
Sagara dan Dyroth kini berada di markas besar kelompok organisasi dunia bawah yang dipimpin oleh Sagara.
Seluruh anggota organisasi Elf menyambut kedatangan tuan mereka juga kedua pemimpin kelompok dunia bawah lainnya yang ikut bersama Sagara.
Mereka bertiga dan beberapa orang lainnya telah menganalisis seluruh video dan gambar yang diberikan oleh anak-anak tadi.
Jelas sekal orang-orang dalam foto itu sangat mencurigakan. Mereka tidak tahu kalau ada orang yang tinggal di sana, belum lagi mereka mengenakan seragam seolah mereka berasal dari sebuah institusi.
“ Jika ku amati, mereka ini terlihat seperti kelinci percobaan dalam laboratorium!” ucap Bima sambil menunjuk foto orang-orang berbaju putih yang dikejar oleh pria berseragam itu.
“ kau benar kak Bima, mereka tampak seperti bahan percobaan dalam laboratorium, apa mungkin di sekitar gunung itu ada bangunan tersembunyi?” ucap Ruka sambil menatap mereka semua dengan wajah penasaran.
Kata-kata Ruka ini malah mengingatkan Sagara atas kejadian 6 tahun lalu. Kejadian yang telah dilaporkan oleh Sekretaris Lin dan orang orangnya. Yakni masalah obat aneh yang diciptakan oleh keluarga bangsawan Eldrich yang merenggut seluruh nyawa keluarga bangsawan Eldrcih.
“ Apa mungkin masih ada hubungannya dengan keluarga Eldrich?” ucap Dyroth.
“ Mana mungkin? Keluarga bangsawan Eldrich telah habis waktu itu, ku rasa hal ini tidak berkaitan dengan mereka,” ucap Ruka.
“ Sagara terus menatap ke arah setiap potongan gambar itu. Rasanya ada yang janggal dengan hutan dan orang-orang misterius itu. Dia juga melihat jembatan besar yang dibangun dengan sangat baik di tengah-tengah hutan tapi jelas tidak seorang pun berani mengunjungi hutan itu karena semua rumor akan kejadian yang telah terjadi.
“ Tuan Muda, belakangan ini ada orang-orang aneh yang secara tiba-tiba bertindak agresif hanya karena hal kecil,” Sekretaris Lin melaporkan beberapa kejadian aneh.
“ Maksudmu?” tanya Sagara.
“ Di kantor, ada beberapa karyawan yang tiba-tiba berubah menjadi aneh, mereka tampaknya sangat mudah tersinggung bahkan cenderung sensitif dan berperilaku tidak normal!” jelas Sekretaris Lin.
“ lihatlah rekaman ini,” ucapnya lagi sambil memberikan ponselnya pada Sagara.
Sagara menatap benda pipih itu. Bisa dia lihat dan dengar kalau orang di dalam video itu begitu marah karena tidak sengaja disenggol oleh rekan kerjanya. Bahkan sampai rekan kerjanya meminta maaf, dia masih mengamuk seperti orang kesetanan.
Di video yang lain, karyawan ini justru sangat aneh. Dia terus mengikuti salah satu manajer yang dia buat kesal sambil terus meminta maaf bahkan memaksa untuk mengajak pria itu berbicara sampai membuat semua orang di sekitarnya tidak nyaman.
Perilaku beberapa karyawan lain juga tidak beda jauh. Mereka bersikap aneh dan sangat agresif hanya karena masalah kecil bahkan tindakan mereka sampai membuat orang lain terluka.
__ADS_1
Melihat hal ini, Sagara langsung teringat dengan pria aneh yang mengusik istrinya saat di mall tadi.
“ Di mana orang-orang ini sekarang?” tanya Sagara.
“ mereka sudah di pecat dari perusahaan tuan, kinerja mereka merosot dan mengganggu ketenangan karyawan lain,” tutur sekretaris Lin.
“ Sejak kapan ada kejadian aneh seperti ini?” tanya Sagara.
Sekretaris lin mengingat kejadian itu, sudah terjadi sekitar satu setengah tahun yang lalu tepatnya.
“ sekitar satu setengah tahun yang lalu, awalnya saya pikir kasus ini hanya kebetulan, tetapi setelah melihat semua kejadian dan perilaku karyawan yang sama persis saya curiga hal ini berhubungan satu sama lain meskipun waktunya tidak dapat di prediksi,” tutur pria itu.
