Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Kakak


__ADS_3

Sagara mengemudikan mobilnya menuju restoran Elf yang terus beroperasi sejak dia pergi hingga kembali.


Mobil itu melaju diiringi dengan nyanyian riang si kembar dan ibu mereka Dea.


Keluarga kecil mereka begitu bahagia. Rasanya semua sangat cepat berlalu sejak kejadian tak terduga itu datang menghampiri mereka.


Tak butuh waktu lama, perjalanan yang menyenangkan itu akhirnya tiba di tujuan.


Restoran China dengan danau sebening krista berdiri kokoh menyambut keluarga kecil mereka.


" Baiklah siapa yang siap untuk kejutan!?" seru Sagara sambil menatap tiga penumpang belakang yang begitu bahagia.


Dia selalu menempatkan istri dan anak-anaknya di kursi penumpang jika mereka bepergian tanpa supir.


" Kami siap!!" seru mereka bertiga dengan wajah gembira.


Mereka disambut hangat oleh anak buah Sagara yang berjaga di sana.


" Selamat datang tuan, nyonya, tuan dan nona muda!" ucap mereka serentak sambil membungkuk hormat.


" Selamat siang semuanya!!" celetuk si kembar yang membalas hormat mereka dengan pose ala kerajaan.


" Hahahha.... Ayo kita ke dalam!!" ucap Sagara sambil merangkul istrinya.


" Tuan, nyonya kalian tiba, tamunya sudah menunggu sejak satu jam lalu!" ucap Ruka yang berada di sana.


" Satu jam!? Cepat sekali!? Kami janji jam tiga, ini juga masih setengah tiga!" Sagara tak percaya kalah tamu mereka sudah menunggu di sana.


" Kami juga bingung Sag, katanya dia senang menunggu, bahkan tak ada bosan bosannya hanya duduk sambil mendengarkan suara musik, orang itu sangat aneh!" bisik Bima.


Sagara tersenyum," Kalau begitu layani dengan baik!" ucap Sagara.


" Sayang sebenarnya kita mau ketemu Gernal itu kan? Kenapa di sini?" tanya Dea heran.


"Karena Gernal salah satu sosok yang harus kita percayai!" ucap Sagara.


Mereka berjalan dengan tenang sedang kedua bocah menggemaskan itu sudah berlari bersama para pengawal memasuki paviliun khusus untuk keluarga dan tamu Sagara ketika mereka berkunjung.


Gege dan Rere berlari dengan antusias.


" Paman itu kenapa kepalanya botak!?" celetuk Gege menunjuk seorang pria yang sedang memasang wig di dekat ruang ganti.


" Rontok tuan muda, saya sudah tua hahahha.." balasnya sambil tertawa.


" Hihihi... Paman bisa saja!" ucap Rere sambil tertawa manis.


Si kembar sudah sangat akrab dengan restoran itu. Ruka dan anak buah yang lain sering membawa mereka ke sana ketika Dea harus bekerja di perusahaan.


Dengan langkah ceria mereka memasuki ruangan demi ruangan hingga tiba di paviliun yang tampaknya telah ada penghuninya.


" Wah itu siapa paman!? Kenapa duduk di paviliun? Apa itu tamu penting kita!?" celetuk Gege sambil menunjuk pria yang wajahnya tertutup tirai dan menghadap ke arah sungai.


"Itu tamu penting hari ini tuan muda," jelas pengawal itu.


" Ooohh..."

__ADS_1


Rere dan Gege berlari menuju paviliun dengan wajah penasaran.


" Halo !!" seru kedua bocah itu sambil masuk dan melompat ke dalam ruangan itu.


Sontak dua tamu itu terkejut dan menoleh dengan wajah tertegun.


" eh.. Anak siapa?" Lora berbalik sambil bangkit berdiri saat mendengar suara kedua anak itu.


Gernal tampaknya terdiam dengan wajah tertegun saat melihat kembali kedua bocah menggemaskan itu.


" uwahh!!"


" ada paman malaikat kaki besi di sini!!" seru si kembar dengan wajah sumringah. Mereka berteriak gembira lalu berlari dan menghamburkan pelukan mereka kepada Gernal.


" Paman hebat kita bertemu lagi!! Apa paman ingat kami!?"


" Halo Paman hebat, bagaimana kabar paman!?"


" Paman hebat dari Mansa saja!?"


"Paman hebat bagaimana caranya agar punya rambut sepanjang paman, punya Rere dipotong terus!!"


" Paman hebat keren sekali!!"


Kedua bocah itu malah gelendotan di dekat Gernal. Mereka sangat senang saat melihat pria penyelamat mereka lagi.


