Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
Romansa Sagara Dea 72


__ADS_3

Lampu sorot kemudian menyoroti Dokter Barak, Bima, Ruka, Sekretaris Lin, Anna, dan para pengawal khusus Sagara.


"Bro, selamat naik level ya, semoga level selanjutnya kita berkumpul seperti ini lagi!!" seru Dokter Barak.


" Yak!!! tak ada semoga, kau ini bodoh ya, dia pasti akan berkumpul lagi dengan kita, apanya yang semoga, dasar tolol!!" celetuk Bima seraya memukul kepala dokter Barak.


" Kampret, aku berbicara sebagai dokternya bangsat!" balas Barak tak senang.


" Aku berbicara sebagai bestie-nya, kau tidak tahu apa apa!!" ketus Bima yang membuat semua orang tertawa.


" Ck.. diam kalian!! huwaaa...... Tuuuaaannn Muuudaaa....." Suara tangisan Sekretaris Lin terdengar begitu melengking. Wajahnya saja yang kaku, jika sudah menangis dia seperti anak anak.


" Lah ini anak malah nangis, gak malu sama umur!" celetuk Anna seraya menepuk kepala Sekretaris Lin.


" Diam kau!!" ketus Lin yang masih menangis sesenggukan.


" Tuan muda, hiks hiks hiks.... selamat ulang tahun huwaaaaaa... apa kita masih bisa merayakan ulangtahun..." Sekretaris Lin berhenti bicara saat Bima, Anna, Ruka dan Barak menghajar pria itu.


" Dasar keparat bodoh, apa kau mau membawa sial!! tuan muda jangan dengarkan dia!!!" teriak Ruka yang menjepit leher Lin.


" Pokoknya, tuan muda selamat ulang tahun, Semangat, tetap semangat!!!!" teriak Anna yang naik ke punggung Lin.


" Sagara happy birthday brother, ingat aku padamu!!!" teriak Bima.


" Sagara makan obatmu!!" teriak Dokter Barak lagi.


" Barak kau juga sama!!!"


Gedebugh, bugh, bagh... bughh...


" Ganti ganti! ganti sorotan woi Luhan!!!" teriak Bima sambil menatap ke arah Luhan yang duduk anteng di atas genteng mengarahkan lampu sorot bersama pelayan lain.


"Ashiiap!!!" teriak pria itu.


"Hahahaha......." seisi mansion tertawa terbahak bahak tak terkecuali Sagara.


Lampu sorot menyoroti Lucy Vexana yang berdiri di sebelah geng semprul yang tengah bertengkar.


Lucy menatap Sagara dengan mata berkaca-kaca," Happy birthday kakakku Sagara, hiks hiks hiks.... doa yang terbaik dari Lucy untukmu kak, kakak berhak bahagia dan menikmati kehidupan kakak, semua sudah berlalu, Kak Kai dan kak Nini pasti Bangga melihat sahabat mereka tumbuh menjadi dewasa," ucap Lucy sambil mengisi sesenggukan.


"Pengorbanan kakak, tanggung jawab kakak sudah dibayar Lunas dan kakak berhak untuk hidup bahagia kak, semua selesai, lihat lah bintang yang bersinar di atas sana, pasti mereka tersenyum saat ini dengan bangga mengatakan...."


"Sagara Maureer adalah sahabat terbaikku!!" ucap Lucy dengan air mata bercucuran.


Sagara juga menangis, mereka semua yang ada di sana menangis sesenggukan mendengar ucapan Lucy.


"Lucy akan selamanya jadi adik perempuan kakak, tenang saja ke depannya kakak bisa mengandalkan adik kakak ini!" ucap gadis itu sambil tersenyum.


"terimakasih," ucapnya lagi menutup kata katanya yang menyentuh hati.


Semuanya menangis, mereka menatap Lucy dan Sagara dengan bangga.

__ADS_1


Lagi lagi Sagara dibuat terenyuh " Terimakasih sudah bertahan selama ini Lucy," ucap Sagara.


Lampu sorot kemudian menyoroti Adam dan Mike yang berdiri sambil tersenyum menatap adik mereka.


" Bro, selamat ulangtahun, umurmu bertambah semakin juga kedewasaan mu bertambah, tapi bagi kami kau tetaplah bocah tengik bau minyak telon yang sangat kami sayang," ucap Adam sambil tertawa.


" Cihh hahaha.... dasar perusuh!' balas Sagara sambil tertawa.


" Sagara, banyak hal yang belum kita lakukan bersama sebagai saudara, kedepannya mari kita saling mengandalkan, " ucap Mike.


"Ahhh sayang sekali, Yonathan tidak disini, dia akan sangat heboh, kami ini sudah tua, tak tahu caranya bercanda," celetuk Mike sambil tertawa kikuk.


Bugh!!


"Siapa yang tua kampret. Kau yang tua, dasar konyol!!!" ketus Adam dengan wajah Cemberut.


