Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 140


__ADS_3

Ivan berlari seperti orang gila, dia menatap ke arah Sagara sambil mengangkat sebuah pistol di tangannya.


" Kau... Kau tidak mungkin suami gadis itu!!!dia belum menikah!!' pekik Ivan tak terima.


Segala fantasi liarnya dihancurkan dengan kemunculan suami Dea. Bagaimana mungkin dirinya yang selama ini selalu berhasil mendapatkan targetnya malah gagal total seperti saat ini.


Obsesinya terhadap Dea tidak tuntas sama sekali.


" Kau pasti sudah gila, apa yang kau bayangkan saat memikirkan istriku keparat!" senggak Sagara.


Ivan tertawa," Hahahhaha....Membayangkan apa katamu!?" Ivan menatap pria itu dengan wajah jahatnya.


" Aku membayangkan bisa menikmati tubuhnya setiap hari, apa kau ada masalah dengan itu!??" ucap Ivan dengan lantang dan berani.


Seketika semua orang di sana terdiam membisu. Ivan telah memancing kemarahan Sagara Maureer.


Wajah Sagara menggelap, rahangnya mengeras, amarahnya mencapai puncak Himalaya.


Mendengar kata-kata menjijikkan itu keluar dari mulut Ivan berhasil membuat Sagara menunjukkan niat membunuh dari dalam dirinya.


" Kau tahu, setiap malam aku akan membayangkan kami berdua melakukan itu!!" Ivan mulai menggila.


Dia menatap ke langit, mengusap tubuhnya sendiri seperti orang kesurupan padahal kakinya sudah terluka.


Membayangkan hal hal kotor itu dengan perempuan yang menarik perhatiannya.


Obsesi gila, gangguan mental yang begitu menjijikkan sampai membuat semua yang mendengar nya ingin segera memusnahkan pria mesum itu dari muka bumi ini.


"Rasanya... Ahhhh.... Hahahah... Menyenangkan!!!" ucap Ivan.


Dia tersenyum, dengan sengaja dia melontarkan kata-kata itu untuk membuat Sagara mengamuk.


Tangannya diam-diam memberikan kode pada pasukannya untuk menyerang.


Kobe yang melihat hal itu mengerti perintah bosnya.


Dia menggerakkan lengannya dan muncullah pasukan aneh yang keluar dari bawah tanah.


" Serang!!!!" pekik Kobe sambil mengangkat bendera perang.


" Bos kita terkecoh!!! " teriak Barak.


"Hahahahhaha.... Kalian tidak akan bisa mengalahkan pasukanku, pasukan zombie yang kuciptakan ini tidak akan mati!!!" pekik Ivan sambil berlari tertatih tatih dengan kaki yang terluka bahkan darahnya sampai mencuat keluar begitu derasnya.


Sagara masih menahan amarahnya, di tengah pertempuran besar itu, dia menatap target yang harus dia bunuh dengan tangannya sendiri.


Ivan telah berani membayangkan hal hal menjijikkan itu terhadap istri Sagara. Sama saja Ivan tengah menghina Dea dan merendahkan martabat istri tercinta Sagara.


Bibir Sagara terangkat, matanya menatap tajam mengunci targetnya.


"Beraninya kau!!"Sagara mengangkat tangannya, mengarahkan pistolnya ke punggung Ivan.


" Aku akan membuatmu menderita keparat! Tidak akan ku biarkan kau mati dengan mudah!" geram Sagara.


Dia mengukur jarak, memastikan tembakannya berhasil.


Anak buahnya menjauhkan para lawan dari dirinya.Satu satunya yang Sagara pikirkan saat ini adalah dia harus mengembalikan martabat dan kehormatan istri tercintanya yang sedang menunggu dia di rumah.


" Tidak ada yang boleh merendahkan istriku, siapapun dia akan ku siksa sampai kau memilih untuk mati!!" Tatapannya begitu tajam.


Serigala beringas itu keluar dari kediamannya.


Dia mengarahkan pistol itu, menatap mulut Ivan yang tertawa begitu puas menatap pertempuran besar ini.

__ADS_1


Ditariknya pelatuk pistolnya dan...


Syuuuuttt.....


Timah panas itu melesat lurus ke arah Ivan dan...


Jlukkkk!!!!


Tembakan itu berhasil mendarat di bahu Ivan, tepat di penghubung persendian lengan atas dengan bahunya.


" Arkrhhhh!!!!" teriakan Ivan melengking ke udara.


Dia ambruk seketika saat saraf tangannya putus setelah tembakan itu.


Begitu dia ambruk, Sagara berlari kencang seperti seekor cheetah ke arahnya.


Deru nafasnya,amarahnya, wajah dingin dan tatapan mengerikan itu muncul menjadi satu.


Seekor monster telah dibangunkan dari tidurnya.


Sagara berlari begitu kencang, menendang semua musuh yang berusaha menghalanginya.


" Menjauh dari dia!!" Kobe menghalangi jalan Sagara sambil mengarahkan pistol ke kepala pria itu.


Tetapi Sagara tak gentar. Kata kata Ivan yang merendahkan istrinya tadi membuat dirinya semakin menggebu-gebu ingin memberikan pelajaran setimpal pada Ivan.


Dia berlari dengan percaya diri, semakin dekat dan semakin mengikis jarak dengan Kobe.


Di tariknya pelatuk pistolnya dan..


Duar!!


