
Dea memekik kesakitan, lengannya terkilir saat pendaratan tak mulus.
Sagara segera bangun dan memeriksa keadaan istrinya meskipun dadanya terasa sakit.
" Dea, kau baik baik saja!? mana yang sakit!? Bagaimana keadaanmu hmm!?" Sagara tampak sangat panik.
Dia memeriksa keadaan gadis itu dengan wajah pias. Rasa takut kehilangan itu membuatnya ketakutan. Bahkan ketika melihat Dea kesakitan, dia merasa sesak dan dirinya tak berguna.
" Huwaa.... tanganku sakit!!!" ucap Dea sambil mengangkat tangannya tinggi-tinggi, menangis sesenggukan sambil berteriak histeris.
Wajah Sagara mengatakan segalanya, dia khawatir, takut dan panik di saat yang sama.
Dia menarik lengan gadis itu, memeriksa keadaannya," Sepertinya terkilir, ayo kita ke ruangan perawatan!!" ucap Sagara yang bangkit berdiri lalu dengan sigap menggendong Dea dan berlari ke ruang perawatan.
Semua orang terdiam. Untuk pertama kali dalam hidup mereka melihat tuan muda Sagara yang sedingin Gunung Everest begitu khawatir dan peduli dengan seorang gadis pembuat masalah.
Sagara yang tidak pernah mempedulikan orang lain ternyata memiliki sikap itu dalam dirinya.
Para pelayan dibuat terdiam membisu, bahkan teman-temannya juga terhenyak melihat apa yang Sagara lakukan.
"Barak, di mana kau!" teriak Sagara.
" Aku disini!!" Balas Barak yang mengejar mereka ke ruang perawatan.
Sagara membaringkan istrinya di atas brankar, tampaknya Dea sangat kesakitan.
Hal ini membuat jantung Sagara berdebar begitu kuat. Rasanya dia sangat takut.
Tapi dia menyembunyikan ketakutannya, dia berusaha duduk dengan tenang dan menemani Dea di sana.
" Dasar ceroboh, untuk apa kau naik ke atas tembok itu!? bodoh!" omel Sagara seraya mengetuk kening gadis itu.
Dea mengerucutkan bibirnya, menatap Sagara dengan mata berkaca-kaca," hiks hiks hiks...aku kena karma, ini memalukan arrhh!!!" Dea Menutupi wajahnya dengan tangannya yang tak terluka.
Rasanya sangat memalukan karena dia jatuh akibat terlena dengan wajah pria tampan yang adalah suaminya sendiri.
Sagara tertawa geli, dia menepuk pucuk kepala gadis itu," Apa yang membuatmu terjatuh!?" tanya Sagara.
Dea mengintip Sagara dari ruas jarinya, pipinya bersemu merah.
" Ck... siapa suruh kau tersenyum jelek seperti tadi, aku kehilangan konsentrasi dan terjatuh!!" celetuk Dea dengan wajah cemberut.
" Hahahaha..... apa aku terlalu tampan!?" ucap Sagara dengan percaya diri.
" iya, terlalu tampan!!" celetuk Dea.
Sagara hanya tertawa, hatinya berbunga-bunga melihat tingkah Dea yang di luar nalar.
" Jangan banyak bicara lagi, biar Barak memeriksa tanganmu!" ucap Sagara.
Dea hanya mengangguk dengan wajah cemberut. Dia melirik Sagara, tampak pria itu mengusap-usap punggungnya sendiri, sepertinya benturan tadi juga melukai punggung Sagara.
Pria itu berdiri lalu berjalan menjauh dari Dea," Barak periksa dia!" ucap Sagara dengan tegas.
"Bagaiman denganmu!?" Barak tampak khawatir pada keadaan Sagara, matanya tertuju pada dada Sagara.
__ADS_1
Pria itu memelototi Barak agar tak banyak bicara.
"Apa kau baik-baik saja? punggungmu bagaimana? itu pasti sakit, kenapa kau menjadikan tubuhmu sebagai tumpuan?" ucap Dea.
" Agar kau tak terluka, tak tahunya tanganmu malah terkilir," ucap Sagara.
Dea terdiam sejenak, dia merasa bersalah karena hal ini.
