Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 27


__ADS_3

Dea duduk dengan santai di dalam bak mandinya yang dipenuhi dengan busa dan bunga. Ada Siska dan Ruka yang melayaninya di sana.


Dea memainkan busa busa wangi itu sambil tersenyum girang mengingat kejadian di depan dapur utama tadi.


Dia masih belum bisa melupakan wajah Sagara yang memerah karena malu.


Bibir Dea tersenyum manis, setiap mengingat itu membuatnya terhibur dan malah semakin penasaran dengan sosok Sagara.


" Hahaha... Lucu sekali!!" Dea tiba tiba tertawa.


"Apa yang anda tertawaan nyonya?" Tanya Ruka penasaran.


Dea menatap punggung Ruka yang berdiri membelakanginya.


" Tuan Sagara, dia lucu juga hahahah...." Balas gadis itu.


Siska dan Ruka yang mendengar itu sontak saling melirik satu sama lain," apa anda yakin mengatakan itu nyonya? Tuan Sagara lucu?" Balas Ruka tak percaya.


" Hu um!" Dea mengangguk.


"Dia juga ternyata bisa malu ya," ucap Dea.


" Menurut kalian tuan kalian itu orang yang seperti apa sih?" Tanya Dea sambil memainkan busa di bak mandinya.


"Jujur saja padaku, dia seperti apa sebenarnya?" Tanya Dea.


"Emm kalau saya pribadi nyonya, menurut saya tuan muda adalah sosok yang baik dan bijaksana, saya sudah melayani di kediaman ini bertahun-tahun, belum pernah saya melihat tuan Sagara menghukum seseorang tanpa alasan dan bukti yang jelas," ucap Siska.


" Tuan muda selalu adil dan bijak tentang kediamannya, tapi karena sifatnya yang dingin dan kaku membuat semua orang takut padanya," jelas Siska.


" Benar ucapan Siska nyonya," Ruka menyela.


" Tuan muda sebenarnya memiliki sifat baik itu dalam dirinya, tetapi karena berusaha melindungi apa yang dia miliki sekarang, melindungi rumahnya, bahkan melindungi dirinya sendiri dari orang-orang jahat yang mengincarnya," jelas Ruka.


"Tuan muda bukan orang yang dirumorkan jahat dan tidak manusiawi, tapi dia akan jadi seperti itu jika ada yang mengkhianati nya," jela Ruka.


Dea mengangguk setuju," ahh... Yang kalian ucapkan itu benar. Hari ini aku melihat dia tersenyum, pria kaku itu sepertinya menyembunyikan sesuatu tentang dirinya," ucap Dea.


Sebenarnya saat tertawa bersama para pelayan tadi, Dea tanpa sengaja menangkap wajah Sagara yang tersenyum tipis di depan mereka.


Sejak melihat itu, Dea bertekad untuk mengeluarkan sifat asli Sagara yang terkurung dalam trauma dan rasa takut yang mengekangnya selama bertahun-tahun.


" Sebenarnya, ini pertama kalinya tuan tidak marah pada kami setelah kekacauan tadi pagi nyonya," ujar Siska.


" Biasanya, jika ada masalah serius seperti tadi, tuan akan sangat murka, tetapi hari ini kami melihat tuan muda berbeda, bahkan mau berdekatan dengan wanita," jelas Siska lagi.


Dea keluar dari bak mandinya, menarik jubah mandinya dan menatap keduanya," apa sebelumnya dia tidak begitu pada istri istrinya? Apa dia tidak pernah dekat perempuan?" Tanya Dea.


" Istri!!" Siska dan Ruka terkejut.


Dea mengangguk.

__ADS_1


"Istri apanya nyonya, anda satu satunya perempuan yang pernah sedekat itu dengan tuan muda, bagaiman bisa ada istri lain?" Ucap Ruka.


" Tapi orang orang mengatakan dia sudah menikah beberapa kali dan semua istrinya...


" Pffthh hahahhaha.... Nyonya, anda pasti termakan gosip di internet ya!" Ucap Siska sambil tertawa.


" Hmm? Maksudnya?" Tanya Dea.


"Tuan muda tidak pernah menikah nyonya, bahkan saya rasa mungkin tak pernah berkencan. Sudah banyak yang berusaha mendekati tuan muda, tetapi belum melangkah mereka semua sudah disingkirkan!" Jelas Ruka.


Dea cukup terkejut, ternyata semua rumor itu hanyalah rumor belaka yang tak akurat sumbernya.


" Jadi hanya aku istrinya!?" Dea tersenyum bahagia.


Entah kenapa mendengar itu membuatnya malah tersenyum manis.


Ruka dan Siska terkikik geli melihat tingkah nyonya muda mereka," Benar nyonya!' balas mereka sambil tertawa.


Dea mengangguk puas," baguslah, Ini sangat bagus hahaha... Tapi kenapa aku sangat senang ya!? Ahh ... Sudahlah!" Gumam gadis itu dengan senyuman manis di wajahnya.


