Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 39


__ADS_3

Suara merdu burung yang sedang berkicau di kediaman mansion Tulip terdengar begitu inah menemani pagi hari yang sangat segar di kediaman itu.


Udara yang sangat segar, harum semerbak bunga yang berpadu dengan suara rintik rintik hujan yang sangat menenangkan membuat perasaan tak karuan. Nyanyian di pagi hari dengan aroma pagi yang khas membuat semua penghuni kediaman itu merasa tenang.


Hujan gerimis menyambut pagi hari di mansion di mana bunga bunga indah bermekaran dengan begitu indah. Buliran air dari langit terjatuh satu persatu membasahi permukaan bumi.


“ Ummm.... nyam nyam nyam.. ayam goreeengg.. huwaaaa... aku lapar..” suara berisik di dalam kamar Sagara terdengar. Dea bergerak ke sana kemari sambil meringkuk memeluk Sagara membayangkan kalau di depannya ada ayam goreng yang menggugah selera.


Belum lagi cuaca dingin membuat gadis yang masih terbuai dengan mimpi indahnya itu malah terlena dan memeluk buntalan hangatnya yang tak lain adalah Sagara.


Sagara terdiam membeku sambil menatap posisi tangan dan kaki Dea yang berada tepat di atas tubuhnya.


Gadis itu sangat berisik ketika sedang tidur, mengigau dan bergerak ke sana kemari, tiba tiba tertawa, tiba tiba menangis bahkan sampai marah marah.


“ bahkan saat tidur pun dia sangat berisik,” batin Sagara sambil melirik wajah Dea yang sangat nyenyak tidur di atas dadanya.


Bibir Sagar tersenyum tipis, dengan jahil dia mengambil ponselnya dan memotret wajah menggemaskan istrinya yang sedang tidur seperti anak beruang dalam pangkuan ibunya.


“ menggemaskan,” batin Sagara . Dia memotret cukup banyak foto Dea. Rasanya seperti kembali ke masa lalu, ketika dia bermain dnegan pendekar kecilnya itu.


“ Aku tidak sabar menunggu reaksinya saat dia bangun nanti!” batin Sagara penuh semangat.


Dea masih menggeliat di atas tubuhnya, seperti cacing kepanasan bergerak ke sana kemari bahkan sampai mencubit wajah Sagara seolah sedang mencubit boneka beruang.


“ nyamm.. nyam... nyam.. huuhh... “ Dea membuka matanya, dia terbangun sambil meraba raba dada bidang suaminya.


Apakah gadis itu tak tahu kalau dia baru saja berhasil membuat seorang pria dewasa panas dingin karena perbuatan absurdnya?


Dea meraba-raba dada Sagara, membuat Sagara menahan nafasnya kuat kuat saking gugupnya dengan posisi mereka berdua saat ini.


Hingga gadis itu menyadari ada sesuatu yang salah.


“ Sial!” batin Dea yang baru sadar kalau dia memeluk seseorang yang berbadan kekar.


“ Siapa yang ku peluk ini? Badannya kekar sekali dan dadanya..” Gadis itu menekan nekan dada kekar suaminya sendiri dalam kondisi menutup mata.


“ Tidak tidak tidak, jangan bilang aku ketiduran di mobil dan malah di bawa ke kamar Sagara? Arrkhh bagaimana ini!!!” Dea berteriak kencang di dalam hatinya.


Dia memberanikan diri untuk membuka salah satu matanya, mengintip siapa yang dia peluk saat ini, Jantungnya berdegup kencang saat mengetahui posisinya yang ambigu terutama kakinya yang berada tepat sasaran di atas benda terlarang.


Perlahan lahan gadis itu menurunkan kakinya, dia mengintip wajah Sagara.


“ Dia masih tidur?” batin Dea.


“ bagaimana ini.. arrkhhh apa yang sudah ku lakukan, sebaiknya aku pura pura tidur sampai dia terbangun, ini memalukan!!” batin gadis itu lagi .


Dia sibuk bergelut dengan pikirannya sampai tak sadar kalau Sagara menyaksikan aksinya .

__ADS_1


Pria itu pura pura tertidur padahal dia tahu Dea sudah bangun.


Dea masih ketakutan, dia membuka matanya lagi dan menatap ke arah wajah Sagara yang menutup matanya tepat setelah Dea menggerakkan kepalanya.


“ Dia masih tidur kan?” batin Dea mengintip pria itu hingga..


“ Uhuukk.... uhuk!!” Sagara batuk, pria itu membuka matanya dengan sengaja untuk melihat wajah panik istrinya yang menggemaskan.


Sontak Dea menutup matanya dan berpura pura tidur dengan pulas padahal jantungnya sudah mau copot karena terkejut. Hampir saja dia berteriak kencang saat sagara pura pura batuk.


“ Ya Tuhan bagaimana ini, tamatlah riwayatku, bagaimana ini arkrhhh... tolong aku, siapa pun di luar sana tolong aku!!” batin Dea berteriak.


Dengan aktingnya yang gegabah, Dea bergerak seolah dia sedang mengigau dan dengan sengaja melepaskan pelukannya dari Sagara, bergerak menjauh dari pria itu sampai ke pinggir tempat tidur.


