
Seluruh anggota keluarga Maureer kini berkumpul di rumah sakit di mana Dea dirawat.
Karena tekanan yang begitu besar membuat Dea mengalami pendarahan ringan. Wanita itu perlu memperhatikan kondisi psikisnya dan memperhatikan tubuhnya agar tidak mengganggu perkembangan janinnya yang masih sangat muda itu.
Beruntung tidak terjadi apa-apa,Dea maupun janinnya baik baik saja dan kini sedang beristirahat dengan baik ditemani kedua mertua wanita itu dan juga Amira.
Di luar ruangan rawat inap, tampak Yefta dan yang lainnya duduk dengan tenang sambil mencerna satu persatu apa yang telah terjadi.
"Jadi,kalian berdua adalah anggota Kerajaan Eropa Barat itu? keluarga Bangsawan Yale yang sudah lama musnah?" tanya Mike memperjelas status kedua orang itu.
Yefta mengangguk," hanya kami yang tersisa, dan pusaka ada di tangan kami," jelas Yefta.
" Tidak kusangka tuan Eldrich tega melakukan hal menjijikkan itu hanya demi harta dan tahta!" tukas Ruka yang tak yakin kalau seorang bangsawan terhormat, melakukan hal keji.
"Siapa pun pasti tidak akan pernah menyangka kalau tuan Eldrich melakukan pekerjaan kotor ini!" balas Yefta.
Kejadian ini benar benar membuat heboh dunia. Kejahatan tuan Eldrich terbongkar dalam semalam dan langsung ditangani oleh pihak Kerajaan Eropa Barat untuk mengurangi kontroversi kerajaan.
Keluarga Maureer tentu tidak menyangka kalau kedua menantu perempuan keluarga itu adalah keturunan kerajaan. Amira dan Dea sama sama dari keluarga bangsawan tetapi menjalani garis kehidupan yang menyakitkan.
"Yonatan, bagaimana respon istrimu saat tahu statusnya yang sebenarnya?" tanya Mike.
Yonatan menatap mereka semua, dia ingat betul bagaimana tanggapan Amira tentang statusnya sebagai anak bangsawan.
"Amira tidak hanya tertawa saat menceritakan bahwa dirinya sudah tahu siapa dia sebenarnya," ujar Yonatan.
"Resonnya benar-benar di luar dugaan kami, Amira mengatakan bahwa sekalipun statusnya anak bangsawan, tak akan ada yang berubah, meski tuan Eldrich mencarinya, dia hanya akan menggantikan posisi Dea sebagai pelampiasan amarah keluarganya," tutur pria itu.
Amira memang tidak mengagungkan status, dia sudah tahu sejak lama tentang siapa dirinya yang sebenarnya. Tetapi menyimpan semua itu rapat-rapat dan berdiri di sisi Dea terutama setelah dia tahu apa.yang diperbuat keluarga kandungnya berhadapan keluarga Dea.
"Pantas saja Amira memiliki sikap yang sangat tenang, darah bangsawan itu benar benar mengalir dalam dirinya!" Celetuk Adam.
Mereka mengangguk setuju. Malam yang panjang itu, mereka habiskan di bangsal rumah sakit, mendampingi Dea yang terguncang karena syok.
Dea dirawat selama seminggu penuh di rumah sakit. Perhatian orang terdekatnya sangat dia butuhkan.
Apalagi di masa sulit ini, dia begitu merindukan suaminya yang sampai saat ini tak mengirim kabar terbaru mengenai kondisinya.
__ADS_1
Bahkan Adam yang biasanya berhasil memaksa mencari tahu keadaan Sagara, sama sekali tak bisa menghubungi sekretaris Lin, Barak maupun Bima.
Keberadaan mereka tak lagi bisa dilacak. Tampaknya Lin memblokir titik keberadaan mereka sehingga siapapun tak bisa menemukan mereka.
" Ahhh seandainya ada Sagara di sini, adik ipar pasti akan lebih tenang," ujar Adam.
" Kau benar Dan, tapi sampai sekarang masih tak ada kabar dari mereka!" ucap Mike.
"Ruka, apa ada informasi yang dia kirim ke organisasi!?" tanya Adam.
Ruka menggelengkan kepalanya," organisasi tidak menerima kabar apapun, kami juga Hiatus dan kalian tahu sendiri, anggota tidak akan bergerak sebelum tuan tiba," tutur gadis itu.
Semuanya tentu dibuat bertanya-tanya dengan keadaan Sagara saat ini. Sama sekali tidak ada informasi terbaru mengenai kondisi pria itu.
