
Makan siang berakhir dengan tenang. Dea berusaha keras untuk menahan rasa asin yang sangat pekat di lidahnya karena sup buatannya sendiri.
Awalnya ingin melihat pria itu menderita karena makan sup asin, tapi akhirnya Dea malah tidak tega karena Sagara tampak sangat bersemangat untuk kali pertama.
"Ahhh... Aku kenyang, aku ke luar dulu!!!" Ucap Dea sambil beranjak pergi dari meja makan seryaa menepuk-nepuk perutnya yang sudah penuh.
Sagara melirik gadis itu. Sebenarnya da sangat penasaran kenapa Dea menghalangi dirinya mencicipi sup tadi," apa yang dia lakukan sebenarnya?" Batin Sagara sambil tersenyum tipis.
Dia mengarahkan sendokknya ke mangkuk sup bekas Dea.
Hap!!
"Kau mau apa!?" Tanya Bima panik.
Lin dan Barak juga demikian. Jika sampai Sagara tahu dirinya dikerjai lagi, pasti dia akan sangat marah pada Dea.
Sagara menatap tak suka pada Bima. Hal ini malah semakin menambah kecurigaan nya pada sup buatan Dea.
"Lepaskan!" Titah Sagara.
" Itu bekas Dea, kau tidak pernah makan dari mangkuk bekas orang lain. Jangan menurunkan derajat mu Sagara," ucap Bima berusaha menghalangi Sagara mencicipi sisa sup yang masih banyak itu.
Sagara menaikkan sebelah alisnya," Sepertinya, memang ada yang aneh di sini," ucap Sagara.
Dia menarik tangan Bima begitu saja lalu mengambil mangkuk sup milik istrinya.
"Sagara itu!!"
"Diamlah, ini mangkuk istriku. Apa salahnya!" Kesal pria itu sambil menyendokkan sup itu ke mulutnya dan...
Glek!!!
"pruuufffth... uhuk.. uhuk... uhuk!!!"
"Apa ini? Asin sekali!!!" Sagara terkejut bukan main sambil menatap ketiga temannya yang sudah pasrah di tempat mereka masing-masing.
"Sudah ku peringatkan!" Ucap Bima.
Sagara menatap sup itu," jadi dia Batal menjahiliku!? Hahahahah.... Kau sama sekali tidak berubah pendekar kecil!!" Batin Sagara.
Dia tersenyum sambil meletakkan mangkuk itu. Faktanya, Dea mau mengorbankan dirinya untuk meminum sup keasinan itu agar Sagara tidak kecewa.
"Hahahahhaha..... Hahahhahahahaha....." Sagara tertawa terbahak-bahak sambil memutar-mutar mangkuk sup itu. Dia tertawa begitu puas, untuk kali pertama seumur hidup, Sekretaris Lin dan sahabat-sahabatnya mendengar suara tawa yang begitu puas keluar dari bibir Sagara.
"Barak kau periksa kepalanya,apa dia terbentur, Dia sudah gila!" bisik Bima sambil bangkit berdiri dan menata Sagara dengan wajah ketakutan.
Lin dan Barak pun demikian terkejutnya dengan perubahan tiba-tiba dari pria itu.
"Di.. diamlah, sepertinya dia salah makan obat, ini pertama kali dia tertawa!!!" Ucap Barak.
__ADS_1
" Bima, kau peringatkan nyonya muda, sepertinya akan terjadi serangan balas dendam hari ini!" Ucap Lin.
Ketiga pria itu berjalan menjauh dan...
Drap drap drap
Mereka berlari keluar dari ruang makan dengan wajah pucat pasi seolah baru saja melihat monster mengerikan.
"Hah... Hah...ini sangat tidak normal!!" Ucap mereka sambil menatap ruang makan dengan wajah terheran-heran terutama menatap Sagara yang masih tertawa seperti orang kesurupan.
" Ini pertama kalinya!" Ucap Sekretaris Lin yang dibalas anggukan kepala oleh Barak dan Bima.
Bima menatap tak percaya pada sahabatnya. Persahabatan mereka sudah sangat erat, sampai sampai dia berakhir menyukai gadis yang sama dengan Sagara.
Di sisi ini, Bima menyadari satu hal penting bagi hidupnya. Bahwa persahabatan juga butuh pengorbanan, dia tersenyum menatap Sagara yang sudah bisa tertawa begitu lepas karena kehadiran seorang gadis di hidupnya.
Bima merasa lega, karena yakin bahwa sahabatnya pasti bisa menjalani hidup yang normal.
" Kau bajingan tengik, ku harap kau bahagia!" Batin Bima sambil tersenyum.
Sekretaris Lin tampak sedang menerima panggilan telepon dari rekan bisnis mereka. Wajahnya sangat serius, "Baik akan saya sampaikan tuan!" Ucapnya dengan tegas.
