
Mansion Tulip tampak sangat meriah, ulangtahun Sagara dirayakan dengan begitu meriah.
Dea menggandeng suaminya menuju sisi panggung, di mana ada layar biru dengan alat hologram di sana.
"Pakai ini!" Dea memasang kacamata VR kepada Sagara.
"Aku penasaran, apa lagi yang kau siapkan," ucap Sagara sambil tersenyum.
Dea membalas dengan senyuman manis di wajahnya," nantikanlah," bisik Dea sambil tersenyum manis .
Sagara dipasangi kacamata VR yang terhubung dengan hologram.
Semua orang tampak menatap pria itu dengan wajah harap-harap cemas. Berharap Sagara menyukainya dan cemas akan respon Sagara.
Kini yang ada dalam pandangan Sagara adalah sosok Kai dan Nini yang karakternya telah direkonstruksi menjadi sosok dewasa sebagaimana usai mereka seharusnya jik mereka masih hidup di dunia ini.
Semua ini adalah kejutan yang disiapkan oleh Yonatan sebagai hadiah ulang tahun bagi saudaranya.
Sagara menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca, pria itu menangis, wajah Kai dan Nini yang sangat dirindukan Sagara membuat pria itu berdebar .
"Hay Gara, lama tidak berjumpa!" sapa gadis cantik Nini sambil tersenyum dan melambaikan tangan pada Sagara.
"Gara, senang melihatmu sudah sebesar ini, kau sangat hebat!!" seru Kau sambil tersenyum manis dengan lesung pipinya yang khas.
Sagara tertegun, dia menatap mereka sambil menangis sesenggukan.
"Kai... Nini.... aku merindukan kalian!" ucap Sagara dengan suara bergetar, yang membuat semua orang yang melihat dirinya menangis dalam diam.
"Kami juga merindukanmu, tapi kita sudah tidak bisa bertemu, kami akan menatapmu dari sambil tersenyum dengan bangga karena kamu telah berhasil Sagara!" ucap mereka berdua.
"Yang terjadi di masa lalu bukan kesalahanmu, tak ada manusia yang bisa menebak sampa kapan usia kita bertahan, yang bisa kita lakukan adalah hidup dengan bahagia dengan orang orang yang ada di sisi kita ," ucap Kai .
" Sagara semangat, selamat ulangtahun, kami berharap kau bertahan lama dan hidup dengan bahagia!!" seru Nini dengan senyuman manisnya.
Sagara tersenyum, dia tahu ini tidak nyata tetapi rasanya seolah mereka benar benar ada di hadapan mereka.
"Bolehkah aku memeluk kalian?" tanya Sagara.
Nini dan Kau mengangguk, mereka menghampiri Sagara dan memberikan pelukan virtual. Meski tidak nyata, tapi rasa lega dan bahagia itu nyata dalam hati Sagara.
Sagara menangis sesenggukan, tak malu dia menunjukkan citra dirinya yang lemah di hadapan semua orang.
Dea menatap suaminya, tak kuasa dia menahan tangisannya. Gadis itu berlari dan menghamburkan pelukannya pada Sagara.
__ADS_1
Perlahan lahan dia membuka penutup mata Sagara, membuat wajah Sagara yang menangis terlihat jelas.
Tangan kecil nan lembut milik Dea mengusap wajah suaminya perlahan. Dia hapus air mata suaminya dengan lembut, dan menatapnya sambil tersenyum manis.
"Selamat ulangtahun suamiku," ucap Dea dengan berlinang air mata.
Sagara memeluk Dea dengan erat. Pada titik ini dia menyadari betapa besar peran Dea menyelamatkan dirinya dari rasa sakit dan kesedihan.
Sagara menangis, dia bersyukur bahwa dia memiliki Dea di sisinya," aku tidak membutuhkan apapun lagi selama ada dirimu di sisiku, terimakasih pendekar kecilku," ucap Sagara sambil memeluk Dea erat erat.
Dea juga membalas pelukan suaminya.
Seluruh lampu di halaman itu dinyalakan, tampaklah dekorasi taman yang luar biasa indah. Semua kenangan manis dipajang di sana, lagu yang indah dimainkan.
Kedua insan itu saling menatap satu sama lain, tersenyum dan menyelami netra pasangan mereka masing-masing.
Tangan Dea melingkar di leher pria itu, sambil tersenyum dia menatap suaminya. Demikian Sagara, dia memeluk pinggang istrinya dengan lembut.
Tatapan itu semakin lama semakin dalam hingga Sagara dengan berani mengecup bibir ranum istrinya di hadapan semua orang.
Dea terkekeh, seolah kurang, Sagara mengecup bibir itu dengan lembut, menikmati setiap momen mereka bersama.
Semua orang bertepuk tangan meriah, mereka tertawa bahagia dan penuh haru menatap pasangan itu.
Ulang tahun Sagara dipenuhi dengan kejutan, para pelayan memberikan tarian spesial mereka untuk sang tuan muda.
