Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 86


__ADS_3

Dea membuka kedua matanya, dia meregangkan tubuhnya yang terlelap dengan nyenyak semalaman dalam pelukan suaminya. Dea membuka mata dan tak ada suaminya dia temukan di sampingnya.


“ ummm?” Dea bangkit dari tempat tidur dan menatap ke sana ke mari mencari di mana gerangan sang suami berada.


“ Di mana Sagara? “ pikir Dea yang terkejut tak melihat suami usilnya di dalam kamar.


Dia melangkah turun dari atas kasur, gaun tidurnya yang kepanjangan menyapu lantai. Dia sedikit berlari menuju pintu keluar bangsal sambil tersenyum mencari suaminya.


“ Di mana dia?” pikir Dea yang merasa aneh. Ini kali pertama sejak mereka tidur dalam satu ruangan dia tak menemui Sagara ketika dia bangun dari tidurnya.


“ Lin di mana tuan?” tanya Dea pada Sekretaris Lin yang tampak sedang membawa beberapa piring ke arah teras bangsal Sagara.


“tuan sedang memasak nyonya,” ucap Sekretaris Lin .


“ Kak Gara memasak? Apa aku tidak salah dengar?” tanya Dea dengan mata membulat sempurna.


“ kau tidak salah dengar Adik ipar, cepat periksa suamimu yang aneh itu, atau dia akan segera meledakkan dapur dan mansion ini!” celetuk Yonatan yang menggandeng tangan Amira untuk berkeliling di sekitar mension itu.


“ kakak ipar, Amira, selamat pagi!” sapa dea sambil tersenyum.


“ jadi dia di dapur? Apa dia bahkan tahu cara menyalakan kompor?” ucap Dea dengan wajah berkerut.


“ Dea sebaiknya segera lihat suamimu, dia dalam kekacauan,” ucap Amira sambil mengulum senyum. Pasalnya kedua orang itu sudah melihat betapa kacaunya dapur utama akibat ulah seorang tuan muda Sagara yang tiba tiba memiliki niat untuk memasak.


Melihat ******* senyum di wajah Amira, membuat Dea menarik nafas panjang,” apa yang sedang dia lakukan sih?” gerutu Dea.


“ aku ke dapur dulu kakak ipar, bye bye!” teriak Dea yang langsung berlari menuju dapur utama.


“ pffhhhttt..... dia pasti akan mengomel melihat kekacauan itu,” gumam Amira yang jelas di dengar oleh Yonatan.


Pria itu ikut tersenyum saat melihat Amira yang selama seminggu ini mulai tampak nyaman dan sering tertawa dengan lepas saat bercanda dengan para pelayan dan juga Dea yang humoris.


“ Mau berkeliling lagi?” tanya Yonatan seraya merapikan rambut Amira, sangat romantis dan perhatian. Yonatan benar benar mengerahkan seluruh usahanya untuk membuat dirinya semakin dekat dengan Amira.


“ Apa boleh kita ke arah dapur utama tuan, saya ingin melihat Dea,” ucap amira.

__ADS_1


“ baiklah, ayo!” ajak Yonatan sambil tersenyum membuat Amira tertegun dengan senyumannya yang tampan dan berkharisma itu.


Sementara itu, Dea berlari sekencang kencangnya menuju dapur utama. Belum juga tiba di area dapur, bau gosong sudah tercium begitu menusuk dan suara barang barang yang jatuh terdengar begitu keras di telinga.


“ dia memasak atau sedang bertempur dengan satu negara? Kenapa ribut sekali!” celetuk Dea seraya geleng geleng kepala dan mempercepat langkah kakinya menuju dapur utama.


Dia berlari secepat mungkin hingga ..


Booomm!!


“ Tuan Muda!!” teriak para pelayan dapur saat terjadi ledakan kecil dari pemanggang kue yang harusnya memanggang kue malah dibuat untuk memasak sup dengan alasan lebih cepat, alhasil kuah sup meluap dan malah membuat listrik pada pemanggang korslet dan terbakar hingga meledak.


“ astaga, kalian beli produk dari mana, kenapa cepat rusak? “ omel Sagara dengan wajah cemongnya, hidung dan pipinya bernoda hitam, rambutnya acak acaknya dan sekujur tubuhnya dipenuhi dengan sisa telur juga tepung yang bertumpahan ke arah tubuh Sagara saat dia mencoba memasak sendiri.