...##...


Keadaan Sagara sudah semakin stabil, selama beberapa hari ini dia dirawat dengan telaten oleh Barak. Bima dan Lin beberapa kali bolak balik tempat itu untuk melaporkan semua pekerja mereka.


Seperti biasa, Sagara duduk santai di dalam ruang bacanya. Tak ada hal lain yang dia lakukan selain belajar dan bekerja. Dia persis seperti robot manusia.


Tenang, sepi dan senyap suasana yang cukup nyaman bagi Sagara. Sangat nyaman untuk membuang pikiran buruk sembari menyusun strategi bisnisnya untuk menarik investor besar ke proyek pengambangan aplikasi miliknya.


Hingga ketenangannya di hancurkan oleh suara berisik di depan bangsalnya.


" Ya ampuuunnn jatuh semua, huwaaaa aku sudah capek-capek membersihkannya tapi jadi kotor semua, arkrhhh ini semua salah Sagara!!" Teriakan Dea berhasil memecah konsetrasi pria itu.


Sagara memijit pelipisnya," Sedang apa lagi dia, apa aku tidak bisa tenang sehari saja?' Sagara berdecak kesal sambil berusaha untuk tetap fokus pada bacaannya.


Prangg!!


Prangg!!


Prang!!


" Wohooo!!!! Tepat sasaran!!!" Teriak Dea lagi.


Entah sedang apa gadis itu di sana. Dia benar-benar tidak mendapatkan kedamaian di rumahnya sendiri.


Suara lemparan barang kembali terdengar, benar benda yang terjatuh dan seolah terbang ke sana kemari.


" Ahahahahah kalian semua lempar ke arahku satu persatu!! Yang gagal melempar ke arahku harus keliling mansion sambil meneriakkan'tuan muda jelek!' kita mulai!!! " Seru Dea yang sedang bersenang-senang di luar sana.


Semakin terkejutlah Sagara saat namanya diteriakkan oleh Dea.


"Sedang apa gadis ini!? Apa dia jadi gila karena dikurung di sini!?" Kesal Sagara.

__ADS_1


Sontak pria itu bangkit berdiri, menghentikan kegiatannya dan berjalan keluar dari ruangannya dengan wajah penasaran.


Sama sekali tak bisa membaca, untuk berkonsentrasi saja dia sudah kesulitan karena ulah Dea.


Sagara berjalan dengan gagah, jubah panjang terbuat dari sutra halus membalut tubuhnya yang gagah. Rambut ikalnya menjadi perpaduan yang sangat mempesona pada wajah tampannya.


Dia berdiri di bagian kanan bangsalnya di mana sumber suara berasal.


Tampaklah Dea sedang berdiri di atas sebuah gelondongan kayu sambil menenteng keranjang berisi buah yang dia ambil dari kebun belakang.


Lihatlah pakaiannya yang serba putih, sudah terlihat seperti pendekar jubah putih yang sedang berlatih beladiri.


"Nyonya tangkap!!" Teriak Kevin sambil mengambil ancang-ancang dan melemparkan buah itu ke arah Dea.


Syuuuttt....


Hap!!


"hiiyyaaahh!!!" Dea melompat dan menangkap buah itu lalu kembali berdiri di atas gelondongan kayu.


"Nyonya sebelah sini!!" Teriak Luhan.


Syuuttt!!!


"Haaayyyahh!!!" Teriak Dea penuh semangat dan melompat lagi.


Semua pelayan dibuat takjub dengan bakat tak main main dari nyonya muda mereka.


Jelas gadis itu hebat dalam bela diri. Semua orang tampak sangat bersemangat. Dea sedang latihan bela diri setelah sekian lama berdiam diri menjadi nona muda yang lembut.


Di sini dia bebas melakukan apa pun sesuai perintah suaminya..


"Giliranku, Ruka tangkap ini!!" Teriak Dea pada Ruka yang berdiri di gelondongan kayu di hadapannya, gadis itu juga bisa bela diri.


Syuuttt!!!!


Bugh!!!


" Ups!! Salah sasaran!!!" Teriak Dea panik saat buah itu malah meleset dan menghantam kening Sagara yang sedang berdiri di bangsal nya.


" Tu.. tuan muda!!!" Mereka semua sontak membungkuk ketakutan di hadapan Sagara yang keningnya malah jadi benjol karena lemparan maut dari Dea.


"DEALORA ELDRICH, APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!" teriak pria itu menggelegar membuat seluruh alam merinding ketakutan.


" Hihihi... Head shot!! Rasakan itu dasar monster jelek!!" Dea tertawa terbahak-bahak sambil menatap Sagara dengan wajahnya yang jahil. Menertawai Sagara seraya melompat-lompat bahagia.


" Bahahahhahaha kena kau!!!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2