Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 62


__ADS_3

Sagara berangkat bersama ketiga rekannya. Menuju pesta ulangtahun tuan besar Maureer yang sangat dibenci oleh Sagara.


Pria berwibawa yang disanjung oleh semua orang, pria yang seharusnya dengan bangga disebut 'Ayah' oleh Sagara malah tidak berarti bagi pria itu.


Hubungan Sagara dengan keluarganya hancur berkeping-keping karena keegoisan dan kesombongan kedua orangtuanya yang menyebabkan kematian Kai dan Nini sahabat baik Sagara, kakak laki laki Lucy Vexana.


"Lucy, di mana posisimu sekarang?" Sagara berbicara dengan Lucy yang juga diundang dalam acara ulangtahun itu tanpa tahu kalau Lucy adalah adik dari korban kebakaran Maureer grup belasan tahun lalu.


" Aku sudah parkir di depan hotel, kalian di mana kak, nyamuk nyamuk menyebalkan sudah mengerumuniku di sini!!" celetuk Lucy.


" Nyamuk? kau parkir di mana!?" tanya Sagara seraya menyerngitkan keningnya.


" Di bawah pohon hehehehe.... beruntung kak Anna di sini bawa raket nyamuk," celetuk Lucy.


Sagara memutar malas kedua bola matanya," Kami sudah tiba, kau benar benar telah dikerumuni nyamuk!" balas Sagara.


Mereka tiba di gedung acara. Sagara dan teman-temannya keluar, di saat yang sama Lucy dan Anna karyawan sekaligus rival abadi Sekretaris Lin yang punya hubungan baik dengan Lucy juga keluar dari dalam mobil.


"Itu mereka, wahh Lucy selalu luar biasa seperti biasanya!" puji Barak sambil tersenyum melihat penampilan sang aktris idola semua orang.


" Masih lebih cantik nyonya muda di mansion Tulip!" celetuk Bima dengan suara lantang.


Sagara, Lin dan Barak sontak menatap pria itu dengan tatapan heran.


" Bima kau..."


Pria itu tersadar," Bu.. bukankah itu fakta!? jujur saja, itu benar benar fakta kan!? sekali lihat saja Dea terlihat jelas sanga cantik, bahkan dia tidak seperti keturunan keluarga Eldrich, dia sangat asing, aku berkata jujur!" ucap Bima berusaha meluruskan situasi.


Sagara mendaratkan tangannya di bahu pria itu.


Grep!!!


Dia mencengkram bahu Bima dengan sangat keras," aku tahu, dia memang sangat berbeda, terimakasih atas kejujurannya," ucap Sagara dengan suara gertakan gigi yang terdengar jelas di telinga mereka.


Seketika suasananya langsung mencekam. Sagara tampak tidak senang saat Bima dengan wajah berbinar-binar membahas kelebihan istrinya.


Bukan dia tidak senang istrinya mendapatkan pujian, tetapi dia sudah bisa mencium aroma tak sedap dari kata kata Bima tadi


"Kak ayo!" seru Lucy sambil melambaikan tangannya.


Sagara membawa Lucy sebagai pendampingnya dalam acara ini karena kebetulan Lucy pun tak punya pendamping.


Mereka berjalan memasuki hotel tersebut sebagai tamu undangan.


Sekretaris Lin tampak berjalan menjauh, lebih tepatnya menghindari Anna yang membuatnya kesal setiap saat.


"Kenapa juga kutu ayam ini ikut acara seperti ini!? menyebalkan, malamku pasti akan sial!!" gerutu Lin di dalam hati tanpa melihat Anna sedetik pun.


Grep!!


Tangan cantik gadis bar bar itu menarik lengan Sekretaris Lin," Mau ke mana kau pak tua Lin!? apa kau pikir kau bisa lepas hah!? aku tidak punya pendamping, kau harus jadi pendamping!!" celetuk Anna sambil memelototi si kaku Lin.

__ADS_1


"Minggir kau sebelum ku lemparkan kau ke langit ke tujuh kampret!!" Geram Sekretaris Lin seraya menarik tangan Anna dari lengannya.


Anna menarik lengan pria itu lagi dan mencengkramnya dengan kuat.


