
Deru jantung Dea dan Sagara saling beradu. Kedua galaksi itu saling menjelajahi satu sama lain. Menemukan keindahan dan pancaran asmara dalam keheningan.
Jam berhenti berdetak, bumi berhenti bergerak, angin lembut membelai kedua insan yang terdiam membisu dalam posisi saling menatap satu sama lain.
Debaran jantung Sagara semakin kuat, semakin dia menatap Dea semakin besar rasa cintanya pada pujaannya.
Darah Dea berdesir, tubuhnya seolah semakin panas bersamaan dengan debaran jantungnya yang berdegup kencang. Suhu tubuhnya meningkat, wajahnya bersemu merah menandakan ada yang alin dengan dirinya.
BIP!! BIP!! BIP!!
Suara alarm dari jam tangan pasangan yang mereka pakai berbunyi begitu keras hingga berhasil menyadarkan kedua insan yang saling menatap satu sama lain itu.
" Ma.. maaf!" Ucap Dea spontan sambil mundur satu langkah dengan wajah gugup dan merona.
Sagara tersenyum tipis, dia kembali berdiri tegak dengan tenang lalu menatap jam tangannya.
" Ini bekerja dengan baik!" ucap Sagara sambil menatap Lucy yang sudah menahan tawanya di sudut sana.
Gadis itu hanya bisa menjadi nyamuk di antara dua sejoli yang belum saling mengaku perasaan satu sama lain.
" Kalian berdua benar benar menjadikanku nyamuk pengganggu kencan!" celetuk Lucy sambil menghampiri mereka berdua.
" Maaf nona Lucy. saya tidak bermaksud menggoda Sagara, dia yang mulai!!" balas Dea sambil menunjuk Sagara dengan wajah kesal.
" Aku yang mulai ya?" Sagara menunjuk dirinya sambil menaikkan sebelah alisnya.
Dea dan Lucy sama sama mengangguk," Benar, kau yang mulai!" ucap keduanya serentak.
Mereka tentu terkejut, keduanya saling menatap sejenak.
" Hahahahah.... bagaimana bisa kita jadi kompak dalam hitungan detik kak!" Lucy tertawa sambil menepuk lengan Dea, sepertinya sudah jadi kebiasaan gadis itu.
Dea menatap heran pada Lucy," Apa kau tidak marah?" tanya Dea seraya menyerngitkan keningnya.
" Marah untuk apa kak?" balas Lucy sambil menahan tawanya.
" Istrimu sangat lucu Kak Sagara, dia benar benar perempuan yang unik!" batin Lucy seraya melirik Sagara yang tak bisa melepaskan pandangannya dari si cantik Dea.
"Kalian kan sepasang kekasih, dan barusan dia.. aku.." Gadis itu tampak bingung dengan situasinya.
Lucy terkekeh," Kak, aku dan tiang listrik ini..." Lucy menggandeng tangan Sagara sambil tersenyum.
__ADS_1
" Hanyalah saudara tak sedarah! kami tak punya hubungan romantis, tipe ku terlalu tinggi, dia tidak sesuai standar!" celetuk Lucy sambil mengejek Sagara.
Tuk!!
Satu sentilan mendarat di kening gadis itu," Jangan mengada-ada gadis tengik, standar tinggi apanya, kau hanya sangat pemilih!"ketus Sagara sambil melepaskan tangan Lucy dari lengannya.
Lucy hanya tersenyum manis.
" Dea, kuperkenalkan padamu, Lucy Vexana, adik perempuanku yang tinggal di bangsal nona muda yang dibicarakan oleh pelayan di mansion!" jelas Sagara.
" Dan Lucy," Sagara menarik tangan Dea, membawanya menatap Lucy.
" Ini adalah kakak iparmu, Dealora Eldrich! jaga sikapmu di depannya!" ucap pria itu dengan tegas.
"Siap kak bos!" seru Lucy sambil tersenyum manis.
Lucy benar benar seorang anak yang ceria. Dia sosok perempuan yang sangat kuat dan hebat. Namun satu satunya tempat dia bergantung adalah Sagara, orang yang mau menerima dan menjaganya menggantikan kakak laki-lakinya.
Dea terdiam, entah kenapa dia merasa lega karena hubungan Sgaara dan Lucy tak seperti yang dia pikirkan.
