
Sagara membawa istrinya ke salah satu mall terbesar di negeri itu. Dengan senyuman lebar dan masih dengan godaan mautnya, dia menggandeng tangan Dea memasuki gedung itu.
Sagara berjalan mundur sambil menatap istrinya yang cantik dan menawan. Belum lagi wajah Dea sudah sangat dikenali oleh publik sebagai pemilik brand kecantikan ternama yang telah dia rilis beberapa tahun yang lalu.
"Sayang kamu sangat cantik!" puji Sagara sambil terus tersenyum.
" Baru sadar kamu!?" celetuk Dea.
Sagara mengangguk," aku seperti tercerahkan hahah... lihatlah, semua orang menatap istriku yang cantik ini, kamu terkenal ya, seperti Lucy!" ujar Sagara seraya menunjuk papan iklan dengan wajah Lucy di salah satu pilar mall itu.
" Cihh... perhatikan jalanmu, jangan menggodaku lagi!!!" ketus Dea.
Wanita itu diam diam mengulum senyum. Suaminya berhasil membuatnya salah tingkah.
" bukankah itu Dealora Maureer, pemilik brand Salora?" bisik para pengunjung mall yang mengenali wajah Dea.
"Wahh benar sekali, siapa pria tampan itu!? Apa itu suaminya!? Benar benar tampan!!" seru yang lain.
Semua orang berbisik-bisik bahkan mengambil beberapa foto keduanya yang terlihat sangat serasi. Seolah mereka melihat pasangan dalam drama yang tak mungkin ada di dunia nyata.
Tatapan Sagara yang begitu terpikat pada Dea bahkan tak hanya membuat istrinya meleleh. Semua yang melihat mereka sampai senyum senyum sendiri dan salah tingkah karena aura mereka.
"Kak Gara, orang orang melihat dirimu!" ucap Dea .
Sagara tak peduli, dia terus menatap istrinya," tapi aku hanya melihat dirimu sayang, hanya kamu satu-satunya!" ucap Sagara dengan gamblang.
Semua yang mendengar itu bergelinjang saking melelehnya dengan kata kata romantis Sagara.
Di depan publik dia menunjukkan pada dunia kalau dirinya satu satunya pasangan nona cantik di depannya itu.
Dia tak malu, dia tak ragu menunjukkan rasa cintanya pada Dea.
Siapapun pasti iri terhadap keduanya.
"Ayo kita main mesin penangkap boneka!" ajak Sagara.
"Mesin pencapit? Aku tidak bisa," ucap Dea.
Beberapa kali dia membawa si kembar, setiap memainkan permainan itu, dia selalu gagal dan hanya menghabiskan uang.
" Serahkan padaku!!" ucap Sagara.
Dea menatap suaminya sambil tersenyum dengan hati yang terenyuh. Dia benar benar telah salah sangka, dia pikir Sagara berubah, tapi kenyataannya perubahan Sagara itu adalah sifat dewasa seorang kepala rumah tangga untuk menghadapi masalah di keluarganya.
Mereka melangkah menuju area permainan mesin capit boneka. Terlihat beberapa pasangan juga sedang bermain di sana.
"Ayo sini, " Sagara menarik istrinya untuk berdiri di depannya. Dia menukar koin untuk bermain, membawa Dea berdiri di depan box besar berisi banyak boneka itu.
" Mau yang mana?" tanya Sagara.
" Yang boneka panda," ucap Dea sambil menatap semua boneka itu dengan mata berbinar.
Mereka sudah menikah tapi terlihat seolah mereka masih pacaran.
Sagara dan Dea bermain di sana sambil tertawa. Aura mereka yang sangat serasi berhasil membuat orang-orang menatap iri pada mereka.
"Dulu kita pacarannya terlalu cepat dan aku langsung pergi, mulai hari ini aku akan membuat kehidupan pernikahan rasa pacaran!" bisik Sagara tepat di telinga istrinya.
Suara lembut dan deru nafas Sagara menyentuh telinga Dea. Berhasil membuat wanita itu gugup tak karuan.
"Banyak omong, menangkan dulu permainan ini," celetuk Dea sambil mengulum senyum.
__ADS_1
" Siap nona manis!" bisik Sagara seraya mendekatkan kepalanya ke leher istrinya.
Dia meletakkan dagunya di bahu istrinya, menggenggam tangan Dea di tuas kontrol Capitan boneka itu.
Sagara menggerakkan tangan mereka di atas tuas itu, mengarahkan Capitan ke arah boneka panda yang diinginkan oleh Dea.
" Sudah tepat, mudah mudahan berhasil!!" seru Dea dengan penuh semangat.
Sagara tersenyum, dia melirik wajah bahagia istrinya yang tampak sangat antusias memainkan permainan itu.
Capitan itu turun perlahan lahan dan mengapit boneka panda hitam putih itu.
Sagara dan Dea harap harap cemas, keduanya menatap benda yang tengah mengangkut boneka itu, berharap besar kalau bonekanya tidak jatuh.
" sedikit lagi....ayolah...pliss...." gumam Dea seraya menggigit bibir bawahnya dan...
Drukkk!
Belum sampai ke lubang keluar, boneka itu jatuh begitu saja yang artinya percobaan mereka gagal.
" Yaahhhh.... Gagal...." ucap keduanya dengan nada kecewa.
