Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Calon Ipar


__ADS_3

Pertemuan yang sempurna di waktu yang tepat. Dea dan Gernal akhirnya kembali bersama.


Wanita itu sama sekali tidak menyangka kalau pria yang terasa familiar ketika pertama kali bertemu itu adalah kakaknya yang mereka pikir sudah meninggal dalam kebakaran itu.


Gernal juga tidak menyangka bahwa hari ini akan tiba. Sejujurnya dia datang ke sana hanya karena urusan bisnis.


Dia datang lebih cepat karena berharap bisa melihat Dea, tetapi hal yang mengejutkan justru terjadi, Sagara telah mengetahui semuanya dan memberikan kejutan bagi mereka yang telah berpisah lama.


Mereka duduk di ruangan makan itu dengan berbagai hidangan ditata di atas meja.


Gernal dan Dea tak henti-hentinya tersenyum dan berpelukan berulang kali.


Si kembar duduk anteng dalam pangkuan ayah mereka sambil menatap paman hebat mereka.


Lora sendiri duduk dengan tenang sambil menyaksikan mereka dengan hati terharu.


Dia tahu bagaimana perjuangan Gernal selama ini. Melawan rasa sakit dan takdir menyedihkan itu sekuat tenaganya. Hingga semua usahanya membuahkan hasil, dia bisa bertemu dengan adiknya hari ini.


"Kak, siapa dia?" bisik Dea sambil melirik Lora yang sejak tadi hanya duduk diam dan menikmati hidangan yang ada di atas meja.


Hampir Gernal lupa memperkenalkan orang terpenting baginya ketika dia dan Dea terpisah.


Gernal tersenyum lembut, dia menarik pelan tangan Lora dan menggenggamnya," Dia calon kakak iparmu," ucap Gernal.


Degh!


Wajah Lora tertegun, jantungnya berdegup kencang. Dia menatap Gernal dengan wajah tidak percaya, bahkan sampai terdiam membeku seperti sebuah patung.


" Kakak ipar? Wahh... Halo kakak ipar!! Senang bertemu denganmu!!" ucap Dea sambil tersenyum.


Lora tampaknya sangat terkejut.


Sebenarnya beberapa waktu lalu dia menyatakan perasaannya pada Gernal dan menyatakan niatnya untuk menjadi pendamping yang akan setia pada Gernal.


Tetapi saat itu Gernal dengan sopan menolak gadis itu. Lora paham dengan kekacauan hati Gernal, dia dengan sabar menunggu dan tetap berdiri di samping Gernal sekalipun cintanya ditolak berkali-kali.


Dan hari ini, Gernal memberikan dirinya jawaban yang pasti, jawaban yang membuat hati Lora berseru bahagia dan terharu.


Dia sudah mencintai pria itu dan menerima segala kekurangan Gernal. Karena Gernal layak mendapatkan nya.


" Lora?" panggil Gernal dengan lembut sambil menggoyangkan lengan gadis itu.


" A.. Aku... Ha-halo.. Aku.."


Lora tampaknya begitu gugup sampai dia tergagap.


" Hey ada apa?" tanya Gernal sembari mendekatkan dirinya pada Lora yang tampaknya akan segera menangis.


Dea, Sagara, si kembar serta Ruka dan Bima tampak terkejut dengan reaksi Lora.


Lora menunduk dengan tangan gemetar, pipinya memerah, dia menahan air matanya. Rasanya dia begitu bahagia sampai ingin menangis saat ini.

__ADS_1


Reaksi Lora membuat Gernal dan yang lainnya khawatir.


" Kak, apa yang kau lakukan? " bisik Dea khawatir.


Gernal juga bingung, dia cukup terkejut dengan reaksi Lora.


"Lo-Lora, ada apa?" tanya Gernal sambil menepuk punggung gadis itu.


Lora mengangkat wajahnya, dia sangat bahagia saat ini, tapi tak kuasa menahan air matanya.


Dia menangis sambil menatap Gernal.


" Dasar bodoh!!" Lora menghamburkan pelukannya pada Gernal. Dia menangi sesenggukan sambil memeluk erat pria itu.


Gernal tertegun, Lora menangis karena kata-katanya barusan.


"Ada apa?" tanya Gernal.


Lora menatap pria itu, dia menangkupkan kedua tangannya di wajah Gernal sambil tersenyum. Air matanya lolos begitu saja, dia menatap Gernal dengan sumringah.


" Aku bahagia! Kau akhir membalas perasaanku!" Lora menatapnya dengan penuh kasih.


