Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 70


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,


Sagara berjalan keluar dari bangsalnya dan menatap lepas ke arah langit yang cerah. Hubungannya dengan saudara-saudaranya sudah membaik. Rasanya beban di punggungnya berkurang satu persatu. Tetapi ada beban baru yang lebih besar yang tampaknya membuat kepala pria itu cenat cenut saking beratnya beban itu.


“ Haihhh di mana nyonya kalian?” tanya Sagara pada Kevin .


“ masih di bangsalnya tuan, nyonya tidak akan keluar sebelum Anda berangkat kerja,” jelas Kevin.


Sagara memijit pelipisnya. Hanya karena dua kata dia sudah didiamkan oleh istrinya seminggu penuh. Sagara benar benar tidak mengerti jalan pikiran istrinya.


“ Astaga kenapa perempuan sangat ribet, kenapa dia marah hanya karena dua kata itu saja?” kesal Sagara sambil melemparkan pandangannya ke arah bansgal dea. Tampak gadis itu sedang duduk di ruang baca dengan banner besar yang bertuliskan” JANGAN GANGGU ORANG LUAR!!!” .


Kevin hanya mendelik, para pelayan juga tidak tahu masalahnya, begitu pulang dari taman, Dea sama sekali tidak mau berbicara pada Sagara dan terus menerus menunjukakn wajah sebal.


“ Kevin apa yang harus ku lakukan?”tanya Sagara pada pria itu.


“ sa... saya mana tahu tuan, Anda sendiri yang membuat kesalahan, “ ucap Kevin sambil mundur beberapa langkah. Dia saja sudah kelabakan menghadapi nyonyanya, mana mungkin dia memikirkan masalah tuannya lagi.


“ Ckckck... sepertinya kau akan tamat kali ini kak!” celetuk Lucy seraya menaruh tangannya di bahu Sagara.


“benar ucapannya, kau akan segera tamat Sagara, kasihannya dirimu!” celetuk Adam yang baru bangun, keluar dari bangsal tamu sambil memeluk bantal dengan rambut acak acakan.


“ Tuan Anda sepertinya tidak ada harapan lagi!” imbuh Sekretaris Lin.


“Mereka benar, kau tidak ada harapan untuk selamat, kau sudah membuat Ibu negara ini mengamuk, rasakanlah akibatnya!” tambah Bima.


Yang lain juga berdiri di dekat Sagara sambil mengangguk setuju,” sepertinya karmamu sudah tiba adikku, yang sabar ya!” celetuk Mike seraya menepuk kepala Sagara.


Pria itu terdiam dengan wajah kesal,” arrkhhh dasar kalian menyebalkan, bukannya memberi solusi kalian malah membuat hati ku panas, coba kalian sehari saja merasakan penderitaanku!!” kesal Sagara sambil menatap mereka dengan tatapan tajam.


“pft hahahhaa...” Mereka tertawa cekikikan melihat wajah Sagara yang kusut karena tak bisa berbicara pada istrinya.


“ Menyebalkan sekali, aku akan menemuinya!” Sagara berjalan dengan gagah. Jubahnya melambai lambai di terpa angin sepoi sepoi, kesabarannya benar benar sudah habis .

__ADS_1


Dia melangkah dengan cepat hingga tiba di depan pintu bangsal Dea yang juga di pasangi Banner “ HANYA ORANG LUAR YANG BOLEH MASUK!!!”


“Dea aku mau bicara!!” teriak Sagara sambil mendorong paksa pintu bangsal itu dan menerobos masuk ke dalam kamar Dea.


Sagara berjalan tergesa gesa membuat gadis yang tinggal di dalam bangsal itu langsung berlari masuk ke dalam kamarnya dan menyembunyikan dirinya di bawah selimut, berpura pura sedang tertidur.


“ Dea? Bangunlah, aku tahu kau tidak tidur, aku mau bicara!” ucap Sagra.


“ Jangan ganggu aku, aku hanya orang luar!!” kesal Dea.


Sagara memijjit pelipisnya, dia sudah mencoba berkali kali tapi Dea benar benar tidak memberinya waktu untuk berbicara.


“ Dea kumohon, jangan begini, aku salah, aku mengaku salah, tapi jangan mendiamkan aku, aku tidak tahan!!” pinta Sagara dengan tatapan memelas, dia benar benar kesulitan saat Dea tidak berbicara dengannya.


“ tidak mau, kau pergi sana, ini tempat orang luar, aku malas berbicara denganmu!!” kesal gadis itu mempertahankan egonya.


Sagara tak bisa apa apa, dia duduk di sisi Dea dan menatap sendu ke arah istrinya yang dia pikir sakit hati karena kata katanya di taman waktu itu,” Aku salah, aku minta maaf, ku beri kau waktu , tapi besok tolong jangan diamkan aku lagi, aku tdak sanggup Dea,” ucap Sagara.