" Kalau kau berani, ku posting foto kau mabuk di kolam renang sambil joget joget lagu dangdut, biar seisi perusahaan tahu kalau Sekretaris Lin kita pecinta dangdut dan goyangannya...."


Puk!!


Anna menepuk bokong pria itu," aduhai!!! Hahahaha" seru Anna seraya menaikturunkan alisnya dan menatap Lin dengan senyuman licik.


" Anna!!!! awas kau nanti!!" geram Sekretaris Lin menahan emosinya.


Anna menang besar, mereka masuk mengikuti yang lain ke tempat itu.


Acara yang sangat besar dilaksanakan, tentu saja menjadi sorotan publik karena tuan Maureer adalah orang tersohor di negeri itu.


Tuan Maureer dan nyonya Maureer serta kedua putranya Mike dan Adam sangat menantikan kedatangan Sagara pada pesta ini.


Tentu saja mereka menantikannya dengan alasan yang berbeda satu sama lain. JIka tuan Maureer dan istrinya menantikan kedatangan Sagara karena Sagara adalah anak yang membanggakan bagi mereka tetapi bagi Mike dan Adam kehadiran Sagara sakan sangat menarik karena ini waktunya bagi mereka menunjukkan pada dunia siapa Sagara yang dikira kuat dan hebat itu.


Satu-satunya anggota keluarga Maureer yang tidak hadir dalam acara ulangtahun itu adalah Yonathan Maureer anak ketiga tuan dan Nyonya Maureer yang tinggal menjauh dari mereka tanpa ada yang tahu alasan sebenarnya pria itu menjauh dari keluarganya.


Adam Maureer berdiri dengan tubuh tegap dengan seorang perempuan cantik yang tak asing bagi siapapun dalam dunia perfilman dan belakangan namanya baru saja dicoret dari stasiun televisi milik Sagara dan seluruh filmnya diboikot dari stasiun televisi terbesar itu.


Gita Eldrich mengambil setiap kesempatan untuk dapat mengembalikan kejayaan karirnya di mata dunia termasuk memakan umpan dari Adam Maurer yang penuh tipu muslihat.


Gita yang naif tidak tahu kalau dirinya hanya dimanfaatkan untuk tujuan besar Adam.


“ Mungkin,” balas Adam seadanya.


Hingga kedua netranya menangkap sosok Sagara yang berjalan memasuki aula acara dengan menggandeng gadis cantik nan menawan yang merupakan saingan terberat Gita dalam dunia seni peran, Lucy Vexana.


“ hah… percuma aku membawa jal4ng sialan ini,” kesal Adam saat tak melihat Sagara membawa istrinya sendiri melainkan menggandeng artis wanita lainnya yang tengah naik daun dan sangat terkenal di hadapan masyarakat.


Adam meninggalkan Gita di sana, dan mengikuti Sagara yang berjalan menuju tempat orangtua mereka berada.


Seluruh mata tentu tertuju pada kedatangan aktris cantik, muda dan berbakat, Lucy serta pendampingan malam ini, pria tampan yang sangat berkharisma yang masih segelintir orang yang kenal.


“Nak, kamu datang!” sambut tuan Maureer dengan penuh kebanggan tampak dari suara lantang nya seolah mengumumkan pada dunia kalau Sagara adalah anaknya yang tampan dan berbakat.


“ Lin!” Sagara memberi kode pada Lin.


Sekretaris Lin berjalan ke depan lalu membawa dokumen dan menyerahkannya langsung ke hadapan tuan Maureer. Sama sekali tidak ada basa basi bagi pria itu.


“ Sesuai perjanjian,” ucap Sagara sambal menatap dokumen itu, dokumen penyerahan kepemimpinan Hotel bintang Lima Grup Maureer kepada Sagara Maureer. Satu satunya yang dipikirkan sagara saat ini adalah bisnis!


“ Nak, ini ulangtahun Papa kamu, kita sebaiknya bersenang senang, setidaknya ucapkanlah selamat pada..” Nyonya Maureer berhenti bicara saat Sagara memotongnya begitu saja.


