Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 132


__ADS_3

Sagara menatap istrinya dengan tatapan khawatir. Dia mengolesi salep pereda lebam.ke pipi wanita itu.


" Lihat ini sampai memar, ku patahkan saja tangannya itu tadi!!" kesal Sagara.


Dea mengusap lengan suaminya dengan lembut," sudah tidak apa-apa," ucap Dea.


Sagara tida menyangka kalau hari ini, orang aneh itu jelas menargetkan istrinya. Dan benar tebakan mereka, kejadian itu terjadi setiap kali ada Dea di perusahaan.


Namun tentu saja aneh rasanya kalau mereka bisa tahu jadwal Dea.


"Siapa pelakunya!? Apa motifnya!?" ucap Sagara dengan nada kesal.


" Pelakunya...." Dea melemparkan pandangannya ke semua orang di dekat mereka.Ada Bima, Sekretaris Lin, Anna, Ruka dan beberapa pengawal yang mendampingi mereka di sana.


Tampak Anna menunduk sambil memainkan jarinya seolah dia tidak peduli dengan pembicaraan itu.


Dea jelas sekali menatap Anna, sampai membuat semua yang ada di sana terheran-heran. Apalagi Sekretaris Lin yang jelas adalah adik kandung Anna, tak terima dirinya jika Anna dituduh melakukan hal aneh itu.


Dan lagipula, Anna tidak punya kekuatan sehebat itu sampai bisa menargetkan Dea tanpa alasan yang jelas.


"Kalian keluarlah, aku ingin beristirahat di kantor suamiku, dan sekretaris Lin aku butuh laporan divisi pemasaran, tolong jelaskan padaku,"ucap Dea.


Semuanya berjalan keluar dengan langkah berat.Tetaoi tidak untuk Anna,perilakunya beberapa bulan terakhir ini sanga aneh, seolah dia bukan dirinya.


Pintu ditutup dengan rapat, tanpa sengaja Dea dan Sagara menangkap lirikan sinis di mata Anna saat dia meninggalkan ruangan itu.


" Jelas dia bukan Anna!" ingin rasanya Dea berteriak dan menarik orang itu.


" Nyonya! Tidak mung..." Lin terdiam saat Dea memotong kata-katanya dengan menaruh jarinya di depan bibir.


Sagara dan Lin tentu saja terkejut. Apa yang sebenarnya sedang terjadi dan apa yang sedang direncanakan oleh wanita itu, siapa yang tahu isi kepala seorang Dealora Yale!?


Dea mengambil secarik kertas, dia menulis sesuatu di sana. Dia tahu ruangan itu telah disabotase oleh seseorang.


Dini hari tadi, dia meminta anak buahnya memeriksa kantor dan beberapa ruangan penting di grup itu.Yang terutama adal ruangan kerja suaminya dan ruangan kerja Dea.


Dan betapa terkejutnya dia saat menemukan bahwa dalam ruangan kerja itu telah disisipkan penyadap suara. Yang melakukan ini jelas bukan orang sembarangan, tetapi orang terdekat mereka.


^^^^^^"Ada penyadap suara di sini, kita bertemu di restoran Elf, jangan beritahu siapapun tentang ini!"^^^^^^


Dea menyerahkan kertas itu pada Sekretaris Lin.


Lalu dia menulis sesuatu lagi di kertas lain," Apa Anna sering memakai ponselmu!?" tanya Dea.


Lin mengangguk dengan keraguan besar di wajahnya. Ragu sekaligus takut jika kakak perempuannya adalah dalang dibalik kejadian ini.


^^^"Tinggalkan handphone mu dan beli yang baru agar kita dapat berkomunikasi, kejadian ini berhubungan dengan hilangnya kakakmu!" ^^^


Dea menatap Sekretaris Lin dengan serius. Wajah pria itu terlihat pucat pasi. Dia terdiam membisu dengan tangan gemetar saat membaca tulisan nyonya mudanya.

__ADS_1


Sedang Sagara hanya menatap istrinya dengan wajah kagum. Sejak dia kembali, dia sudah merasakan ada yang aneh dengan Anna, dia tahu ada yang tidak beres dengan perempuan itu dan hari ini Dea membuktikan semuanya.


Sekretaris Lin menggenggam kertas itu lalu membungkuk hormat," saya laksanakan nyonya!" ucap Sekretaris Lin.


Dia menggigit bibir bawahnya, menahan amarah, kecewa dan sedih saat sadar kalau tingkah laku Anna yang aneh belakangan ini ternyata menunjukkan bahwa Anna bukanlah kakaknya yang Dia sayangi.


Sekretaris Lin pergi dari ruangan itu begitu saja. Dea dan Sagara saling menatap, mereka melihat punggung pria itu hingga menghilang dari balik pintu.


Jelas ada bayangan yang mencuri dengar pembicaraan mereka dari luar ruangan. Dan mereka tahu kalau bayangan itu adalah Anna.


"Sayang aku mau pulang," ucap Dea sambil bangkit berdiri.


" Baiklah, kita pulang!" balas Sagara sambil berjalan mendekat ke arah meja kerjanya.


Dia meraba bagian bawa meja itu dan..


Grep!!


Dia meraih sebuah alat penyadap suara yang ditempelkan di bawah meja, sangat kecil sehingga tidak ketahuan.


