Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 35


__ADS_3

Mereka melaju menuju tempat acara dilaksanakan, Sepanjang perjalanan Dea hanya menatap ke luar, dia merasa bosan, ponsel pun dia tak punya, apa yang bisa dia lakukan selain menatap jalanan yang ramai dan hiruk pikuk kota besar yang tetap sama.


Pikiran Dea melayang, dia mengingat wajah gadis pelayan yang sangat ingin dia bawa dari kediaman bangsawan Eldrich.


“ Amira, apa kau baik baik saja di sana? Tunggu aku, aku pasti akan membawamu keluar dari sana,” batin Dea penuh tekad.


Gadis itu menguap, rasanya sedikit bosan di dalam mobil, tidak melakukan apa pun hanya duduk diam tanpa ada lawan bicara yang bisa dia ajak berbicara.


“ kau bosan?” tanya Sagara saat menyadari istrinya tampak tidak nyaman.


Dea berbalik dan menatap pria itu sambil mengangguk,” apa masih lama?” tanya Dea.


“ Nyonya bersabarlah sebentar lagi, jalanan cukup macet, sepertinya ada kecelakaan di depan, saya akan coba cari jalan keluar!” jelas Lin.


Dea hanya mengangguk sambil menatap ke depan. Tatapan sendu dan bosan di mata gadis itu menarik perhatian Sagara, dia terus menerus menatap wajah istrinya yang cantik dan menawan.


“ Di mana ponsel mu?” tanya Sagara.


Dea menoleh,” disita oleh pemiliknya,” balas gadis itu dengan wajah sendu.


Sungguh miris nasib gadis itu, hanya sebuah ponsel saja dia tak diberikan oleh keluarganya. Semua yang dia miliki diambil oleh pihak keluarganya karena dia dianggap tidak layak untuk memiliki secuil pun bagian dari rumah keluarga bangsawan Eldrich.


Ketika karir saudara saudaranya melejit, gadis itu hanya bisa menatap dari kejauhan tanpa bisa mengutarakan keinginannya dengan bebas. Dia tertarik dengan banyak hal, memiliki banyak bakat tetapi semua itu seolah tak ada nilainya di hadapan keluarganya yang aneh dan gila.


Sagara terus menerus menatap istrinya, dia sadar setelah mencari tahu lebih banyak tentang Dea, kehidupan gadis itu ternyata tidak semudah yang orang pikirkan sebagai seorang putri dari keluarga bangsawan.


Pria itu menarik tangan Dea,” ini pakai, aku ingin mengulas dokumen kerjaku dulu!” ucap Sagara memberikan ponselnya pada Dea.


“ ehh... tidak perlu.. aku..


“ Sudah jangan menolak, perjalanan kita masih panjang berkat bakat seseorang,” ucap Sagara sambil melirik Lin.


Sekretaris Lin langsung menciut, dia membungkam mulutnya dengan wajah panik.


“ Baiklah kalau kau tidak keberatan, kebetulan ada yang ingin kulihat!” seru gadis itu dengan penuh semangat.


Dea menerima ponsel Sagara dan menyalakan benda pipih itu,” Password Nya apa ?”tanya Dea.


“ Tanggal pernikahan kita,” ucap Sagara dengan gamblang.


“ ohh tanggal pernikahan kita,” ucap Dea tanpa sadar sambil mengetik tanggal pernikahan mereka hingga tiba tiba dia sadar sesuatu.


“ Tunggu kau menggunakan tanggal pernikahan kita sebagai password?” tanya Dea dengan mata terbelalak.

__ADS_1


“ hmmm...”


“ Tapi kenapa?”


“ Karena mudah diingat,” balas Sagara dengan nadanya yang cuek tapi penuh perhatian.


Dea tersenyum,” siapa sangka ternyata tuan muda ini juga bisa bersikap manis hahahah..” batin gadis itu dengan senyum malu malu.


Hanya dengan melihat senyuman Dea, pria itu sudah bahagia, gejolak aneh yang sejak pertama kali melihat Dea lagi telah bertumbuh semakin besar tanpa sepengetahuan gadis itu. Setiap momen bersama Dea berhasil menarik perhatian seorang tuan Sagara yang dingin dan kejam.


“ Dasar bocah, begitu saja sudah senang,” batin Sagara yang tak henti hentinya tersenyum melirik lirik istrinya.


“ Ya Tuhan setelah ini aku pasti akan dilemparkan ke neraka oleh pangeran kegelapan itu, bagaimana ini, mampus lah aku!” batin Lin yang sedang keringat dingin. Dia mencuri curi pandang dari tuannya, sangat menakutkan.


Sangat mengerikan karena tatapan Sagara benar benar mengatakan bahwa dia akan segera membunuh pria itu setelah acara ini selesai.


Setelah menunggu hampir 30 menit di jalanan yang macet, akhirnya mereka tiba di hotel tempat acara itu dilaksanakan.


“ Tuan, Nyonya kita sudah tiba!” ucap Lin.