Dea tersenyum di balik selimut sambil menahan tawanya,” aduuhh ceptlah pergi, aku sudah hampir tertawa terbahak bahak ini, aku benar benar tidak tahan!” batin Dea sambil mengulum senyum.


Dea tak menjawab, membuat Sagara galau gegana karena ulah istrinya. Sagara berjalan keluar dengan punggung lesu. Wajahnya seperti sayuran yang layu di terpa sinar matahari.


Pria itu pergi berangkat ke kantor dengan keadaan hati yang kacau.


“Lin kita berangkat,” ucap Sagara dengan wajah lemas.


Merka berdua keluar dari mansion tulip dengan Sagara yang tak punya minat bekerja hari ini,” hah.. padahal hari ini.. ahh sudahlah,” batin Sagara sambil melemparkan pandangannya ke arah luar.


Sekretaris Lin yang duduk di depan diam diam mengambil foto Sagara yang sedang lemas,” Hihihi rencana Nyonya benar benr berhasil, aku tidak sabar untuk malam ini, semua harus berjalan dengan lancar!” batin Sekretaris Lin sambil menirim foto Sagara pada Dea.


Di dalam mansion suara tawa terbahak bahak terdengar menggelegar di seisi mansion itu,”bwahhahahahhaha lihat dia, dia benar benar kacau!!” suara Adam yang besar terdengar menggelegar, mereka semua tertawa terbahak bahak melihat wajah sedih sagara.


Bukan tanpa alasan mereka semua berkumpul di kediaman Sagara. Hari ini adalah hari ulang tahun Sagara, dan Dea sedang merancang acara untuk dirayakan bersama sama sekaligus memberi kejutan bagi pria itu.

__ADS_1


Dea menghubungi seluruh keluarga dan teman dekat, bahkan ada kejutan besar lainnya yang sudah disiapkan oleh Dea untuk suaminya. Dia harus mengerjai Sagara agar rencananya tidak terbaca.


“ Bagaimana? apa semua sudah siap?” tanya Dea dengan mata berbinar binar sambil menatap timnya yang sudah bersiap dengan semua alat dekorasi.


“siap!” seru mereka semua. Bahkan seorang artis besar saja ikut memasang lampion untuk merayakan hari ulang tahun Sagara.


Semua berkumpul dan tertawa bersama, merancang acara yang begitu meriah untuk merayakan ulangtahun Sagara.


Taman yang penuh dengan bunga bermekaran dihias sedemikian rupa, lampion di pasang, hiasan gantung dipasang begitu indah, foto foto masa lalu Sagara di pajang di sana. Masa masa indah sejak pria itu dilahirkan ke dunia ini, hingga foto kenangan Sagara bersama kedua sahabatnya yang diletakkan di tempat khusus.


Kemudian ada alat semacam hologram yang sudah dirancang khusus oleh seseorang yang sangat handal sehingga ada kejutan besar yang menanti Sagara di sana.


Dea dan teman temannya membuat segala sesuatunya sempurna untuk perayaan ulang tahun Sagara.


Dea duduk di dekat tangga sambil menyeka keringatnya, dia menatap persiapan acara yang sudah hampir rampung itu, mata gadis itu berkaca kaca, dia menyiapkan semua ini karena dia tahu suaminya akan segera menjalani operasi. Gadis itu tahu semuanya, dia terlalu cerdas untuk dibodohi.


“ Hiks hiks hiks... Sagara... ku harap kau bahagia selamanya, ku harap setelah ini kau bisa hidup dengan lebih bahagia dan banyak tersenyum,” Dea menangis sesengguan. Dia tahu semua, operasi, rehabilitasi dan pergi jauh ke luar negeri, Dea tahu kalau suaminya akan menjalani perawatan jangka panjang bahkan sampai bertahun tahun.


Dea tak kuasa menahan rasa sedihnya,” Sagara, kau harus sehat, kau harus kembali dalam keadaan terbaik!” ucap Dea di dalam hatinya sambil mengusap kedua matanya.


“ Dea, ada apa?” Bima menghampiri gadis itu sambil memberikan air mineral.


“ ahhh bukan apa apa kak, aku hanya merasa bahagia, merasa Sagara layak menerima semua ini, ku harap dia hidup lebih bahagia lagi,” ucapnya.


Bima tersenyum, dia duduk di samping Dea, hendak menepuk pucuk kepala gadis itu ,tetapi ditahannya karena ini tidak benar,” Dia akan hidup dengan baik karena ada kau di sisinya, sejujurnya ini adalah masa terbaik di hidupnya, dia tak pernah terlihat begitu hidup selama ini,” ujar Bima.


Dea mengangguk,” itu juga karena ada kalian yang menjaganya di sini, melindungi dan menjadi sandarannya,” jelas Dea sambil tersenyum penuh haru.


.


.


.

__ADS_1


Like., vote dan komen.


__ADS_2