
Adam berjalan ke ruangan depan dnegan wajah masam. Pekerjaannya belum selesai tapi begitu banyak yang mengganggunya hari ini.
“ Jean kau gila?” senggak Adam dengan wajah kesal sambil menatap gadis bernama Jean yang adalah seorang desainer pakaian itu.
Jean menutup mulutnya sambil tersenyum kikuk,” maaf,” ucapnya pelan.
Adam memijit pelipisnya, dia menatap karian yang membawakan tas dan jas Jean.
“ Apa itu?” Adam menatap kesal ke arah Jean sambil menunjuk Karina.
“ Apanya? Apa ada yang salah? Kau marah marah tidak jelas,” ucap Jean sambil menatap Karina.
“ Kenapa kau berikan tas dan jasmu padanya?” tanya Adam.
“ Bukankah itu tugasnya? Dia kan pelayan ? atau apa dia mau mencuri barang? “ ucap Jean yang langsung menarik paksa jas dan tas itu dari tangan Karina seolah Karina adalah pencuri.
“ Dasar pencuri kecil tidak boleh begitu!” ucap Jean.
“ Jean!!” senggak Adam lagi.
Kali ini Jean tahu situasinya, jika teman semasa sekolahnya itu sudah begitu marah, artinya dia telah melakukan kesalahan fatal.
“ Maaf, maafkan aku, tapi katakan apa masalahnya, aku datang membawa barang permintaanmu, dan aku memberikan jas dan tasku pada pelayanmu, apa yang salah dari itu?” tanya Jean dengan nafas terputus putus saking takutnya pada Adam.
“ hah... kau buta? Atau kau sudah pikun hah? Sejak kapan aku punya pelayan di kediamanku? Otakmu bermasalah? Hal seperti ini pun kau tak ingat, aku jadi ragu melanjutkan kerjasama kita!” ucap Adam.
“ maaf-maaf, aku salah, ku pikir dia pelayanmu, apa dia tamu? Atau pencuri? “ tanya Jean lagi.
Adam menatap Karina yang terdiam dengan wajah sendu. Penampilan udiknya tentu saja membuat orang berpikir kalau dia adalah pelayan atau orang malang yang suka mencuri.
“ Karina ke sini, jangan berdiri di situ, tunjukkan wajahmu!” Adam memanggil gadis itu dengan namanya.
"Kenapa kau tidak bicara!? apa kau bisu sekarang!? Dasar kau ini!!" Adam mengomel lagi.
Karina melangkah dengan ragu dan sedikit takut akan tatapan Jean dan orang-orang yang datang bersamanya.
“ Dia klien hari ini!” ucap Adam.
“ ahh.. klien.. ma-maafkan aku, karena pakaianmu, aku pikir kau adalah pembantu, jelek dan kampungan sekali,” ucap Jean dengan tatapan mengejek.
"Baru kali ini aku melihat perempuan dekil, kurus kerontang seperti kanebo kering, seperti orang penyakitan!" tambah Jean yang malah semakin menjadi-jadi mengejek Karina.
“ Pergi!” Adam marah lagi. Dia tak suka cara Jean menatap Karina.
Di keluarga maureer dia dan saudara-saudaranya diajarkan untuk menghargai orang lain. Meski Adam kerap mengejek Karina, itu semua dia hanya akan lakukan hanya ketika berada di depan keluarganya atau berdua dengan Karina.
Dia tidak akan merendahkan orang lain di hadapan orang lainnya kecuali orang itu pantas mendapatkannya
Wajah Jean berubah pucat pasi, Adam benar benar marah dan dia kali ini salah total atas setiap ucapan yang keluar dari bibirnya.
Biasanya Adam tidak seperti itu, tetapi entah kenapa saat membela gadis itu, Adam tampaknya tidak senang jika ada yang merendahkan tunangannya apalagi di hadapannya. Hanya dia yang berhak melakukan itu.
__ADS_1
“ Tuan Adam, saya mohon maaf, tidak akan saya ulangi!” ucap Jean yang langsung berbicara formal saat tahu kesalahannya.
“ cih... menyebalkan!” Adam menarik Karina dan merangkulnya.
Dia tahu Jean memiliki kesan padanya. Jean menyukai Adam dan seringkali menggunakan berbagai cara untuk mendekati Adam. Karena beberapa alasan yang menguntungkan pihaknya, Adam tidak langsung menendang gadis itu seperti saat ini.
Dia masih butuh keterampilan Jean di butik yang dia naungi.
Adam berusaha profesional dan tidak melibatkan perasaan ketika berhadapan dengan klien yang menguntungkan.
“ lain kali perhatikan kata-katamu di hadapan tunanganku!” ucap Adam sambil merangkul pinggang Karina dengan erat.
Grep!!!
“ egh.... hempkhhh!” Karian terkejut bukan main sampai kedua bola matanya membulat.
“ Ma—mas.... geli...” bisik Karina yang tidak terbiasa dengan sentuhan seperti itu .
“ Diamlah,” bisik Adam.
