
Sagara tengah berkutat dengan pekerjaannya di kantor. Dia sudah uring uringan sejak pagi tadi. Dea sama sekali tidak berbicara dengan dirinya membuat perasaan Sagara memburuk.
"arkrhhh sialan,mengurus ini saja kalian tidak sanggup!? Kenapa semua dilemparkan padaku apa kalian makan gaji buta hah!!!" Sagara melemparkan berkas peluncuran jam tangan ke hadapan tim kreatif.
"Ya Tuhan, cepatlah malam, amarah monster ini tidak bisa kami kendalikan!?" Anna membatin di belakang pintu masuk sambil menatap Sgaara yang jadi sensitif dan mudah marah padahal pekerjaannya hanya hal kecil.
Pria itu berjalan bergegas, sesuai perusahaan dibuatnya porak poranda karena rasa gelisah tak digubris istrinya sendiri.
" Perhatikan setiap langkah kerja, kalau kau mati di tangga itu siapa yang tanggung jawab!" Sagara meneriaki karyawan yang berjalan di eskalator.
Dia benar benar gelisah, sudah seperti orang kesetanan.
"Lin, apa masih lama lagi, tuan muda semakin mengerikan!!" Bisik Anna yang menempel di dekat bahu Sekretaris Lin.
" Ck.... diamlah remahannya Sar* Roti. Kau membuat kepalaku semakin sakit," celetuk Sekretaris Lin sambil memperhatikan kelakukan tuan mudanya yang benar benar telah berada pada tahap di luar nalar.
Sagara berjalan ke sana kemari, Berjam jam hingga hari berubah menjadi gelap dan tak satu pun pekerjaannya beres. Pria itu mengamuk, kesal, gundah gulana karena diabaikan istri sendiri.
Drrrt.... Drrrtt...
Ponsel Sekretaris Lin berdering, pertanda sudah waktunya membawa bos sinting itu kembali ke mansion.
" Anna sudah sudah saatnya, Kau menyusul lah, handel yang lain!!" Ucap Sekretaris Lin sambil menerima panggilan dari Dokter Barak.
Anna tersenyum lebar sambil bernafas lega, akhirnya semua rencana ini akan terjadi.
Sekretaris Lin berlari menghampiri Sagara ," Tuan muda gawat, dokter Barak menghubungi dari kediaman, nyonya muda menangis dan sedang mencari anda!!" Ucap Lin dengan wajah panik bukan main.
Melihat wajah Lin dan mendengar kata kata pria itu, sontak Sagara terkesiap, dia tak peduli pada apapun dia berlari dari lantai tempat dia berpijak menuju lantai satu dengan wajah panik dan khawatir.
" Apa yang terjadi padanya Lin!? Kenapa dia menangis!? Apa dia terluka!?" Tanya Sagara khawatir.
"Sepertinya terluka, karena dokter Barak yang menghubungi saya tuan," jelas Lin.
Semakin risaulah hati pria itu. Dia berlari sekencang-kencangnya menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya. Tanpa basa basi Sagara dan Lin melaju menuju mansion Tulip.
Sagara memecah jalanan kota dengan kemampuan mengemudinya yang baik, tapi tak baik untuk jantung seorang Sekretaris Lin yang harus berpegangan erat erat pada gagang di atas kepalanya.
Mereka melaju menuju kediaman Sgaara," Sialan kenapa jalannya jadi panjang sekali, apa tidak bisa dipotong!!! Arrkrkhhhsial sial sial!!!" Teriak Sagara seperti orang bodoh.
__ADS_1
Tak beberapa lama mereka tiba di mansion Tulip, tampak Bima dan Lucy berdiri di depan gerbang menyambut Sagara.
Mereka berdua memasang wajah sendu,membuat hati Sagara tak nyaman. Pria itu turun dari mobil dan menghampiri mereka," Apa yang terjadi!?" Tanya Sagara dengan jantung berdebar kencang.
"Kak... hiks hiks hiks.... "Lucy berlari ke arah Sagayr sambil menangis sesenggukan dan menghamburkan pelukannya pada pria itu.
"Lucy ada apa!? kenapa kau menangis!? di mana kakak iparmu!? jangan membuatku panik, kalian bicaralah!!" cerocos Sagara.
"Sagara maaf," ucap Bima pelan sambil berjalan memasuki mansion yang sangat gelap dan sepi.
Tak ada suara yang terdengar, kediaman itu seolah tidak berpenghuni.