Sagara terdiam sejenak. Entah kenapa begitu mendengar laporan ini, hatinya malah merasa gelisah, Kejadian ini benar-benar aneh dan di luar kendali. Dia sama sekali tidak pernah memikirkan kalau akan terjadi kejadian seperti ini di sekitar mereka.
“ Ku rasa hanya kebetulan, belakangan ini kan banyak orang yang depresi, “ ucap Bima w.
Suasana hening sejenak. Tampaknya Sagara begitu memperhatikan masalah ini, baginya kejadian aneh seperti ini dapat mendatangkan kecurigaan bahkan sesuai dengan pengalaman masa lalunya, hal seperti ini dapat melibatkan kasus besar.
Mendengar titah Sagara, tentu saja anggotanya terkejut. Menurut mereka masalah ini bukan kasus yang perlu dipikirkan lebih, hanya masalah kecil yang tidak perlu dikhawatirkan karena para karyawan itu sudah di pecat.
“ Tapi tuan, masalah ini tampaknya tidak mencurigakan,” ucap Sekretaris Lin.
“ Benar bos, tidak ada hubungannya dengan organisasi,” tukas yang lain.
Sagara menatap mereka semua, namun perasaannya semakin tidak enak, Ada yang janggal tentang karyawan itu dan juga foto-foto yang mereka lihat hari ini.
“ Aku setuju dengan adik ipar, sebaiknya masalah yang kalian anggap kecil ini diperiksa dengan teliti,” Yefta angkat bicara.
Mendengar kata kata Yefta, pria yang merupakan saudara kembar istrinya, Sagar langsung terlihat bersemangat karena ada yang mendukung pendapatnya.
“ benar, menurutku juga perlu, mungkin saja kita akan menemukan hal besar,” tambah Dyroth.
“ Apa kau ada kecurigaan?” tanya Sagara pada Yefta.
__ADS_1
Pria itu mengusap rahangnya. Dia adalah orang yang teliti, berbagai detail dapat dia amati dengan cepat. Kemampuan ini dia miliki sejak dia kecil dan sama pekanya dengan saudara kembarnya Dea.
“ Orang-orang di foto ini dan orang-orang dalam rekaman ini tampak aneh, wajah mereka terlihat tidak sehat dan pucat tetapi mereka sanggup berlari sekencang itu, sanggup marah bahkan membanting meja dengan brutal seolah mereka orang yang sangat bugar,” jelas Yefta.
“ Namun di video karyawan ini, tak butuh waktu lama mereka terkulai lemas, jela sini hal yang aneh,” ucap pria itu.
“ Kau benar, hah... sebaiknya aku bekerjasama denganmu daripada dengan timku yang super bodoh ini, otak mereka semua sudah tidur selama enam tahun!” sindir Sagara.
“ kau juga kemari, kita diskusikan ini!” ucap Sagara sambil menarik Dyroth.
Sekretaris Lin, Bima, Ruka dan yang lainnya terhenyak dengan wajah pias. Siapa sangka hanya dengan melihat video itu mereka menemukan sesuatu yang janggal?
“ Yefta, Dyroth, sebenarnya kami juga mengalami hal yang sama dengan video itu saat di mall tadi!” tutur Sagara.
“ APA?” Suara menggelegar dari rekan-rekan Sagara terdengar.
Sontak Lin dan Bima mendekat lalu menatap Sagara dengan wajah panik,” apa yang terjadi? Kenapa kau tidak bilang apa-apa?” cerocos kedua pria itu sambil memeriksa keadaan Sagara.
“ Ck.. sana menjauh, bukankah ini hanya kasus kecil?” sindir Sagara lagi.
“ ya maaf, kami belum tahu situasinya, sekarang jelaskan, apa yang terjadi?” desak Bima.
“ ckckckck... duduklah dengan tenang!” hardik Sagara.
Lin dan Bima langsung duduk lesehan di atas lantai lalu menatap Sagara dengan serius.
“ Gejala yang ditunjukkan oleh para karyawan dalam video ini, sama persis dengan yang ditunjukkan pria yang mengganggu Dea siang tadi, aku curiga kalau kejadian ini menargetkan grup Sagara!!” tukas pria itu.
.
.
Hy readers, drop your like and vote me! Jangan lupa hadiahnya ya... ^-^
__ADS_1