dan Ruka saling melirik sambil tertawa cekikikan melihat suasana baru yang menyenangkan di dalam kediaman itu.
Para pelayan yang lewat dan melihat juga tersenyum melihat perubahan kecil menuju arah yang lebih positif.
"Sepertinya kita akan segera mendengar keluhan suami sayang istri di mansion ini!!" ucap Kevin sambil menatap langit dengan senyuman bahagia.
Para pelayan juga mengangguk setuju. Majikan mereka mulai memiliki warna baru di hidupnya.
"Keluhan apanya? " Tiba-tiba Bima menimbrung di antara mereka.
Sontak para pelayan membungkuk hormat.
"Selamat pagi tuan Bima!" sapa mereka dengan ramah.
Bima mengangguk," coba lanjutkan kata katamu tadi Kevin!?" celetuk pria itu seraya merangkul Kevin.
"Em... menurut saya, tuan muda Sagara akan segera mengeluh karena kelakuan istrinya," jelas Kevin.
"Kelakuan apa?" tanya Bima penasaran.
"Apa kebiasaan Dea? apa ada yang baru!? apa ada kejutan lain?" tanya pria itu dengan penuh semangat. Jika sudah membahas tentang Dea, dia sangat senang karena gadis itu telah berhasil menggetarkan hatinya yang dingin dan beku.
Kevin menatap Bima dengan tatapan curiga, sontak kepala pelayan itu menghindar dari Bima dan menatapnya tajam," Apa anda mau jadi Pebinor Tuan? tatapan anda dan semangat anda tampak seperti orang yang jatuh cinta pada istri sahabatnya sendiri!!" tukas Kevin dengan tatapan curiga.
Glek!!
"Tuan, kami di kediaman ini sangat melindungi privasi nyonya, terutama dari orang seperti anda!! mohon maaf, tapi kami semua tidak akan melepaskan nyonya !!" tukas pria itu dengan tegas lalu pergi dari sana bersama pelayan lain.
"pffthhh bwahahahhaha..... belum apa apa sudah terkena serangan Combo dari penghuni Mansion, mirisnya kisah cintamu kak!!" Ejek Ruka yang sejak tadi mendengar percakapan mereka.
Bima menatap heran seisi mansion itu,"Bagaimana bisa mereka seolah tau aku tertarik pada Dea!?" ucap Bima sambil garuk-garuk kepala.
Puk!!!
Pletak!!!
Dia pukulan telak mendarat di punggung pria itu.
"Dasar Konyol!!!" Sekretaris Lin dan Ruka serentak menyenggak pria itu.
"Jadi kau benar bena tertarik!?" tanya Lin dengan mata melotot sama halnya dengan Ruka.
Bima terdiam di tempat, dia telah membongkar rahasianya sendiri, sungguh memalukan!!
"Ka.. kalian!!!"
"Kak sadar kak, Nyonya muda itu istri pak bos!" ucap Ruka sambil geleng-geleng kepala tak percaya dengan saudaranya yang malah jatuh cinta.
__ADS_1
"Tuan Bima, bersiaplah untuk angkat kaki dari kediaman ini, saya tidak bisa menerima kalau anda menggoda istri tuan muda!" tukas Lin dengan tatapan kecewa.
Bima benar benar tak bisa berkata apa apa lagi.
" Ka.. kalian menjebakku, da.. dasar tidak punya perasaan!! apa salahnya menyukai orang lain, aku masih terlalu normal, tidak mungkin aku merebutnya dari sahabatku sendiri!!" kesal Pria itu.
Ruka dan Lin menatapnya sambil geleng-geleng kepala," ck.. ck.... ck.... Kasihan sekali!" ucap keduanya serentak.
" yaakkk... bukan begitu, dasar tak ada ahlak, kalian pikir aku bajingan hah!?!" teriak pria itu lagi.
" ckckckxkxk... kau memang Bajingan, kenapa kau malah membuatnya terlihat semakin jelas kalau kau sedang menyukai istri sahabat mu?"
"Sudahlah, kau harus introspeksi diri!" ucap Lin.
Bima hanya bisa terdiam dengan wajah pias setelah di roasting habis habisan oleh adiknya dan Sekretaris Lin.
Pria itu memijit kepalanya," Sialan, apa salahnya menyukai orang lain, justru mereka harusnya senang karena aku masih normal , aku hanya akan menikmati rasa suka ku seorang diri sampai aku benar benar melepaskannya, hahh... dasar kalian tidak peka!!' gumam pria itu sambil melemparkan pandangannya ke arah bangsal Dea.
Dia menatap bangsal yang sangat tenang itu. Rintik rintik hujan masih berjatuhan, tampaknya musim dingin telah tiba.
Bima masih berdiri di tempatnya, tersenyum lembut sambil menatap bangsal Dea , lebih tepatnya menyapa Dea yang sedang menari nari dengan indah di dalam bangsalnya sendiri.
Gadis itu tampaknya sedang menikmati paginya. Dea berjalan ke sana kemari, menarik dan melompat sambil memukuli boneka beruang.
"Ehh? apa yang dia lakukan? dia menari sambil menghajar boneka beruang!?" batin Bima.
" Hahah... menggemaskan sekali istri orang!!!" gumam pria itu, dia hanya bisa tertawa di pojokan menatap perempuan yang membuatnya tertarik tanpa bisa melangkah lebih jauh untuk mendekatinya.
Bima melemparkan pandangannya ke arah bangsal Sagara, jelas dia melihat Sagara berdiri di dekat jendela ruang bacanya, sambil mengarahkan kameranya ke bangsal Dea. Pria itu tampak tersenyum, menikmati harinya dengan tenang.
Ada rasa cemburu di hati Bima, tapi dia bisa apa? dirinya hanya seseorang yang terlambat mengenal Dea.
"Ahhh jadi ini sakitnya cinta bertepuk sebelah tangan? menyedihkan!!" gumam pria itu seraya menepuk dadanya yang terasa pedih tapi tak berdarah, terluka tapi tak terlihat
.
.
.
.
Like vote dan komen 🤗
^^^POV AUTHOR: UHH BANG BIMA KASIHAN, SABAR YA NANTI AUTHOR KASIH JODOH 🤣🤣^^^
POV BIMA: JAN ANEH ANEH LU THOR!! GUE BOM MAMPUS LO!!
__ADS_1