
Suara langkah kaki, ketikan di papan ketik, suara berisik, gesekan kertas dan detak jarum jam terdengar begitu berisik.
Seluruh perusahaan itu sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Bekerja dalam sebuah sistem terpadu yang telah di atur oleh seorang tuan muda Sagara yang hebat, sampai menjadi perusahaan terbesar dengan titel macannya bisnis di Asia.
Dea menatap semua orang di sana. Mereka semua bekerja, mengejar mimpi mereka, mengejar hidup mereka dan memperjuangkan apa yang berharga bagi mereka.
Tak terkecuali seorang tuan muda Sagara. Tuan muda yang mengasingkan diri dari keluarganya yang penuh dengan masalah.
Sagara Maureer, pria tampan berkharisma yang ditakuti para pebisnis, seorang pria yang kedatangannya diikuti dengan berbagai rumor buruk di belakangnya.
Tetapi siapa sangka, semua rumor buruk yang Dea dengar dari setiap orang yang membicarakan Sagara ternyata ditepis dengan fakta nyata yang dilihat oleh kedua netra gadis itu sendiri.
Sagara bersinar diantara para bintang. Dia yang paling terang dan menjadi pusat perhatian. Wajahnya, tata bicaranya, gerak tubuhnya berhasil membuat Dea tak bisa memalingkan wajahnya dari pria itu.
" Dia seorang pekerja keras yang hebat!" gumam Dea sambil tersenyum menatap Sagara.
Mendengar penjelasan Lin tadi, Dea sadar betapa Sagara memperdulikan dirinya. Meski Sagara ketus, dia adalah orang yang perhatian.
Melihat momen langkah ini, Dea mendapat sebuah ide. Dia mengambil ponsel yang diberikan Sagara padanya.
Ponsel keluaran terbaru dengan harga fantastis tetapi Dea tak tahu menahu soal itu.
" Dia sangat tampan saat bekerja seperti ini!" ucap gadis itu sambil menyalakan kamera dan memotret Sagara dengan
ponselnya.
Gadis itu tertegun, demi dirinya Sagara membatalkan kerjasama dengan perusahaan Raksa, salah satu perusahaan terbesar di negeri itu.
Sagara benar benar bersikap sebagai seorang pria sejati.
" Pasti akan banyak orang yang jatuh hati padanya jika mereka tahu betapa hebatnya pria ini," gumam Dea sambil menatap foto Sagara.
Dea tersenyum manis, dia memotret suasana kerja di kantor itu lagi.
" Lin apa ada yang tidak boleh ku potret di sini?" tanya Dea.
"Anda bebas memotret nyonya, seluruh desain dalam ruangan ini sudah di publish dalam website resmi perusahaan, hanya tinggal tanggal perilisan yang belum dipastikan!" jelas Lin.
Dea mengangguk paham. Dia merasa ingin memotret suasana di sana.
Selesai memotret, Dea mendekati meja kerja utama dan berdiri sambil berpangku tangan menatap suaminya yang sedang bekerja.
"Tuan kita harus melakukan uji coba, sebaiknya kita mencari pasangan yang bersedia menjadi penguji program Beta jam tangan ini, " ucap salah satu karyawan.
" Benar tuan, jika tidak dilakukan uji Beta,saya sedikit khawatir ketika kita merilis jam tangan ini!" jelas yang lain.
Sgaara tampak berpikir keras. Perkataan anak buahnya benar, uji Beta harus dilakukan agar mengetahui sistem kerja yang dilakukan oleh jam tangan serbaguna itu.
Dan mereka tentu harus mencari pasangan untuk melakukan hal itu.
" Tuan!" Anna tampak mengangkat tangannya dan menarik Lin ke arah mereka.
" Apa yang kau lakukan Anna!?" Lin berdecak kesal.
" Diamlah, dasar pria kaku!" ejek Anna.
Gadis itu menarik Lin, dia menatap mereka semua," Kami akan jadi penguji pertama!" ucap Anna sambil mengangkat tangan Lin.
__ADS_1
" Woooooooo....." para karyawan bergemuruh. Mereka semua menatap Lin dan Anna dengan wajah menggoda.
" Apakah kita punya pasangan baru diantara ribuan jomblo di sini!?" ucap mereka sambil tertawa.
" Ck.. apa apaan kalian, aku berpasangan dengan dia!?" Lin menunjuk Anna dengan wajah kesal.
" tidak mungkin!" ucap Lin dengan ketus.
Pletak!!
Satu pukulan dahsyat mendarat di kepala pria itu.
" Dasar keparat sialan, siapa juga yang mau jadi pasanganmu bodoh, aku hanya ingin mempercepat perilisan, kita lakukan sebagai penguji Beta saja!! gak usah baper lah!!" ejek Anna.
" pffthh... hahhaha" para karyawan bahkan Dea ikut tertawa melihat wajah masam Lin yang diomeli habis-habisan oleh gadis bar bar nan jenaka itu.
" Cih.... aku akan melakukannya jika pasangannya bukan dirimu, pembuat onar!" kesal Lin.
Di perusahaan itu, ada dua manusia yang sama sekali tidak bisa dipersatukan. Mereka adalah musuh alami yang saling menyindir dan saling mengejek satu sama lain.
Sekretaris Lin dan Manager produksi, Anna, adalah musuh abadi yang tak pernah bisa akur.
Sekretaris Lin paling benci jika urusan pekerjaan nya harus melibatkan Anna, demikian halnya dengan gadis itu, dia paling benci jika harus melihat wajah Lin, tetapi paling senang jika dia bisa membuat pria itu kesal seperti saat ini.
