Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 37


__ADS_3

Dea terdiam membisu, Ruka dan Bima juga sangat terkejut saat perempuan itu datang dan menampar Dea setelah merebut anak laki laki itu dari tangan Dea.


Gadis itu tersentak kaget dan syok di saat yang sama. Dia terdiam membeku, sangat terkejut dengan pukulan tiba tiba itu. Padahal jelas dia sedang menyelamatkan anak kecil itu dari kematian.


"Apa yang kau lakukan!!!" Ruka menarik tangan perempuan itu dengan amarah yang tak terbendung.


Bima langsung menghampiri Dea dan menatapnya," Dea... Pipi mu..." Ucap Bima.


Perempuan itu tak lain adalah nyonya Nancy istri tuan Lee.


"Kau!! beraninya kau melukai putraku. Kau pantas mendapatkan itu sialan!!!" Ucap perempuan itu dengan wajah memerah karena marah.


"Astaga ada apa ini!?" Seseorang menghampiri mereka, langsung menatap Dea dengan tatapan sinis. Perempuan yang adalah kakak Dea, Gita Eldrich, sang aktris terkenal yang seharusnya menikah dengan tuan Sagara, ternyata ada di pesta itu.


"Ya ampun, Dea apa yang kau lakukan pada anak nyonya Nancy!" Ucap Gita.


"Apa kau mengenalnya Gita!?" Tanya Nancy dengan wajah kesal.


"Sangat kenal, kakak masa tidak ingat, dia putri bungsu yang memalukan keluarga kami!!" Ucap Gita dengan wajah mengejek.


"Hah... Dia hampir membunuh putraku!!!" Ucap Nancy sambil memeluk putranya, mereka bahkan tak memberikan Dea kesempatan untuk berbicara.


"Membunuh!? " Gita terbelalak tetapi senyumannya mengatakan bahwa dia berhasil.


"Kau jahat sekali Dea, bagaiman bisa kau tega melakukan itu pada seorang anak!?" ucap Gita.


"Kau mempermalukan aku, bagaimana bisa seorang aktris seperti aku punya saudara serendah dirimu!!" ketus Gita lagi..


"Kak Nancy, aku minta maaf untuknya, perilakunya memang sangat buruk, aku tidak tahu kalau yang menarik anak kakak tadi adalah dia, maafkan aku kak, ini sangat memalukan!!" ucap Gita sembari menggenggam tangan nyonya Nancy.


"Hihihi.... kena kau! malam ini kau akan ku permalukan!!" batin Gita dengan senyumannya yang licik.


"Jaga bicara kalian!!" Senggak Bima yang berdiri memasang badan di depan Dea.


"Jangan ikut campur. Ini masalah kami, lagi pula kenapa pembawa sial datang ke pesta ini, akibatnya semua acara ini berantakan!!!" Ucap Nancy dengan ucapan yang sangat pedas.


Menyalahkan kehadiran Dea padahal gadis itu sudah menyelamatkan putranya dari kematian.


Gita yang melihat kesempatan untuk menjatuhkan Dea tak membuang kesempatan itu.


" Kak Nancy, dia memang seorang pembawa sial, usir saja dia dari sini!!!" Ucap Gita.


"Aku tidak melakukan apa pun!!!" Ucap Dea.


Gadis itu berjalan mendekati Nancy dengan tatapan tajam penuh amarah.


Dia menarik tangan nyonya Nancy dan..


Puk!!


Dea meletakkan sisa lilin itu ke tangan nyonya Nancy," lain kali jaga anakmu dengan baik nyonya, jika tidak dia mungkin sudah mati keracunan atau tersedak karena memakan lilin kue ulangtahun mu sendiri!!!" Ucap Dea dengan nada dingin dan ketus.


Degh!!

__ADS_1


Bak ditampar kenyataan, Nancy terdiam dengan wajah pucat pasi dengan tangan gemetaran penuh penyesalan.


"Ka.. kau... Apa kau menyelamatkan anakku!!" Nancy terhenyak.


Dea tak membalas, gadis itu hanya menatap mereka dengan tatapan dingin, lalu melirik kakaknya,"apa kau masih menggunakan aktingmu yang buruk itu untuk menjatuhkan ku Gita? Jangan sebut aku bagian keluarga kalian!!" Kecam Dea dengan tegas.


"Aku jadi curiga bagaiman kau bisa dengan mudah mendapatkan semua peran itu dengan aktingmu yang buruk!" ejek Dea.


Gita dan Nancy dibuat terdiam. Padahal tadi Gita yang menghasut wanita itu untuk mendatangi Dea karena melihat putra Nancy memakan lilin dan malah bertemu dengan Dea.


Dia ingin Dea dipermalukan, dan dia telah berhasil melukai hati gadis malang itu.


Nancy terdiam membisu sambil menatap lilin kecil di tangannya serta mulut anaknya yang masih kotor dengan sisa lilin yang sudah dibersihkan Dea.


"Gita... Kenapa kau menghasutku dan mengatakan kalau dia mencelakai putraku!? Gita, bukankah aku memintamu menjaga putraku!?" Ucap Nancy dengan tatapan tajam dan mata berkaca-kaca.


Dia telah salah sangka dan malah memukul wajah seorang gadis tak bersalah.


"Eh.. Ka... kakak..itu.. aku.. aku tidak tahu, dia memang berusaha mencelakai anak kakak!!" Ucap Gita membela dirinya.


"Diam kau!!" Senggak Nancy dengan tegas dan keras.


