
Srak.. srakk... Srakk..
"Astaga bagaimana ini!? Kenapa monster itu masih berdiri di depan pintu!? Apa yang dia lakukan di sana!?"
"Apa dia mau memakanku!?"
"Atau menghisap darahku!?"
"Arrkhhh!!! kenapa kau disitu tuan muda yang aneh!!" Dea mengacak-acak rambutnya. Dia sangat kesal dengan tingkah Sagara saa ini.
Sejak tadi gadis itu mondar mandir di depan pintu, sesekali mengintip melalui lubang kecil dan memeriksa apa Sagara masih berdiri di sana.
Dea mendekat lagi ke arah pintu dan...
Jreng!!
Si monster menakutkan masih berdiri di depan pintu bangsalnya sambil menatap ke arah bangsal itu.
Dea mengintip sambil menggerutu, berharap pria itu segera pergi karena perutnya sudah keroncongan.
"Ahhh cepat lah pergi, aku sudah sangat lapar... Cepat pergi... Kenapa kau berdiri di sana, dasar monster jahat, istrimu saja kau tinggalkan di rumah, arkrhh... Cepat pergi!!!' kesal Dea yang tanpa sadar suara gumamanya terdengar sampai ke telinga Sagara.
Dea terus mengintip pria itu, dia sangat kesal karena masalah taman tadi.
Sagara tiba-tiba berbalik, dia pergi dari depan bangsal dan berjalan menuju bangsalnya sendiri tepat di depan bangunan yang ditempati oleh Dea.
Di depan sana Sagara tersenyum tipis menatap bangsal itu, terutama bayangan Dea yang ters mondar mandir di dekat pintu. Dia tahu gadis yang sudah menjadi istrinya itu sedang mengintipnya dari balik pintu.
Entah kenapa dia merasa seru, dan menunggu lebih lama untuk membuat gadis itu merasa kesal.
"Dasar kekanakan," gumam Sagara.
"Ini juga sudah larut malam, kita lanjut bermainnya besok," batin pria itu sambil melangkah pergi dari depan bangsal Dea.
Dia beranjak menuju bangsalnya sendiri.
"Yeshh!!" Seru Dea sambil mengangkat tangannya ke udara, dia tersenyum bahagia karena Sagara sudah pergi.
Di seberang sana Sagara yang mendengar suara teriakan Dea tertawa kecil dengan kelakukan gadis itu. Ini benar benar fenomena alam yang langka, seorang tuan muda Sagara yang dijuluki monster mengerikan malah tersenyum karena ulah gadis kecil.
"Saatnya makan malam, huh salah siapa tidak memberiku makan yang enak, mulutnya memang manis sekali, bilangnya aku bisa melakukan apa pun, tapi tak tahunya malah dilarang!!" Ketus Dea.
"Lihat saja, akan ku tunjukkan siapa penguasa sebenarnya hahahha..." Gadis itu keluar dari dalam bangsalnya setelah memastikan Sagara masuk ke bangunan di depan ruangannya.
Dea melirik ke kanan dan kiri. Hari sudah gelap, dia berjalan di lorong bangsal tanpa mengenakan alas kaki. Berjalan dengan cepat sambil tersenyum jahil.
__ADS_1
Satu hal yang dia dapat di sini adalah, dia bebas mengekspresikan dirinya tanpa harus terikat dengan semua peraturan bangsawan yang tidak manusiawi.
Lihat saja pakaiannya, yang biasa memakai gaun panjang berbahan satin, kini dia memakai kemeja oversize, dan celana kulot longgar yang menurutnya sangat adem di pakai.
Dia bisa berjalan bebas tanpa alas kaki, menata rambutnya sesuai keinginannya dan melakukan apa saja.
Dea berjalan dengan cepat, melewati ruangan demi ruangan. Tak ada pelayan yang bekerja membuatnya lebih leluasa.
Dia tidak diberikan makanan yang layak oleh pelayan, dan semua itu diatur oleh Friska dan kepala pelayan yang membenci kehadiran nya.
Gadis itu menyelinap masuk ke dalam dapur sambil memastikan tidak ada yang melihatnya.
Dea berjalan ke sana kemari mencari pintu kecil, dia merunduk dan masuk dari pintu kecil itu.
"Hahaha... Saatnya makan!!' gumam gadis itu sambil menatap jeli ruangan dapur utama itu.
Ruangan itu tampak remang-remang dengan sinar bulan yang menyinari dari luar.
