
Dea duduk di atas kasur dengan sebuah mangkuk berisi potongan beragam buah buahan yang dicampur dengan yogurt. Duduk sambil menatap ponselnya menunggu panggilan telepon dari tempat di mana suaminya berada saat ini.
Dea menikmati salad buahnya dengan begitu lahap, sesekali dia tersenyum membayangkan bagaimana wajah suaminya nanti jika dia tahu kalau mereka akan segera memiliki anak.
" Dia pasti akan sangat senang!" batin Dea sambil mengusap foto hasil USG yang dia simpan dengan baik itu.
Ponselnya berdering, nama suaminya tertera di sana. Dea tersenyum begitu ceria. Selama Sagara di sana, ini pertama kali mereka berbicara. Sagara menolak panggilan Dea dan hanya bisa mengirim pesan pada istrinya.
Tetapi saat ini Sagara yang menghubungi Dea dari seberang sana.
Dea menjauhkan wajahnya dari ponsel, yang tampak di layar Sagara kini hanya ruangan kamar mereka saja.
" Dea sayang? " panggil Sagara heran. Di sana dia menatap ponselnya yang malah kosong, di mencari wajah istrinya tapi yang di lihat hanya ruangan kamarnya saja.
Dea tersenyum begitu bahagia saat mendengar suara suaminya. Pelan pelan dia menatap ponsel itu seolah sedang mengintip Sagara.
Pertama ujung kepalanya, pelan pelan menuju jidatnya, alisnya, matanya hingga seluruh wajahnya memenuhi ponsel itu.
" SAYANG!!!!" Teriak Dea dengan penuh semangat dan ceria sambil tersenyum sumringah. Wajah cantiknya memenuhi layar ponsel Sagara.
" Pftthh bhahahahhaha.... ikan buntal kau sedang apa hahhahaha.... wajahmu memenuhi layar ponselku!!!" Sagara tertawa terbahak-bahak menatap wajah cantik istrinya.
Dea terkekeh," Hehehe... Sayang sayang sayang!!" seru Dea sambil menggoyangkan kepalanya ke kanan kiri seperti anak kecil.
" Hahahahha...dasar bocah, ada apa hmmm? sudah merindukan aku!?" ucap Sagara dengan senyuman bahagia yang tak hilang dari wajahnya.
" Hu Umm!!" Dea mengangguk dengan cepat seraya menggembungkan pipinya.
" Sangat merindukanmu!" balas Dea.
" Ahh maafkan aku, apa aku pulang saja?" tanya Sagara.
Dea cepat-cepat menggelengkan kepalanya," jangan!!! aku bisa datang ke sana!' ucap Dea.
" Jangan, lebih baik kita tetap di tempat masing-masing saja!" balas Sagara.
Keduanya terdiam sejenak dan saling menatap. Baik Sagara maupun Dea sama sama tak ingin salah satu dari mereka merasa khawatir.
" Pfthh Hahahahaha...." Keduanya tertawa terbahak-bahak karena mereka sangat kompak.
" Sayang bagaimana keadaanmu? ku dengar operasinya hari ini," ucap Dea.
Sagara mengangguk, wajahnya sedikit pucat, begitu tiba di negeri tersebut, Sagara langsung masuk ruang perawatan Karena jantungnya.
"Sedikit memburuk, tapi kau jangan khawatir, aku baik baik saja, aku ini kuat!" ucap Sagara dengan senyuman penuh kerinduan sambil menatap istrinya.
Dea balas senyuman Sagara, melihat Sagara saat ini rasanya dia ingin menangis dan memeluk Sagar dengan erat.
__ADS_1
" Sayang, kau pasti bisa sembuh, ku dengar dari Lin kau ingin jadi seorang ayah kan?' tanya Dea.
Sagara cukup terkejut saat Dea mengatakan hal itu,"Wahh si Lin benar benar bermulut besar, kapan dia memberitahu mu hal itu!?" celetuk Sagara dengan wajah mendengus kesal.
Dea terkekeh," Hahah.... jangan marahi dia," ucap Dea.
" Kau benar benar ingin jadi seorang ayah?" tanya Dea.
Sagara menatap istrinya, dia mengusap layar ponselnya," Entah aku punya kesempatan sayang, aku ingin jadi seorang suami yang hebat dan ayah yang baik, jika Tuhan memberikanku umur panjang, aku ingin mewujudkan itu!" ucap Sagara penuh harap.
Tanpa sadar air mata keduanya mengalir begitu saja.
Dea tersenyum sambil menangis," Hahah.... sayang... aku punya kabar baik!! Impianmu akan tercapai!" ucap Dea.
Sagara mengusap wajahnya dan menatap heran pada Dea," maksud nya?" tanya Sagara.
Wajah Dea berseri-seri tetapi air matanya masih saja mengalir.
" Sayang, kau adalah seorang ayah sekarang!! aku sedang hamil!!!" seru Dea sambil menunjukkan foto hasil USG ke arah Sagara.
Degh!!
