Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 23


__ADS_3

Dea tak bisa tidur malam ini, dia merasa kepalanya sedikit sakit. Padahal seluruh pelayan sudah terlelap di kamar masing-masing.


"Hahh... Kebanyakan makan daging jadi begah, pencernaan ku memang kurang baik!" Gumam gadis itu sambil menepuk perutnya yang penuh karena makan bersama pelayan tadi.


Dea berjalan dengan santai untuk melancarkan pencernaan nya, sambil menatap indahnya langit dan juga betapa teduhnya kediaman itu.


"Wahh... Tidak disangka, malam malam begini sangat indah di sini, kenapa juga si tuan galak itu tidak menikmatinya!? Dasar monster jahat!" Ketus Dea seraya menatap kesal ke arah bangsal suaminya.


Kakinya melangkah, melewati taman dan lorong di kediaman itu.


Dia berjalan perlahan-lahan hingga mendengar suara mobil memasuki kediaman itu. Tampaknya sang pemilik kediaman sudah tiba.


"Siapa!? Apa dia pulang!?" Dea terkejut.


Sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah, diparkir begitu saja. Pintunya di buka dengan kasar, lalu tampaklah dalam cahaya remang-remang seorang pria keluar dari dalam mobil sembari berjalan sempoyongan.


"Si.. siapa!?" Pikir Dea. Dia melihat para penjaga, tak ada yang mendekati orang itu. Dea berjalan mendekat, tentu dia penasaran," siapa!?" Tanya gadis itu.


Pria itu semakin mendekat, dan semakin jelaslah terlihat kalau ada Sagara di sana.


"Tuan muda!? Sagara!? He.. hey tuan Sagara!!" Panggil Dea terkejut.


Sagara berjalan ke arahnya, tubuhnya babak belur, pandangannya mulai kabur. Hanya bisa melihat siluet seorang perempuan di depannya. Dia berjalan ke arah Dea.


"Sa.. Sagara!?' Dea terkejut kala melihat pria itu semakin mendekat ke arahnya hingga...


Bruk!


Sagara terjatuh ke tubuh Dea, sontak gadis itu langsung menahan tubuh Sagara dengan wajah panik.


"Tuan Sagara!! Hey ada apa denganmu!?" Panggil Dea, tapi pria itu tak kunjung menjawab panggilannya.


" Pengawal!! Pengawal tolong!!" Pekik Dea saat dia merasakan cairan menetes dari tangan Sagara, basah dan bau darah.


" Cepat!!!" Pekik Dea panik.


Para pengawal langsung berlari ke arah mereka berdua. Pria itu langsung dibawa ke ruangan perawatan. Dea Panik, dia berlari mengikuti mereka ke ruang perawatan, Sagara sudah tidak sadarkan diri.


"Cepat panggil Kevin!!' titah Dea.


Sagara dibawa ke ruang perawatan, seisi kediaman itu terbangun karena teriakan Dea. Mereka langsung menghampiri nyonya mereka.


" Nyonya ada apa!?' Tanya Ruka yang tiba di ruang perawatan.


"Ru... Ruka ce.. cepat hubungi Lin dan Dokter Barak, tuan..tuan terluka!!' ucap Dea sambil menatap Ruka dengan wajah cemas.


Gaun yang dia pakai sudah berlumuran dengan darah Sagara. Tentu Ruka juga panik demikian pelayan yang lain.


Ruka keluar dari ruangan itu untuk menghubungi Lin dan Dokter Barak.


Sedangkan Dea langsung menghampiri Sagara dan melakukan pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan di tubuh Sagara.

__ADS_1


" Pengawal kalian keluar dan jaga pintu masuk, jangan sampai ada yang masuk tanpa ijinku!!" Teriak Dea.


" Baik Nyonya!" Balas mereka serentak.


Sejak kejadian keracunan beberapa waktu lalu, Dea menjadi pesimis terhadap orang-orang di sekitarnya. Sekalipun pelayan di rumah menunjukkan sikap yang manis, siapa yang tahu hati manusia.


Entah salah satu diantara mereka berusaha menyakiti Sagara.


Dea mengambil kain basah lalu membersihkan luka Sagara. Cairan antiseptik lalu beberapa serbuk antiseptik. Dengan cepat Dea menangani luka Sagara dan membalutnya dengan rapi.


Pekerjaannya sangat teliti, tanpa segan dia merobek pakaian Sagara.


"Astaga, banyak sekali!!" Dea terkejut melihat kondisi tubuh Sagara yang sangat mengejutkan. Dada bidangnya dihiasi bekas luka, di bagian perutnya ada lebam bekas pukulan.


Hati Dea tersayat, " apa ini tubuh seorang manusia!? Sebenarnya pekerjaan apa yang dilakukan orang ini!?" Gumam Dea.


Tangannya dengan cepat mengompres lebam itu . Beruntung di sana tersedia semua obat yang dibutuhkan. Salep luka lebam dia oleskan, tubuh Sagara dia bersihkan dan berikan pakaian baru .


"Hufftt... Akhirnya," Dea menghela nafas lega setelah pekerjaan nya selesai.


Sagara sudah terlelap dan tinggal menunggu dokter untuk memberikan obat pada pria itu.


