
Rere dan Gege tengah bermain di halaman sekolah begitu mereka selesai dengan pelajaran mereka hari ini. Rencananya Sagara dan Dea akan menjemput mereka dari sekolah dan membawa mereka untuk berkeliling bersama sekaligus wisata keluarga pertama mereka setelah berkumpul kembali.
“ Re.. Papa kan sudah lama gak pulang, bagaimana kalau kita uji kemampuan Papa menemukan kita?” celetuk Gege dengan ide konyol dan nakal yang terbersit di pikirannya.
Rere yang sedang mencoret coret tanah langsung bangkit berdiri dan menatap kakak laki lakinya dengan wajah ditekuk.
“ Hey rencana apa lagi yang mau kau lakukan dasar bocah konyol, tak bisakah kau sehar saja membiarkan orang lain tetap tenang tanpa harus mengkhawatirkan masalahmu?” ejek Robert yang beru selesai dari kelasnya, dia tanpa sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua.
“ Ck... Robert, ini namanya menguji apakah Papa kami itu layak bersanding dengan Mama, kau lihat sendiri selama enam tahun hanya Mama yang berjuang untuk kami, belum tentu dia bisa mengimbangi kemampuan Mama dalam melacak keberadaan kita, jadi harus di uji sebelum jadi Papa resmi kita!” celetuk Gege dengan ide konyol di kepalanya untuk menguji ayahnya sendiri apakah dia cocok dengan Ibu mereka atau tidak.
Rere meletakkan tangannya di atas bahu Gege sambil tersenyum licik,” benar ucapan kak Gege, kalau terjadi apa apa nantinya, kita kambing hitamkan saja dia!” seru bocah kecil itu sambil tertawa bahagia.
“ Kita?” Robert membulatkan kedua matanya.
Gege dan Rere saling menatap lalu menganggukkan kepala mereka sambil tersenyum dan mengedipkan mata mereka masing-masing.
Puk!!
Robert menepuk jidatnya sendiri. Niat hati ingin membaca dnegan tenang di paviliun sakura mansion tulip yang menenangkan, tak tahunya rencananya hancur begitu saja karena si kembar licik itu.
“ kenapa kalian mengajak aku lagi? Kalau Papa dan Mama ku kembali nanti aku akan habis di hukum mereka,” kesal Robert.
Gege dan Rere menggenggam tangan bocah tampan itu dari samping sambil tersenyum,” Ayolah kak, sekali ini saja, kita harus menguji apakah Papa cocok bersanding dengan mama, “ bujuk Rere dengan senyuman menggemaskannya yang selalu berhasil meluluhkan hati orang orang di sekelilingnya.
“ aku tidak akan mengganggumu selama lima hari berturut turut bahkan akan melayani kebutuhanmu kalau kau mau membantu kami!” ucap Gege memberikan penawaran menarik pada Robert yang setiap hari dia ganggu.
“ Dua minggu atau tidak sama sekali!” ucap Robert sambil menatap keduanya dengan wajah serius.
“ Setuju!” seru si kembar sambil melompat kegirangan.
“ Baiklah lalu apa yang akan kalian lakukan untuk menguji kemampuan paman Sagara?” tanya Robert yang cukup menantikan hal ini karena menurutnya melakukan kegiatan menantang seperti ini juga sangat menarik.
__ADS_1
“ Tapi, aku peringatkan kalian, jangan melakukan sesuatu yang bisa membuat Paman jatuh sakit lagi, dia baru kembali!”ucap Robert.
“ hei kak robert yang cerewet, lama lam kau jadi mirip Mama yang suka mengomel, justru karena inilah kami melakukan uji coba pada Papa!” seru Rere.
“ hah? Maksud kalian?” Robert tak habis pikir.
“ kami akan menguji apakah dia benar-benar sudah sehat atau belum, jika jantung nya itu tak kuat menahan serangan maka, papa harus kembali ke laboratorium!” ucap Gege.
Robert hanya bisa geleng geleng kepala dengan ucapan merkea berdua, bocah bocah ini terlalu cerdas daan juga sedikit aneh baginya. Tetapi dengan hidupnya yang monoton, dan hanya memiliki sedikit minat, Robert tampaknya cukup menikmati waktunya bersama si kembar.
