
Tokyo, Jepang.
Gita tiba di kota Tokyo bersama kakak perempuannya Clara.
"Kau yakin dia masih di sini?" tanya Clara seraya menatap Gita.
Mereka berdua berdiri di depan gedung rumah bord*l berkedok restoran Jepang itu. Menatap bangunan itu dengan wajah datar mereka.
" Tentu saja, aku menjual jal4ng bodoh itu di sini, dia pasti sudah bekerja di sini," ucap Gita.
"Baiklah, ayo kita cepat, jangan sampai ada yang melihat kita masuk ke tempat ini, bisa hancur citraku !" ucap Clara seraya menatap ke kanan dan kiri takut ada yang melihat dia yang seorang pengacara hebat malah pergi ke tempat tak pantas itu.
"Aku tahu kak, " balas Gita.
Mereka berdua menutupi wajah mereka dengan masker dan topi, dan berjalan masuk ke dalam bangunan itu.
Tanpa mereka ketahui, seseorang mengikuti mereka dari belakang.
Cekrek..
Pria misterius berpakaian serba hitam memotret keduanya saat berdiri di depan gedung itu sampai mereka masuk ke dalam.
Pria itu menatap kameranya dengan wajah licik," Putri bangsawan Eldrich pergi ke tempat seperti ini!? hahahha.... ini akan jadi Berita paling menarik yang pernah di dengar oleh dunia!" gumam pria yang adalah reporter terkenal dari perusahaan Sagara.
"Tapi apa tuan akan menerima berita seperti ini? sebaiknya ku diskusikan dengan Sekretaris Lin, " gumamnya sambil memeriksa foto foto itu.
Dia menghubungi nomor ponsel Sekretaris Lin.
" Sekretaris Lin, ini saya Antonio," ucap pria itu.
" Hmmm... ada apa?" balas Lin dengan nada datar seperti biasanya.
" Saya mengikuti Nona Gita seperti yang anda perintahkan, dan tebak saya menemukan apa!?" ucap Antonio penuh semangat.
" Katakan," ucap Lin.
" Mereka masuk ke rumah Bord*l!" ucap Antonio dengan semangat.
" Rumah bord*l!? wah hahhaa.... dia pasti sudah gila, apa dia benar benar mau mengakhiri karirnya? perempuan sinting ini membuat banyak kesalahan!" ucap Sekretaris Lin tak percaya
"Yang lebih mengejutkannya, perempuan itu datang bersama nona kedua keluarga bangsawan Eldrich, nona Clara Eldrich,pengacara kondang yang dikenal seluruh negeri!" ucap Antonio.
Sekretaris Lin terdiam mendengar penjelasan Antonio, hal ini jelas janggal, untuk apa mereka berdua datang ke tempat seperti itu?
"Ikuti mereka, dan cari tahu semuanya tentang gadis pelayan yang melayani di kediaman Eldrich,segera infokan padaku!" ucap Lin dengan serius.
" Baik Sekretaris Lin, tapi apa boleh saya pos foto ini? pasti akan heboh!" ucap Antonio.
" Kau boleh melakukannya, tetapi jangan kaitkan dengan Sagara Grup, nyonya muda kita akan terkena dampaknya, dengan postingan pribadimu, privasi nyonya muda setidaknya tak akan disinggung orang lain!" tukas sekretaris Lin yang tak ingin nama Nyoya mudanya terseret dalam berita ini.
__ADS_1
" Baik Sekretaris Lin!" balas Antonio dengan senyuman licik di wajahnya.
Pria itu memiliki akun Berta pribadi yang didukung oleh grup Sagara. Karena dukungan penuh dari perusahaan,Antonio menjadi reporter yang sangat setia bahkan dipercaya oleh perusahaan.
Dia betah bekerja di grup Sagara karena pimpinannya selalu memberikan arahan dan batasan yang jelas atas langkah langkahnya agar dia tidak terkena masalah apalagi ketika harus mengorek kehidupan pribadi tokoh penting.
"Ini sebabnya aku setia dengan perusahaan, Berita heboh seperti ini akan mendatangkan keuntungan!" gumam Antonio.
pria itu masuk ke dalam bangunan itu, mengikuti Clara dan Gita.
Keduanya tampak serius berbicara dengan pemilik rumah itu.Mencari keberadaan Amira yang sudah dijual oleh Gita.
" Apa kau bilang!? dia dibeli oleh orang misterius!?" tanya Gita tak percaya.
pemilik bangunan itu mengangguk," benar nona. gadis yang anda jual pada kami sudah dibawa oleh seseorang yang kami juga tidak tahu siapa dia, tapi jelas dia sepertinya orang berpengaruh,"jelas pria itu
Gita dan Clara saling menatap tak percaya. Bagaimana bisa ada yang tertarik membawa seorang gadis pelayan buluk seperti Amira!?
" Sialan, bagaimana ini bisa terjadi!? orang stres mana yang mau membeli pelayan sampah itu!!!' umpat Clara tak senang.