"Kau harus mau, ini demi perusahaan!" tegas Anna.
" Kau siapa memaksaku!? jangan harap aku mau!!" kesal Lin.
"Cih .. apa harga dirimu tak bisa ditawar!? dasar kaku!" ejek Anna.
" Kau yang kaku, lagi pula banyak partner di sini, kenapa kau memilihku? menyebalkan, mengganggu!!" kesal Pria itu.
" Pantas tak ada yang mau padamu!!" balas gadis itu lagi.
" Kau!? apa kau pikir ada yang mau padamu hah? perempuan bentukan Simson begini, mana ada yang mau, dasar bengis!!" balas Lin.
Akhirnya kedua manusia itu saling beradu mulut. Mata para penonton beralih dari Lin ke arah Anna berulang kali.
Semuanya tertawa sambil mengulum senyum menatap mereka berdua.
" Ini sepertinya ide yang bagus!" Sagara berbicara.
"Ide bagus apanya!!!" teriak kedua orang itu yang tanpa sadar malah membentak Sagara.
" Ka.. kalian sadarlah!!' terus Rekan mereka.
Sekretaris Lin dan Anna terdiam membisu dan langsung menunduk," ma..maaf tuan!" ucap mereka dengan wajah gugup.
Dea dan para karyawan terkikik geli melihat tingkah mereka.
" Dasar pembuat onar!" ucap Sagara kesal.
" Seperti yang kalian katakan, uji Beta akan kita lakukan, Sekretaris Lin dan Anna menjadi penguji Beta yang pertama!!" ucap Sagara.
" Apa masih ada relawan yang mau melakukan uji Beta? akan lebih bagus jika semakin banyak yang memakainya!" ucap Sagara.
" Tim kreatif bersedia tuan!!" seru mereka penuh semangat.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama puluhan pasangan yang terdiri dari pasangan rekan, pasangan sungguhan dan teman sekantor terpilih menjadi penguji Beta untuk produk itu.
" Wah ini sebuah kehormatan karena menjadi penguji yang pertama!" ucap mereka sambil menerima jam tangan itu.
Masing-masing pasangan akan menggunakan alat itu selama 1 bulan pengujian. Semua masalah akan dicatat dan sampaikan pada akhir pengujian produk sebelum produk itu resmi dipasarkan.
" Uji Beta ini juga akan menjadi taktik pemasaran, tak hanya pasangan kekasih yang memerlukan nya, pasangan sahabat, teman, orangtua dan anak juga termasuk target pasar kita, selamat kepada pasangan terpilih, saya tunggu laporan kalian dalam waktu sebulan!!" ucap Sagara.
" Terimakasih tuan!" balas mereka dengan hormat.
" Tunggu dulu!!" suara teriakan seorang gadis cantik sukses membuat semua orang menoleh.
Seluruh pasangan mata menatap ke arah Dea yang tiba-tiba
berteriak sambil mengangkat tangannya.
" Ada apa Dea?" Tanya Sagara yang langsung menghampiri Dea.
Tentu saja para karyawan di buat berteriak histeris di dalam hati karena melihat sikap Sagara yang sangat gagah.
"Emm... apa aku boleh menggunakannya juga?" tanya Dea sambil menatap ke sana kemari.
"Kau mau?" tanya Sagara dengan lembut dan tatapan penuh kasih.
"Mau, emm....kita berdua yang pakai, ku rasa kalian membutuhkan pendapat orang luar seperti ku, kalian semua para penguji berasa dari perusahaan ini, mungkin akan sedikit berat memberikan komentar negatif, berbeda dengan aku yang berasal dari luar perusahaan, apa boleh?" tanya Dea.
Sagara tersenyum mendengar ide istrinya, dia menepuk pucuk kepala Dea lalu berbalik dengan wajah dinginnya menatap para karyawan.
"Kalian sudah dengar bukan? apa kalian setuju?" tanya Sagara.
" Apa nyonya bisa kami percaya!?" teriak salah satu karyawan dengan lantang.
"Jangan tanya begitu, apa kau tidak tahu siapa dia!?" bisik yang lain.
" Tenang saja, aku tidak akan merugikan kalian, aku akan melakukan review jujur tentang produk ini, lagipula aku berpasangan dengan dia!"ucap Dea sambil menunjuk Sagara.
" Memangnya apa hubungannya dengan tuan!? tanya si karyawan yang ketinggalan berita itu.
" Bodoh, dia nyonya bos, istri tuan Sagara!!" ucap yang lain.
Degh...
Seluruh karyawan yang belum tahu terkejut bukan main. Mereka pikir gadis itu adalah keluarga atau pacar bos mereka, tak tahunya sudah menjadi istri.
" ma.. maafkan kami nyonya!" ucap mereka.
Dea tersenyum kikuk, dia menarik tangan Sagara," aku jadi canggung, jangan begini!!" bisik gadis itu.
" Kau berhak menerima itu, " ucap Sagara.
"Baiklah, sesuai keputusan saya anggap kalian setuju, saya dan istri saya akan menjadi salah satu pasangan penguji,mari kita ulas alat ini sampai benar benar sempurna!" seru Sagara.
" Setuju !!" balas para karyawan sambil bertepuk tangan dengan meriah.
Dea menatap semuanya sambil tersenyum, semangat kerja di perusahaan itu membuatnya ikut termotivasi.
Tetapi ada hal aneh yang mengganggu pemandangannya.
__ADS_1
" Pria itu sejak tadi bersikap aneh!" batin Dea sambil mengamati seorang pria berkacamata yang tampak gelisah dan tidak fokus.