Barak dan Bima menatap pria itu.
" Apa ada rapat lagi?' tanya Bima.
Lin mengangguk," tuan Lee dari Raksa Grup akan mengadakan pesta ulang tahun istrinya malam ini sembari mengenalkan aplikasi kesehatan digital yang mereka buat, Tuan muda diundang dengan syarat membawa pasangannya, ini akan jadi kesempatan yang bagus untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang dipimpin tuan Lee, apalagi tuan muda membutuhkan teknologi kesehatan digital yang diciptakan tuan Lee," jelas Lin.
" Saya juga tidak mengerti jalan pikiran tuan muda," ucap Lin sambil menunduk lelah dengan sikap tuan mudanya yang tidak bisa ditebak.
Puk!! Puk!!
Bima dan Barak menepuk bahu pria itu," yang sabar Lin, kuburanmu pasti akan sangat luas!" Ucap mereka berdua dengan nada meledek.
Bugh! Bugh!!
"Keparat sialan!' kesal Lin sambil memukul perut mereka berdua.
"Hahahahhaha..... "
Lin pergi dari sana dan segera berlari untuk melapor pada tuan mudanya terkait acara bisnis malam ini.
Sementara itu, Dea sedang duduk lesehan di teras bangsalnya sambil bersandar pada kursi dan mendongak ke langit langit.
Tangannya menepuk-nepuk perutnya yang penuh.
"Hehehehe...... Ternyata tuan muda sombong yang kejam dan jahat itu bisa juga meminta maaf, hihihi... Dasar batu keras kepala!!' celetuk Dea.
Gadis itu sangat puas saat dia mendengar permintaan maaf dari Sagara. Rasanya bagaikan memenangkan Lottery yang berhadiah puluhan juta, sangat menyenangkan.
__ADS_1
"Sagara... Uhh.... Hoaaammmm.... Aku jadi mengantuk, dasar monster jahat, kau itu sebenarnya manusia atau malaikat maut! Dasar jahat!!" Gumam Dea.
Gadis itu malah terlelap di sana sambil tersenyum bahagia karena hidupnya di mansion itu jelas sangat berbeda dengan kehidupannya di masa lalu.
Dea terlelap dengan tenang, sampai mimpi indah yang sama menghampiri dirinya. Mimpi yang selalu membuatnya hidup dengan bahagia dan ceria.
Gadis remaja sedang berjalan di taman bunga yang sangat indah, sambil tertawa membawa keranjang bunga. Dia menarik tangan seorang anak laki laki gendut berkacamata, anak laki-laki yang dia selamatkan dari orang-orang jahat.
Mereka berdua berlari di taman luas yang dipenuhi bunga dan kupu-kupu yang sangat indah.
"Hahahha.... Ayo kejar aku, kau pasti bisa hahahahha...." Seru Dea remaja sambil menatap teman gendutnya.
Anak laki-laki itu berlari mengikuti langkahnya, terengah-engah sampai sekujur tubuhnya berkeringat.
" Aku lelah!!' ucap anak laki-laki sambil duduk di atas tanah.
Dea tertawa, dia merangkai bunga yang indah, lalu berlari ke arah anak laki-laki," Teddy Bear, pakailah!" Ucap Dea sambil memasang karangan bunga itu di kepala anak laki-laki itu.
" Terimakasih," ucap anak laki-laki itu.
Dea tersenyum, lalu duduk manis di samping anak laki-laki yang dia sebut sebagai Teddy Bear.
"Teddy Bear, aku mungkin akan pergi sangat lama, aku tidak bisa terus bersamamu, kalau kau takut, gambar saja ini di tanganmu, tatap dan rasa takutmu akan hilang!!" Ucap Dea.
Gadis itu menggambar wajah mengejek di tangan anak laki-laki itu.
"Namanya Monster Jelek baik hati!" Ucap Dea.
" Apa kita akan bertemu lagi?" Tanya anak laki-laki itu.
" Mungkin, di suatu tempat di masa depan, aku berjanji akan menemuimu Teddy Bear ku yang manis!!"
"Kalau begitu, " anak laki-laki itu mengambil bunga kecil yang dia bentuk menjadi dua buah cincin bunga.
"Berjanjilah, jika kita bertemu, kita akan menikah," ucapnya.
Dea tersenyum bahagia sambil memakai cincin itu," jika aku berhasil lepas dari rumahku, aku pasti akan mencarimu dan menikah denganmu, aku janji!!" Ucap Dea sambil menautkan jari kelingkingnya pada anak laki-laki itu.
" Hahahha... Janji!!"
" Janji pendekar dan Teddy Bear!!"
Dea tersenyum dalam tidurnya, bergumam sambil tertawa cengengesan.
" Hehehe... Hemmm... Teddy Bear... Aku pasti akan menikahimu!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