Padahal di saat seperti ini, Dea sangat membutuhkan dukungan suaminya.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, kita sebaiknya percaya pada Sagara, dan sebisa mungkin memberikan Dea tempat perlindungan yang aman!" ucap Adam yang dibalas anggukan setuju oleh mereka semua.
Sama halnya dengan Lucy yang terus menjaga Dyroth di markas.
Dyroth mendapat dua puluh jahitan di punggungnya, membuat dia harus tidur tengkurap berhari hari. Selain luka itu, di kaki dan tangannya juga ada luka lain yang cukup parah.
Lucy mendampingi pria itu, menjaganya dengan sungguh sungguh.
Waktu terus berlalu, hati Dea terus diuji. Dia butuh waktu yang lama untuk merelakan kematian kakak laki-lakinya. Bahkan Amira juga terguncang karena kabar kematian Albert.
Sosok pria yang hangat dan mudah senyum itu kini tak lagi bersama mereka.
Tak butuh waktu lama, pemakaman yang khusus dilaksanakan untuk mendiang Albert yang tubuhnya sudah dilalap api.
Mereka tak menemukan sisa tubuh Albert. Banyak anak buah Eldrich yang terbakar hangus dalam kebakaran besar itu.
Tubuh keluarga tuan Eldrich telah dikonfirmasi, mereka terpanggang dan hanya tersisa sebagian anggota tubuh yang masih utuh.
Dea secara khusus mendirikan senotaf, berupa tugu peringatan atas kematian dan pengorbanan Albert terhadap seluruh anggota Macron dan bangsawan Yale.
Nama Albert akan dikenang sebagai pahlawan bagi keluarga Kerajaan. Dia akan dikenang sebagai sosok pahlawan yang mengorbankan dirinya demi orang lain.
__ADS_1
Foto pria yang belajar ilmu kedokteran itu terpajang di senotaf besar yang ditempatkan di sebuah bukit yang mengarah langsung ke laut, tempat favorit Albert.
Dea berdiri dengan wajah sendu sambil menggenggam sebuket bunga Tulip berwarna warni, dia berdiri bersama Amira yang juga menggenggam sebuket bunga mawar, dua jenis bunga yang sangat disukai oleh Albert.
Di belakang mereka, bangsawan Yale, anggota keluarga Kerajaan, anak buah kelompok Macron dan Anak buah Dyroth serta teman teman Dea yang lain berbaris rapi memberikan penghormatan terakhir kepada sang pahlawan.
"Kak Albert, kami akan merindukan mu," ucap Dea sambil menangis tersedu-sedu.
Amira segera merangkul sahabatnya itu, menatap ke arah tugu peringatan itu sambil tersenyum.
" Sampai jumpa di dunia yang lebih indah, kami akan selalu mengingat mu, anak anak kami akan bangga memiliki seorang paman yang hebat seperti dirimu tuan muda Albert," ucap Amira.
Langit bersinar begitu indah, Ngin yang lembut menari membawa dedaunan terbang ke sana kemari.
Burung-burung berkicau dan hinggap di puncak tugu peringatan Albert. Bunga bunga bermekaran dengan indah, alam berseri dan tersenyum menatap mereka.
Kepergian Albert membawa duka tetapi tampaknya alam tak mendukung mereka untuk berduka. Mereka diberikan senyuman yang indah di hari peringatan itu.
" Bahkan Alam pun tersenyum bahagia menerima raganya, Albert pasti sosok yang hangat dan penuh kasih terhadap Amira dan Dea," ucap Yonatan seraya menatap langit yang begitu indah.
Semuanya mengangguk setuju, keindahan hari itu diabadikan dalam beberapa foto. Semuanya tampak tersenyum menatap tugu peringatan Albert, seolah jiwa pria itu masih bersama sama dengan mereka. Seolah Albert tak pernah meninggalkan mereka.
Sementara itu....
Laboratorium Gondam New York tengah terjadi ketegangan mengejutkan yang membuat seluruh tenaga medis di pusat penelitian kesehatan itu terdiam dengan wajah pucat pasi.
" Cepat!! Cepat!! Denyut nadinya semakin melemah!!!!" pekik dokter Arthur yang tengah memberikan CPR pada Sagara. Sementara Brankar Sagara sedang di dorong menuju ruang operasi..
"Minggir kalian!!! PERCEPAT!!!! AWAS KALAU SAMPAI TERJADI SESUATU PADA TUAN MUDA!!!!" pekik sekretaris Lin sambil berlari mendorong brankar itu bersama dokter Barak, Bima dan beberapa perawat lainnya.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1