" Syukur lah kalau bukan kekasih," gumam Dea yang jelas di dengar oleh Sagara dan Lucy.
" Kak Sagara sama sekali belum pernah jatuh cinta, belum pernah jalan dengan perempuan, belum pernah Kencan, belum pernah punya pacar, belum pernah nembak cewek dan belum pernah sedekat ini dengan seorang perempuan !! Dia itu pria kaku!!" celetuk Lucy.
Sagara yang mendengar nitu memelototi Lucy yang membongkar rahasianya," Kau benar benar ya!" kesal Sagara.
" Oh iya kak, aku yakin dia juga belum pernah ciuman hahahahha..." balas Lucy seraya berbisik.
" Lucy!??" Panggil Sagara.
Gadis itu tertawa cengengesan," kakak ipar tenang saja, kak Sagara itu orang yang setia. Dia mirip dengan rubah, hanya setia dengan satu betina saja!" ucap Lucy.
"Hahaha... apa kau menyamakan aku dengan rubah!?" Dea menatap Lucy dengan tatapan kesal.
Lucy terkekeh sama halnya dengan Sagara yang diam diam mengulum senyum melihat tingkah menggemaskan istrinya.
"Ayolah kakak ipar, aku mana berani, kau punya pangeran kerajaan iblis di sisimu, bisa bisa aku mati dipanggang!" celetuk Lucy sambil menarik Dea dan memeluk gadis itu.
" Terimakasih sudah memberinya warna baru kak, selama ini seluruh hidupnya hanya diisi dengan warna hitam, sangat gelap!!" bisik Lucy.
Dea melirik gadis cantik itu, dia tersenyum," Kau harum, harum cheryy!" celetuk Dea yang dengan sengaja mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
Berbicara mengenai hubungannya dengan Sagara hanya membuat gadis itu merasa bersalah.
Dia tidak ingin melanjutkan hubungan dengan Sagara. tetapi juga tak ingin diduakan saat dirinya masih berstatus istri sah.
"Kakak suka? aku bisa bawakan satu paket untuk kakak!" ucap Lucy dengan senyum sumringah.
Dea menggelengkan kepalanya," nggak perlu, aku hanya menyukai aromanya saja," ucap Dea sambil tersenyum.
Sagara menatap istrinya, terlalu jelas kalau Dea menghindari pembicaraan tentang kehidupan pernikahan dengan Sagara.
" Dia menghindar, dia benar benar berniat berpisah, dasar gadis tengik! kau benar benar setia!" batin Sagara sambil tersenyum menatap wajah cantik istrinya.
" Lucy kembalilah, aku dan kakak iparmu akan kembali ke mansion, kau lanjutkan pekerjaanmu, kami ada acara malam ini!" ucap Sagara sambil menarik tangan Dea.
" Baiklah, aku juga sudah dicari sejak tadi. Kalau begitu sampai jumpa di mansion kak Sagara, kakak ipar!" seru Lucy sambil melambaikan tangannya dan pergi dari sana.
Setelah berbelanja, Sagara dan Dea kembali ke mansion untuk segera bersiap memenuhi undangan acara ulangtahun ayah Sagara, tuan besar Maureer.
Acara ulangtahun yang diadakan malam ini di hotel bintang lima milik keluarga Maureer.
Sepanjang perjalanan, Dea hanya diam dan menatap kosong ke jendela luar. Dia merasa bimbang akan dirinya sendiri.
Bayangan saat Lucy memeluk lengan Sagara tadi jelas tersirat di kepala gadis itu. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman dan tidak senang sebelum dia tahu kalau hubungan keduanya tak sedalam yang dia pikirkan.
Apalagi saat pelayan mengatakan kalau Sagara bersembunyi bersama seorang gadis di balik ruang ganti. Dia benar benar merasa sedih saat itu.
" Apa yang terjadi padaku? kenapa aku begini!?" batin Dea sambil mengetuk kepalanya sendiri.
Dia menoleh pada pria itu, mencuri pandang pada pria tampan yang sedang fokus menyetir di sampingnya.
" Kenapa aku kesal saat dia dekat perempuan lain? apa aku mulai menyukainya!?" Kepala Dea kini dipenuhi Pertanyaan ini.
Tanpa sadar dia telah jatuh ke dalam pesona tun muda Sagara,. melanjutkan ikatan benang merah mereka, melanjutkan benang takdir mereka yang tak pernah terputus.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1