Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Musim Baru


__ADS_3

(Akhir Season 1, Pembukaan Season 2 yang akan berfokus pada kisah romansa Adam dan teman-teman Sagara Dea)


Lucy duduk di kursi paviliun Mansion Tulip.


Langit malam tampak indah dengan taburan bintang. Angin sepoi-sepoi tampaknya tidak membuat gadis cantik itu kedinginan.


Lucy menatap ke arah langit sambil tersenyum.


" Kak, Lucy bahagia sekarang," ucapnya pelan sembari mengingat Kai, mendiang kakak laki-lakinya.


Karir Lucy berjalan dengan baik, masalah anti penggemar siang tadi telah diakhiri dengan baik oleh Dyroth.


Sejak kehadiran Dyroth di dalam hidup Lucy, dia menyadari hal penting tentang apa artinya hidup. Dia dahulu hanya tahu bekerja dan terus bekerja sampai merusak tubuhnya sendiri.


Yang dia tahu adalah mengambil berbagai jenis seni peran untuk melampiaskan kekosongan di hatinya .


Sejak hadirnya Dyroth, gadis itu memiliki kehidupan yang benar benar sempurna.


Dia memiliki seseorang untuk dikhawatirkan saat ini, memiliki seseorang yang harus dia jaga kepercayaannya, memiliki seseorang sebagai tempatnya mengadu, membuatnya nyaman dan tenang menjalani hidupnya.


Hubungan keduanya berjalan dengan mulus. Didewasakan oleh keadaan membuat mereka memiliki pikiran logis yang hebat hingga mampu mengalahkan segala salah paham.


Mereka hanya akan bertengkar karena masalah kecil, berdebat karena menu makanan dan saling menjahili satu sama lain.


Sangat harmonis sampai membuat semua orang iri. Kehidupan keduanya tampak seperti kisah di dalam novel novel romansa.


"Apa nona Lucy tidak kedinginan?" Dyroth memasangkan selimut ke tubuh Lucy dan memeluknya dari belakang.


" Tidak terlalu dingin, " Lucy menggenggam tangan kekasihnya.


" Duduk di sampingku," ucap Lucy.


Dyroth menurut, dia tersenyum dan duduk di sisi Lucy.


" Kak Sagara dan yang lainnya Sepertinya menginap di tempat tuan Gernal, apa kau tidak ingin menemui mereka?" tanya Dyroth.


Lucy menggelengkan kepalanya," Kak Sagara dan kak Dea sudah saling memiliki satu sama lain, si kembar juga dijaga oleh kak Bima dan Ruka,"


"Sekarang aku ingin menghabiskan waktu bersama kekasihku, apa tidak boleh?" Lucy menatap Dyroth dengan penuh cinta sambil tersenyum.


Berbulan-bulan tidak bertemu karena proyek yang harus keduanya kerjakan membuat gejolak kerinduan semakin membara.


Dyroth menatap kekasihnya, selalu saja tatapan lembut itu membuat jantungnya berdebar kencang.


" Aku hanya ingin kau nyaman sayang,' ucap Dyroth.


Lucy mengusap rahang kekasihnya sambil tersenyum dengan mata berkaca-kaca.


" Kau menangis?" Dyroth khawatir.


Lucy tersenyum, kedua matanya tak bisa bohong. Dia menangis di depan kekasihnya.


" Aku merindukanmu, saat di mobil tadi, aku tidak bisa berpikir tenang, aku mencarimu tapi tubuhku terlalu lemah, saat kulihat kau datang akhirnya aku bisa bernafas," Tutur Lucy.


Hati pria itu rasanya sakit saat mendengar tangisan Lucy.


"Hey... Apa dia menyakitimu?" tanya Dyroth.


Lucy menatap Dyroth, tak menjawab pertanyaan kekasihnya.

__ADS_1


"Sayang? Kenapa?" Dyroth menatap mata Lucy.


Air mata Luc merembes, dia benar benar merindukan kekasihnya,"Aku merindukanmu, itu sebabnya aku menangis!" Lucy memeluk Dyroth dengan erat sambil menangis sesenggukan.


Pria itu sedikit bernafas lega karena Lucy menangis bukan Karena kejadian tadi.


"Ku pikir ada apa-apa Lucy, kau membuatku takut," ucap Dyroth.


Lucy tersenyum bahagia, ditatapnya mata kekasihnya.


" Aku menderita karena pergi jauh darimu, sangat sepi tanpamu!" ucap Lucy.


Keduanya saling menatap satu sama lain. Jantung mereka berdebar kencang, hati mereka bergejolak.


Perlahan keduanya mendekat, Dyroth dan Lucy berciuman dengan mesra di paviliun Mansion itu.


Bertemankan sang rembulan, kisah cinta mereka semakin dikukuhkan.


Lucy dan Dyroth menyalurkan kerinduan mereka satu sama lain.


Tangan Dyroth menyisir lembut Surai kekasihnya, mengusap punggung Lucy sembari mengecap cinta di bibir ranum kekasihnya.


Lucy menangis bahagia, dengan erat dia peluk kekasihnya.


Tampaknya malam ini akan sengat menyenangkan bagi mereka yang menikmatinya.


Di sisi lain mansion itu, terlihat Adma menatap ke arah paviliun di mana pasangan kekasih itu tengah memadu asmara. Dia tersenyum lembut, turut berbahagia dengan mereka.


