Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 45


__ADS_3

Dua hari kemudian,


Dea duduk bersantai di atas ayunan di bawah pohon besar yang sangat rimbun di mansion itu sambil membaca buletin bisnis yang sembarang dia ambil dari ruang baca.


Sambil mengunyah buah apel merah yang dia ambil dari dapur, gadis itu berayun dengan santai menikmati waktu pribadinya.


Sagara tampaknya tak mengusik ketenangan gadis itu selama dua hari belakangan setelah pembiasaan mereka di taman belakang.


"Teddy Bear, seperti apa dirimu sekarang!?" gumam Dea yang kembali teringat dengan Teddy Bearnya.


"Si tuan tiang listrik itu punya nama yang sama dengan kak Gara, tapi sifat mereka sangat bertolak belakang, ku harap setelah mendengar ucapanku tadi, dia berinisiatif menceraikan aku," gumamnya.


"Aku harus mencari Kak Gara, janji kami, dia pasti masih ingat!" batin Dea penuh tekad.


Salah satu alasan Dea ingin berpisah dengan Sagara adalah karena janji yang dia ikat dengan Sagara muda, satu satunya sosok yang membuatnya berpikir kalau hidup itu harus diperjuangkan.


Dea telah menempatkan sosok Sagara muda di ruang hatinya. Membuat dia merasa bersalah jika sampai jatuh hati pada orang lain.


Dea mengunyah apelnya, tampak menikmati belaian lembut sang angin di pipinya.


Kicauan burung dan hangatnya mentari membuat hati gadis cantik itu penuh semangat.


"Sedang apa!?" suara bariton Sagara membuat gadis itu terkejut bahkan hampir terjatuh dari ayunannya.


" Eh.. Ka.. kau!?" Dea menatap Sagara dengan mata membulat, tangannya yang memegang apel menggantung di udara.


Pria itu tersenyum padanya.


"Di.. dia tersenyum!? padaku!? setelah mendengar ucapanku dua hari lalu!?" gadis itu tak percaya.


Setelah berbicara di paviliun waktu itu, Dea menjaga jarak dari Sagara, dan pria itu tampaknya sibuk dengan pekerjaannya. Tapi hari ini Sagara menghampirinya


"Aku mau!" ucap Sagara sambil menggigit apel yang dipegang oleh Dea.


"Eh itu bekas mulutku!" ucap Dea terkejut saat Sagara menggigit apel milik Dea.


"Ini enak," ucap Sagara sambil tersenyum dan mengunyah apel itu.


Deg deg deg...


Jantung Dea dibuat lari marathon, dan Dea tahu hal ini salah!

__ADS_1


Wajah tampan Sagara yang tersenyum manis, matanya yang berbinar-binar, penampilannya yang tampaknya berubah lebih berwarna membuat debaran di dada Dea semakin jelas.


"Apa masih ada?" tanya Sagara seraya berbisik di telinga Dea. Hembusan nafas pria itu menyentuh daun telinga Dea.


Glek!


Dea menenggak salivanya dengan kasar, berusaha untuk tidak gugup dan salah tingkah, tapi sepertinya hal itu hanya dalam pikirannya saja.


"Di.. didapur!" jawabnya terbata-bata.


Sagara tersenyum tipis, "aku malas mengambilnya, kalau begitu sisanya untukku saja," ucap Sagara sembari mengambil sisa buah apel di tangan Dea dan mengunyahnya sampai habis.


Dea sangat gugup saat ini. Pipinya bahkan sampa memerah.


"Kau merona, apa kau malu?" tanya Sagara dengan tatapan tak berdosa.


"Da.. dasar tiang listrik menyebalkan!!" ketus gadis itu sambil berjalan mundur lalu pergi dari sana seraya menghentak-hentakkan kedua kakinya di atas tanah.


Sagara tertawa," Akan ku buat kau mencintai Teddy bear mu lagi Dea," gumam Sagara sambil tersenyum puas setelah menggoda istrinya.


Dea menjauh dari pria itu, sambil menggerutu dia mengusap usap dadanya yang berkecamuk.


"Dasar menyebalkan, seisi mansion ini adalah miliknya, kenapa juga harus memakan apel milikku, apa kau tidak bisa bergerak dasar jahat!!" gumam Dea.


Dia berjalan tergesa-gesa, di saat yang sama Sekretaris Lin berjalan menuju pohon besar itu dan berpapasan dengan Dea.


