Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 33


__ADS_3

Sagara, berbaring di samping tubuh istrinya yang dia angkat dari Bangsal nyonya rumah ke dalam bangsalnya sendiri.


Menjadikan satu tangannya tumpuan, dia terus menatap Dea yang sejak tadi bergumam, tertawa bahagia dalam mimpinya.


Pria itu menatap Dea, debaran aneh itu muncul lagi, gejolak bahagia yang sama dia rasakan kembali.


"Ehehehhe.... Pendekar akan menyelamatkan Teddy Bear!!" Ucap Gadis itu sambil mengangkat tangannya ke atas. Tertawa cekikikan sambil menepuk-nepuk tempat tidur.


Bibir Sagara tersenyum, " Apa kau tidak mengenali Teddy Bear mu sendiri? Apa kau tidak ingat denganku Pendekar kecil ku?" Ucap Sagara dengan mata berkaca-kaca.


Dea adalah perempuan yang selama ini dia nantikan. Bahkan orang terdekatnya tidak tahu kalau dia selama ini mencari keberadaan Dea. Sekretaris Lin bahkan sahabat sahabatnya tidak tahu kalau alasan besar di balik pernikahan yang diubah itu adalah masa lalu Sagara dengan Dea.


Sagara menatap Dea yang terlelap di sampingnya. Sejak tadi Dea telah bergumam tentang banyak hal, sepertinya mimpi indahnya belum juga berakhir.


Sagara menatapnya terus, tangannya perlahan lahan bergerak dan mengusap surai hitam gadis cantik itu. Ketika pertama kali dia melihat Dea di acara ulangtahun tuan Eldrich, dia menyadari wajah gadis itu sangat familiar baginya.


Saat itu, dia langsung mencari tahu sendiri siapa Dea dan seluruh masa lalunya. Hingga dia benar benar menemukan foto masa remaja gadis itu, wajah yang sama dengan gadis yang dia cari selama ini, perempuan yang dia panggil sebagai pendekar kecilnya.


"Emmm.... Teddy bear.... Teddy bear ku yang menggemaskan!!" Celetuk Dea .


Gadis itu mendekat ke tubuh Sagara dan memeluknya dengan erat. Mengusap usapkan kepalanya ke dada Sagara, membayangkan pria di depannya adalah Teddy bear kesayangannya yang juga sudah lama dia cari.


Dea memeluk erat pria itu, membuat Sagara terdiam membatu di samping istrinya, dia menatap istrinya yang terlelap seperti beruang kecil. Memeluknya dengan erat sampai membuat Sagara tersenyum.


Pria itu tetap berbaring di sana, menatap istrinya dengan tatapan lembut. Dia jelas orang yang berbeda, dia memperlakukan Dea bagaikan seorang putri.


"Hoaaammm..... Nyaman sekali!!!" Gumam Dea sambil menepuk nepuk dada bidang suaminya.


"Dia tidak bisa tidur dengan tenang ya," gumam Sagara.


Hingga gadis itu tiba-tiba terbangun saat dia merasakan ada yang janggal dengan benda yang dia peluk.


" Tunggu dulu, wangi, lebar dan hangat, apa ini!?" Dea terbangun, dia langsung duduk dan menatap objek di depannya. Matanya terbuka dengan sempurna saat mendapati suaminya, si pria monster itu berbaring di sana sambil menaikkan sebelah alisnya menatap Dea.


Jubahnya tersingkap hingga dada bidangnya terlihat jelas.


" Warrkhhhhhh!!!!!! Apa apaan kau!!!!" Pekik Dea histeris, dia hendak melompat dari tempat tidur, tetapi Sagara langsung menariknya dan menjatuhkan Dea ke atas kasur.


Tubuh Sagara berada di atas tubuh Dea, ini juga bukan disengaja.


Kedua netra mereka masing-masing saling menatap satu sama lain. Rasanya mulai gerah. Pipi Sagara bersemu merah, dia terus menatap Dea dengan jantung berdegup kencang.


Deg deg deg!!!


Dea dibuat jantungan, " wahh... Kapan lagi melihat wajah tampan ini dari posisi sedekat ini, ahh mataku diberkahi wajah tampan!" Gumam Dea yang kehilangan fokusnya karena wajah tampan sang suami.

__ADS_1


Keduanya berada di posisi itu untuk waktu yang lama, saling menatap satu sama lain dengan perasaan aneh yang menggelora.


"Ekhmm... Ka... Kau berat!!" Ucap Dea dengan suara gugup.


Sagara segera berbalik dan memutar posisi mereka hingga Dea yang berada di atas tubuhnya.


Deg deg deg...


Pipi Dea sudah sangat memerah, jantungnya berdegup dengan kencang dan desiran darahnya membuat sekujur tubuhnya menjadi panas.


Ini pertama kali bagi gadis itu berada di posisi aneh dengan seorang pria .


