
Kejadian sebelumnya,
Dea yang kesal dengan perbuatan Sagara di pohon belakang tadi memilih untuk menenangkan diri di haman halaman depan. Duduk sambil meracik bahan kosmetik yang sedang dia teliti dengan semua bahan yang dia dapatkan dari kediaman itu.
Dia sedang meracik bahan kosmetik nya di tengah halaman sambil memikirkan rencana balas dendam nya pada Sagara yang menggodanya di pohon belakang tadi.
Saat asik meracik bahan bahan kosmetiknya, dia terpikirkan sebuah ide yang sangat menarik. Dia ingin membuat Sagara mati kesal karena ulahnya.
Saat dia menatap ke arah tembok, dia mendapatkan ide besar untuk membuat Sagara panik.
"Ahah!! aku dapat ide bagus untuk mengerjainya hihihi!!" Dea terkikik geli.
Gadis itu menatap ke sana kemari. Memastikan tak ada di monster jahat atau antek anteknya di sekitarnya.
Meja panjang di tengah taman itu dia tinggalkan. Meja yang berisi bahan bahan alam yang dia kumpulkan untuk diteliti sebagai bahan kosmetik dia biarkan begitu saja di atas meja.
Dea berjalan perlahan lahan seperti pencuri, memasuki bangsal Sagara dan memastikan tak seorang pun melihatnya masuk ke bangsal itu.
Dea tersenyum licik," Heheh lihat saja, aku akan buat kau kesal setengah mampus, dasar monster jelek!!" celetuk Dea.
Gadis jahil itu berjalan dengan cepat memasuki ruang ganti. lalu mengambil jubah hitam kebesaran Sagara. Dengan senyuman jahil dia membawa jubah itu.
Tak lupa mengambil Kotak putih dan sebuah sapu panjang.
Dia berlari ke halaman depan, lalu merakit orang-orangan sawah dengan menggunakan jubah Sagara. Di gambarnya wajah monster jelek yang pernah dia tunjukkan pada Sagara kecil, lalu dipasangnya kotak itu sebagai bagian kepala.
Dibawanya orang-orangan sawah bertuliskan "Sagara" itu ke tembok pembatas.
"Hahaha... lihat saja, akan aku buat kau malu sampai ke ubun-ubun!!" Dea terkikik geli.
Dia memanjat tembok sambil membawa orang-orangan itu.
Sontak para pelayan yang melihat aksinya langsung berlari ke arah Dea.
"Nyonya jangan, apa yang anda lakukan!!!" teriak Kevin dan para pelayan yang melihatnya.
" Stthhh jangan ribut dulu!!!" ucap Dea sambil menaruh jarinya di depan bibir.
Dea naik ke atas tembok itu, tanpa alas kaki dan dengan gaunnya yang panjang.
Dia membawa orang-orangan itu lalu...
Jluk!!!!
Dia menancapkan penyangga ke celah tembok dan membuat orang-orangan itu berdiri tegak di sana, tepat di area yang bisa dilihat dengan jelas oleh para pelintas melalui jalan lebar di depan mansion itu.
Tentu saja semua orang yang lewat melihat benda buatan Dea itu.
"Hahahaha.... seluruh negeri lihatlah, ini dia tuan muda Sagara!!!" teriak Dea sambil tertawa seraya berkancah pinggang menatap orang-orang yang lalu lalang di jalan raya.
__ADS_1
"Nyonya muda jangan!!! turunlah, ini berbahaya!!!" teriak para pelayan panik.
Dea menggelengkan kepalanya sambil tertawa cekikikan," no... no..." celetuk gadis itu sambil berjalan dengan merentangkan kedua tangannya, berjalan ke sana kemari tanpa rasa takut sama sekali.
Drap! Drap! Drap!!
Sagara berlari kencang dengan wajah panik saat mendengar suara para pelayan yang memanggil nama istrinya.
Dia berlari terburu-buru menuju taman di halaman depan.
"Ada apa ini!?" tanya Sagara dengan suara baritonnya.
"Tuan muda, to.. tolong,itu nyonya Muda sedang memanjat tembok!!" ucap Kevin sambil menunjuk Dea yang sedang berdiri di atas tembok pembatas mansion. Berjalan tanpa alas kaki sambil mencari sesuatu di sana.
"Ya ampun Dea!!" teriak Sagara.
Pria itu sangat terkejut saat melihat istrinya berjalan di pembatas tembok itu, gaunnya yang panjang melambai-lambai, rambutnya terurai, memang sangat cantik tapi situasinya sangat berbahaya.
" Hahahhaha.... lihat aku!!" seru Dea sambil tertawa di atas sana.
