Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 36


__ADS_3

Acara demi acara mereka lewati. Suasana cukup meriah, Seminar bisnis sekaligus perayaan ulang tahun istri tuan Lee, salah satu pebisnis ulung dalam dunia teknologi yang sudah sangat banyak dikenal oleh orang.


Bahkan Dea sendiri mengenal orang itu dan juga perusahaan IT yang sedang dia kembangkan.


Perusahaan Raksa yang di pimpin oleh tuan Lee sedang mengembangkan teknologi kesehatan digital yang sedang dilirik oleh banyak orang belakangan ini.


Teknologi kesehatan yang di ciptakan dengan kemampuan mengetahui kondisi kesehatan tubuh pasangan. Teknologi kesehatan terbaru ini di masukkan dalam sebuah aplikasi yang dapat di install dalam perangkat seluler mana pun.


Sagara ingin mengambil teknologi ini dan menggabungkannya dengan teknologi jam tangan kesehatan yang sedang dia kembangkan saat ini dengan berbagai fitur yang sangat mendukung.


Sagara menatap ke arah Tuan Lee yang sedang melakukan presentasi sebelum acara ulang tahun istrinya dilaksanakan. Dia menatap dengan serius dan memperhatikan setiap detail ucapan pria itu.


Usia mereka tak jauh berbeda, hanya saja tuan Lee sudah menikah terlebih dahulu dan memiliki seorang anak laki laki dari hasil pernikahannya dengan istrinya.


Sedangkan istri tuan Lee adalah salah satu sutradara ternama yang dihormati dalam dunia perfilman.


“ Pssstthh... pssstthhh... haloooo... ada orang di sana!!!” suara bisikan si jahil Dea terdengar di telinga tuan Sagara.


Pria itu menoleh pada istrinya yang sedang menatapnya hendak menyampaikan sesuatu.


“ ada apa?” tanya Sagara seraya menatap kedua netra istrinya dengan lembut.


Dea tertegun sejenak, tatapan mata yang begitu lembut, siapa yang akan tahan dengan serangan tiba tiba itu.


“ arrkhhh matanya kenapa jadi sayup sayup lemesin begini arrkhhhh..... tampan sekali!!” batin Dea berteriak.


Bukannya menyampaikan maksudnya, Dea malah senyum senyum tidak jelas sambil mengedipkan kedua matanya menatap keindahan ciptaan Tuhan di hadapannya.


“ ya Tuhan, berikanlah satu mahluk setampan ini padaku, luar biasa!!” gumam Dea sampai tidak sadar kalau Sagara mendengarnya dengan jelas.


Tuk!


Jari pria itu mendarat di kening Dea membuat lamunan gadis itu berantakan.


“ Kenapa melamun? Ada apa?” tanya Sagara yang selalu dibuat geleng geleng kepala dengan tingkah istrinya.


Dea terkekeh,” apa acaranya masih lama? Aku lapar.....” bisik Dea seraya melirik ke kanan dan kiri.


Sagara tersenyum,” sebentar lagi, setelah presentasi ini, akan masuk acara ulangtahun, kau bisa makan nanti,” ucap Sagara sambil mengeluarkan cokelat dari kantongnya.


“ ini makanlah dulu,” ucap Sagara sambil meletakkan cokelat kecil itu di tangan Dea.


Mata gadis itu langsung berbinar binar menatap tiga buah cokelat bulat dalam pembungkus emas yang sangat berkilau. Seolah mendapatkan harta Karun dia mengangkat ketiganya tinggi tinggi,” uwaahhhh kau ternyata punya kantong ajaib, apa masih ada?” celetuk Dea dengan penuh semangat.


Senyumannya bersinar membuat Ruka, Bima dan Lin yang duduk di dekat mereka tertawa geli dengan kelakuan Dea.

__ADS_1


“Aku punya permen, kau mau?” tawar Bima sambil menyodorkan permen tangkai miliknya pada Dea.


“ Uwahhh... permen, aku mau!” balas Dea dengan penuh semangat hendak mengambil permen itu tetapi tiba tiba...


Grep!


“ aku sedikit lapar, untukku saja, permen tidak bagus untuk gigimu!”ucap Sagara dengan ketus seraya menatap tajam Bima yang tampak perhatian pada istrinya.


“ cihhh hanya permen saja kau cemburu!”balas Bima.


Dea tertawa, dia melirik Ruka dan Lin yang juga tertawa dengan tingkah dua pria menyeramkan itu.


Gadis itu duduk dengan tenang lalu menatap ke depan lagi sambil memakan cokelat bulat yang diberikan oleh Sagara tadi, sedangkan Sagara memakan permen milik Bima.


Sagara melirik Dea yang terlihat begitu bahagia dengan hal hal kecil, sifat pendekar kecil nya yang tak pernah berubah.