Sagara menatap mereka sambil tersenyum," kalian benar benar saudaraku," ucapnya pelan.


Lampu sorot beralih lagi, menyoroti seorang gadis yang sedang memainkan gitar sambil berdiri di depan stand micnya.


Dealora berdiri menatap ke arah suaminya sambil tersenyum dan terus memainkan gitarnya.


🎢🎢 (Thinking out Loud by Ed Sheeran)


....


..........


...And darling I will be loving you 'til we're 70...


...And I'm thinking 'bout how people fall in love in mysterious ways...


...Maybe just the touch of a hand...


...Oh me I fall in love with you every single day...


...And I just wanna tell you I am...


............


Dea menyanyikan lagu itu dengan penuh perasaan, sambil terus menatap suaminya dengan senyuman manis di wajahnya. Hati Sagara berdebar debar. Dia tersenyum lebar menatap istri cantiknya yang sedang bermain gitar dengan gaunnya yang panjang dan melambai-lambai bak seorang peri.


"Sayang, my Teddy Bear, " panggil Dea.


"Happy birthday honey, ini kejutan untukmu, ku harap kamu suka, ke depannya mari kita saling mengandalkan satu sama lain, met bin keluarga kecil kita dan selalu hidup bahagia, apapun yang kamu lewati, ingat untuk selalu tersenyum karena kami semua ada untukmu," ucap Dea.


" Aku tidak mau menangis malam ini, karena ini adalah hari bahagia suamiku," ucap Dea dengan senyumannya yang mencerahkan hati.


"Sagara, ku harap kau selalu bahagia dan berdamai dengan masa lalumu," ucap Dea dan tiba tiba saja lampu sorot menyorot ke arah belakang Sagara.


Tampak sepasang orangtua berdiri dengan topi ulang tahun dan kue ulangtahun di tangan mereka, berdiri menatap Sagara dengan perasaan berdebar.

__ADS_1


Sagara berbalik, betapa terkejutnya dia saat melihat ayah dan Ibu yang paling dia benci berdiri di depannya sambil memegang kue ulang tahun.


"Ha... happy birthday nak, " ucap nyonya Maureer terbata-bata. Jelas sekali mereka menahan tangisan mereka.


Dea langsung berlari ke arah suaminya, dia tahu Sagara akan bimbang lagi.


Dea menggenggam tangan suaminya dan menatap pria itu," Sayang? bukankah kamu sudah berjanji?" tanya Dea.


Sagara bergetar. Rasanya sesak, bayang bayang kematian kedua sahabatnya membuatnya tersiksa.


Tuan Maureer menatap putranya, tiba tiba...


bruk!!


Pria itu duduk berlutut di hadapan anaknya," Papa minta maaf atas kesombongan, arogansi, dan ego Papa yang tinggi, Papa bersalah nak, Lucy juga, Paman memohon pengampunan dari kalian meski dosa paman sangat besar," ucap pria itu yang dengan tulus hati merendahkan dirinya di hadapan semua orang.


Semuanya tampak syok, seorang tuan besar mau merendahkan dirinya demi hubungannya yang baik dengan anak anaknya.


"Papa minta maaf, papa yang salah hiks hiks..... " ucap tuan Maureer sambil menangis.


Melihat suaminya berlutut, nyonya Maureer menundukkan tubuhnya. Dea tak kuasa menahan tangisnya, dia menatap suaminya penuh harap agar menghentikan hal itu.


Tiba-tiba....


Grep!!!


Sagara memeluk kedua orangtuanya sambil menangis.


"Pa... Ma... maafkan Sagara hiks hiks hiks... maafkan Sagara!!" pria itu menangis sambil memeluk erat kedua orangtuanya.


Dea mengambil alih kue ulangtahun itu dan memberikan mereka ruang untuk saling berbicara dari hati ke hati.


Mike dan Adam juga bergabung dengan mereka. Semuanya menangis sesenggukan melihat kejadian berharga ini.


Hati Sagara terenyuh, dia jelas melihat untuk pertama kalinya sang ayah dan juga ibunya menurunkan ego mereka dan mengakui kesalahan mereka juga meminta maaf pada dirinya dan Lucy.


Hati Sagara tak kuat, dia telah merelakan kepergian Kai dan Nini dan memperbaiki hubungannya dengan keluarganya.


Mereka semua menangis sesenggukan. Tak ada yang melewatkan momen ini.


Sagara masih anak kecil di hadapan orangtuanya. Dia masih bocah kecil yang sama yang mengadu pada mereka karena diusili kakak kakaknya.


"Anak mama, maafkan Mama sayang, maafkan kesalahan Mama," ucap Nyonya Maurer.


"Anakku sayang, Papa bangga padamu nak, sahabat - sahabatmu juga pasti bahagia memilikimu di sisi mereka!" ucap tuan Maureer.


Mereka menangis, saling bertukar isi hati hingga semuanya menjadi jelas dan selesai.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen πŸ€—


__ADS_2