Dea menatap ke depan sambil mengedipkan kedua matanya,” wahh sepertinya akan ada makan besar hari ini, baguslah aku sudah lapar!!” celetuk gadis itu sambil tersenyum.


“ Kau lapar? Kita makan dulu?” tanay sagara penuh perhatian.


“ ehh ti.. tidak apa apa.. kenapa kau tiba tiba bersikap manis? Ini sangat mengejutkan, Pak tua Lin periksa otak tuan bosmu!!!” seloroh gadis itu dengan wajah panik.


“ Aku tidak gila, apa kau benar benar tidak butuh makan saat ini?” tanya Sagara.


Dea mengusap perutnya,” nanti saja, kita sudah tiba, jangan sampai kau dicela karena memberi makan diriku,”ucap gadis itu sambil menyerahkan ponsel suaminya.


Sagara menatap Dea, gadis itu selalu saja memberikan perhatian yang lebih pada orang orang di sekitarnya sampai mengorbankan dirinya sendiri.


Pria itu membuka kotak kecil di samping tempat dia duduk, ada beberapa makanan ringan di sana,” Ini makanlah sebelum kita masuk,” ucap Sagara memberikan makanan ringan itu pada istrinya.


“ wahh ini kesukaanku!!” seru Dea saat melihat manisan kering dalam kemasan yang selalu ada di dalam mobil itu.


“ Terimakasih banyak!!” ucap Dea dnegan mata berbinar binar,” tapi bagaimana bisa ada manisan di sana?” tanya Dea heran.


“Tentu saja ada, “ ucap Sagara.


" Karena aku selalu menyediakannya sambil menunggu kau kembali padaku pendekar kecilku,” batin Sagara.


...#...

__ADS_1


Setelah mengemil beberapa manisan kering, rasa lapar Dea cukup teratasi, keduanya keluar dari dalam mobil itu.


Sagara dan Dea berdiri di hadapan gedung itu, keduanya sangat mempesona. Aura Sagara yang kuat dan mendominasi serta aura sang istri yang cantik dan menggemaskan sangat cocok satu sama lain.


“ Pertemuan hari ini akan menentukan apakah tuan Lee mau bekerja sama dengan kita atau tidak, nanti saat di dalam.."Sagara berhenti bicara saat Dea dengan gampangnya memotong kata-katanya.


“ aku tahu, aku harus bersikap baik dan tenang kan? Serahkan saja padaku, aku ahlinya!” balas gadis itu sambil tersenyum.


Sagara menatap istrinya,” sok tahu, maksudku kau bisa melakukan apa saja yang kau mau, bersikap baik itu bagus tapi kalau ada yang tidak nyaman katakan padaku,” ucap Sagara.


“ Ehh hehehe.. baiklah tuan!” balas Dea dengan senyuman sumringah di wajahnya.


“ Ayo!” ucap Sagara sambil mengarahkan lengannya untuk digandeng oleh Dea.


Dengan wajahnya yang jahil, Dea menggandeng tangan suaminya sambil tersenyum,” tidak disangka tuan muda yang seram ini ternyata memiliki sikap manis yang tidak banyak orang tahu,” batin Dea.


“ Setelah mendengar cerita para pelayan tentang bagaimana dia diperlakukan keluarganya, aku jadi ingin melindunginya, tenang saja tuan Sagara, karena kau bersikap baik, aku akan jadi istri yang baik juga!” batin Dea.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan. Bukan pertama kalinya Dea menghadiri acara besar seperti ini dengan statusnya sebagai seorang putri bangsawan, namun jelas sekali perlakuan orang orang pada dirinya sangat berbeda.


Karena keluarganya bersikap semena-mena terhadap dirinya, otomatis orang orang yang mengenalnya juga melakukan hal yang sama terhadap gadis malang.


Seluruh mata tertuju pada Dea yang digandeng oleh seorang pria tampan misterius. Sagara yang tidak pernah menampakkan wajahnya ke hadapan publik kini muncul tanpa memberitahukan bahwa dirinyalah tuan Sagara yang sangat ditakuti oleh orang orang di negeri itu.


Hanya orang orang tertentu yang mengenali wajah sagara, bahkan keluarga Dea saja tidak tahu seperti apa wajah pria yang sudah menikahi putri bungsu keluarga bangsawan itu.


Sekretaris Lin membawa Dea dan Sagara berjalan menuju meja VVIP di mana mereka harus duduk. Meja yang disediakan khusus bagi orang orang dengan jabatan tinggi.


“ Silahkan duduk, tuan, nyonya,”ucap Lin.


“ Terimakasih Lin,” balas Dea sambil tersenyum.


"Dea, kalau bosan bilang ya? kita akan menonton seminar sejenak!" bisik Sagara.


Gadis itu membalas dengan anggukan dan senyuman manis yang lembut sambil menaikkan jari jempolnya," Siap Tuan Bos!" celetuk gadis itu.


.


.


.


Like, vote dan Komen

__ADS_1


__ADS_2