“ Maaf nyonya, saya tidak punya waktu sebanyak itu!” ucap Sagara dnegan nada angkuh, sama seperti cara orangtuanya meninggalkan kedua sahabatnya di lift waktu itu.


“ Kami tidak punya waktu menyelamatkan anak jalanan itu!” ucap Sagara kepada merkea berdua, mengingatkan kembali luka lama yang terpendam dalam hati.

__ADS_1


Tuan dan nyonya Maureer terdiam seribu Bahasa.


“ Nak, kejadian itu sudah lama kenapa masih mengungkitnya sekarang?” tanya tuan Maureer yang takut kehilangan kendalinya di hadapan rekan bisnisnya.


Lucy sendiri hanya menatap mereka dengan senyuman palsu. Bohong jika dia mengatakan kalua dirinya sudah memaafkan mereka, rasa sakit nya tak akan pernah hilang.


“ Penyerahan ini juga sudah lama dibicarakan, sebaiknya segera lakukan penyerahan, kami tidak punya waktu,” ucap sagara .


“ Wah.. anak durhaka macam apa kau ini, orangtuamu berulangtahun tapi yang kau pikirkan hanya bisnis? “ sindir Mike Maureer .


“ Sagara beraninya kau melakukan hal memalukan itu, ini ulangtahun papa dan kau selalu saja menyinggung kematian dua sampah tak berguna itu? Jahat sekali...." ucap Adam memprovokasi.


" Jangan munafik Sagara. istrimu pembawa sial itu saja tidak kau bawa karena takut malu, sekarang kau..."Adam berhenti bicara.


Bugh!


Sagara melayangkan satu pukulan keras ke wajah Adam, dia menatap pria itu dengan tatapan penuh amarah,” beraninya kau berbicara buruk tentang mereka bajingan!” geram Sagara yang telah kehilangan kendalinya.


“ Sagara!!” bentak tuan Maureer.


“ Ahh hahaha… tuan Maureer yang terhormat, anak anak sampah seperti mereka ini memang layak dihajar, lihat ini!” Sagar tersenyum menyeringai.


Dia menarik kerah Mike dan Adam bersamaan lalu menghajar keduanya di tengah tengah pesta itu untuk melampiaskan kemarahan yang dia tahan selama berminggu-minggu setelah kejadian penyerangan yang dia alami dan mata mata yang disusupkan ke dalam kantornya.


Sagara dan kedua saudaranya bertengkar hingga membuat keributan besar di dalam acara itu.


“ Hentikan, Sagara, Mike, Adam kalian hentikan!!” teriak nyonya Maureer sambal menangis sesenggukan menyaksikan ketiga putranya yang tidak pernah akur.


Semua orang menatap keributan itu, bahkan tak sedikit yang mengambil gambar.


“ Tuan Muda!!” Sekretaris Lin Barak dan Bima tidak menyangka rencana Sagar akan berjalan sejauh ini, pria itu benar benar menghancurkan pesta , menghancurkan hati orangtuanya dengan caranya yang brutal.


Sagara menghajar kedua kakaknya, Adam dan Mike membalas pukulan Sagara. Tapi hal ni membuat takut teman teman Sagara, karena penyakit Sagara sedang pada fase tidak baik baik saja.


Mike dan Adam saling melirik, senyuman jahat muncul di wajah mereka, entah setan apa yang merasuki mereka tetapi keduanya sangat ingin melukai adik mereka sendiri.


“ kau pikir kau bisa? Kau akan mati sama seperti kedua taman sampah itu, di tempat yang sama!! Dan setelah itu, giliran istrimu dan orang orang terdekatmu!” ucap Adam dengan nada angkuh .


Mika dan Adam menarik Sagara bersama-sama menuju sebuah Lift lalu mendorong pria itu saat pintu Lift dibuka. Sangat tak berdaya saat berada di dekat lift.


"Brukk!”


Pria itu di dorong masuk ke dalam lift menuju lantai tertinggi Gedung itu, waktu yang cukup untuk merenggut nyawa Sagara.


“ Apa yang kalian lakukan pada suamiku keparat!!!” Suara teriakan seorang wanita membuat semua orang menoleh.


.


.


.

__ADS_1


Like, vpte dan komen


__ADS_2