“ baru diberi permen dia sudah tersenyum seperti mendapatkan harta karun, kau selalu sama Dea,”batin Sagara dengan senyuman tipis yang malah membuat semua yang melihatnya terkena diabetes saking berbahayanya senyuman tampan itu.


Seperti yang diucapkan oleh Sagara, presentase yang dilakukan tuan Lee sekaligus seminar ringan itu telah berakhir dan dilanjutkan ke acara ulang tahun istri tuan lee.


Dea langsung menatap suaminya dengan mata berbinar binar seolah sedang meminta ijin pada pria itu.


Sagara menepuk pucuk kepala Dea dengan lembut,” sana pergilah,” ucap Sagara .


“yesh!!” seru Dea sambil mengangkat kedua tangannya dengan ceria membuat Sagara dan yang lainnya tersenyum.


Dea berjalan dengan penuh semangat seperti anak kecil menuju meja hidangan dengan Ruka dan Bima yang menjaga gadis itu.


Sementara itu, Sagara bersama sekretarisnya tampaknya sedang memulai aksi mereka untuk membicarakan kerja sama dnegan tuan lee yang sebenarnya sudah dalam proses peninjauan oleh perusahaan tuan lee.


Pembicaraan mereka tampak sangat serius.


Sagara dan Lin berbicara di sana, dan di sisi lain Dea sedang mengadakan tur makanan di pesta itu. Selagi ada kesempatan untuk keluar dan menikmati hidangan unik yang belum pernah dia makan, dia akan memanfaatkan kesempatan itu untuk memakan semuanya dengan penuh semangat.


“ Uwahah... ini enak!” seru Dea sambil menatap Ruka dan Bima yang juga menikmati hidangan itu bersama Dea dan tamu tamu lainnya.


“ Nyonya pelan pelan saja makannya, tidak akan ada yang merebutnya dari Anda,” ucap Ruka.


“ Heheh aku sangat lapar Ruka, dan makanan nya juga enak, “ balas Dea dengan wajah polosnya.


Dea menatap sekeliling sambil memperhatikan suaminya yang jauh di sana sedang berbicara dengan tuan Lee dan pebisnis lainnya dengan serius.


Gadis itu menatap Sagara, di antara ratusan manusia yang hadir dalam acara itu, kedua netranya hanya tertuju pada satu orang yaitu suaminya, pria yang dia panggil si monster tiang listrik.


Dea menatap Sagara, tersenyum dengan pikiran jahilnya.

__ADS_1


“ dia sangat tampan bahkan ketika dilihat dari jauh seperti ini!” batin gadis itu.


Dea menatap ke sekeliling, Ruka dan Bima selalu bersamanya.


Matanya malah menangkap seorang anak kecil yang merangkak ke bawah meja sambil membawa lilin kue ulangtahun yang dimasukkan ke dalam mulutnya.


“ Ruka, Bima itu ada anak kecil!!” ucap Dea dnegan wajah panik.


Gadis itu langsung meletakkan makanannya dan berlari mengejar anak laki laki yang bersembunyi ke balik meja di sudut ruangan pesta itu.


“ Nyonya ada apa?” tanya Ruka terkejut.


Dea mendekati meja itu dan jelas dia melihat anak laki laki yang usianya sekitar 4 tahun sedang bersembunyi di sana sambil mengunyah lilin kue ulang tahun tanpa ada yang mengawasi.


“ ya ampun, kenapa makan lilin adik kecil!!” seru Dea dengan wajah panik, Bima dan Ruak juga jelas melihat kalau anak itu memakan lilin yang dia pegang dan jelas itu berbahaya.


"Ruka, Bima tolong kalian ambilkan air dan tissu!!' ucap gadis itu yang dengan cepat mengeksekusi lilin dari tangan bocah kecil itu.


Dea langsung menarik anak itu dan merampas lilin merah yang dia pegang, melemparkannya ke sembarangan arah dan berusaha mencongkel keluar lilin dalam mulut anak itu.


Tanpa sadar kalau dari seberang sana ada seseorang yang menatapnya sambil tersenyum licik.


“ Huwaaa....... Mamaaa!!!” anak itu berteriak karena terkejut, membuat beberapa orang langsung menoleh pada mereka .


Dea tak peduli dengan teriakan bayi itu selama dia bisa menyelamatkan anak yang memakan benda asing itu.


Bima dan Ruka sedang mengambil tissu dan air untuk anak itu.


“ keluarkan , jangan di makan kau bisa tersedak nanti!!” ucap Dea sambil berusaha mengambil benda itu dari mulut si anak dan..


“ hhahh keluar!”ucapnya seraya mengangkat lilin besar itu dari mulut anak laki laki itu.


“apa yang kau lakukan pada putraku!!” Seorang wanita berteriak dan berlari menghampiri Dea lalu merebut anak itu dan melayangkan satu pukulan ke arah Dea .


Plakk!!


Satu tamparan keras mendarat di wajah Dea.


"Arkhhh.... sshhh.... Ka..kau!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen.


__ADS_2