"Mau sampai kapan menatapku?" Tanya Sagara sambil menaikkan sebelah alisnya, senyuman tipis di bibirnya dan tatapan penuh godaan yang berhasil membuat Dea jadi salah tingkah.


" Eh... Ekhmm.. ma.. maaf, Ka.. kau yang salah!!!" Celetuk gadis itu sambil buru buru bangkit dari tubuh Sagara.


Dea sangat gugup, dia menatap ke arah lain sambil mengipasi wajahnya yang sudah seperti kompor kebakaran.


" Ya Tuhan, bagaimana ada manusia setampan itu di muka bumi ini, arrhhhkkk aku malu!!!! Jantungku mau melompat keluar, huhffhh haahh... Ini menegangkan!!!" Batin Dea berteriak histeris.


Sagara segera duduk, dia menatap kelakuan Dea yang berhasil membuat kedua netranya tak kunjung bosan menatapnya.


Dea bergelut di depannya, memukuli kepalanya sendiri dan berbicara sendiri.


"Kepalamu bisa bocor kalau kau pukul terus!" Ucap Sagara dengan suaranya yang berat.


"Hehehe.... Maaf," ucapnya sambil cengengesan.


"Kenapa aku bisa di... Di kamarmu?"tanya Dea sambil menatap ruangan lebar nan besar yang tak memiliki dekat antara ruang yang satu dengan yang lain.


Bangsal Sagara memang terlihat seperti aula luas dengan semua perabotan terletak sesuai fungsi masing-masing. Sagara tidak membuat pembatas selain kamar mandi.


"Menurutmu?" Tanya Sagara balik.


Dea mengulum bibirnya," aku kan ketiduran, bagaimana aku bisa tau kenapa aku berakhir di sini, dasar orang aneh!" Gumam Dea sambil melirik ke sana kemari.


"Ekhmm!!" Sagara berdeham.


" Kenapa Tuan Mons.. tuan Sagara, batuk ya? Atau tenggorokannya kering ya, mau saya ambilkan minum!? Tunggu sebentar ya!!" Celetuk Dea dengan wajah berbinar hendak melarikan diri dari sana begitu menemukan alasan untuk keluar dari ruangan Sagara


"Kau pikir kau bisa keluar hmm?" Sagara mengangkat kunci ruangannya dan dengan sengaja membunyikan gemerincing kunci itu.


Dea berhenti mendadak saat hampir sampa di pintu tapi karena larinya kencang, dia tak bisa menahan gerakan tubuhnya hingga...


"Eeehhhh... eh.. ehhh... arkkhh!!"

__ADS_1


Bruk!!


Kepala gadis itu terjedot ke pintu.


" Arrkhhh....sshhhh... Sakit sakit sakit!!!!" Teriak Dea sambil melompat-lompat kesakitan seraya mengusap usap keningnya.


Sagara tertawa kecil, bagaimana bisa ada mahluk aneh seceroboh istrinya.


"Kau baik baik saja?" Sagara berdiri dan menghampiri gadis itu, hendak melihat kondisi kepala Dea.


" Menjauh!!!!" Teriak Dea yang malah berjalan mundur sampai posisinya sangat jauh dari Sagara.


"Dasar kau, arrhhkkk... kepalaku terdejot lagi!! Ini gara gara Kamu!!!' teriak Dea.


Dia adalah satu satunya manusia di bumi ini yang bernyali besar dan berhasil meneriaki seorang tuan muda Sagara yang menakutkan.


" Salahku? Kenapa itu jadi kesalahanku nona?" Tanya Sagara sambil berkancah pinggang.


" Gara gara dirimu berbicara tiba-tiba dan mengancamku, huhuhuuu.... Dasar jahat!!!" Rengek Dea sambil mengerucutkan bibirnya menatap Sagara.


" Padahal hampir berhasil melarikan diri dari kamar ini, kenapa juga aku terjebak di sini bersama orang ini!!! Arrkhhh tolong aku!!!!!" Batin Dea merana.


Sagara berjalan mendekati gadis itu, perlahan namun pasti sampai membuat Dea bergerak ke belakang dengan tubuh gemetaran.


" Ma.. mau apa kau, Pe.. pergi!!" Teriak Dea seperti anak kucing ketakutan.


"Apa kau pikir itu salahku hmm?" Tanya Sagara.


Dea menggelengkan kepalanya," tidak!! Aku salah, sana menjauh dariku dasar kau tiang listrik, menjauh sana!!" Ucap gadis itu terbata-bata sampai dia terdesak ke dinding.


" Sudah ku bilang...


Tak!!


Tangan Sagara mengungkung gadis itu, dia berdiri tepat di depan Dea sambil menatap gadis itu dengan tajam.


"Kau tidak akan bisa kabur!" Ucap Sagara dengan senyuman licik di wajahnya.


" Arkrhhhh...... Toooloong aku siapapun!!!!! Huwaaaa!!!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2