Semakin takutlah Sagara, jantungnya berdebar kencang. Dia berjalan seperti orang bodoh mengikuti Bima dan Lucy yang sedang beradu peran. Wajah mereka benar benar berhasil membuat Sagara percaya telah terjadi hal buruk.
" Apa yang sebenarnya terjadi!?di mana Dea, Bima!?" desak Sagara.
"ikut kami,ini sudah waktunya," ucap Bima dengan nada datar dan dingin, persis sama seperti ketika mereka menghadapi kematian anggota mereka.
Deg... Deg... Deg...
Dengan jantung yang berdegup kencang Sagara mengikuti mereka menuju halaman tengah Mansion di mana acara diadakan. Semuanya gelap, tak terlihat satu pun manusia yang tengah bersembunyi di halaman itu.
" Kenapa gelap sekali!?" Tanya Sagara.
Tiba-tiba...
Lampu sorot langsung menyoroti Sagara dari atas sana.
Sagara tampak bingung, dia menatap ke sana kemari. Tidak menemukan siapapun. Bima dan Lucy pun entah sudah ke mana perginya.
" Si.. siapa!? di mana kalian!?" teriak Sagara.
Suasana masih hening untuk beberapa detik.Hingga sebuah layar lebar muncul di hadapan Sagara.
Mata pria itu tertuju pada layar putih yang disorot proyektor itu. Terdengar suara mesin pemutar film,membuat suasananya seperti nuansa tahun 90-an.
Foto foto kelahiran Sagara diputar, diiringi dengan suara petikan gitar yang merdu dari seberang sana, Tak tahu siapa yang memainkannya karena suasananya sangat gelap.
Foto Sagara saat dia masih dalam bentuk Janin diputar perlahan lahan hingga masa anak-anak, masa remaja dan sampai masa dewasa.
__ADS_1
Beberapa foto dirinya saat dewasa salah foto yang di ambil Dea secara tiba-tiba.
Sagara tertegun menatap semua foto itu, sudah lama rasanya dia tidak melihat foto keluarganya, dan hari ini dia melihatnya di depan matanya sendiri.
Bibirnya tersenyum tipis melihat semua foto itu, juga kebersamaannya dengan kakak kakaknya dan kedua orangtuanya.
"Sudah lama sekali..." gumam Sagara pelan.
Lalu potongan video masa kecil Sagara,potongan video bersama sahabat masa kecilnya Kai dan Nini juga diputar membuat Sagara tertegun.
Dia merindukan momen itu, momen hangat bersama kedua sahabat baiknya.
"Ahhh.... Kai, Nini.... bagaimana kabar kalian sekarang?" ucap Sagara dengan mata berkaca-kaca.
Kemudian diputar masa masa indah kehidupan si gendut Teddy bear saat bersama Pendekar kecilnya, foto masa lalu, video singkat yang mereka rekam bersama, semua menahan bersama Dea ditunjukkan di sana dan berhasil membuat Sagara tersenyum.
"Hahhaha.... dia masih menyimpan semua kenangan ini? aku mencarinya ke mana mana," gumam Sagara yang sudah berlinang air mata menatap semua kenangan indah itu.
Hingga rekaman lainnya, foto foto Sagara memarahi Lin, Bima dan Barak bahkan video saat Sagara menghukum Lucy dan Ruka yang bertengkar sama usia mereka masih begitu muda.
Sagara tertawa, semua kenangan itu diputar. Dia telah melewati jalan hidup yang berharga, dan diingatkan kembali melalui potongan video klip yang di jadikan menjadi sebuah film dokumenter kehidupan Sagara.
"Sagara, You Deserve Happiness!" Gumam Sagara membaca tulisan besar di layar itu.
Tiba-tiba...
" Tuan muda!!!" Suara para pelayan yang berisik terdengar. lampu sorot menyoroti wajah pelayan yang berkumpul di sisi kanan depan membuat Sagara menatap mereka.
" Selamat ulangtahun, semoga panjang umur dan sehat selalu!! Semoga kita bersama untuk waktu yang lama!!!" seru mereka semua dengan suara serentak.
" Meskipun tuan muda galak, kami tetap sayang kok, tapi kurangi galaknya dikit ya!!" seru mereka sambil tertawa bahagia menyampaikan pesan ulangtahun untuk Sagara.
" Kalian, dasar pengacau, apa pekerjaan kalian sudah beres hmm!?" balas Sagara sambil tertawa dan menangis haru di saat yang bersamaan.
"Sudah dong tuan muda!!" seru mereka sambil tertawa bahagia.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