Di sisi lain, ada Luhan dan Siska yang tengah berkencan di pinggir kolam buatan mansion itu. Di tempat lain ada Kevin dan Friska yang sedang bersenda gurau sambil berguna di atas ayunan kayu.


Tampaknya mansion Tulip kini dipenuhi dengan cinta. Benih-benih cinta tumbuh dan berkembang di sana.


Namun, masih ada satu kekosongan yang belum terpenuhi di hatinya. Rasa ingin memiliki dan dimiliki rasa ingin dicintai dan mencintai, sudah lama rasanya Adam melupakan perasaan itu.


Hatinya terkunci rapat menjadi lahan tandus yang kering setelah masa yang menyakitkan ketika bersama mantan kekasihnya.


"Semua orang tampak ya sangat bahagia, hah.... Siapa yang bisa ku ajak main hari ini?" pikir Adam.


Dia melangkah keluar dari mansion, dengan sepeda motornya dia melaju membelah jalanan kota di malam yang sejuk.


Dia melaju tanpa arah, hingga dia malah berakhir di sebuah restoran makanan tradisional Indonesia.


Dia turun dari motornya dan menatap restoran itu sambil menghela nafas," Terdampar di tempat ini lagi," gumamnya sambil tersenyum tipis.


Dia menatap tempat itu, melemparkan pandangannya ke dalam restauran.


Tampak sekumpulan anak muda tengah bermain di sana, ada beberapa pelanggan lain bersama pasangan mereka masing-masing.


"Kak Adam!? Sedang apa di sini!?" Suara Barak membuat pria itu menoleh.


" Mau makan, "jawabnya singkat.


Barak tertawa," Kau sama seperti Sagara yang dulu kak, dingin dan kaku, carilah seorang kekasih agar lebih ramai, atau ajak temanmu makan," ucap Barak.


" Aku tidak punya satupun dari yang kau sebutkan itu, mau bagaimana lagi," balasnya.


Barak tersenyum," Kalau begitu ayo bergabung dengan kami, lumayan buat tambah koneksi," ucap Barak.


" Boleh juga kalau tidak keberatan," ucap Adam.

__ADS_1


Pria itu mengikuti Barak memasuki restauran tersebut.


Tampak rekan-rekan Barak begitu antusias saat dokter hebat itu masuk bersama seorang pria hebat lainnya.


" Wahhh pak dokter, kau membawa siapa ini!?"ucap rekannya.


" Ahhh... seorang kakak, ini kakaknya Sagara, kak Adam, kuperkenalkan pada kalian!" ucap Barak sambil tersenyum.


"Halo kak!!"


." Selamat malam tuan!!"


Mereka menyapa Adam dengan ramah, beberapa diantara mereka masih para calon dokter yang menjalani Koas di rumah sakit. Dan yang lainnya adalah mahasiswa.


Pertemanan Barak cukup unik hingga membuat Adam terhibur.


Malam itu mereka habiskan dengan bercerita. Adam hanya menatap mereka dengan wajah datarnya. Dia cukup menikmati pertemuan seperti ini.


Dia tak punya banyak teman karena semua akan selalu bersikap waspada di sisinya, sama seperti teman-teman Barak yang merasa canggung dengan aura pria itu.


" Barak, kalian lanjutkan lah, kakak ada urusan," bisik Adam saat dia mulai merasa bosan.


" Ahh.. maafkan aku kak, sepertinya pembicaraan kami tidak membuatmu terhibur," Barak merasa berat hati.


" Tak apa, aku sedikit terhibur melihat teman-temanmu yang konyol ini," ucap Adam seraya menepuk punggung Barak.


Dia melangkah keluar dari restoran itu setelah membayar seluruh tagihan Barak dan teman-temannya.


Saat dia berjalan ke luar, seseorang menyenggol lengannya.


" Ma-maafkan saya tuan, " ucapnya dengan gugup sambil membungkuk berkali-kali.


Adam menoleh, tampak seorang gadis aneh dengan kaos garis-garis putih hitam dan rok panjang berwarna cokelat yang lusuh, tengah berdiri di sampingnya sambil memeluk tas besar dengan jahitan di berbagai sisi.


Adam terkejut melihat penampilan gadis itu. Sangat kampungan dan terlalu polos.


" Apa kau terdampar!?" satu satunya kalimat yang terlontar dari bibir pria itu keluar begitu saja.


Gadis itu menengadah, tampaklah wajah kecil dengan kacamata bulat dan rambut hitam panjang yang dikepang. Tingginya hanya sampai batas dada Adam, menatapnya dengan wajah lugu dan ketakutan .


" Sa-saya minta maaf," ucap gadis itu sambil menyembunyikan bungkusan plastik berisi ayam goreng yang baru dia beli.


Adam terdiam, seolah dia melihat mahluk asing.


" Bagaimana bisa ada seseorang seperti dia!?" pikir Adam sambil menatap punggung gadis yang sudah berjalan menjauh itu.


Di saat yang sama, ponsel Adam berdering.


" Halo Pa ada apa?" Adam menjawab panggilan itu.


Sejenak dia menatap ponselnya lalu pandangannya dia lemparkan ke arah kepergian gadis tadi dengan wajah bingung dan bertanya-tanya.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2