Kebetulan Yonatan ayahnya membawa Amira dalam dinas ke luar negeri dan baru akan kembali dua bulan lagi. Tentu saja Robert diajak, tetapi dengan seribu macam alasan, anak laki laki yang tampan itu akan menolak ikut perjalanan bisnis dengan orangtuanya.
Dia anak yang aneh. Hanya memiliki sedikit minat terhadap hal baru, salah satu yang paling dia minati adalah membaca. Itu sebabnya dea selalu menegur anak anaknya jika mereka mengganggu Robert saat sedang membaca.
Jika bagi si kembar membaca adalah hal paling membosankan di dunia, maka bagi Robert membaca adalah surga dunianya. Dia dapat duduk diam seharian selama ada buku bacaan, makanan ringan, air minum dan toilet di sekitarnya. Hanya itu saja sudah membuatnya sangat bahagia.
Namun jika si kembar yang mengajaknya melakukan hal hal aneh, maka dia akan melakukannya dengan senang hati. Entah bagaimana caranya, pelet si kembar tampaknya lebih efektif menenangkan Robert dibanding orangtuanya sendiri.
“ Sekarang apa yang akan kalian lakukan?” tanya Robert .
Gege dan Rere tersenyum ,” sebentar lagi papa dan mama akan datang,” ucap Gege menatap ke arah jalanan besar di depan sekolah yang dibatasi dengan pagar pembatas yang menjulang tinggi ke atas.
“ Kita bersembunyi ke gunung di belakang sekolah! Kita lihat apakah Papa bisa menemukan kita atau tidak!” usul gege.
“ tunggu dulu, bukannya gunung itu banyak hantunya?” ucap Rere dengan wajah penasaran.
“Itu yang mau ku cari tahu, ayo kita ke sana, siapa tahu bisa ketemu alien, atau hantu beneran!” seru Gege dengan wajah riang gembira.
Robert merotasikan kedua bola matanya, rencana kedua bocah itu memang benar benar gila, mulai dari melarikan diri, bersembunyi, menguji ayah sendiri dan sekarang mencari alien ke gunung di belakang sekolah. Jelas jelas semua ini hanya alasan mereka.
“ Dasar bodoh, alien dan hantu itu tidak ada, cepatlah, sebentar lagi mereka pasti akan datang!” ucap Robert yang berjalan ke arah sekolah.
__ADS_1
“ Robert, di sini ada CCTV, kita harus berjalan keluar sekolah lalu menyusuri jalan memutar, hanya dengan cara itu mereka akan sulit menemukan kita,” ucap Rere.
“ ahhh kau benar, ayolah cepat!” ucp robert yang langsung memutar haluannya dan berjalan ke arah gerbang,
Gege dan Rere hanya bisa geleng geleng kepala, memang Regard itu yang paling berwawasan, tetapi untuk masalah strategi dia kalah jauh dengan kedua bocah menggemaskan itu.
“ Haiihhh kita atur strategi dulu Robert bodoh!” keduanya menarik Robert ke arah ayunan di bawah pohon besar sambil membicarakan rencana mereka.
Setelah menjelaskan pada robert, maka dimulailah aksi konyol ketiga bocah menggemaskan yang cerdasnya sudah keterlaluan itu.
Rere tampak masuk ke dalam gedung sekolah, lalu beberapa menit kemudian dia tampak berlari menuju pos penjaga di mana ada satpam di sana.
“ pak Satpam, kepala sekolah memanggil bapak!” ucap si kecil itu dengan senyum manisnya yang mampu meluluhkan hati sang petugas keamanan.
“ aihh nona cantiknya senyummu, jadi bapak dipanggil kepala sekolah ya?” ucap si penjaga sambil melangkah pergi.
Rere mengangguk dengan wajah nya yang lugu dan polos sampai membuat hati si penjaga itu meleleh.
"Baiklah, neng Rere tunggu bersama Abang abangnya, bapak tidak akan lama!" ucap pria itu.
Rere tersenyum sambil menaikkan jari jempolnya.
Gege dan Robert tersenyum penuh kemenangan di ujung sana," Yeaaayyy berhasil!!" celetuk Gege dengan senyum sumringah di wajahnya.
"kenapa aku di sini!?" gumam Robert seraya geleng-geleng kepala.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