Padahal jika menemukan Amira, mereka dapat menggunakan perempuan itu sebagai alat untuk mengancam Dea.
" Sialan, apa kalian tidak tahu seperti apa orangnya?" tanya Gita kesal.
" Kami tidak kenal, saat tiba ke sini dia menutupi identitasnya, kami hanya menerima uang dan menceritakan bagaimana pelayan itu berakhir di tempat kami!"jelas pemilik bangunan itu.
Gita memijit pelipisnya, hilang sudah kesempatan nya untuk mengancam Dea.
" Arkhhh kurang ajar, bagaimana Pelayan sialan itu bisa lepas begitu saja!? kenapa nasib Dea dan Si Amira itu sangat baik sampai mereka malah dibawa orang orang berpengaruh!!" Gita berdecak kesal.
Clara sama kesalnya dengan Gita, jika menemukan Amira mereka bisa mengancam Dea, tetapi tampaknya hal ini malah hanya angan angan belaka.
" Sebaiknya kita cari cara lain Gita, Jangan biarkan pembawa sial itu berbuat semena-mena!!" ucap Clara seraya menarik tangan adiknya keluar dari bangunan itu.
Tak sadar seluruh percakapan mereka telah direkam oleh Antoni.
" Mereka menjual pelayan itu, nyonya muda pasti akan sedih jika tahu hal ini, sebaiknya ku beritahu sekretaris Lin untuk segera menemukan pelayan itu!!" batin Antonio.
Antonio mendapatkan apa yang dia mau, dia melaporkan semuanya pada sekretaris Lin tak tertinggal satu informasi apapun.
Sebenarnya sejak Sagara memerintahkan Lin mencari Amira, pria itu sudah menemukan kejanggalan karena Amira tak ada di kediaman Eldrich.
Alhasil dia memerintahkan sosok yang paling tidak dicurigai jika mengikuti kakak beradik yang sudah biasa diikuti oleh paparazi itu.
Antonio mendapatkan informasi penting dan juga siap menyebarkan berita itu ke hadapan publik.
Sementara itu, seperti yang telah Yonatan ucapkan, dia dan istrinya Amira akan berangkat menuju kediaman mansion Tulip di mana semuanya masih berkumpul di sana.
"Apa barang barangmu sudah semua?" tanya Yonatan yang menarik kopernya dan koper Amira dari dalam kamar hotel.
__ADS_1
Amira mengangguk sambil mengangkat dua paper bag berisi barang barangnya.
"Sudah semua tuan," ucap Amira.
Yonatan mengambil kedua paper bag itu dan meletakkannya di atas koper," biar kubawakan," ucap Yonatan.
"Tak apa, sepertinya tanganmu sudah penuh," ucap Amira.
"Ahh kau benar, kalau begitulah maaf merepotkanmu,"ucap Yonatan.
"Ini bukan apa apa tuan, saya hamil bukan lumpuh, jadi masih bisa mengangkat barang seperti ini," celetuk Amira sambil berjalan mendahului Yonatan yang terlalu protektif.
Yonatan terhenyak, dia tak bisa membantah, Amira benar benar membuatnya terlalu terkejut untuk berbicara.
" Emmm... wow! dia mengejutkan!" gumam Yonatan tak percaya.
Perlahan lahan Amira mulai nyaman di sisi Yonatan, demikian pria itu, dia juga mulai nyaman dan terbiasa dengan kehadiran Amira di sampingnya.
Yonatan tak pernah menyangka kalau dia akan melewati pengalaman mengejutkan seperti ini saat bersama Amira yang mengandung anak pertamanya.
" Dia perempuan cerdas, aku penasaran seperti apa nona yang dia layani sampai dia secerdas itu!" gumam Yonatan yang belum tahu kalau Amira adalah sosok kesayangan istri adiknya sendiri.
Yonatan berjalan di belakang Amira dengan dua buah koper di tangannya, mereka disambut anak buah Yonatan yang sudah menunggu di lobi setelah dihubungi oleh pria itu.
"Kita berangkat, pastikan tak ada kesalahan seperti kemarin!" tegas Yonatan.
" Baik tuan muda!" jawab mereka serentak sambil mengambil alih semua barang bawaan keduanya.
Saat hendak memasuki mobil tiba-tiba seorang perempuan berlari ke arah Yonatan dan mendorong Amira ke sisi mobil.
" Awas!!" ucap gadis itu seraya mendorong tubuh Amira, Membuat perempuan itu terkejut dan hampir terjatuh.
" Yonatan!!!" teriak gadis itu sambil memeluk Yonatan yang membelakangi mereka.
"Apa... apaan kau!!!" geram Yonatan yang terkejut dengan pelukan tiba-tiba.
" Nyonya anda baik baik saja!?" ucap asisten Yonatan yang melihat Amira terdorong.
" Aku baik baik saja," ucap Amira sambil membuka pintu mobil dan masuk ke sana tanpa mengatakan apa apa.
" Amira.... " Gumam Yonatan saat melihat wajah dingin Amira yang membuatnya malah merasa tak enak hati.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1