Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Jangan Ganggu Aku


__ADS_3

Adam pertama kali menerima panggilan yang begitu hangat seperti itu sampai membuatnya terdiam.


“ kau panggil aku apa tadi?” tanya Adam dengan wajah tak yakin, dia pikir dia salah dengar.


“Mas Adam, panggilan ini lebih cocok karena Mas Adam akan jadi suami Karina, selain itu orang orang di kampung kalau memanggil suaminya juga dengan sebutan ini, jadi lebih dekat dan akrab, apa ada masalah Mas Adam ?” tanya Karina.


Adam terdiam sejenak, panggilan ini sangat bagus, entah kenapa dia begitu menyukainya,” hmm...” Adam mengusap dagunya.


“ Sebenarnya aku kurang suka, tapi lebih baik daripada kau memanggilku Om-om, aku jadi terlihat tua!” ucap Adam.


Karina menggelengkan kepalanya,” tidak Mas, Mas nggak kelihatan tua, malahan sewaktu kita bertemu pertama kali di restoran hari itu, Karina pikir Mas adam itu abang abang mahasiwa yang lagi nongkrong kayak di tipi tipi itu loh, “ celetuk Karina.


“ Soalnya penampilan Mas Adam itu bagus tenan, bikin sipapun pasti dag dig dug ser!” ujar Karina dengan jujurnya.


Adam menatap Karina yang begitu bersemangat menjelaskan tentang penampilannya. Karina sampai menggerakkan kedua tangannya dengan mimik wajah yang berganti ganti.


Adam menatapnya smabil menahan tawa, ini kali pertama dia bertemu gadis seperti Karina, sangat cerewet tapi jujur saja dia begitu menggemaskan,” Menggemaskan,” batin Adam.


“ Hahahhahaa.... .kau benar benar tidak bisa berbohongya, dasr bocah!” celetuk Adam menertawakan karina.


Gadis itu mengerucutkan bibirnya,” Karina bicara jujur loh mas Adam,” ucap gadis itu.


“baiklah-baik,aku sudah tahu, sekarang kau bereskan barang barangmu itu, dan tinggallah dengan tenang, kau boleh berkeliling, tanya yang mau kau tanyakan,” ucap Adam.


“ Aku mau bekerja di balik rak buku itu, jangan menggangguku, tak perlu hiraukan aku!” tegas Adam.


Dia memang sangat benci jika diganggu ketika sedang bekerja.


“ baik Mas Adam,” jawab Karina dengan patuh.


Adam melangkah dengan senyuman tipis di bibirnya, dia benar benar jadi pria yang aneh, melakukan hal yang tak pernah dia lakukan di masa lalu bahkan sampai mementingkan kenyamanan Karina.


"Mas Adam, hemm.. Boleh juga kau gadis udik!" batin Adam.


Adam menyalakan lampu agar Karina tak tersandung, membuka pintu ruangan agar gadis itu tak kebingungan dan memilih bekerja di rumah selama Karina menyesuaikan diri.


Tanpa sadar dia malah menaruh perhatian nya yang mahal itu kepada Karina.


“ Mika datang apartemenku bersama Leo, bawakan semua barang yang ada dalam daftar, tak tertinggal satu pun!” ucap Adam.


“ bagaimana dengan dokumen itu tuan? Seharusnya saya menyampaikannya beberapa hari lalu, tapi karena rapat mendadak saya tidak bisa,” jelas Mika yang tidak dapat datang ke rumah sakit beberapa hari lalu karena ada tugas mendadak yang harus dia tangani.


“ Bawakan semua, dan minta Leo menyuruh orang mengurus rumahku, dalam beberapa minggu aku akan pindah ke sana,” jelas Adam.


“ baik tuan, tapi kenapa tuan pindah?” tanya Mika.


“ Mika, kau terlalu banyak bicara, lakukan saja!” ucap Adam dengan kesal sambil menutup panggilan teleponnya.

__ADS_1


Di seberang sana, lagi lagi Mika mengumpat, butuh kesabaran ekstra menghadapi bosnya yang gila kerja ini, dan sekarang dia malah menjadi lebih gila dari sebelumnya.


“ Arkhhh Leoooooo.... siapa lagi yang membuat tuan muda Maureer kedua ini menjadi semakin gila?” Mika mencengkram rambutnya sendiri.


“ Sabar Mika, sabar, doakan saja ada malaikat yang akan menyelamatkan kita dari penderitaan ini,” ucap Leo yang tengah menyeruput kopinya.


Semalaman dia tak tidur sampai mata panda nya terlihat begitu jelas.


Dia diganggu terus menerus oleh Adam dengan berbagai pertanyaan seputar hubungan kekasih.


Kembali ke apartemen Adam. Pria itu tampaknya begitu asyik dengan pekerjaannya. Dia sudah berkutat di depan komputernya selama tiga jam sejak tiba di rumah. Sedangkan Karina sudah berkeliling rumah itu sampai berkali kali hingga dia bosan dan lapar.