Mata Dea disuguhkan dengan pemandangan kapal pecah. Banyak alat dapur yang rusak, beberapa sendok kayu patah, pisau yang menancap di dinding, wajan yang jadi gepeng, sayur sayuran yang asal dipotong, bawang bawang dan rempah yang berserakan di atas lantai dan meja, sudah persis seperti kandang hewan liar.


“ KAK GAAARRAAA...” pekik Dea dengan kesabaran setipis tisu yang dibelah lima.


Sagara benar benar menguji kesabaran wanita itu dengan segala tingkahnya yang aneh.


“ selamat pagi Dea,” sapa Sagara sambil melambaikan tangan dengan spatula . Jika dilihat lebih dekat, tangan pria itu sudah lecet terkena cipratan minyak panas juga uap air panas, benar benar ceroboh.


“ apa yang sedang kau lakukan di sini tuan muda Sagara hah?” tanya Dea dengan tatapan tajam.


Dia terlihat seperti ibu ibu yang sedang mengamuk di depan anaknya yang nakal dan tak bisa di larang.


“ ekhmm... ya tentu saja memasak, mau apa lagi? Dasar kau ini!” celetuk Sagara dengan nada angkuh seperti biasanya.


“ memasak?” Dea membulatkan matanya menatap semua bahan makanan premium yang terbuang percuma itu karena ulah si pangeran yang sok jagoan.


“ A.. apa kau barusan mengatakan kau sedang memasak tuan muda yang terhormat?” tanya Dea sambil berjongkok menatap miris ke arah semua jamur mahal yang kini terbuang percuma itu.


“ ya tentu saja, aku akan membuat sarapan pagi untukmu!” ucap Sagara dengan bangga .


“ Sagara!!” bentak Dea dnegan wajah kesal bukan main.

__ADS_1


“ kau bilang sedang memasak tapi ini lebih seperti buang buang makanan, lihat semua bahan masakan yang kau rusak ini!! Semua terbuang percuma, sayuran mahal dan ikan ikan mahal itu, sebenarnya kau ini kenapa Kak Gara?” omel Dea panjang kali lebar sambil menunjukkan semua bahan makanan yang terbuang percuma di depan wajah Sagara.


“ lihat lobster ini, dengan teganya kau buang kepalanya, kau cincang cincang dagingnya tapi tak kau pakai!” ucap Dea dengan wajah pias.


Sagara menutup hidungnya tak suka dengan bau amis,” aku membencinya, sangat bau, itu tak bisa di makan!” ucap Sagara .


Dea terdiam membeku, dia menatap wajah Sagara yang lecet karena uap panas dan juga telapak tangannya yang memerah serta bekas sayatan pisau dapur karena bekerja dengan ceroboh.


Ciiiuuutt...


Dea menjewer telinga suaminya ,” ikut aku keluar dasar kau pengacau!!” teriak Dea sambil menarik Sagara keluar dari dapur. Dia sudah persis seperti ibu ibu yang sedang mengambil.


“ Arrhhh sakit sakit.. Dea sakit.. jangan di tarik iya aku salah, benar benar salah tapi aku mau memasak untukmu!!” teriak Sagara yang pasrah di tarik telinganya oleh sang istri.


Para pelayan dan penghuni kediaman itu tertawa terbahak bahak melihat pasangan yang tiada hari tanpa berdebat itu.


“ Dasar ceroboh!!” gerutu Dea sampai dia menghentak hentakkan kedua kakinya di atas lantai saking kesalnya dengan perbuatan Sagara.


“ Maaf, hehehe..... aku mau bikin sarapan, lobster nya bau, sayurnya gak enak makanya semua dibuang, alat alat dapurnya juga murahan makanya cepat rusak,” ucap Sagara.


“ mu... murah? Apa lobster seharga jutaan itu murah? Pemanggang tenaga listrik puluhan juta itu murah ya? Dasar kau ini !!” kesal Dea.


Sagara menutup mulutnya ,” aku salah, maaf,” ucapnya pelan.


Dea menghela nafas, dia menatap kedua tangan suaminya yang malah jadi melepuh karena terkena benda panas dan terluka saat memotong bahan masakan.


“ Hiks... dia mencoba memasak untukku, sangat romantis tapi juga mengesalkan!! " Batin Dea tak tega.


"hah.... Kau membuatku kesal!! Ikut aku!!" Ketus Dea sambil menarik lengan suaminya dan membawa Sagara ke bangsal pengobatan untuk segera diberi perawatan.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2