Dia bawa alat itu lalu di masukkan ya ke dalam akuarium kecil di atas lemari hias.


Sagara dan Dea melangkah keluar. Mereka menatap ponsel Sekretaris Lin yang diletakkan di atas meja.


" Menurutmu, bagaimana perasaan Lin saat ini?" tanya Dea sambil mengambil ponsel itu.


" Aku sudah menyadari hal ini sejak kepulanganku, hanya saja belum banyak bukti yang bisa kudapatkan karena Anna tidak tinggal di kediaman Mansion Tulip!" jelas Sagara.


" Tidak ku sangka, seseorang telah menargetkan mu sejak lama!"ucap Sagara.


" Bagaimana kau tahu?" tanya Dea.


" Aku tahu, pola serangannya yang berubah-ubah, dan menggunakan setiap orang yang akan bertemu denganmu!" jelas Sagara.


"Keributan itu sengaja dilakukan dengan dirimu sebagai target, tetapi beberapa waktu lalu, target mereka sering meleset hingga karyawan yang dimanfaatkan malah salah sasaran, dan di mall kemarin aku menyadari, tatapan mereka semua tertuju padamu!" jelas Sagara.


" Apa kau tahu siapa yang kau singgung sampai terjadi hal seperti ini?" tanya Sagara dengan wajah khawatir.


Dea menggelengkan kepalanya, dia juga bingung. Semua kandidat yang dia curigai, tampaknya tidak menunjukkan hal mencurigakan.


"Aku belum tahu pasti orangnya, tapi aku punya beberapa tersangka," ujar Dea.


" Lupakan tentang tersangka itu, coba kau ingat apa ada kejadian yang membuat seseorang tersinggung karena dirimu? Saat kau menjalankan bisnismu? Saat melakukan dinas? Atau apapun itu? Kita bisa mulai dari sana! " ucap Sagara dengan tenang.


Dea begitu salut dengan ketenangan suaminya.


" Banyak kejadian yang sudah terlewat, tetapi ada satu yang mungkin saja sampai menyinggung salah satu orang berpengaruh di negeri ini!"ujar Dea.


Sagara menyerngitkan keningnya. Dia menatap Dea dengan rasa penasaran yang tinggi. Siapa gerangan yang telah disinggung oleh istrinya itu sampai membuat orang itu mengganggu Dea dengan rencana matang seperti ini!?

__ADS_1


" Siapa?" tanya Sagara.


Dea menghela nafas berat. Sekitar dua tahun yang lalu, Dea berseteru dengan seorang perempuan yang menaruh hati pada kakak iparnya.


Padahal jelas perempuan itu sudah memiliki suami. Adam menjadi target wanita itu, dia terus mendekati Adam sampai membuat suaminya salah paham dan mencelakai Adam.


Alhasil Adam kecelakaan dan hampir menghilangkan nyawa pria itu.


Saking geram dengan kelakuan perempuan itu, Dea membalasnya dengan mengekspos seluruh keburukan perempuan itu ke dunia Maya.


Seluruh negeri menghujat perempuan itu. Namun karena nama keluarga besar perempuan itu dan keluarga besar suaminya terseret, mereka berusaha membalikkan fakta dan menggiring opini kalau Dea dan Adam melakukan perselingkuhan.


Pada masa itu, gosip beredar sampai mempengaruhi saham grup Sagara dan saham grup Adamson milik Adam.


Semuanya hancur berantakan hingga Dea bersuara dan menunjukkan semua bukti yang memberatkan perempuan dari grup Montana itu.


Saat kebenaran terungkap, perempuan itu terjebak. Adam yang membencinya langsung memberikan pernyataan tegas tentang semua gangguan yang disebabkan Sienna Montana.


Karena kasus itu tak kunjung berhenti, kejiwaan Sienna terganggu, keluarga suaminya juga terusik sampai rumah sakit yang mereka pimpin hancur .


Menyinggung orang yang tidak bersalah dan menyalahgunakan kekuasaan menyebabkan mereka hancur berkeping-keping karena mulut mereka sendiri.


Dea menjelaskan semua detail ini pada Sagara. Membuat Sagara terdiam membisu atas apa yang terjadi.


" Masalah itu berkaitan dengan kakak ipar, kakak juga kesulitan, setiap hari dia cerca hinaan bahkan keselamatannya terancam karena suami Sienna, "


" Kami berusaha agar Sienna sadar, tapi dia bersikukuh mendekati kak Adam bahkan menjebaknya dengan minuman perngsng!" jelas Dea.


" Sialan!!" geram Sagara.


" Keluarga Montana dan Grup Maxim, aku tahu siapa mereka, lintah darat tak berperasaan!" geram Sagara.


" Kau mengenal mereka? Bagaimana caranya?" tanya Dea.


Sagara menata istrinya, dia menarik wanita itu ke dalam pelukannya dan menatap mata Dea dengan dalam.


" Ku pikir kau sudah pasti tahu hubunganku dengan anak perempuan keluarga Montana sayang, tidak perlu dijelaskan lagi, tidak ada gunanya!" ucap Sagara dengan suara berat.


Dea tersenyum tipis," Kau merasa bersalah?" tanya Dea.


" Hah... Kau mau mengujiku!?" balas Sagara sambil tersenyum jahil.


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2