"Nyonya muda, tuan Barak dan Tuan Lin sudah tiba," suara Ruka terdengar dari luar.


" Masuklah!!" Balas gadis itu.


dokter Barak da Sekretaris Lin masuk ke ruangan itu. Mereka cukup terkejut melihat ruangan yang berantakan. Potongan pakaian Sagara sedang dipungut oleh Dea.


" Dan kau sekretaris Lin, kenapa kau tidak menjaga tuanmu!' kesal Dea.


" saya juga baru bangun nyonya saat Ruka mengabari saya kondisi tuan, tadi baik baik saja, saya..


"Sudah diamlah, sebaiknya kalian cari tahu apa yang terjadi padanya, tubuhnya sudah seperti ladang tempur!" Ujar Dea dengan nada ketus.


Dokter Barak langsung memeriksa kondisi Sagara. Tubuh Sagara ditangani dengan baik, bahkan lukanya yang lebar dan dalam dibersihkan dengan baik oleh Dea.


"Apa anda yang melakukan ini semua nyonya!?" Tanya Barak terkejut.


"Menurutmu? Apa ada orang di kediaman ini yang berani menyentuh orang sinting itu??" balas Dea.


Barak dibuat terheran-heran dengan sifat Dea yang keras. Namun hasil kerjanya sangat memuaskan.


"Apa ada yang salah? Aku hanya melakukan pertolongan pertama,kau tinggal beri obat!" Ucap Dea sambil menatap Sagara.


"Ti.. tidak ada yang salah nyonya, semuanya beres, anda melakukannya dengan baik, " ucap Barak.


"cepatlah obati dia, nanti dia mati siapa yang mau tanggung jawab, aku tidak mau cepat cepat jadi janda!" Celetuk Dea sambil membereskan ruangan itu dengan tangannya sendiri.


Dokter Barak dan Lin tentu saja dibuat kagum dengan sifat Dea. Dia sangat cepat dan teliti, sangat berbeda denga citranya yang selama ini dibicarakan orang-orang.


"Lin... Apa dia putri tuan Eldrich yang tidak berguna, penyakitan dan bodoh itu!? Ini jelas seorang Dewi!" Bisik Barak.

__ADS_1


Lin menggelengkan kepalanya," entahlah, tapi semua rumor itu berbanding terbalik!" Balas Lin yang juga kagum dengan kecepatan Dea.


"Apa kalian akan terus berbisik-bisik di sana sampai pria itu mati!?" Omel Dea.


" Ma...maaf nyonya!" Balas mereka yang malah ketakutan seperti sedang menghadapi tuan muda mereka.


Ruka yang menyaksikan tingkah kedua pria itu dibuat heran," mereka ini sepertinya sangat takut dengan nyonya, tidak biasanya!" Batin Ruka.


Segera Barak memberikan beberapa suntikan pada Sagara. Karena kehilangan banyak cairan, terpaksa Sagara diinfus. Kondisinya sangat buruk.


"Lin segera cari tahu apa yang terjadi, apa mungkin dia diserang dijalan!? Cepat perintahkan tim untuk melacak pelakunya!" Bisik Barak agar tak didengar oleh Dea.


"Baiklah, Akan kusampaikan pada Bima!" Ucap Lin yang dibalas anggukan kepala oleh Barak.


Lin keluar dari ruangan itu, melakukan pekerjaannya untuk mencari siapa pelaku yang menyebabkan Sagara babak belur seperti itu.


#


#


Sementara itu, para preman yang menghajar Sagara berhasil meloloskan diri, tetapi keadaan mereka sangat mengenaskan. Patah tulang, tubuh penuh sayatan dan bahkan mengalami luka berat di organ dalamnya.


Mereka berjalan terseok-seok menuju sebuah gedung yang menjulang tinggi, berjalan masuk melalui pintu belakang.


Hingga mereka bertemu dengan pimpinan mereka.


" Tuan muda,kami sudah melakukannya, pria itu sudah kami hajar!!" Ucap mereka berempat.


"Ahh.. sudah selesai?" Ucap pria yang duduk di kursi kebesarannya dengan sebuah tirai menutupi dirinya.


"Berikan upah mereka, ingat, setelah ini kalian harus melarikan diri ke Filipina, jika sampai kalian masih tinggal di sini, jangan salahkan aku seluruh keluarga kalian akan dikirim menjadi budak!" Ucap orang itu.


" Si.. siap tuan!! Siap laksanakan !!" Jawab mereka sambil mengambil satu kantong penuh berisi uang tunai, lalu pergi dari sana dan melarikan diri dari tempat itu.


"Tuan, apa anda akan membiarkan mereka?" Tanya seorang pria yang lain.


"Biarkan saja, mereka melakukan pekerjaan mereka dengan baik, " ucapnya sambil menyingkirkan tirai itu dan tersenyum.


Tampaklah wajah Adam Maureer, anak kedua tuan Maureer yang sangat membenci Sagara.


"Adik kedua, aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang!"


Setelah pengalihan Cabang A pada Sagara, kemarahan Adam Maureer semakin berapi-api. Tindakan yang dia ambil semakin beresiko, akankah dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan?


.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2