Karina melangkah ke sana kemari, dia mengintip Adam yang sedang sibuk dengan komputernya,” Mas Adam bekerja keras,Karina juga harus punya pekerjaan supaya seimbang dengan Mas Adam,” pikir gadis itu.


“ Karian gak mau Mas Adam malu kalau suatu saat mas membawa Karina keluar, hmm... Karian harus cari pekerjaan,” batin gadis itu .


Krruuuuukkkkkk.....


Perut Karina berbunyi begitu keras, dia benar benar kelaparan. Dia menatap ke sana kemari, “ ahhh sebaiknya aku memasak, “


“ apa Mas ada mau ? ahh bikin saja, kalau gak mau nanti Karina habiskan sendiri!” gumam gadis itu sambil tersenyum.


Meski berasal dari desa, Karina bukan orang biasa yang bisa dipandang sebelah mata. Dia bisa melakukan apa saja dengan kemampuannya ketika dia ingin menguasai suatu keahlian.


Gadis ini sangat pintar memasak, orang orang di desa sudah mengakui kemampuan Karina. Berkali kali dia diajak ke kota untuk meniti karir yang lebih cemerlang soal dunia memasak, tetapi sebanyak itu juga dia menolak dengan alasan ingin bersama sang kakek.


Gadis itu masuk ke dapur. Jelas semua alat yang ada di sana adalah barang barang baru yang belum pernah dia pakai.


“ Bagaimana cara pakainya?” pikir Karina.


Dia menggigit jarinya, memikirkan cara agar dia bisa menggunakan benda benda di dapur itu.


Karina teringat dengan kata kata Adam


” tanyakan jika ada masalah,”


“ Jangan ganggu aku jika sedang bekerja!”


Seketika sebuah ide muncul di kepala gaids itu,” aku harus membuatnya tidak melanjutkan pekerjaannya,” gumam Karina.


Dia berjalan ke kulkas, ada buah buahan segar di sana dan juga yoghurt dan beberapa sirup manis.


“ Ini saja!”


Karina memotong beberapa jenis buah, memasukkannya dalam wadah yang sama lalu menuang yoghurt, sirup manis dan es batu lalu mencampurnya menjadi satu. Jadilah salad buah sederhana buatan Karina.


Gadis itu berjalan menuju ruang kerja, tampak Adam tengah bersandar dan menatap ke langit langit ruangan, ini kesempatan yang bagus untuk masuk.

__ADS_1


“ mas Adam!” panggil gadis itu.


Adam terkesiap, dia segera memperbaiki posisinya,” hmmm....masuk!’ ucapnya dengan nada dingin.


Karina masuk dan berjalan dengan cepat,” ini Karina buatkan salad buah untuk mas Adam , silakan dinikmati!” ucap Karina.


Adam menatap mangkuk itu,” bawa, aku tidak lapar!” ucap Adam.


“ emm.. ta-tapi...”


“ Karina kau menggangguku, bukankah sudah ku bilang jangan mengusikku saat bekerja? Kau tidak dengar?” Adam berbicara dengan nada kasar pada gadis itu.


Karian mengulum bibirnya sambil memeluk mangkuk itu,” ma-maaf, Karina mau tanyakan sesuatu, ta-tapi..


Ting...nong!!


Tiba-tiba suara bel terdengar.


“ bukakan pintu!” ucap Adam dengan nada dingin.


“ ba-baik Mas,” jawab karina sambil membawa mangkuk itu.


“ letakkan mangkuknya disini, mau kau bawa bawa ke depan tamu?” ketus Adam seraya memutar mutar pulpen di tangannya.


Dengan patuh Karina melakukan perintah adam. Dia berjalan dengan cepat menuju pintu apartemen dan membukakan pintu .


“ Ehhh? Pelayan baru?” Seorang perempuan berdiri di depan pintu sambil menatap Karina dari ujung kepala sampai ujung kaki.


“ Si-silahkan masuk,” ucap Karina.


“Bawakan tas jan jasku, jangan sampai rusak!” perempuan itu memberikan barangnya pada karina, seolah Karina adalah pembantu di rumah itu.


Beberapa orang masuk ke dalam apartemen itu dengan berbagai barang yang mereka bawa.


“ Adaaaammm... i’m coming babe!!” perempuan itu berteriak dengan kencang sambil berjalan ke sana kemari dengan angkuhnya.


“ Pelayan, di mana Adam?” gadis itu menatap Karina dengan tatapan arogannya.


“a-aku... bu-bukan..” Karina berusaha menjelaskan tapi kata katanya terputus begitu Adam berbicara.


“Jean apa kau gila? Beraninya kau berteriak di rumahku!!! Kau bosan hidup hah!” Adam berkancah pinggang menatap kedatangan mereka.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2