Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 109


__ADS_3

Bruk!!!


Tuan Eldrich tiba tiba tumbang, beberapa anak buah bahkan Alexander yang juga dibekuk tiba tiba tumbang dengan wajah pucat seperti orang mati


" Bos... bos!! mereka tumbang!!" teriak anak buah Dea.


Yefta dan Dyroth terdiam membeku, keduanya menyadari hal aneh itu.


"Kalian berdua tarik Dea dari sini!!!" teriakan Albert terdengar di telinga mereka. Keduanya menoleh dengan wajah syok," Pil Zombi!!!" ucap mereka berdua.


Tampak Albert berlari sambil menarik tangan Dea.


" Kau harus keluar,ingat pesan kakak,setelah di luar, bakar tempat ini!!!!" ucap Albert dengan nafas tersengal-sengal. Pembunuh darahnya membengkak dan tiba-tiba saja pembuluh darah di telinganya pecah karena terlalu sensitif.


" Kak kau berdarah!!" pekik Dea.


" Sialan!"umpat Albert yang semakin panik.


Dia melemparkan pandangannya ke seluruh area, semua anak buah sudah tumbang, tinggal menunggu relasi mereka terhadap keringat.


" KALIAN PERINTAHKAN SEMUANYA UNTUK KELUAR!!!" teriak Albert yang sudah bercucuran keringat menahan sesuatu yang bergejolak di dadanya.


Dia menatap Dea,karena sedang mengandung Dea tak boleh gegabah.


" Kakak akan menyelamatkan mu, ini ha terakhir yang bisa kakak lakukan untukmu Dea, ingat,jangan lupakan kakak, kakak akan selalu menjadi kakak terbaikmu!!' ucap Albert sambil menangis menatap wajah cantik adik perempuannya.


" Kak!!!kita keluar bersama, kau sudah teluka hiks hiks hiks...kita keluar bersama,kita cari obatmu!!" teriak Dea sambil menangis.


Albert tanpa basa basi mengangkat Dea dalam pangkuannya. Dia berlari secepat kilat, tiga kali lebih cepat dari manusia normal, inilah efek obat aneh itu, seolah seluruh saraf dan hormon pria itu dipacu.


"Kakak akan melindungi mu, jangan lupa kenalkan anak-anak mu dan suamimu pada kakak saat berkunjung ke makam kakak di masa depan," ucap Albert sambil tersenyum dengan wajah bahagia.


Dea menangis sesenggukan, momen ini sama seperti momen di masa lalu. Saat Dea dirundung oleh saudara-saudaranya yang lain, Albert datang dan menggendongnya sambil berlari dengan senyuman cerah seperti mentari.


" Kaaakk hiks hiks hiks... aku tidak bisa kak!!!" Dea menangis sesenggukan sambil memeluk Albert.


Pria itu juga menangis, tetapi dia bersyukur di saat terakhir dia bisa memeluk adiknya dan melindungi Dea Dengan nyawanya.


Seluruh pasukan Macron dan Pasukan milik Dyroth dikerahkan untuk keluar dari area itu.


Yefta dan Dyroth menyadari keanehan itu, setelah anak buahnya mendapatkan data yang bisa mereka peroleh, semuanya keluar dari sana.


Benar saja, monster monster itu bangkit setelah tergeletak bak mayat tak bernyawa. Bahkan Gita tampak sangat ganas, tatapan matanya, kecepatannya dan inderanya semakin kuat.


Anak buah tuan Eldrich berhasil berubah menjadi monster kejam.


" Arrkhhhh.... Makananku!!!!" pekik mereka saat mencium keringat manusia normal di sana.

__ADS_1


"Cepat Lari semuanya!!!"pekik Yefta.


Anak buahnya berhamburan keluar dari area itu.


Tak butuh waktu lama, semakin banyak monster yang bangkit. Penelitian yang dilakukan tuan besar Eldrich membuat korbannya dikendalikan oleh virus, menyerang sistem saraf pusat dan membuat pemilik tubuh sebenarnya terkunci di balik virus yang menyerang tubuh mereka.


Efeknya seperti halusinasi, dikendalikan oleh virus buatan tuan Eldrich yang dia ciptakan dari plasma darah gabungan antara milik istrinya dengan gabungan plasma darah hewan hewan liar.


Semuanya bergerak begitu cepat bak Zombi.


" Kalian bakar tempat ini!! aku akan menghalau mereka, cepat!!!" pekik Albert begitu dia berhasil mengantarkan Dea keluar.


" Kak kembali!!!" pekik Dea.


Albert tak lagi merespon, dia mulai mengalami efek mengerikan dari obat itu. Dia berlari sekuat tenaga, sedangkan ana buah Yefta dan Dyroth telah menyalakan api di ujung anak panah mereka.


" Kalian bakar tempat ini!!!" pekik Albert sambil menutup pintu utama markas itu, mengurung semuanya di dalam tembok besar yang mengisolasi mereka.


" kaaakk!!!!!" pekik Dea sambil menangis sesenggukan. Dia benar benar syok.


