Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 50


__ADS_3

Dea menceritakan semua cerita tentang Sagara muda dengan cara yang dramatis. Dengan tujuan menarik perhatian pria itu dan membuat Sagara yang ada di hadapannya merasa iba pada Dea.


Jangan sebut dia gadis nakal dan licik kalau setiap tindakannya tidak memiliki arti tersendiri.


Dea melakukan ini saat melihat simpati Sagara keluar begitu dia menceritakan kisah masa lalunya dengan 'Teddy bear'-nya.


Faktanya dia memang mencintai 'Teddy bear'-nya, hanya saja Dea mendramatisir ceritanya agar suasananya semakin menyedihkan.


Tujuan utama gadis itu tentu saja agar Sagara memilih untuk berpisah dengannya.


Gadis ini sangat licik, beberapa kali dia terus mengulangi kata berpisah, jangan sebut Sagara sebagai jagoan dalam bisnis jika menebak isi kepala Dea saja dia tak bisa.


Merasa ada yang aneh dengan sikap dan tangisan Dea yang berlebihan, Sagara memilih membalas kejahilan gadis itu dengan menjebaknya.


"Kau pikir aku akan tertipu dengan tangisan buaya mu Dea? lagipula Sagara yang kau ceritakan itu sudah lama mati. Aku masih ingin bermain main denganmu, gadis nakal!!" batin Sangat dengan senyuman liciknya.


"Aku tidak akan menuruti permintaanmu!" ucap Sagara seolah dia dan Dea tidak memiliki hubungan khusus.


Degh!!


Mata gadis itu membulat, rencananya gagal lagi.


"Sial, kenapa dia menolaknya!? jelas aku mendramatisir ceritaku, kenapa dia sama sekali tidak bisa disentuh!?? yaakk monster jahat kenapa kau menolak huwaaa... habis sudah kesempatan ku!!" Dea meringkuk kesal, dia melirik Sagara yang tampaknya tak tersentuh sama sekali.


Hancur sudah rencana gadis itu untuk keluar dari kediaman Sagara.


"Hiks hiks hiks... aku hanya ingin menemukan dia, aku...aku merindukannya, biarkanlah aku keluar !!" ucap Dea sambil memohon.


"Tidak akan pernah!" tolak Sagara.


" Kumohon, jadilah orang baik sekali ini saja!!' pinta gadis itu yang spontan memegang lengan Sagara.


"Karena kesempatan jadi orang baik hanya sekali, maka akan ku gunakan kapan kapan!" ucap Sagara sambil mengulum senyum.


" Kumohon, plisss ya.. ya.. apa kau ini ingin memisahkan sepasang kekasih yang saling mencintai!?" tanya Dea.


Sagara tertawa," Hahah... dasar naif, apa kau pikir dia masih mencintaimu setelah meninggalkan dan tidak mencarimu selama bertahun-tahun!?" ejek Sagara.


" Tentu saja dia pasti masih mencintai ku!!!" balas Dea dengan percaya diri.


"Bagaimana kau tahu, tidak mungkinlah!" balas Sagara .


" Itu mungkin, kenapa tidak mungkin, kau tahu apa tuan Sagara!?" kesal Dea.


" Aku tahu semuanya!!" ucap Sagara.

__ADS_1


" Cihh! dasar sok tahu, jadi menurutmu apa dia masih mencintaiku atau tidak hah!?" tanya Dea dengan mata membulat sempurna.


"Tentu saja selalu mencintaimu!!!" balas Sagara yang terbawa perasaan, dia menatap Dea demikian gadis itu.


Keduanya saling bertatapan, seketika dua mulut yang tadinya berdebat itu langsung terbungkam dengan indahnya pemandangan di hadapan mereka masing-masing.


Dea dan Sagara terdiam sejenak, waktu seolah berjalan dengan lambat, debaran jantung keduanya berirama indah, membuat gejolak dan benih benih cinta semakin bertumbuh di hati mereka masing-masing .


Dea terdiam, dia menyadari sesuatu yang lain dengan hatinya, sesuatu yang tidak boleh dia lanjutkan karena janjinya pada Sagara muda yang tanpa dia ketahui adalah pria di depannya.


Sedangkan Sagara menyadari bahwa dirinya telah sejak belasan tahun lalu terikat dengan tatapan itu. Terikat benang merah semakin erat pada Dea, pendekar kecilnya yang sudah menjadi istrinya.


"Tuan, Nyo.. nyonya kita sudah sampai!" ucap Lin dengan suara gugup, takut kalau dia mengganggu Keduanya.


" Ekhmm... hah... dasar si kaki pendek konyol!" ejek Sagar sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.


" Cihh diam kau tiang listrik tegangan tinggi, menyebalkan!" balas gadis itu dengan suara ketus.