" Nyonya muda, kenapa wajah anda memerah?" tanya Lin seraya menatap Dea dengan tatapan terkejut.


"Apa sangat kelihatan!?' tanya Dea sambil menepuk-nepuk pipinya.


Lin mengangguk," Sangat merah, seperti kepiting rebus, apa ada yang mencium anda nyonya?" tanya Lin dengan polosnya.


Mata gadis itu membulat dan siap menelan Lin," kau juga sama menyebalkan, dasar sekretaris Lin jelek!!!" ketus gadis itu lalu pergi dari hadapan Lin..


Sekretaris Lin memiringkan kepalanya seraya menggaruk tengkuknya," Ada apa dengan nyonya?" pikirnya.


Segera pria itu berjalan menuju pohon besar, dia tampak membawa beberapa berkas, baru saja tiba dari perusahaan hendak melaporkan pekerjaan hari ini pada sang Presdir.


"Tuan muda, ada yang harus saya beritahu!" ucap Lin sambil menatap Sagara di atas ayunan itu.


"katakan!" ucapnya yang kembali ke mode Presdir beringas.

__ADS_1


"Tuan Lee dan istrinya ingin bertemu dengan anda, mereka menawarkan kesepakatan kerjasama selama sepuluh tahun dengan Grup Sagara, dan akan menjadi satu satunya pencipta aplikasi bagi perusahaan tuan, tawaran ini cukup menarik dan menguntungkan!" ucap Lin.


Sagara berdecih," Apa kau pikir nilai istriku setara dengan penawaran kerja sama mereka? jangan harap!" ucap Sagara dengan tegas.


"Tolak semua kerja sama yang berhubungan dengan mereka, dan banded proyek film yang digarap oleh istri tuan Lee juga yang diperankan oleh Gita Eldrich!" titah Sagara.


Kejadian itu tidak akan dilupakan oleh Sagara begitu saja. Pipi Dea yang ditampar oleh Nancy dan kata kata kasar Gita yang membuat Dea menangis akan dia balaskan berkali kali lipat lebih mengerikan dari apa yang mereka lakukan terhadap Dea.


"Tu..tuan, seri film yang dibintangi nona Gita adalah seri yang paling banyak diminati oleh penonton di siaran kita, bukankah ini..."


"Lin, Apa aku harus menjelaskan padamu?" tanya Sagara seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Istriku tidak bisa dibandingkan dengan film murahan itu, biar dia rasakan bagaimana hancur dalam tindakannya sendiri!" ucap Sagara dengan ketus.


Lin tak bisa berkata-kata, dia hanya bisa pasrah dan mengurus semuanya dengan baik. Cabang bisnis Sagara telah melanglang buana sampai ke segala arah, mulai dari dunia entertainment, Bisnis retail, kecantikan dan fashion. Dia adalah rajanya bisnis, tetapi identitasnya seolah menjadi misteri bagi dunia luar.


"Tuan muda, acara ulangtahun tuan besar akan segera dilaksanakan, bagaimana dengan rencana tuan muda?" tanya Lin.


"Aku diundang, tentu saja aku harus datang untuk memberi mereka kejutan!" ucap Sagara sambil tersenyum licik.


"Siapkan mobil, kita akan melakukan peninjauan lapangan sekarang, nyonya muda juga ikut!" titah Sagara.


"Baik tuan muda!" seru Lin dengan tegas.


Sagara berjalan menuju Bangsalnya. Sembari mencari keberadaan istri nakalnya yang entah pergi ke mana setelah dia goda tadi.


"Di mana dia? si kaki pendek itu mana bisa berjalan secepat itu!" gumam Sagara sambil tertawa pelan.


Sagara berdiri di pertengahan antara jalan menuju bangsal Dea dengan Bangsalnya, menatap jauh ke arah bangsal gadis itu.


"Apa dia di Bangsalnya?" pikir Sagara.


Saat sedang mencari keberadaan Dea, suara teriakan para pelayan terdengar.


" Nyonya muda, jangan lakukan itu!!!!" teriak para pelayan dengan suara panik.


Seketika Sagara terkejut, dengan wajah panik dia berlari ke arah sumber suara," Apa lagi yang sebenarnya dia lakukan? dasar gadis tengik!!!" gumam Sagara.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2