
Bulan purnama menyinari permukaan bumi. Taburan bintang yang indah menguasai malam yang syahdu.
Acara ulangtahun Sagara berakhir dengan meriah, sekaligus sebagai malam kebersamaan di mansion Tulip.
Kini semua orang kembali ke ruangan masing-masing untuk beristirahat.
Dea baru saja selesai mandi, dia duduk di depan cermin sembari mengeringkan rambutnya. Dari kamar mandi yang sama, Sagara keluar hanya dengan tubuh berbalut handuk putih. Dia berdiri dan bersandar pada tiang pintu kamar mandi sambil menatap istrinya yang penuh kejutan.
"Hey,pakai bajumu, kenapa malah menatapku seperti itu!?" Dea berbalik dan menatap suaminya.
Sagara tersenyum," Aku hampir mati karena kau mendiamkan aku Dea, tak tahunya kau menyiapkan semua kejutan ini," ucap Sagara.
Gadis itu tertawa kecil ," wlekk... siapa suruh ngomong sembarangan!" celetuk Dea seraya menjulurkan lidahnya.
Sagara mendekati istrinya, lalu mengambil handuk yang dipegang Dea untuk mengeringkan rambut gadis itu.
"Terimakasih," ucap Sagara dengan lembut sembari mengeringkan rambut istrinya.
Dea mendongak ke atas, dia tersenyum lembut sambil mengangguk," apapun untukmu Kak Gara, you deserve happiness," ucap Dea dengan sungguh-sungguh.
Hati Sagara berbunga-bunga, jantungnya berdebar kencang, rasa cintanya pada Dea Semakin hari semakin besar.
"I love you," ucap Dea tiba-tiba.
Deg deg deg ..
Entah kenapa mendengar kata kata itu langsung dari bibir Dea membuat jantung Sagara berdegup kencang.
" Coba katakan sekali lagi," ucap Sagara yang kini memutar kursi Dea, membuat Dea berhadapan dengan dirinya.
" I... Love... you Sagara," ucap Dea perlahan dengan pipi bersemu merah karena malu.
"I love you too honey," ucap Sagara yang tanpa segan langsung menyambar bibir istrinya.
Dea melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami, membuat Sagara semakin garang.
Keduanya berpagutan satu sama lain, menikmati malam mereka yang indah sebagai pasangan suami istri.
Sagara menatap kedua netra istrinya dengan teduh, dia mengusap pipi gadis itu, bibirnya sampai ke lehernya.
" Aku ingin melakukannya, boleh kah? kau akan jadi milikku seutuhnya," bisik Sagara di telinga Dea.
Debaran jantung Dea semakin kencang.Gadis itu gugup tapi juga bahagia di saat yang sama.
" Aku selalu jadi milikmu Sagara," bisik Dea seraya mengusap belakang kepala suaminya.
Sagara tak basa basi, dia mengangkat tubuh istrinya dan membawa gadis itu ke atas pembaringan.
Malam yang penuh makna,malam pertama yang terlambat akhirnya terjadi.
Dua insan yang saling mencintai itu kini telah bersatu seutuhnya.
__ADS_1
Saling menghangatkan sepanjang malam, saling mencumbu dan merayu satu sama lain.
...****************...
Sementara itu, suasana yang hangat tampak memenuhi ruangan kamar hotel pasangan suami istri yang menikah dadakan dua bulan yang lalu.
Yonatan berjalan menuju ruangan depan sambil membawa dua cangkir susu hangat. Dia mendekati seorang wanita yang duduk dengan tenang di atas sofa.
Perempuan cantik berkulit seputih susu, duduk dengan sweater tebal yang membalut tubuhnya, menatap ke televisi menonton acara anak anak.
"Minum susu dulu," ucap Yonatan, kakak Sagara yang berkarakter lembut dan manis.
Perempuan itu menoleh sambil tersenyum," terimakasih tuan," ucapnya sambil menerima gelas susu itu.
Yonatan terdiam seribu bahasa ketika melihat wajah lembut dan senyuman hangat di wajah perempuan yang telah resmi menjadi istrinya tanpa sepengetahuan keluarganya.
Amira Katarina, gadis pelayan yang dijual oleh majikannya, dia adalah orang yang sama dengan gadis pelayan yang melayani Dea selama bertahun-tahun.
"Ami, maaf," ucap Yonatan tiba-tiba, membuat Amira menoleh dan menatap pria itu.
"Apa ada yang salah tuan?" tanya Amira pelan.
Dia adalah gadis berwatak lembut.
"Ahh... itu... em... bukan apa-apa, apa kau masih mual?" Yonatan mengalihkan pembicaraan.
" Tidak tuan, saya dan bayi ini baik baik saja," ucap Amira seraya mengusap perutnya.
Perempuan itu tengah mengandung karena kesalahan Yonatan.
Dua bulan yang lalu, Amira dijual oleh Gita ke rumah bord*l. Gadis malang itu disiksa habis habisan tepat setelah Dea keluar dar kediaman bangsawan Eldrich.