Gernal tertawa, dia membalas pelukan kedua bocah itu dengan senyuman bahagia di wajahnya.


Lora berdiri dengan hati terharu, untuk pertama kalinya dia menyaksikan Gernal tertawa sepuas itu. Sejak mereka bertemu, Gernal adalah sosok pria yang sangat dingin dan tidak berperasaan.


Namun ini kali pertamanya melihat Gernal bahagia.


" Halo Tante cantik, aku Rere!" ucap si gadis cantik sambil menarik gaun Lora.


Gadis itu duduk di samping Gernal dan menatap Rere dengan wajah gembira," Hay Rere, panggil Tante Lora ya," ucapnya.


" Uwahh nama Tante sama seperti nama Mama, Dealora, Lora!" celetuk Gege sambil menatap Lora dengannya berbinar-binar.


" Tante cantik sekali, paman juga keren sekali, kalian sangat cocok!" celetuk Gege .


Lora dan Gernal tertawa. Anak-anak itu sangat menggemaskan.


Gernal tidak menyangka kalau dia akan bertemu si kembar di sini. Seingatnya janji dengan Sagara adalah tentang bisnis di antara mereka berdua.


" Gernal, kalian sudah lama menunggu!" ucap Sagara yang masuk ruangan itu terlebih dahulu diikuti oleh istrinya.


Gernal dan Lora bangkit berdiri, mereka menyambut dengan senyuman..


"Restoran ku bagus, cukup betah berlama-lama di sini!" ucap Gernal.


Matanya langsung memerangkap sosok Dea yang tengah sibuk memeriksa isi tasnya.


Jantungnya berdebar kencang, dia terus menatap wanita itu dengan wajah tak percaya.


" Sayang, ini Gernal dan nona Lora!" ucap Sagara.

__ADS_1


Segera Dea mengangkat kepalanya. Terlihatlah Gernal dan Lora di hadapannya.


Degh!!


Rasanya sangat familiar, Gernal dan Dea sama sama terdiam melongo satu sama lain.


" Bukankah sudah waktunya kalian berbicara?" Lora menggenggam tangan pria itu dan menatapnya dengan lembut.


" Ini waktunya Albert!" ucap Lora.


Mata Dea membulat sempurna, dia tak tahu harus mengatakan apa saat ini.


"Dea..." Gernal membuka topengnya.


" Kakak kembali!" ucapnya sambil menatap Dea dengan mata yang mulai menganak sungai.


Degh!!!


Bak serangan jantung, Dea terdiam dengan mulut membisu. Dia syok, sangat terkejut ketika melihat kakak laki-lakinya, penyelamat nya berdiri di sana.


"Sa.. sayang, sepertinya aku bermimpi, aku melihat kak Albert!" ucap Dea sambil menepuk lengan suaminya.


" Sa.. Sayang lihat aku, aku mimpi kan!? Aku sedang bermimpi kan!!" Dea tampak gelisah. Dia tak bisa percaya begitu saja.


Sagara memegang bahu istrinya dengan lembut," Kakakmu kembali sayang, ini bukan mimpi!!" ucap Sagara sambil tersenyum.


Gernal dan Dea saling menatap satu sama lain. Kerinduan itu begitu besar, kasih sayang antar saudara itu begitu nyata.


" Dea... Ini kakak.. Ini kak Albert!" ucap pria itu dengan suara terbata sambil merentangkan kedua tangannya menatap adik perempuannya.


"KAKAK!!!Arrkhhh... Kak Albert!!!" Dea berlari dan menghamburkan pelukannya pada Gernal .


Air mata keduanya merembes begitu saja. Menangis sambil berpelukan begitu erat satu sama lain.


Rasanya seperti mimpi, Gernal akhirnya bertemu dengan adik perempuan yang sangat dia sayangi.


" hiks hiks hiks... Kak... Kak Albert aku merindukanmu, aku sangat merindukanmu!! Huwaa....." Dea menangis sampai dia lemas.


Sama halnya dengan Gernal, dia juga menangis tersedu-sedu dengan pertemuan itu.


Semua orang menahan tangisan mereka, bahkan si kembar berbalik dan saling memeluk satu sama lain.


Albert kembali dari kematian, selama beberapa tahun terpuruk dan mengurung diri hingga kehidupan nya perlahan-lahan berubah dan kini dia menjadi sangat kuat.


Dea terus memeluk Gernal, tak ingin kehilangan kakaknya sekali lagi.


" Kau semakin hebat kak, aku merindukanmu.. hiks hiks.. Aku merindukanmu!!" ucap Dea.


" Kau juga semakin hebat nona kecilku, aku merindukanmu, sangat merindukanmu!" ucap Gernal dengan sungguh-sungguh.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2