" Dea... masuk ke mobil!!!" Yefta menarik adiknya ke dalam mobil. Seluruh area itu kini dibakar dengan api.


Di dalam sana, Yefta membuka tangki minyak dan gas. Terjadilah ledakan besar hingga api membumbung tinggi ke atas langit.


Duar!!!!


Di tengah tengah keonaran itu Tuan Eldrich duduk sambil tertawa seperti orang gila.


"Hahhhahahah....." suara tawanya seperti suara gesekan kaca, melengking dan menyakitkan telinga.


" Hahhaha... pasukanku, mati!! aku kaya... aku penguasa... hahahhaha.... hahahahahha...." Tuan Eldrich berteriak kencang sambil menatap seluruh kekacauan itu. Dia satu satunya yang tak berubah .


Keringatnya dan bau darahnya memancing para zombi yang sudah dilalap api. Mereka mendekat dan menariknya ke tengah, memangsanya dan menghisap darahnya seolah dia adalah air jernih.


Anehnya setelah menghantam tuan Eldrich mereka semua terdiam bagai mayat dan tak bergerak sama sekali.


Albert tak tampak sama sekali, lalapan api itu semakin membara, menghanguskan seluruh area markas itu.


Dea menatap lemas ke arah markas besar yang nyatanya adalah laboratorium rahasia milik tuan Eldrich yang selama ini dicari tahu oleh pihak kerajaan.


" Tuan putri, Raja memerintahkan kalian segera kembali ke Istana, situasi saat ini sangat berbahaya, Anda dan Pangeran Yefta harus tinggal di kerajaan untuk sementara waktu!" ucap Perwira dari Kerajaan yang menyampaikan titah.


"Aku tidak mau!!! aku tidak mau hiks hiks hiks... kak Albert... Kak Albert sudah pergi!!!" pekik Dea sambil menangis sesenggukan.


Sekujur tubuhnya remuk, dia tak sanggup menahan tubuhnya lagi hingga wanita itu pingsan tak sadarkan diri.


Bruk!!!

__ADS_1


Dea terjatuh ke atas tanah, bercak merah tampak jelas pada gaunnya.


" Dia berdarah, janinnya!!" pekik Dyroth yang langsung menggendong Dea ke dalam mobil.


Semua orang panik, kejadian ini benar benar di luar perkiraan. Siapa sangka tuan bangsawan serakah itu akan menjalankan aksinya hari ini.


Dea segera dilarikan ke rumah sakit.


Api membara di markas tuan Eldrich, kini area itu diawasi secara ketat oleh pasukan Kerajaan. Seluruh korban dalam kebakaran itu akan dikembalikan ke keluarga mereka masing-masing dan dikuburkan dengan layak.


Bagaimana pun juga, Bangsawan Eldrich masih darah anggota kerajaan. Mereka akan diturunkan.status kerajaannya dan dikuburkan sebagai orang biasa.


Keluarga bangsawan Eldrich habis di tangan tuan Eldrich sendiri. Kini yang tersisa hanya saudara jauh mereka yang tak akan berani bergerak setelah kematian tuan besar Eldrich.


Semuanya hangus, angan angan gila tuan Eldrich hanya mimpi belaka yang tak bisa dipenuhi.


Keserakahannya menghancurkan keluarganya sendiri. Penelitian yang telah lama dia persiapan hancur begitu saja.


Kini Dea tengah berduka, dia kehilangan sosok terpenting dalam hidupnya. Albert, pria malang itu, Kakak yang selalu melindunginya, kakak yang selalu menjaganya dalam keadaan apapun kini tak lagi bisa dia peluk.


Dea dirawat di rumah sakit dengan pengawalan khusus. Bahkan pihak kerajaan juga memberikan pasukan khusus untuk melindungi keturunan bangsawan Yale.


Yefta mendampingi adiknya bersama Ruka, Siska dan ipar Dea yang mendengar kabar itu.


Sedangkan Dyroth, duduk di luar rumah sakit dengan wajah pucat. Luka di punggungnya sangat sakit, dia terkena lemparan belati dari zombi yang menggila itu.


"Arkhhh sialan, sakit sekali!!" geram Dyroth. Dia benci rumah sakit, itu sebabnya dia menolak dirawat, ada trauma tersendiri bagi pria itu ketika dia memasuki rumah sakit.


" Dyroth!!!!" suara teriakan Lucy membuat pria itu terkejut. Dia segera berdiri dan memasang jaket untuk menutupi punggungnya yang terluka.


"Tuan muda, maaf saya tak bisa melarang nona," ucap ajudan Dyroth.


"Lucy,di luar bahaya, kenapa kau ke sini!!" ucap Dyroth dengan wajah kesalnya, berusaha seolah dia baik baik saja.


Lucy berdiri menatapnya dengan mata berkaca-kaca, dia berlari dan...


Hap!!!


" Aku khawatir!!!"ucap gadis itu sambil memeluk Dyroth dengan erat.


"Arkhh...." Dyroth melenguh kesakitan.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2