
Dea berdiri di dalam ruangan kerja suaminya. Dadanya berdebar kencang setiap kali dia mengingat suaminya yang tengah berjuang tanpa kabar di negeri asing sana.
" Nyonya, sebaiknya anda kembali ke mansion, wajah anda terlihat sangat pucat, " ucap Anna yang diangkat sebagai asisten Sagara untuk membantu mengontrol perusahaan.
Dea menatap Anna dengan wajah sendu. Memang benar wajahnya terlibat pucat, selain karena mual dan muntah, tampaknya wanita itu terusik karena rasa khawatir akan keadaan suaminya yang tak dia ketahui sama sekali.
" Anna, apa sekretaris Lin dan menghubungiku?" tanya Dea dengan nada sendu sampai membuat Adam yang mengambil alih manajamen grup Sagara untuk sementara waktu terdiam membisu di atas kursinya.
Adam tahu semua keadaan Sagara, tentu karena dia mengirim anak buahnya untuk menjaga Sagara di sana. Juga memaksa Lin melaporkan segalanya pada dirinya dengan mengancam Lin menggunakan nama Dea.
"Tidak nyonya, kalaupun Lin menghubungi, pasti dia akan menghubungi anda terlebih dahulu, sesudah berminggu-minggu saya tak menerima kabar apapun," tutur Anna.
Dea menghela nafas, lalu dia lemparkan pandangannya ke arah Adam.
" kak Adam, bagaimana denganmu? apa menerim kabar dari Lin? " tanya Dea.
Adam menggelengkan kepalanya dengan pelan," Belum ada kabar apa apa Dea, tenanglah, Sagara pasti akan sembuh, hanya butuh waktu," ucap Adam seraya mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.
" Aku takut dia akan pergi saat ku belum melakukan apapun padanya, Sagara jangan jadi bajingan, cepat sadar dan kita bertarung seperti biasanya!" batin Adam.
Pikirannya kini tengah dikacaukan oleh laporan dari Lin tentang kondisi kesehatan Sagara yang terus memburuk bahkan sekarang penyakitnya mulai menyerang sistem kekebalan tubuh Sagara.
Wajah Dea tampak murung, dia mengusap perutnya yang tak lagi rata. Anehnya, usia kandungannya baru menginjak tiga bulan, tetapi tampak lebih besar dari ibu hamil biasanya.
"Aku pasti akan pulang dengan sehat,menemui kalian berdua!" kata kata Sagara menguatkan hati Dea.
Daripada berlarut-larut dalam kesedihan, Dea memilih untuk percaya pada kata kata suaminya. Dea memilih percaya pada kehendak sang Pencipta untuk keluarga kecilnya.
Bubur wanita itu melengkung dengan sempurna ke atas.Wajahnya yang tadinya murung, seketika kembali berseri.
Dea sadar akan kondisinya saat ini. Dia juga ingat pesan suaminya untuk berhati-hati selama masa trimester pertama periode kehamilannya.
"Dia sudah tersenyum lagi? cepat sekali!" batin Adam demikian Anna yang sejak tadi menatap wajah wanita itu.Takut dan waspada jika sampai Dea menangis histeris di sana.
tetapi yang mereka lihat adalah wajah cantik dan ceria, wajah seorang istri yang memilih menaruh percaya pada suaminya daripada memikirkan hal menyedihkan yang tidak pasti.
"Kalau paman Dyroth di sini, dia pasti kan mengomeli Mama," batin Dea seraya mengusap perutnya.
" Dea cemilanmu datang!!" suara ceria Yefta kembaran Dea terdengar menggelegar. Tampak pria itu menerobos masuk ke dalam ruangan Presdir sambil menenteng keripik udang kegemaran Dea serta manisan mangga muda yang langka. Dan jumlahnya sangat banyak!
Dia berlari ke dalam ruangan dengan penampilan mencengangkan.
"Huweekk...uhuk.. uhukk!" Dea tiba tiba mual. Bukan hanya dia yang mual, bahkan Adam dan Anna pun ikut mual melihat penampilan Yefta yang benar benar kacau.
" Yefta apa yang terjadi padamu!? kau bau got!!" ucap Adam yang lekas menarik Dea menjauh dari Yefta.
Ketiga orang itu cepat cepat menutup mulut dan hidung mereka. Yefta masuk ke dalam ruangan dengan pakaian compang-camping, rambutnya hampir botak, wajahnya bonyok dan kedua kakinya tampaknya menginjak air got.
Tetapi cemilan yang dia pegang bersih dan disimpan rapi dalam box transparan agar tak terkontaminasi dengan bau tubuhnya yang super menyengat itu.
__ADS_1
" Hehehhe... tadi habis perang rebutan manisan mangga muda sama emak-emak, ujung-ujungnya kecebur ke got tapi makanannya aman sentosa!" celetuk Yefta sembari meletakkan cemilan di atas meja.
" Kak Bau sekali huwekekk... kau membuatku semakin mual!!" teriak Dea yang malah pusing karen ulah kakaknya.
Yefta tertawa cengengesan, dia benar benar kotor.
"Apa yang sebenarnya kau lakukan sampai kau kotor begitu Yefta!? menjijikkan sekali!!" ketus Adam.