Dea menarik narik selimut di mana Sagara juga memakai selimut yang sama.


Dia tarik terus selimut itu sampai tubuh Sagara malah ikut ditarik olehnya hingga...


Gedubrak!!


Gadis itu terjatuh ke atas lantai dengan Sagara yang menimpa tubuhnya dari atas.


“ aarrkrhhh kepalaku!!!” Dea mendesis kesakitan sambil membuka kedua matanya dan..


Degh!!


Sagara sangat terkejut saat dirinya malah ikut terjatuh ke bawah tempat tidur, dia menatap mata Dea demikian gadis tengil itu. Keduanya bertatapan untuk waktu yang lama, seolah olah waktu berjalan dnegan pelan. Mata keduanya saling bertaut, debaran jantung mereka berirama saling mengejar, pipi keduanya bersemu merah karena malu.


“ Ekhm... bi.... bisakah kau mi... minggir dulu, kepalaku... sakit!!” ucap Dea dengan wajah gugup.


Sagara malah terdiam membisu di atas tubuh Dea, menatapnya dengan debaran jantung yang membuat hatinya bergetar tak karuan.


“ Tu.. tuan sagara?” panggil Dea.


“ Kalau aku tidak mau, kau mau apa hmm? Perempuan jahil?” ucap Sagara dengan suara serak serak basah khas baru bangunnya yang tampan dan menggoda.


Deg deg deg...


Jantung Dea bak lari maraton, sejak kapan pria itu begitu atraktif membuat Dea salah tingkah bahkan malu sampai ke ubun-ubun.


“ Ya ampun dia sangat tampan, aku.. aku jadi gak kuat... arkrhhh bagaimana ini, seseorang selamatkan aku!!” batin gadis itu berteriak kencang.


Sagara masih menatap Dea, dia menatap pipi Dea yang sudah sembuh ,” apa ini masih sakit?” tanya Sagara sambil mengusap pelan pipi gadis itu.


Dea dengan cepat menggelengkan kepalanya, entah sejak kapan gadis keras kepala itu malah begitu patuh pada pria yang selalu ingin dia jahili.


“ Kepalamu? Terbentur keras?” tanya Sagara lagi.

__ADS_1


Dea menggelengkan kepalanya,” tidak,” jawabnya.


Sagara tersenyum, kedua matanya juga ikut tersenyum, sangat tampan dan mempesona, berhasil membuat seorang Dea Eldrich tersipu dengan pesona suaminya sendiri.


Tiba tiba Sagara bangkit dan..


Grepp! Hap!


Dia menarik Dea dan menggendong gadis itu dalam sekali angkat.


Dea terkejut bukan main, debaran di dadanya semakin tak beraturan, wajah tampan sagara, perbuatan masni sagara membuat hati gadis kecil itu bergetar.


Sagara meletakkan Dea di atas ranjang ,” Sudahi melamun nya, aku tahu aku yang paling tampan!” celetuk Sagara seraya menepuk pucuk kepala gadis itu.


Ctarr!!


Hilang sudah semua halusinasi Dea . Bukan pangeran tampan baik hati yang ada di hadapannya, tetapi malaikat maut tampan yang narsis.


“ Dasar narsis!!” celetuk Dea.


Sagara berbalik dan tertawa kecil,” bagaimana perasaanmu? Sudah baikan?" Tanya Sagara seraya menatap Dea dari ujung kepala sampai ujung kaki.


“ Aku sudah baik,” ucapnya sampai dia terdiam dan menyadari ada sesuatu yang berubah pada dirinya.


“ pa... pakaianku?” Dea menatap sekujur tubuhnya yang kini memakai sepasang Piyama yang berpasangan dengan milik Sagara.


“ Apa yang kau lakukan pada pakaianku? Kenapa aku pakai piyama ini?” teriak Dea dengan wajah panik sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


Sagar tersenyum, ide licik muncul di kepalanya,” Tentu saja, aku yang ganti honey,” ucap Sagara sambil duduk di samping Dea dengan tatapan menggoda.


Degh degh Deghh!


“ Mati aku!! Arrkhhhhhhhh apa yang kau lakukan padaku, dasar tiang listrik mesum!!!” teriak Dea histeris. Gadis itu langsung bangkit dari kasur dar berlari terbirit birit menjauh dari Sagara.


“Katakan padaku yang sebenarnya , siapa yang mengganti pakaianku?” tanya dea dnegan wajah panik.


“ Tentu saja suamimu, siapa lagi?” goda Sagara dengan santai.


Dea terhenyak dengan wajah pias,” oh tidaaaakkkk.. arrkhhhh dasar mesum!!!” Dea berteriak histeris dan berlari keluar begitu saja dari bangsal Sagara tak peduli dia tak pakai alas kaki, yang penting dia melarikan diri dari bangsal pria mesum itu.


Sagara tertawa terbahak bahak di dalam kamarnya, rasanya sangat puas setelah mengerjai istrinya sendiri,” kau pikir hanya kau yang bisa menjahili orang lain? Aku juga bisa Dea,” batin pria itu.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2