Gita menjual Amira dan mendapatkan banyak uang dari gadis malang itu, padahal tubuh Amira sudah habis dia pukuli dengan benda keras.
Amira dijual ke pemilik rumah bord*l di salah satu kota di Jepang.
Akhirnya, Amira malah diperbudak di tempat itu, dan di malam pertama dia bekerja sebagai pelayan, Yonatan yang baru putus dengan kekasihnya karena perselingkuhan menghabiskan malam dan malah menarik Amira ke dalam kamar hotelnya saat Amira mengantar pesanan ke hotel itu.
Yonatan yang juga dipengaruhi obat akibat jebakan teman yang ingin mengurasnya malah merenggut mahkota gadis malang itu.
Saat sadar di pagi hari. Yonatan tahu kalau dia telah merenggut perawan seorang gadis pelayan muda yang malang.
Yonatan bukan pria berengsek yang bisa meninggalkan seorang gadis begitu saja. Apalagi setelah mendengar dari pihak yang mempekerjakan Amira bahwa gadis itu dijual, dia tidak tega dan memilih membawa Amira dan bertanggungjawab atas kehidupan Amira.
Yonatan berusaha untuk menerima Amira, meski hatinya masih belum sembuh karena pengkhianatan mantan kekasihnya.
Untuk saat ini, Yonatan sudah mulai merasa nyama dengan kehadiran Amira di sisinya, selain itu Amira juga adalah gadis lembut yang tidak banyak menuntut bahkan sangat pengertian akan kesibukan Yonatan.
"Seharusnya kita ke rumah adikku, tapi karena mobil mogok dan kau juga mual kita beristirahat di sini," jelas Yonatan.
"Apa saya mengganggu kegiatan tuan?" tanya Amira pelan.
__ADS_1
Yonatan terkejut," Bu.. bukan bukan begitu maksudku, ahh.... emmm.... ma.. maksudku kita tidak jadi pergi ke rumah adikku," jelas Yonatan yang tidak ingin Amira salah paham dan merasa dirinya adalah beban.
Amira terkekeh," saya mengerti tuan, anda tidak perlu gugup seperti itu," ucap Amira dengan penuh pengertian.
Deg...
Karena sikap Amira yang lembut dan pengertian inilah Yonatan merasa sangat segan dan takut berbuat atau mengucapkan hal yang salah di depan Amira.
Apalagi setelah dia mempelajari emosi ibu hamil, dia takut Amira terganggu karena dirinya.
"eh.... emmm.... itu... ekhmmm... baiklah," balas Yonatan yang malah jadi salah tingkah dengan ulah istrinya.
Amira melirik Yonatan, dia tersenyum melihat tingkah Yonatan. Amira tahu Yonatan masih belum sepenuhnya melupakan mantannya, Amira juga tahu Yonatan berusaha semaksimal mungkin mengurus nya, hal ini sudah cukup bagi Amira untuk bertahan meski dirinya juga terluka.
"Dea.... di mana dirimu sekarang? bagaimana keadaanmu? apa kau baik baik saja, kau tahu tidak kau akan segera punya keponakan, " Batin Amira.
Dia sangat merindukan nona muda yang dia layani. Baginya Dea adalah satu satunya kekuatan yang dia miliki selama ini.
Amira menatap lurus ke arah jendela, dia melamun memikirkan semua momen manis bersama nona mudanya.
Amira yang tengah melamun membuat Yonatan penasaran dan menatapnya.
"Apa yang sedang dia pikirkan? apa aku salah lagi? dia sangat pendiam," batin Yonatan seraya menyeruput susu hangat yang dia buat sendiri.
Yonatan terus menatap Amira dengan gelasnya yang masih menempel di bibirnya.
Tiba-tiba...
" Tuan!" Amira berbalik dan menatap Yonathan.
" Prrff... uhuk... uhuk... A.. ada apa!??" Yonatan malah kaget sampai susunya muncrat dari bibirnya.
Amira dengan cepat mengambil tisu dan membersihkan bibir, wajah dan pakaian pria itu.
" Astaga, kenapa anda tidak hati-hati, kenapa minum sambil melamun? tidak baik seperti itu, kau seperti anak kecil saja, lihat ini semua jadi berantakan, bagaimana kalau kau tersedak!" seketika sifat asli Amira keluar, dia mengomeli Yonatan seolah dia sedang bersama Dea saat ini.
" Kenapa kau sama seperti nona Dea, benar benar ceroboh!" gerutu Amira.
Yonatan tertegun, dia menatap Amira yang dengan cepat membersihkan kekacauan yang dia buat.
"Maaf," ucap Yonatan spontan.
" eh... emm... i...itu saya tidak bermaksud, Sa.. saya ke kamar dulu!!" Amira terkejut dengan apa yang dia lakukan barusan, bisa bisanya dia mengomel di depan pria itu.
Yonatan menatapnya," hahah... dia tadi mengomel, dia cerewet ternyata!! benar benar lucu " gumam pria itu dengan senyuman tipis di bibirnya.
.
.
.
__ADS_1
Like vote dan komen 🤗