Sekretaris Lin dan Supir hanya bisa tarik nafas dalam-dalam, hanya berharap agar majikan mereka tidak kambuh dan marah besar seperti dulu.


Tetapi apa yang mereka takutkan sepertinya tidak akan terjadi. Sagara tampak bahagia, meski berusaha keras menyembunyikan wajah senangnya, aura pria itu mengatakan bahwa dia sangat bahagia saat ini.


Lin membukakan pintu bagi keduanya. Pasangan itu keluar dari dalam mobil dan disambut oleh puluhan pengawal yang berjejer di depan gedung Sagara grup milik suami Dea.


Matanya menyelusuri bangunan itu, sangat megah dan mewah, tampak jelas perusahaan itu bukan sembarang perusahaan.


"Gedung ini begitu besar, apa saja yang dilakukan di sini!?" Tanya Dea penasaran. Tapi tangannya tampak sudah mulai nyaman menggenggam lengan Sagara.


" Banyak yang dilakukan di sini, saat ini perusahaan sedang fokus mempersiapkan peluncuran jam tangan digital untuk kesehatan yang digunakan sebagai jam tangan pasangan, selain itu ada departemen lain yang melakukan pekerjaan mereka masing-masing, " jelas Sagara.


"Wahh benarkah!? pasti sangat menarik!" ucap Dea seperti seorang manusia yang baru pertama sekali melihat gedung besar.


"Bukankah keluargamu juga memiliki perusahaan? " tanya Sagara.


"Bukan keluargaku, kau satu satunya keluargaku sekarang!" ketus gadis itu.


Sagara tersenyum tipis, dia hanya menguji Dea, dan tentu saja jawaban gadis itu selalu sarkas.


" nyonya muda, saatnya tour perusahaan sembari melakukan pengecekan lapangan!" ucap Sagara.


Dea mengangguk, dia menatap jejeran pengawal yang berbaris dan membungkuk di depan mereka.


"Silahkan tuan dan nyonya muda," ucap Sekretaris Lin memberi jalan pada keduanya.


Sagara berjalan dengan gagah didampingi istri cantik yang membuat mata para karyawan terkejut.

__ADS_1


Bahkan penampilan Sagara yang biasanya hanya memakai pakaian hitam bak orang berkabung kini lebih kharismatik dengan perpaduan emas dan hitam di pakaiannya, sangat serasi dengan Dea.


Tentu saja kedatangan Sagara menjadi alarm gawat darurat bagi para karyawan, alasannya, Sagara dapat langsung memecat seorang karyawan jika orang itu melakukan kesalahan di depan mata Sagara.


Segalanya harus sempurna, mulai dari pakaian, kerapihan rambut, make up, sepatu harus kinclong dan segala sesuatunya harus sempurna!


Tentu tuntutan pekerjaan ini seimbang dengan besarnya pendapatan tiap karyawan.


"Semuanya sangat rapi, ini bagus sekali, pantas disebut macan Bisnis Asia!" ucap Dea yang takjub dengan isi perusahaan itu.


Semuanya ditempati oleh orang-orang profesional.


Saat mereka berjalan, barisan para pemagang yang sedang diberi arahan berpapasan dengan mereka.


"Selamat siang tuan Muda, " sapa manager HRD yang dibalas anggukan kepala oleh Sagara.


"Semuanya beri salam pada Presdir Sagara!" ucap pria berkacamata itu.


"Selamat Siang Presdir!" seru mereka dengan penuh hormat, seperti yang telah diberitahukan.


"Lanjutkan pekerjaanmu!" ucap Sagara dengan nada dingin.


" Terimakasih tuan!" balas pria itu sambil membungkuk lagi, tetapi yang namanya manusia pasti punya rasa penasaran yang tinggi.


Dia melirik Dea sejenak, karena baru kali ini tuan muda mereka membawa seorang wanita yang sangat dekat dengan pria itu. Tentu semua orang penasaran.


"Mulai hari ini, Dia akan bebas keluar masuk perusahaan, posisinya sama seperti diriku!" ucap Sagara dengan lantang.


"Emm apakah nona ini wakil Presdir? atau asisten pribadi Presdir!?" tanya manager itu.


" Dia istriku!" balas Sagara dengan tegas.


Degh!!


Tentu saja semua orna terkejut, ternyata tuan muda Sagara membawa istrinya ke kantor.


" Ma.. maafkan kami tuan, nyonya!!" ucap para karyawan serentak sambil membungkuk dan meminta maaf berkali-kali.


Dea terhenyak, suasana ini sangat familiar, sama persis dengan suasana mencekam di mansion.


" Wahh... Tuan Sagara, kau luar biasa ya!? benar benar di luar nalar!!" bisik Dea seraya mencubit lengan Sagara.


" Kenapa? apa ada yang salah!?" tanya Sagara.


" Sepertinya kau yang bermasalah!" celetuk Dea sambil menatapnya dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


__ADS_2