
Yonatan sangat terkejut saat seorang perempuan memeluknya. Dia benar benar syok, tapi lebih kacau lagi saat melihat wajah dingin Amira yang masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan apapun.
Yonatan yang mulai terbiasa dengan Amira tak ingin membuat wanita itu merasa sedih atau kecewa, entah karena Amira yang sedang mengandung anaknya atau perasaan Yonatan mulai tumbuh terhadap Amira.
"Lepaskan!!" geram Yontana sambil menarik paksa tangan perempuan itu dari tubuhnya.
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat mantan kekasihnya ada di sana. Perempuan bodoh yang menghancurkan hatinya dengan berselingkuh, tetapi karena perempuan itu dia bertemu dengan Amira.
"Mau apa lagi kau sialan!!" geram Yonatan.
"Aku mau bicara, aku mau minta maaf Sayang, aku masih mencintaimu!" ucap perempuan itu sambil menangis sesenggukan sembari menggenggam tangan Yonatan dengan erat.
Yonatan menghempaskan tangan perempuan itu, dia tahu dirinya harus bersikap tegas terhadap mantan kekasihnya.
"Hubungan kita berakhir saat kau berhubungan dengan bajingan itu, kita tidak ada apa apa lagi, kita hanya orang asing!!" tegas Yonatan sambil menjaga jarak dari Lia mantan kekasihnya.
"Ta... tapi aku masih mencintaimu, dan kau pun pasti mencintaimu kan!? hiks hiks hiks... kumohon jangan tinggalkan aku!!!" pinta Lia hendak menggenggam tangan Yontana tetapi pria itu langsung menjauh.
" Ada hati yang harus ku jaga, dan maaf aku tidak butuh tangisan penyesalan mu!!!" ucap Yonatan sambil membuka pintu mobil.
"Apa kau menemukan perempuan lain!!" teriak Lia sambil menangis.
Yonatan menatap Amira yang juga menatap dirinya di dalam mobil.
Pria itu mencengkram pintu mobil,"Aku sudah menikah!" ucap Yonatan.
Bam!!
Dibantingnya pintu mobil itu tanpa menoleh pada Lia sedetik pun.
Lia terdiam membisu di depan mobil itu sambil menangis sesenggukan menatap mobil Yonatan.
Saat dia menyadari kalau Yonatan adalah orang berpengaruh, dia menyesal telah berselingkuh dari pria itu.
" Arkhhh sialan!!! kenapa aku bodoh!? seharusnya aku bersamanya!!" kesal Lia.
Amira menatap gadis itu dari jendela mobil," Kenapa dibiarkan ?" tanya perempuan itu.
"Hanya orang asing, tak perlu dipikirkan, kau baik baik saja? dia mendorongmu tadi?" Tanya Yonatan seraya memeriksa kondisi Amira.
"Aku baik, hanya sedikit terkejut," jawabnya.
__ADS_1
Yonatan menghela nafas,"maaf kau jadi terlibat, dia hanya seorang mantan, dia berselingkuh dan malah meminta kami balikan, otaknya sepertinya sudah tidak beres," ucap Yonatan dengan nada kesal.
Amira terkekeh mendengar ucapan sarkas Yonatan," haha... sepertinya dia menyesal," ucap Amira sambil tersenyum.
Yonatan menatap perempuan itu, dia pikir Amira akan marah, tapi perempuan itu malah menertawakan kejadian itu.
"Wahh.... dia benar benar tidak tertebak," pikir Yonatan.
"Pak jalan pak!" ucap Yonatan pada supirnya.
Mobil mereka melaju menuju mansion Tulip.
"Apa kau tidak marah?" tanya Yonatan.
Amira menatap Yonatan sambil tersenyum, dia menepuk tangan pria itu," buat apa marah tuan, anda juga memilih saya, itu saja sudah cukup," ucap Amira lalu menatap ke depan sambil tersenyum lembut.
deg deg deg...
Jantung Yonatan berdegup kencang. Belum pernah dia menemui perempuan seperti Amira, yang dengan gamblang mengutarakan isi hatinya.
Padahal Yonatan sudah khawatir kalau Amira akan kepikiran, tapi ternyata Amira sama sekali tidak tersinggung.
"Lalu kenapa tatapanmu sangat dingin tadi? ku... kupikir kau marah," ucap Yonatan penasaran.
Dia cukup tahu diri kalau Yonatan tak memilihnya, tapi dia akan marah jika seseorang mengusik dan mengganggu dirinya atau janinnya.
"Jadi kau tidak peduli jika aku memilihnya atau tidak?" tanya Yonatan terkejut.