" Jangan temui aku lagi, kau memfitnah adikmu sendiri, kau sangat jahat, kau tahu tidak hah!!" Ucap Nancy sebelum dia benar benar pergi dar sana.


Gita terdiam membeku, hubungannya dengan Nancy hancur karena ulahnya sendiri. Padahal wanita itu adalah salah satu sutradara terkenal yang sudah menerbitkan banyak film Laris di luar sana.


"Kak Nancy, tunggu aku kak... Ini salah paham kak!!" Ucap Gita mengejar wanita itu dengan wajah pias.


Sementara Gita menelan buah dari perbuatannya sendiri, Dea kini berada dalam kondisi paling hancur. Hati gadis itu retak berkali kali. Dia berjalan sambil menahan dirinya agar tidak terjatuh.


Sekujur tubuhnya gemetar, bagaimana bisa seorang kakak malah menuduh adiknya melakukan hal yang tidak benar.


Bagaimana bisa ada manusia yang begitu cepat menghakimi seseorang tanpa tahu kebenarannya. Dea tampak sangat syok tapi berpura pura kalau dirinya kuat meski di dalam dirinya sudah hancur berantakan.


Dia berusaha menyelamatkan anak itu, tapi malah dituduh melukai anak laki laki itu hanya karena dia menarik paksa lilin itu.


Ditampar oleh orang asing dan melihat betapa kejamnya kakaknya sendiri menuduh dirinya melukai orang lain.


"Nyonya..." Panggil Ruka khawatir.


"Dea... Apa perlu ku jelaskan pada mereka?" Tanya Bima seraya menepuk bahu gadis itu.


Dea yang sedang terguncang langsung menghindar dari Bima dan Ruka sambil mengangkat kedua tangannya," tolong menjauh, aku baik baik saja, kumohon!" Ucap gadis itu sambil terus menatap ke depan.


Ruka dan Bima tak bisa apa-apa, mereka memberikan ruang bagi Dea untuk menenangkan dirinya sendiri meski sepertinya hal itu tidak mungkin.


Dea tampak sangat kacau, pipinya masih terasa sakit dan berdenyut. Tetapi lebih sakit lagi hatinya karena tindakan kakaknya tadi.


Dea berjalan perlahan lahan, sambil menepuk dadanya yang sesak, dia ingin segera menangis.


Dari ujung sana, Sagara menatapnya dengan tatapan heran. Dia yang sedang berbicara dengan tuan Lee dan yang lainnya mengenai kesepakatan kerjasama mereka menghentikan pembicaraan.


"Tunggu sebentar!" Ucap Sagara dengan nada berat.

__ADS_1


Dia berjalan perlahan menatap istrinya yang juga berjalan ke arahnya dengan tatapan sayup dan pipi yang memerah dan sedikit bengkak.


"Dea?" Panggil Sagara.


Mendengar suara Sagara, entah kenapa Dea ingin segera menangis. Dia menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca, sontak dia berlari kencang ke arah Sagara.


drap drap drap!!


Grep!!!


Dia menghamburkan pelukannya pada Sagara. air mata yang sudah dia tahan sejak tadi akhirnya pecah juga. Buliran buliran kristal bening itu berjatuhan dengan mulus membasahi kedua pipi indah Dea.


"Dea? Ada apa ini!?" Sagara menatap tajam Bima dan Ruka yang memasang wajah menyesal di belakang Dea.


"Dea.. ada apa? Ada apa denganmu!?" Tanya Sagara seraya mengangkat wajah Dea yang memerah. Matanya sembab, dia menangis sesenggukan sambil memeluk Sagara dengan erat.


" SIAPA YANG MELAKUKAN INI PADA ISTRI KU!!!" Pekik Sagara menggelegar sampai seluruh ruangan itu terdiam. Bahkan musik pun berhenti dimainkan, semua orang menatap ke arah mereka.


"Pulang... Kita pulang hiks hiks hiks.... Aku tidak mau di sini... Ayo pulang!!" Ajak Dea sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang suaminya. Tak kuasa menahan rasa sesak di dadanya.


Sagara terdiam membisu sambil memeluk Dea.


"Tuan, ini perbuatan istri tuan Lee," ucap Ruka.


Sagara tentu saja terkejut, bahkan tuan Lee dan yang lainnya juga sangat terkejut saat mendengar ucapan Ruka.


Tuan Lee langsung menarik istrinya yang berdiri dengan wajah panik. Gita tak lagi di ruangan pesta itu karena Nancy telah memerintahkan satpam untuk mengusirnya.


"Apa itu benar!?" Tanya tuan Lee dengan wajah masam.


"Tu.. tuan.. saya salah paham saya...


" Kita pulang!!!" Teriak Dea yang semakin panik sambil menangis histeris. Dia benci dikerumuni banyak orang, terlebih lagi sangat membenci kehadiran Gita di pesta itu.


"Tuan Lee, maaf saya tidak bisa bekerjasama dengan anda!" Ucap Sagara. Dia merangkul istrinya, menutupi tubuh Dea dengan jasnya dan membawa pergi Dea dari pesta itu.


"Lin, batalkan kerja sama!!" Ucap Sagara.


" Baik tuan muda!" Balas Lin.


Seketika pesta malam itu berubah menjadi malam kehancuran bagi tuan Lee dan istrinya.


"Ma... Ada apa sebenarnya!?" Bisik Tuan Lee.


"Aku dijebak sayang, aku dijebak oleh Gita Eldrich!!!"


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2