"Bersihkan dirimu!!" kesal pria itu sambil melemparkan handuk yang dia ambil dari laci.
" Heheh... sebenarnya tadi itu....
kejadian beberapa jam yang lalu.
Yefta dengan penuh semangat memasuki pasar tradisional untuk mencari dua pesanan ibu hamil yang tengah mengidam. Dia mencari kerupuk udang kesukaan Dea dan manisan mangga muda yang langka.
" Wahh pasar tradisional memang penuh dengan tantangan!!" celetuk Yefta dengan wajah sumringah menatap pasar tradisional yang begitu padat, kotor, bau dan juga banyak lumpur karena banjir dadakan sehari yang lalu.
"Bo.. bos anda yakin?" ajudan pria itu menatapnya dengan wajah ragu
Yefta mengangguk sambil tersenyum," Kita berangkat!!" ucap Yefta penuh percaya diri.
Dia memakai setelan jas mahal, tapi dipasangkan dengan sepatu bot anti air untuk melewati jalanan penuh lumpur.
Wajahnya yang tampan tentu saja membuat semua orang terpana padanya, mulai dari remaja, dewasa, emak emak berdaster sampai emak emak berseragam, nenek nenek janda sampai nenek tetangga sebelah pun tertarik dengan wajah tampan paripurna yang memasuki pasar dengan segerombol anak buah berkas hitam.
" Heheh... ini rasanya orang tampan!" celetuk Yefta.
Tetapi tiba tiba ajudannya mencolek lengan pria itu.
" bo.. bos... sepertinya tatapan orang orang di pasar ini sangat mengintimidasi!" bisik anak buah pria itu.
" Mengintimidasi apanya, jangan baper deh, mereka sedang menatap pria tertampan di muka bumi!" balas Yefta dengan narsisme di luar nalar itu.
Anak buahnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Tatapan penghuni pasar itu tampak sangat tajam Yang awalnya kagum malah berubah jadi tatapan penuh dendam.
"Itu dia pengusaha yang berjanji memperbaiki saluran air tapi tak melaksanakan janjinya setelah di pilih jadi walikota!!!" ucap salah satu pedagang sambil mengangkat pisau dagingnya menunjuk ke arah Yefta.
" Benar itu dia,cepat tarik dia untuk bertanggungjawab di sini!!" teriak warga yang lain.
" Benar!! itu dia!!
"itu Dia!!!"
" kejar dia!!!" teriak para pedagang dengan wajah mengamuk.
Yefta yang asik menatap barang barang di sana tak sadar kalau pada pedagang tengah berjalan ke arahnya dalam gerombolan besar dengan kemarahan berapi-api.
__ADS_1
" Bos!!bahaya bos!! mereka mendekat!!!" teriak ajudan Yefta yang kini sudah panik.
Meski mereka hebat soal beladiri, tapi melukai warga sipil adalah pantang bagi organisasi mereka.
" Biarkan mereka mendekat hehehe, aku ini orang famous!!" celetuk Yefta dengan senyuman bangga.
" bos!! gawat bos mereka bawa pisau daging!!!" pekik anak buah yang Lin.
Yefta menyerngitkan keningnya sambil berbalik.
Deghh
betapa syoknya Yefta saat melihat segerombolan pedagang mulai berlari ke arahnya dengan wajah marah.
" Kembalikan uang kami dasar politikus sampah!!!dasar walikota kurang ajar, kembalikan pajak yang kami setor keparat!!!" pekik para pedagang sambil melempari berbagai macam sayuran busuk, telor, sampah dan segala macam benda kotor ke wajah Yefta.
" A.. ada apa ini!!!" pekik Yefta yang terkejut dengan apa yang dilakukan pada pedagang pada dirinya.
" Dasar bajingan, kau menipu kami!!" teriak para pedagang itu.
Yefta malah dikeroyok.pwdganag, dipukuli dan dilempari dengan sampai sampai dia babak belur.
" Huwaaa siapapun tolong aku,aku tidak bersalah kenapa kalian mengejar aku sialan!!" pekik Yefta yang berusaha untuk lari ke sana kemari untuk menyelamatkan dirinya dari serangan maut para warga.
"Dasar pembohong, kau berbuat akan memperbaiki saluran tapi banjir kemari merusak tempat dagang kami!!!"pekik para pedagang.
"Arrkhhhhhhh tooolooong!!!!" pekik Yefta histeris.
Hingga tiba-tiba suara dari toa menghentikan aksi mereka.
" Bukan dia orangnya, kalian salah orang, dia bukan pelakunya!!!" teriak seorang gadis yang berdiri di atas truk, berteriak memakai toa besar.
Seketika seluruh warga berhenti memukuli Yefta.
Pria itu kini babak belur dengan penampilan acak acakan akibat salah sasaran oleh warga.
" Salah orang!? jadi siapa pelakunya!?" tanya yang lain.
" Pelakunya memang mirip orang itu, tapi yang asli punya tompel sebesar jengkol di dagunya, dan juga tubuhnya pendek! kalian salah sasaran!!!" teriak gadis itu.
" Arkhhh sialan, lepaskan aku!!! kalian sudah dengar!? kalian salah sasaran!!!" pekik Yefta dengan amarah menggebu-gebu.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1