Sagara dan para pelayan dibuat panik dengan kelakukan absurd anak perempuan itu.
"Lihat ini tuan Sagara!!" Celetuk Dea sambil memutar orang-orangan sawahnya, menunjukkan nya pada Sagara.
Betapa terkejutnya Sagara saat melihat orang-orangan yang dibuat istrinya, belum lagi ekspresi mengejek yang di gambar Dea dan nama Sagara yang ditulis di sana.
Para pelayan dibuat panik karena Dea dengan berani mengejek tuan pemilik rumah. Bahkan Barak, Lin, Ruka dan Bima yang melihat dari kejauhan juga langsung dibuat senam jantung karena kelakukan gila gadis itu.
" Tu.. tuan muda, ini salah kami tidak meminta nyonya berhenti!!" ucap Kevin sambil menunduk takut.
" Ya ampun nyonya, kenapa anda selalu sedang menyerahkan nyawa anda pada tuan?!" batin Kevin sambil melirik nyonya mudanya yang asik mengejek Sagara di atas sana.
Sagara menyaksikan perbuatan konyol istrinya, dia melipat kedua tangannya sambil menatap tingkah Dea.
" Nyonya turunlah!! tuan muda di sini!!" teriak Siska.
Dea menggelengkan kepalanya, lalu menatap Sagara dengan tatapan jahilnya," Aku tidak mau wleekkk..." ejek Gadis itu sambil menjulurkan lidahnya lalu berbalik lagi dan menatap jalan raya sambil berjalan ke sana kemari.
"Dea turunlah!!" teriak Sagara.
Sontak gadis itu berbalik," tidak mau!!" jawabnya seraya menggembungkan pipinya.
Sagara terkekeh, kelakuan Dea memang sangat aneh, tapi dia suka.
" Menggemaskan!" gumam pria itu.
Dia menatap wajah monster di kotak yang digambar oleh Dea. Senyumannya semakin mekar, bahkan dia menatap Dea dengan tatapan yang sangat lembut.
" Dia pendekar kecil tengil itu, sama sekali tidak berubah!" gumam pria itu.
__ADS_1
Bukannya marah, dia malah menyaksikan Dea bermain di atas tembok itu.
Senyumannya tak lekang, dia tampak sangat menikmati kerandoman istrinya sendiri.
" Apa dia bosan sampai melakukan hal konyol ini? dasar setan kecil!" batin pria itu.
Bayangan Dea kecil sedang menari dan berteriak di tengah taman bunga teringat kembali. Dea masih sama seperti sejak pertama kali mereka bertemu.
Melihat situasi yang aneh, Dea terdiam sejenak di atas tembok, ada yang aneh dengan Sagara. Pria itu tak kunjung mengamuk
" Kenapa dia tidak marah!? biasanya kan dia pasti mengomel, marah atau langsung meminta penjaga menarikku dari sini!?" batin Dea yang merasa rencananya membuat Sagara marah besar ternyata gagal total.
" Dia kok gak marah sih!? bukannya ini jubah kesayangannya!?" batin gadis itu sambil melirik ke belakang.
Dan tampaklah wajah Sagara yang tersenyum menatapnya dengan tatapan super lembut yang tentu saja meluluhkan hati para wanita.
Deg deg deg!!
Jantung Dea berdebar kencang, Siantar banyaknya manusia di sana, entah bagaimana matanya hanya tertuju pada senyuman manis dan lembut itu.
Matanya hanya tertuju pada pria yang telah berhasil menggodanya.
" Si.. sial, aku sepertinya akan segera jatuh cinta!! ini gawat!!" batin Dea. Gadis itu terlena dengan tatapan mata Sagara yang sayup dan lembut, serta senyuman tipisnya yang mempesona.
Dia berbalik dengan pelan, sambil menatap Sagara sampai tidak memperhatikan langkahnya.
" Ehh... ehh.... arrkhhh!!!!"
Gadis itu terjatuh.
" Dea!!!"
Brukk!!!!.
Sagara berlari ke arah Dea hingga gadis itu terjatuh ke atas tubuh Sagara, membuat Sagara terhenyak ke atas tanah. Tubuh Dea menghantam dada pria itu dengan keras, membuat Sagara mendesis kesakitan.
" Ya ampun, tuan muda, nyonya muda!!!" teriak mereka histeris saat melihat Sagara merelakan tubuhnya agar Dea tak terjatuh ke atas tanah.
"Arkhhh..... lenganku... lenganku patah!!!!" pekik Dea kesakitan.
"Arkrhhh.... si.. sial, jantungku!" batin Sagara saat jantungnya terasa aneh, penyakit lamanya mungkin akan segera kambuh.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1