Mendengar kata kata Adam, sontak seluruh karyawan yang ada di sana terdiam dengan wajah melongo. Mika dan Leo yang baru saja tiba berdiri dengan wajah melongo dan mulut menganga saat mendengar kata kata bos mereka.
“ hah... hahahah... A-adam kau tidak bercanda kan? Tu-tunanganmu? Gadis jelek ini? Apa matamu sudah rusak?” Jean tak percaya.
Semua orang tak percaya dengan kata kata Aam. Jelas saja, seorang Presdir Bantara grup malah memilih menjalin hubungan dengan seorang gadis udik, jelek dan kampungan yang sama sekali tidak sesuai dengan level Adam sebagai orang penting.
Karina tidak sepadan dengan Adam, tetapi pria itu malah mengumumkan pada mereka bahwa Karina adalah tunangannya.
“ Kau pasti bercanda kan?” ucap Jean tak percaya. Dia menatap Karina berkali-kali.
“ lihat dia, dekil, kecil, jelek dan kampungan!!” Jean menghina Karina di depan semua orang. Dia benar benar tidak suka dengan Karina.
“ Ishh... sok cantik, modal make up tebal siapa juga bisa, dasar tante tante jelek!!” gumam Karina tanpa sadar kalau Adam mendnegarnya dengan jelas.
“ Dia bisa kesal juga,” batin Adam dengan senyuman tipis di bibirnya .
“ Katakan padaku, apa otakmu bermasalah Adam? Jelas jelas banyak perempuan yang lebih cantik di luar sana, seperti aku!” ucap Jean sambil menunjukkan kemolekan dirinya yang memang tiada banding dengan Karina.
“ Otak si mbaknya yang bermasalah, masa otak Mas Adam, sok cantik, bikin mata risih saja!”gerutu Karina dengan wajah cemberut.
Adam lagi lagi tersenyum dalam dia mendengar ucapan Karina yang sangat pelan.
“ aku tidak main-main Jean, dan otakku tidak bermasalah, jangan sok cantik di depanku! Membuat mataku risih saja!” ujar Adam menirukan kata-kata yang keluar dari bibir Karina barusan.
Karina terkejut, sepertinya Adam mencuri kata katanya, dia menatap pria yang masih merangkul pinggangnya itu dengan tatapan terkejut dan tak percaya.
“ A-adam? Ka-kau!!” Jean tak bisa berkata-kata.
“Leo usir mereka! Bawa semua barang itu keluar, aku tidak butuh!” ucap Adam.
“ ta-tapi kau yang minta semua ini Adam!” protes Jean.
__ADS_1
“ Keluar sebelum aku benar benar memutuskan kontrak kita Jean!!” kali ini Adam kembali ke mode garangnya.
Glek!
Jean mau tidak mau membawa semua barang yang diminta Adam untuk dia bawa ke apartemen. Sia sia dia tampil cantik dengan barang mewah hari ini, nyatanya si bos sudah punya tunangan.
“ Silahkan lewat sini Manager Jean,” ucap Leo memberi jalan.
“ Cih! Menyebalkan!!” Jean menggerutu sambil berjalan keluar dari apartemen itu.
Dia melirik Karina sekali lagi, gadis lugu nan polos itu tidak boleh bersama Adam.
" Masa iya aku harus bersaing dengan gadis kecil itu? Hahahah... Ini pasti akal-akalan si Adam!!" Jean masih tak terima.
Sementara itu, di dalam apartemen Adam masih melingkarkan tangannya di pinggang Karina.
" Bo.. bos.. Di mana kami susun barang-barang ini?" tanya Mika seraya melirik tangan Adam yang melingkar di pinggang Karina.
"Di kamarnya, sana susun semua!" ucap Adam.
" Baik pak Presdir!" ucap Mika .
"Ma.. Mas.. Bi-bisa lepaskan? Geli..." bisik Karina dengan suara gugup.
" Geli ya!?" Adam malah memutar tubuh Karina dan memeluk gadis itu dari depan sambil menatap kedua netra Karina.
Degh .. Deg.. Deg...
"Mas... Jantung Karina bermasalah!!" Celetuk gadis itu dengan wajah gugup dan jantung berdegup kencang.
" Pfthh.. Hahhahahahaha...." Sudahlah, sana kau dasar gadis udik, bersihkan dirimu, dan minta bantuan Mika jika kau butuh sesuatu, aku harus bekerja!!" Adam tertawa.
Dia melepaskan rangkulannya dan membiarkan Karina pergi.
" Ba-baik Mas," ucap Karina sambil tersenyum kikuk.
" Mas Adam ganteng juga kalau tertawa, banyakin tertawa Mas!!" teriak gadis itu sebelum dia menghilang di balik pintu Kamar.
" Hahah... Dasar si bodoh ini!!" Adam tersenyum sambil menatap Karina dengan wajah berseri.
"Bos!"
"Sepertinya anda sudah rusak!!" Celetuk Leo seraya menyentuh kening Adam.
"Rusak...rusak.. Ku rusak kepala kau!! lepaskan tanganmu!!" kesal Adam seraya menatap sinis ke arah Leo.
" Hahh... Syukurlah, bos masih normal!" Leo bernafas lega karena bosnya masih bisa marah-marah.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