Wajah Sagara tampak tertegun, dia terdiam dengan mulut membisu. Menatap Foto USG itu dengan jantung berdebar kencang.
Dia tatap layar ponselnya tanpa berkedip sama sekali.
" Haha... i.. ini...fo.. foto apa sayang?" tanya Sagara.
Sagara tertegun, dia begitu syok sampai tak bisa berkata-kata.
" Sayang hahahah... kenapa diam?" Tanya Dea sambil menahan tangisannya dengan tertawa.
" A.. aku punya anak?" tanya Sagara.
Dea mengangguk sambil mengulum bibirnya, menahan rasa sedihnya sekaligus rasa bahagia di dadanya yang sesak.
" Hu Umm ..be.. benar, kita punya anak sayang," balas Dea yang mulai sesenggukan.
Sagara terdiam seribu bahasa, air matanya mengalir begitu saja. Gejolak hebat memenuhi hati dan pikiran pria itu.
Perutnya terasa seperti digelitik, hatinya berbunga-bunga mendengar kabar baik itu.
" Aku jadi seorang Papa!? aku seorang Papa Sekarang!!!" seru Sagara sambil menangis.
" Hiks hiks hiks... iya sayang, kita jadi orangtua!! kita punya anak!!!" balas Dea sambil mengusap sesenggukan.
" Arkhhh hahahaha.... terimakasih Tuhan, terimakasih Dea!!!" seru Sagara sambil mengangkat tangannya dengan wajah bahagia.
__ADS_1
Dia menangis haru, impiannya perlahan lahan terwujud. Sagara begitu bahagia saat tahu dirinya menjadi seorang ayah.
"Terimakasih sayang, terimakasih banyak...maaf aku tidak bisa menemani kalian di sana, maafkan aku!!!" ucap Sagara merasa bersalah.
Dea menggelengkan kepalanya," Sayang, kami berdua..." Dea berhenti sejenak untuk menenangkan rasa sesak di dadanya.
" Kami berdua menunggu Papa pulang dalam keadaan sehat! Papa berjuanglah di sana, kami juga akan berjuang di sini!!" ucap Dea sambil mengusap tersedu-sedu.
Rasanya ingin Sagara segera memeluk istrinya dengan erat, tapi jarak memisahkan mereka.
" Aku berjanji!!! aku berjanji akan kembali sayang, aku akan kembali dalam keadaan sehat, stabil dan pasti panjang umur!!!" ucap Sagara penuh semangat.
Seolah rasa percaya dir dan kekuatannya bertambah berkali lipat, Sagara yakin dia akan sembuh meski butuh waktu yang panjang.
" Aku akan sembuh sayang, aku pasti sembuh, hanya butuh waktu yang panjang, ku harap kalian bersabar, karena aku akan berjuang di sini!!" ucap Sagara sambil mengusap haru.
Dea mengangguk dengan senyuman manis di wajahnya," Hu um!! aku percaya padamu!!" ucap Dea.
" Sudah berapa usianya?" tanya Sagara.
" tiga Minggu! baru tiga Minggu!" ucap Dea.
Sagara tak bisa menahan kebahagiaannya," Aku ingin memelukmu saat ini, arrkhhh tak ku sangka aku adalah seorang ayah sekarang!!" seru Sagara yang sangat bahagia dengan kabar baik ini.
Dea tersenyum," Sayang kenapa kau tidak memberitahu lokasimu padaku? kami bisa datang ke sana dan menemanimu!" ucap Dea.
Sagara menggelengkan kepalanya," Sayang, aku ingin sembuh dan memberi kejutan padamu, di sini tidak nyaman, hanya kesedihan yang akan kau lihat, beberapa jam lalu saja sudah tiga pasien yang meninggal dan mereka pernah berbicara denganku!" tutur Sagara.
" Aku tidak ingin keadaan menyedihkan di sini mempengaruhi mu, semua juga sedang berjuang, rumah sakit ini yang terbaik, tapi aku tak ingin kau menginjakkan kakimu di tempat ini!! " ucap Sagara.
" Tapi...kita harus berpisah jauh..." ucap Dea.
" Aku tahu ini berat sayang, tapi bukankah kita sudah terpisah belasan tahun? kita memang berjodoh, beberapa tahun lagi juga bukan masalah!" ucap Sagara.
" Kau harus kuat sayang, kau harus bahagia, beri aku kabar setiap hari,saat ada waktu luang aku akan membalasnya satu persatu!" ucap Sagara.
Dea mengangguk sambil menangis," Baiklah, aku tahu dirimu, aku percaya padamu!!" ucap Dea.
Mereka berdua berbicara cukup lama, bercerita tentang rasa rindu mereka dan keinginan mereka satu sama lain.
Hingga Sagara dibawa ke ruang operasi, Lin membantu memperlihatkan semua sampai Sagara berada di dalam ruang operasi untuk operasi jantungnya.
" Sayang, sampai bertemu lagi! anakku, Papa pasti akan kembali!!"Sagara memejamkan matanya di bawah pengaruh obat bius pertanda operasi besar akan segera dilaksanakan.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