Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Adam dan Gadis Desa


__ADS_3

Seorang gadis bertubuh kecil dengan penampilan super lusuh berjalan dengan terburu-buru di tengah malam yang mulai terasa dingin dan menusuk tulang-tulang nya.


Sudah seharian dia berjalan kaki di kota yang besar itu. Menatap ke sana kemari dan mencari cari alamat yang diberikan mendiang kakeknya kepada dirinya.


Namanya Karina Mahendra. Gadis polos dari desa berwajah kecil seperti kucing, rambutnya panjang dan selalu dikepang dua. Gadis yang lugu dan polos dengan senyuman yang menenangkan.


Berbekal informasi dari sang kakek, dia tiba di kota itu siang tadi. Tetapi betapa sialnya dirinya malah dicopet hingga dompet dan ponselnya hilang.


Yang tersisa hanya beberapa uang receh dan kertas bertuliskan alamat keluarga Maureer yang dia cari sejak tadi.


Tubuhnya yang kecil tenggelam dalam balutan pakaian lusuh yang kebesaran itu. Dia tampak lelah, lapar dan kehausan.


Ayam goreng yang dia beli tadi tak membuatnya kenyang. Rasa hausnya juga semakin menjadi.


Rasanya makanan yang dia telan tersangkut di lehernya. Perutnya terasa perih dan kakinya terasa kram.


" Kakek, mau ke mana lagi Karina berjalan? Hiks... Hiks... Karina sudah lelah..." gadis itu duduk di tangga dekat sebuah taman Dia duduk sambil menangis pilu di sana.


Dia datang ke kota untuk memenuhi keinginan kakeknya sekaligus dalam misi yang dia rahasiakan selama ini.


Karina hendak mencari ayah dan ibunya yang meninggalkan dirinya ketika masih berusia lima tahun. Dia ingin bertemu orangtua kandungnya yang meninggalkan dirinya seorang dir bersama sang kakek yang sudah meninggal tiga bulan yang lalu.


Berbekal keberanian dan secarik kertas, dia mengikuti kata-kata sang kakek sebelum meninggal.


"Carilah keluarga Maureer, petunjuk mu akan dimulai dari sana, sebutkan nama kakek, mereka pasti akan menolong mu," pesan Kakek Mahendra yang telah berpulang.


Karina duduk sambil memeluk lututnya. Malam semakin larut, tetapi gadis itu masih belum menemukan tempat untuk menginap.


Semua uangnya telah habis, barangnya hilang dan kini dia sendirian di kota yang besar dan penuh dengan bahaya itu.


Dia hanya bisa menangis sedih di sana. Bagaimana pun dia hanya seorang gadis polos berusia 23 tahun.


Dia masih dalam kondisi berduka tetapi tantangan hidupnya begitu besar.


Karina duduk melamun di sana, sampai tiba-tiba suara beberapa orang pria mengejutkan gadis itu.


" Wahh lihat ini, ada gadis cantik!!" seorang pria menghampiri Karina dan menarik tangan gadis itu dengan kasar.


Mendengar teriakannya, dua pria lainnya mendekati mereka. Tampak wajah mereka memerah karena mabuk dan bicaranya mulai ngawur.


" Ma.. Mau apa kalian!? Lepaskan!!" pekik Karina.


Dia sangat ketakutan dan juga terkejut karena mereka datang tiba-tiba.


Karina memberontak, dia ingin melepaskan tangannya," Lepaskan aku!!"pekik Karina.


Pria yang memegang tangannya menatapnya sambil tertawa," uhhh dia melawan hahaha... Gadis kecil ngapain di sini!? Ikut kami saja!!"


" Ayo kita bersenang-senang!" ucap pria itu sambil mengusap wajah Karina dengan tatapan merayu.


"Lepaskan aku!!" Karina berteriak sambil menangis ketakutan.


" Kita main main dulu, baru ku Lepaskan!" ucap pria itu sambil menarik pinggang Karina.

__ADS_1


Gadis itu gemetar ketakutan, dia tak tahu harus berbuat apa.


Tatapan mereka membuatnya gemetaran.


Dengan berani Karina menarik tangannya sekuat tenaga.


" Lepaskan aku!!!"pekik gadis itu sambil mengayunkan kakinya dan...


Bughh!!


Dia menendang pisang gantung pria itu sampai berbunyi keras.


Krakk!!


" ARkhhhhh...."


Seketika pria itu tumbang saat pisang gantungnya ditendang oleh Karina.


Gadis itu berlari kencang menjauh dari mereka.