Bibir Gernal melengkung ke atas, demikian yang lainnya. Mereka tersenyum melihat pasangan yang begitu indah itu.


"Kau membuatku khawatir," Gernal memeluk Lora dengan lembut.


Akhirnya cinta Lora tersampaikan pada orang yang tepat. Gernal pun tak dapat memungkiri kalau hatinya sudah bergerak ke arah Lora.


Perhatian, kasih sayang, dan kelembutan gadis itu ketika bersamanya berhasil meluluhkan hati Gernal yang dingin dan beku.


Melindungi Lora kini menjadi daftar penting bagi hidup Gernal.


"Sejak kapan?" Lora menatap Gernal.


" A-apanya?" balas pria itu.


Dea dan yang lainnya menatap mereka sambil tertawa cekikikan.


" Sejak kapan menyukaiku?" tanya Lora sambil menatap Gernal dengan senyuman ceria.


"Rahasia, tidak perlu kau tahu!" ucap Gernal.


Lora mengerucutkan bibirnya," cihh, dasar pria kaku!" ucap Lora berdecih.


" Hahaha...."


Mereka semua tertawa bahagia. Pertemuan yang manis, hubungan keluarga yang harmonis, hubungan pasangan yang begitu indah membuat hati mereka menjadi hangat.


Di sisi lain restoran itu, Adam tampak menatap mereka sambil tersenyum. Dia berdiri sambil bersandar ke dinding restoran. Menatap betapa indahnya pasangan dan keluarga yang duduk di paviliun itu.


Bibir Adam tersenyum tipis, wajah tampannya begitu mempesona sampai membuat pengunjung restoran melirik lirik ke arahnya.

__ADS_1


" Kenapa berdiri di sini bro!?" Dyroth dan Yefta menepuk bahu pria itu.


Adam tersadar dari lamunannya.


"Kapan kalian datang!" Adam tampak terkejut.


" baru saja, kau sedang apa di sini? kenapa tidak bergabung?" tanya Yefta heran.


" Hanya ingin menyendiri!" ucap Adam dengan nada dingin.


Sekalipun dia sudah lebih banyak tertawa sejak kehadiran orang-orang itu di hidupnya, karakternya yang dingin dan tatapannya yang datar tanpa perasaan itu masih saja melekat dalam dirinya.


Seolah ada luka yang disembunyikan oleh pria itu.Seolah Adam menyimpan sebuah rahasia besar yang membuatnya menjadi pria pendiam yang dingin dan terkesan menyeramkan.


"Kalian gabung sana, aku ada urusan sebentar!" ucap Adam sambil mengangkat ponselnya yang berdering.


Dyroth dan Yefta saling menatap sejenak lalu mengangguk paham.


" Dia sedikit aneh," bisik Dyroth.


" Hmm..kau benar, menurut pengalamanku, ini adalah masalah hati!" ucap Yefta.


Mendengar kata-kata Yefta, tiba-tiba Dyroth tersenyum jahil.


" Masalah hati ya kak!?" celetuk pria itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


Yefta menatap Dyroth dengan wajah jengkel," singkirkan wajah menyebalkan mu itu keparat?"Yefta meninggalkan Dyroth di sana.


Semakin lama dia meladeni Dyroth, Maka dia akan semakin cepat gila karena kelakuan bocah ajaib itu.


Dyroth berdiri dengan tegap menatap paviliun. Seketika bibirnya berhenti tersenyum, dia mengeluarkan ponselnya dan menatap benda pipih itu dengan wajah kesal.


"Kenapa belum ada kabar dari Lucy!? Ke mana dia sebenarnya!?" gumam Dyroth sambil menatap nomor ponsel Lucy di layar benda pipih itu.


Lucy dan Dyroth, sepasang kekasih yang dipisahkan oleh dunia pekerjaan mereka masing-masing.


Hingga kini hubungan mereka berjalan dengan baik. Baik Dyroth maupun Lucy saling menjaga komitmen satu sama lain hingga hubungan mereka terpelihara dengan baik.


Saat Dyroth menatap ponselnya, tiba-tiba nomor manajer Lucy mengubungi nya..


" Ada apa!?" Dyroth menjawab dengan cepat.


" Tuan Dyroth, nona Lucy diganggu oleh anti penggemar, mobil kami dikepung, Lucy mengalami gangguan panik!!" ucap Gio manajer Lucy.


Wajah Dyroth langsung berubah kesal, dia memutar haluan dan langsung berlari ke parkiran untuk segera menuju lokasi kekasihnya saat ini.


"Jaga Lucy, jangan sampai dia terluka!" titah Dyroth.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2