Tuan besar Maureer dan istrinya juga kedua putranya bernyanyi untuk Sagara. Yonatan mengirimkan video ucapan selamat pada Sagara.
Sebenarnya, Yonatan sudah mempersiapkan kedatangannya, tetapi terjadi masalah di perjalanan. Alhasil, pria itu hanya bisa memberikan video ucapan selamat serta kejutan hologram itu pada adiknya.
Sahabat sahabat Sagara berlaku konyol sebagaimana biasanya, apalagi Sekretaris Lin yang tak berhenti menangis sejak acara dimulai hingga semuanya berakhir dengan meriah.
Acara ulangtahun Sagara yang begitu meriah membuat hati semua lemah bahagia .
Senyuman kebahagiaan semakin jelas di wajah mereka semua.
Tetapi kebahagiaan itu hanya bisa dinikmati oleh mereka semua.
Kehidupan keluarga bangsawan Eldrich perlahan lahan berubah sejak Gita mengetahui bagaimana kehidupan Dea saat ini.
Penyesalan besar datang pada gadis licik itu. Dia menyesal karena tidak menikahi Sagara yang ternyata memiliki segalanya.
" Papa pokoknya aku tidak mau tahu. aku mau menikahi SAGARA, dia suamiku, dia harusnya menikah denganku bukan dengan pembunuh itu!!!" pekik Gita sambil menangis sesenggukan di ruang keluarga rumah bangsawan Eldrich.
__ADS_1
Karirnya meredup dalam seketika, di hancur berantakan karena ulahnya sendiri.
Seisi keluarga Eldrich tak tahan mendengar tangisan meraung Raung dari Gita.
"ini semua karena perempuan pembawa sial itu, beraninya dia menyakiti adikku!!!" geram Alexander sambil mengeraskan rahangnya.
" Gita tenanglah dulu, kita akan bicarakan ini, anak sialan itu harus diberi pelajaran!" imbuh Clara.
Gita hanya menangis sesenggukan, "karena ulahnya karirku hancur huwaa.... dia pasti melakukan semua ini, mempengaruhi Sagara agar merusak namaku, aku membencinya, huwaa.... aku membencinya!!!" teriak Gita sambil memukuli kepalanya sendiri.
Tuan Besar Eldrich duduk sambil menatap Gita dengan wajah kesal, " beraninya dia menipu kita selama ini, dia merusak reputasi Keluarga kita, merenggut nyawa istriku, merusak karir kakaknya bahkan mempengaruhi pria itu untuk menyakiti Gita, " geram taun Eldrich.
Mereka semua marah karena kehidupan Dea yang mereka pikir pasti akan lebih menderita dan menyedihkan bersama pria monster yang mereka sebut kejam itu justru lebih bahagia.
Dea memiliki segalanya, suaminya hebat, keluarga barunya sangat terpandang.
Kecemburuan, kemarahan, kebencian telah membuat mereka semua gelap mata dan malah membenci Dea.
"Alex, aku pulang sekarang!" suara seorang wanita berwajah dingin dan sendu memecah keheningan di ruangan itu.
Vera Leola, istri Alexander Eldrich berdiri dari kursinya sambil menggendong putranya dan menatap mereka sekeluarga dengan tatapan jengah.
" Berhentilah bertindak seolah olah kalian adalah korban, menjijikkan!" umpat perempuan itu lalu berjalan dari sana sambil menggendong putranya keluar dari rumah itu.
"Sayang!!' teriak Alexander dengan wajah marah.
Tuan Eldrich segera menghentikan putranya,"jangan mengusiknya untuk saat ini, keluarganya banyak membantu perusahaanmu!" tegur tuan Eldrich yang tak ingin bisnis putranya hancur karena Alex bertengkar dengan Vera.
"Tapi Pa dia selalu begitu, kenapa kita harus takut pada kakak ipar!?" protes Clara yang tak senang karena keluarga mereka sepertinya sangat tunduk terhadap kata kata Vera Leola.
Tuan Eldrich menatap tajam putrinya," Kalau kau tidak tahu apa apa, lebih baik kau diam saja!! jika sampai Vera mengadu pada orangtuanya, maka perusahaan yang dipimpin kakakmu akan langsung beralih ke tangan Vera!!" tukas tuan Eldrich.
"Dan sekarang kita tidak tahu apa yang direncanakan Dea, jika sampai dia membuat gerakan apapun, maka karirmu sebagai pengacara kondang pun akan berakhir di jalanan Clara!" tambah pria itu memberi peringatan keras bagi anak anaknya agar tidak bertindak gegabah.
Mereka terdiam dan tak bisa berkutik. Awalnya hanya Vera yang mereka takutkan, tetapi sekarang setelah Dea keluar, maka semuanya benar benar telah berubah.
"Tenang saja Pa, aku punya cara untuk membungkam mulut jal4ng sialan itu, aku akan gunakan Amira!" tukas Gita sambil tersenyum jahat.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