Amira menghela nafas," Tentu saja peduli, kala anda memilihnya, anda pasti tidak di dalam mobil ini sekarang, jadi sudah jelas kalau masalah ini tidak perlu dipikirkan lagi bukan?" ucap Amira seraya menaikkan sebelah alisnya.
Yonatan sangat terkejut karena Amira begitu percaya diri dan berprinsip, dia jugy begitu cerdas memberi jawaban yang tak bisa dibantah oleh Yonatan.
Pria itu menatap Amira, sontak dia tertawa," hahahahah.... Kau benar benar mengejutkan Amira, kau benar benar mengejutkan!!" ucap Yonatan seraya menepuk pucuk kepala wanita itu dengan lembut.
Amira terdiam sejenak, jantungnya berdebar, dia tersipu saat Yonatan menatapnya sambil tersenyum dengan tangannya berada di atas kepala Amira.
"Emm... tu.. tuan, apa anda sudah memberitahu keluarga anda?" tanya Amira .
Yonatan sontak memasang wajah datar," belum, shhh.... hah.... entah bagaimana respon mereka nanti, terutama adikku, " ucap Yonatan seraya memijit kepalanya.
" Jika mereka keberatan saya tidak apa apa tuan, anda lakukan sesuai keinginan mereka," ucap Amira.
__ADS_1
Yonatan sontak menggenggam tangan Amira," Jangan bicara yang tidak-tidak! sekali menikah selamanya tak akan berpisah, itu prinsip ku!" tegas Yonatan.
Amira cukup terkejut mendengar jawaban Yonatan, pria itu selalu membuatnya berdebar tak karuan.
"Emm... ba.. baiklah," jawabnya gugup seraya menatap tangannya yang digenggam oleh Yonatan.
Melihat wajah Amira yang merona membuat Yonatan tersenyum, bukannya melepaskan tangan Amira, dia malah menarik tangan perempuan itu dan meletakkannya di dadanya," biar seperti ini dulu, aku mau tidur," ucap Yonatan seraya menyandarkan kepalanya di bahu Amira.
Amira tampak gugup, tapi dia tak menolak. Rasanya dia nyaman dengan aroma Yonatan, membuatnya tak perlu segan meminta Yonatan dekat dekat dengannya.
"Nyaman sekali," gumam Amira pelan tanpa tahu kalau Yonatan. mendengarkannya.
Yonatan melirik Amira sambil tersenyum, dia memeluk tangan Amira sambil terlelap di samping istrinya," Nyaman sekali," ucapnya dengan lantang membuat Amira semakin gugup tapi juga merasa senang.
Hubungan keduanya bertumbuh semakin baik. Waktu mengobati semuanya, masa lalu Amira yang menyakitkan dibayarkan dengan kehadiran Yonatan, pria yang juga terluka karena mantan kekasihnya.
Saling menghargai satu sama lain dan saling menjaga perasaan masing - masing perlahan lahan membuat hubungan mereka semakin dekat.
Supir dan asisten Yonatan tersenyum bahagia di depan sana karena hubungan dua manusia asing yang dipersatukan karena insiden tak terduga itu semakin membaik.
Sementara itu, di kediaman Mansion Tulip Dea tengah menangis sesenggukan setelah mendengar laporan dari sekretaris Lin tentang keadaan Amira yang tak diketahui di mana dia berada.
" Hiks hiks hiks.... Kak Gara bagaimana ini, Amira...dia pasti dalam bahaya, tega sekali mereka menjual Amira.... bagaimana ini!!!" ucap Dea sambil menangis sesenggukan sembari memeluk suaminya.
"Kita akan melacaknya, kita pasti bisa menemukannya Dea. tenanglah, dia kan baik baik saja," ucap sagara sembari mengusap air mata istrinya dengan lembut.
Pelayan dan teman teman mereka yang lain juga turut sedih karena nyonya mereka menangis. Tak ada yang tega mendengar tangisan pilu wanita itu..
"Nyonya saya akan berusaha sebaik mungkin mencari Amira. saya janji akan menemukannya untuk Anda!!" ucap Sekretaris Lin.
Dea menangis sesenggukan, dia khawatir dan takut jika terjadi sesuatu dengan Amira.
"Betapa jahatnya perempuan itu sampai menjual seorang pelayan hanya demi kepuasan sendiri, menjijikkan!!" umpat Lucy yang tak senang mendengar berita buruk itu.
Siapa sangka Gita akan melangkah sejauh itu.
"Tenang saja, mereka akan hancur setelah ini!!!" ucap Sekretaris Lin.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