Dea berjalan sambil tersenyum puas, "Kalau begini aku akan makan sampai kenyang," batin Dea.
Dia mengambil lilin dan menyalakannya sebagai penerangan, lalu berjalan ke arah bahan bahan makanan yang tertata rapi di atas rak.
"Padahal begitu banyak bahan makanan yang enak di sini, tapi para pelayan sombong itu hanya memberikanku rumput liar!! Memangnya aku kerbau!?" Ketus Dea.
Senyumannya sangat lebar. Dia memulai pekerjaannya dan tentu saja dengan cara yang cepat. Mengambil semua bahan masakan dan mengolag semuanya menjadi makanan yang enak.
Dia menatap ke sana kemari, dia mempercepat pekerjaannya dan menyelesaikan semuanya tak sampai satu jam.
"Wahh harum sekali, aku akan sangat kenyang!!" Celetuk Dea.
"Siapa suruh menyembunyikan bahan makanan enak ini di sini!!" Celetuk Dea.
Dia memakai semua bahan makanan khusus yang sudah dipisah untuk Sagara tanpa tahu kalau semua bahan makanan itu sudah terkena racun.
Dea menata semua masakannya di atas nampan besar, setelah merapikan dapur dia membawa makanan itu keluar dari sana dan berjalan perlahan lahan menuju kamarnya sambil tersenyum sumringah.
"Hehe makan besar," batin gadis itu.
Dea berjalan menuju bangsalnya, dia masuk ke sana dan meletakkan masakannya di atas meja makan.
Gadis itu benar benar kelaparan. Karena Sagara tidak di rumah, para pelayan berlaku semena mena terhadap dirinya. Dia orang baru di sana, tapi bukan berarti dia bisa ditindas sesuka hati.
Sementara itu, Sagara yang sedang berada di bangsalnya, duduk tenang sambil membaca buletin bisnis. Dia sama sekali tidak bisa tidur lelap. Ruangannya tampak sangat kosongm hanya sedikit perabotan di sana, dia benci jika ruangannya terlalu padat.
Ketika dia asik menikmati bacaannya, tiba-tiba Lin masuk menerobos ke dalam ruangannya sambil terengah-engah.
__ADS_1
"Tuan muda ada masalah!!" Teriak Lin dengan wajah pucat pasi.
Dia terlihat panik, wajahnya mengatakan segalanya.
"Ada masalah apa sampai kau menerobos masuk ke dalam ruanganku Lin!" Tanya Sagara dengan tatapan tajam menusuk.
"Tu.. tuan... Bahan makanan di dapur, sepertinya ada yang memasaknya, i.. ini bahaya, seseorang mungkin akan keracunan!!" Ucap Lin dengan panik.
Brak!!!
Sontak Sagara melemparkan buletinnya ke dinding, dia menatap Lin dengan wajah tak percaya," apa yang sebenarnya kau lakukan Lin!" Teriak Sagara murka.
Dia sangat terkejut saat mendengar bahwa bahan makanan yang seharusnya segera dimusnahkan sudah di olah oleh orang lain.
"Ma.. maaf tuan!" Ucap Lin gugup.
Sontak Sagara berjalan keluar dari ruangannya, dia benar benar terkejut.
"Siapa yang mengolah makanan itu!" Tanya Sagara.
"Tu.. tuan muda, nyonya muda!! Nyonya muda tadi masuk ke dalam dapur !!" Ucap salah satu pelayan dengan wajah panik.
Sagara terhenyak," kapan dia ke dapur, sial!!" Pria itu sontak berlari menuju bangsal Dea.
Dia mendobrak pintu bangsal itu," Dea!!" Teriak Sagara sambil menatap nanar ke dalam ruangan itu, mencari di mana Dea berada.
" Dea!!" Teriak Sagara lagi.
Dia berjalan ke sana kemari, hingga dia tiba di ruang makan.
"Dea!!" Sagara menatap gadis itu tergeletak di atas lantai dengan sendok makan yang terjatuh. Makanan yang dia buat sudah habis setengah, itu artinya Dea sudah mengonsumsi racun itu.
Dia berlari dengan panik menghampiri tubuh Dea, diangkatnya gadis itu, ditepuk-tepuk nya pipi Dea sambil memeluk gadis itu dalam pangkuannya.
"Lin!!! Liiiinnn!!!!" Pekik Sagara.
"Rumah sakit, panggil Barak!!!!" Pekik pria itu menggelegar.
Dea tak sadarkan diri, denyut nadinya sangat lambat dan wajahnya pucat pasi.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