" Coba lagi coba lagi!!" seru Dea yang dengan cepat memasukkan koin.
Sagara memainkannya lagi, masih menempel pada istrinya. Benda itu bergerak lagi, mencoba mencapit boneka panda itu.
Sagara dan Dea mencobanya berkali-kali.
"Haihh ini percobaan yang terakhir, semoga berhasil!!" ucap Sagara.
Tiba tiba Dea menarik tangan suaminya dan..
Cup!
" Muahh!! Pasti berhasil!!" ucap Dea sambil tersenyum manis.
Sagara mengulum senyum, dia menatap Dea dengan tatapan penuh cinta.
Cup!!
Pria itu mengecup pipi istrinya sambil tersenyum," Kali ini pasti berhasil!" seru pria itu meniru apa yang Dea lakukan.
Semua yang melihat mereka malah jadi gigit jari saling menggemaskannya kedua orang itu.
Mereka memainkannya lagi, menggerakkan Capitan itu hingga menggenggam erat boneka panda itu.
Jreettttt.....
Suara mesin Capitan itu berbunyi. Perlahan lahan mendekat menuju lubang keluar dan...
Srukkk!!
Boneka itu berhasil lepas landas di lubang keluar.
Tring... tring... Tring... Tring!!
Suara kemenangan di mesin capit berbunyi begitu meriah.
" Yeaayyyy!!! Berhasil!!!" seru Dea sambil melompat kegirangan dan langsung mengambil boneka itu, memeluknya sambil berseru bahagia.
" Yes!! Berhasil!!" seru Sagara yang spontan memeluk.istrijya dan memutar tubuh wanita itu ke udara.
__ADS_1
" Wahahahahhaha......." Mereka berdua tertawa bahagia. Momen yang sangat romantis dengan orang yang tepat sampai membuat semua orang senyum senyum sendiri dengan tingkah mereka.
Siapa yang tidak iri dengan pasangan itu, bahkan paparazi yang sengaja mengikuti mereka berhasil mengabadikan momen manis itu.
Kini Mereka malah menjadi trend dalam pencarian sebagai couple goals dari negeri dongeng.
" Hahahah.... Ayo kita bersenang-senang lagi!!" Seru Sagara sambil menarik tangan istrinya lalu berlari dari sana menuju area lain di mall itu.
Tak peduli tatapan orang keduanya menikmati waktu mereka di sana.
Semua waktu yang hilang dan terlewatkan akan Sagara tebus. Kebahagiaan istrinya adalah prioritas utama pria itu.
Sagara membawa istrinya menuju toko mainan. Dia ingin memilih beberapa barang untuk anak anak di rumah mereka.
"Sayang kita beli mainan yuk!" ucap Sagara.
" Boleh, di sini banyak!" ucap Dea.
Sagara mengangguk," aku mau cari tongkat baseball untuk memukul bokong anak anak nakal itu!" celetuk Sagara seraya berkancah pinggang sambil memasuki toko mainan anak-anak.
Dea tertawa melihat kelakuan suaminya, dia mengikuti Sagara dari belakang sambil memeluk boneka panda itu.
" Yang sayang... Ini cocok kali ya mukul bokong mereka bertiga!!" celetuk Sagara sambil menunjukkan pemukul baseball yang terbuat dari besi.
Mata Dea membulat sempurna," kau mau bunuh orang Kak Gara!?" celetuk gadis itu.
"Hehehe canda sayang canda, aku mau mengajari mereka bermain baseball! Main sepak bola, main boneka Barbie juga boleh!! Pokoknya semua permainan!!" celoteh Sagara yang dengan entengnya memilih semua jenis mainan yang dia sukai di dalam toko itu.
Dea tersenyum, dia menatap Sagara yang begitu bersemangat.
Suaminya memilih banyak barang, sedangkan Dea hanya menatap Sagara saja sambil mengangguk dengan pilihan Sagara.
Saat Dea berjalan dengan perlahan tiba tiba saja...
Bruk!!!
Seseorang menabrak tubuhnya dan hampir membuatnya terjatuh, beruntung ada troli di sampingnya sehingga dia tidak kehilangan keseimbangannya.
" Aduh... Maafkan saya nona, saya tidak sengaja!!" ucap orang itu dengan wajah bersalah.
" Ahh tidak apa-apa," ucap Dea sambil menatap heran pada pria yang terlihat panik itu.
"Apa anda terluka? Biar saya lihat, saya benar benar ceroboh!" ucap pria itu sambil menarik paksa tangan Dea dan menatap Dea dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan yang aneh.
"Saya baik-baik saja!" ucap Dea sambil menepis tangan pria itu dari lengannya.
"ah.. Ma.. Maafkan saya, saya benar benar ceroboh, biar saya periksa anda!!" ucap pria itu lagi dengan nada mendesak, rasanya aneh dan mencurigakan.
Pria itu terlihat seperti gelisah, matanya cekung dan wajahnya pucat, dia seolah bukan dirinya sendiri.
"Biar ku lihat!!!" ucap nya dengan nada memaksa.
" Pergilah, aku tidak apa-apa!" ucap Dea sambil berjalan menghindar dengan tatapan kesal.
" SIALAN SUDAH KU BILANG BIAR KU LIHAT, DASAR JAL4NG SIALAN!!!" Pekik pria itu dengan suara melengking.
Brukk!!!
" Keparat!!!"
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