" Kejar dia!!!" pekik pria itu.Dua temannya yang lain langsung berlari mengejar Karina.


Sambil menangis gadis itu berlari sampai sendal jepitnya terputus.


Dia melepaskan sendalnya dan berlari dengan telanjang kaki.


Kakinya terluka terkena batu kerikil kasar. Tak ada orang di sana, jalanan sepi, k mana dia harus meminta pertolongan.


Malam itu begitu menakutkan bagi Karina. Dia tak kuasa menahan kesedihan di hatinya.Dia berlari dan terus berlari menghindari kedua pria itu.


" Kemari kau!!" Mereka menarik rambut Karina dan menyiksa gadis itu.


Plak!!!


Plak!!


Plak!!


Pukulan demi pukulan melayang ke tubuh gadis bertubuh kurus itu.


" Arkkhh toolooong!!!"


"Tooolooong aku!!!!"


Karina menangis histeris sambil memeluk keras.Dia tak sanggup, tubuhnya sakit, dia dipukuli sampai sekujur tubuhnya memar.


Entah pada siapa dia meminta tolong. Apakah malam ini dia akan segera menyusul kakeknya? Tanpa bisa mengutarakan sakit hatinya pada orangtuanya yang egois, tanpa bisa menunjukkan pada keluarga pamannya yang angkuh kalau dirinya pun bisa sukses?


"Siapapun, tolong aku..." Lirih gadis itu.


Air matanya merembes keluar, dia menatap rembulan yang bersinar terang, dia menangis sejadi-jadinya.


Rasa sakit itu menjalar di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba sesosok pria gagah menghampiri kedua pria itu.


Dengan cepat menarik paksa mereka dari tubuh Karina.


" Bajingan sialan!!" Pekik Adam.


Begitu marahnya Adam saat melihat Karina dipukuli begitu saja oleh mereka tanpa perasaan.


Karina yang tubuhnya begitu kecil dihajar oleh dua pria mabuk yang tidak sadarkan diri sama sekali.


Adam memukul mereka dengan begitu keras sampai tulang-tulang mereka remuk dan hancur.


Kedua pria itu dalam sekejap tergeletak di atas jalanan.


Dengan cepat Adam menghampiri Karina yang sudah babak belur. Wajah gadis itu memar, bibirnya terluka dan sekujur tubuhnya mengalami cedera serius.


Tanpa basa-basi, Adam mengangkat tubuh gadis itu.Sangat ringan bahkan sampai membuat Adam terkejut.


" kurus sekali, aku seperti mengangkat sekam padi!!"


Pria itu berlari secepat mungkin ke arah motornya.


Dia mengikat Karina dengan jaketnya. Benar saja hanya dengan jaket lebar itu tubuh Karina dapat dia bawa dengan aman.


Adam menginjak pedal gasnya kuat-kuat.


Beberapa menit yang lalu dia dihubungi oleh ayahnya, tuan Maureer.


Adam diberitahu kalau dia harus mencari seorang gadis Desa yang pasti telah tersesat di kota besar itu.


Tuan Maureer dan istrinya menerima informasi dari Desa Kembang tempat Asal Karina bahwa gadis itu telah berangkat menuju kota dengan bus sejak dua hari yang lalu.


Informasi itu datang terlambat, hingga mereka menjadi panik dan langsung menghubungi Adam.


Mereka mengirim foto gadis itu pada Adam, dan betapa terkejutnya dia saat tahu kalau gadis udik yang menyenggol lengannya di restoran tdi adalah gadis yang ada di dalam foto itu.


Adam segera mencari keberadaan Karina.Gadis itu berjalan terlalu cepat dan sudah sangat jauh dar restoran.


Dia terus mencari dengan risau karena hari sudah gelap dan sepi. Selain itu, berdasarkan informasi orangtuanya, gadis itu tidak pernah datang ke kota. Dia tidak akrab dengan kehidupan perkotaan bahkan mungkin akan bertemu bahaya di tengah jalan.


Hingga Adam mendengar suara teriakan yang sama persis dengan suara gadis itu. Sungguh terkejut dirinya saat melihat tubuh kurus dan kecil itu ditendang begitu keras oleh pria pemabuk tadi.


Adam dengan cepat membawa Karina ke rumah sakit.


"Kalau tidak tahu jalan, seharusnya kau tanya ke orang-orang, bukan malah berjalan ke tempat sepi,"


"Dasar gadis bodoh!!" Adam begitu kesal. Jika dia terlambat sedikit saja, entah apa yang sudah akan terjadi pada gadis lugu itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2