Satu tembakan melesat hingga menembus jantung Kobe.


Bruk!!!


Sagara sedikit terkejut saat melihat Kobe jatuh, bukan pelurunya yang mengenai Kobe.


Di seberang sana, berdiri Gernal dengan topeng dan rambut panjangnya. Dengan sebuah senapan angin di tangannya, dia menatap Kobe yang ambruk sambil tersenyum dan melambai pada Sagara.


Sagara cukup tertegun. Gernal datang dan membantunya dengan tangannya sendiri.


Sagara berlari, dia melihat Gernal membantu yang lain.


" Arkhhh... Sialan!!! Kau membuatku hancur!!!" pekik Ivan sambil merintih kesakitan.


Dia tak bisa bergerak, kaki dan tangannya mati rasa karena tembakan Sagara yang mematikan.


Sagara melangkah lebar dan percaya diri,dia menatap pria menjijikkan yang tergeletak sambil meronta kesakitan di atas tanah.


"Kau pikir, mulut sampah mu ini berhak merendahkan istriku sialan!!!" pekik Sagara.


Tanpa segan Sagara mengangkat kakinya dan...


Bughh!! Bughh!!!Bugh!!


Dia menghujani mulut Ivan dengan tendangan bebas. Digunakannya ujung sepatunya untuk mengajar mulut kotor pria bajingan itu.


" Kau!"


" TIDAK BERHAK!!"


"MEMBICARAKAN ISTRIKU KEPARAT!!!"

__ADS_1


Sagara sangat marah. Pemimpin kelompok Elf yang sadis sekali lagi menampakkan dirinya ke hadapan seluruh anggotanya bahkan seluruh anak buah yang tergabung dalam penyerangan itu.


Menunjukkan betapa kejam dirinya dan betapa tidak berperasaan nya dia ketika miliknya disinggung oleh orang lain.


Apalagi yang disinggung Ivan adalah istrinya dan juga adik dari sekretaris nya.


" Kau menculik Anna, kau mengganggu istriku dan merusak perusahaan ku, kau selamanya tidak akan hidup nyaman bajingan!!!' Sagara menendangi pria itu sampai babak belur.


Seketika semua orang terdiam.


hanya teriakan merintih kesakitan dari mulut Ivan yang terdengar membumbung tinggi ke udara.


Malam yang dingin menusuk itu diiringi dengan teriakan penyiksaan yang dialami Ivan.


Sadis dan tidak berperasaan, sosok suami yang penuh amarah, sosok bos yang kejam, sosok pemimpin yang begitu mengerikan berhasil membuat semua orang terdiam membeku.


Pertempuran itu telah dimenangkan oleh Kelompok Sagara. Semua Zombie yang disebut Ivan telah ambruk dengan penawar yang dibawakan Gernal.


Tetapi keheningan malam itu begitu mencekam. Menjadi saksi bisu bagaimana kejamnya seorang Sagara Maureer saat kepunyaannya disinggung.


Hanya suara pukulan yang begitu menyakitkan yang terdengar di sana.


Tak ada yang berani menghentikan pria itu. Semuanya gemetar ketakutan.


Kemarahan Sagara ini mengingatkan Yefta, Dyroth dan anak buah Macron dengan aura kematian yang muncul dalam dir Dealora ketika dia marah.


" Pantas saja mereka menjadi jodoh, bahkan aura kematian pun mengikuti mereka, sangat kejam dan sadis!" batin Dyroth seraya menatap Sagara dengan rasa sakit.


Dea dan Sagara tidak jauh berbeda ketika mereka marah. Menyeramkan dan sangat tidak berperasaan.


"Am.. Phunn... Uhuk.. Uhuk...am.. Phun!" Ivan bergumam, wajahnya penyok, tampaknya Sagara sengaja menyiksanya dengan pukulan setengah setengah itu.


Melihat amarah Sagara, Gernal mendekati pria itu dan menepuk bahu Sagara ," hentikan, kau bis menyiksa nya lain hari!" ucap Gernal sambil mencengkram bahu Sagara dengan kuat, untuk meredam amarah pria itu.


Sagara berhenti, hanya Gernal yang berani menghentikan Sagara.


" Ka.. Kakak ipar..." ucap Sagara pelan.


Gernal menepuk bahu pria itu," Pulanglah, istrimu menunggumu, serahkan sisanya pada kami, dan bawalah semua korban itu!" ucap Gernal.


" Apa kau tidak mau menemui Dea.. Dia..."


" Nanti, ada waktunya!" ucap Gernal.


"Tuan muda, Saya membawa Anna!!" pekik Bima sambil menggendong Anna dari ruang bawah tanah.


" Pergi lah!" ucap Gernal.


" Kami menunggumu Kak Albert! Dea menunggumu!" ucap Sagara penuh harap yang diberikan anggukan kepala oleh Gernal.


Sagara menghampiri Anna. Keadaannya begitu menyedihkan, kurus kering, penuh dengan luka, bahkan tampak seperti mayat hidup.


" Anna.. A-Anna!!" Sagara menatap Anna dengan mata berkaca-kaca.


" tu-tuan... " Anna menatap Sagara dengan wajah sendu sambil menangis.


" di.. mana adikku, di- di mana Lin??" gumam Anna perlahan sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Sagara menepuk kepala Anna," Lin menunggumu, kita pulang ki-kita pulang sekarang!" ucap Sagara terbata-bata.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2