"Cih... sok perhatian!" ejek Dea .
Sagara hanya tersenyum lalu duduk memperhatikan Barak yang memeriksa keadaan Dea.
Gadis itu mencuri-curi pandang pada Sagara," apa aku terlalu kejam? ahh.... kenapa aku jadi merasa bersalah padanya?" Dea menatap Sagara.
Pria itu tampaknya duduk dengan tenang, tetapi sesekali Dea mendapati Sagara menepuk Dadanya dan tampak seperti kesakitan.
"Nyonya muda, perbuatan anda tadi terlalu berlebihan," Bisik Barak.
Dea menoleh dan menatap Barak dengan wajah pias.
" Anda tidak seharusnya membuat Sagara khawatir, Saya takut penyakitnya akan kambuh," ucap Barak dengan pelan dan tenang.
Dea terkejut bukan main," Pe... penyakit!!" tanya Dea.
Barak mengangguk," Dia punya penyakit yang dapat kambuh kapan saja," ucap Barak.
"Pe..penyakit apa? aku tidak tahu!?" ucap Dea dengan wajah terkejut.
Hanya segelintir orang yang tahu kalau Sagara masih ditemani oleh penyakit lamanya. Penyakit jantung yang dia derita nyatanya masih menghantui hidup pria itu sampai saat ini.
Barak terdiam sejenak," Dia memiliki penyakit jantung yang dapat kambuh kapan saja, " jelas pria itu.
" Di.. dia?" ucap Dea tak percaya.
" Penyakit ini sudah dia derita sejak lama, kondisinya sudah membaik, tetapi belakangan beberapa gejala sering muncul seiring semakin lelah dirinya," jelas Barak.
"Dia butuh perhatian khusus, tapi dia tak suka kalau orang lain mengasihani dirinya,"
"Dia pernah mengalami obesitas parah, menyebabkan penyempitan jantung dan membuatnya sulit beraktivitas waktu itu, oleh karena itu untuk ke depannya, tolong berhati-hati dengan tindakanmu," Barak menjelaskannya dengan suara pelan agar tak di dengar Sagara.
Dea terdiam sejenak, penyempitan jantung dan obesitas," dia seperti kak Gara," batin Dea.
"Aku.. aku tidak tahu hal itu" ucap Dea.
"Lain kali lebih berhati-hati, mungkin Sagara sangat peduli padamu, tetapi tak ada yang lebih penting bagiku selain keselamatan Sagara, aku memberitahumu sekaligus memperingatkan tindakanmu tadi!" ucap Barak dengan tegas.
Baru kali ini Dea melihat tatapan tajam dan niat buruk di wajah Barak setelah sekian lama mengenal pria itu.
"Jangan katakan apapun tentang hal ini padanya, dia akan marah jika orang lain tahu tentang penyakitnya, aku memberitahumu karena kau istrinya dan dia perhatian padamu!" tegas Barak sembari mengakhiri tugasnya membalut tangan Dea.
" Tuan muda, sudah selesai, hanya terkilir sedikit, untuk memastikan retakan, nyonya harus datang ke rumah sakit untuk memeriksa keadaannya," jelas Barak.
Sagara mengangguk paham. Barak menghampiri pria itu," Bagaimana keadaan mu?" tanya Barak dengan suara pelan.
Sagara menatap tajam ke arah Barak, dia ingin menyembunyikan penyakit itu dari Dea, tapi dia tak tahu kalau Dea sudah tahu semuanya!
__ADS_1
"Maaf tuan!" ucap Barak sambil menunduk.
"Bawakan ke ruanganku!" ucap Sagara seraya menepuk pundak Barak dengan kuat.
Barak keluar dari ruangan itu, dan pergi menuju ruangan Sagar untuk membawakan obat pria itu.
Sementara itu, Sagara menghampiri Dea yang duduk di atas brankar. Dadanya terasa sakit, tapi dia menahannya dan tak menunjukkan nya di hadapan Dea.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Sagara yang mengambil tangan Dea dan menatap tangan itu.
"Sudah lebih baik," ucap Dea dengan rasa bersalah.
"Maafkan aku," ucap Dea pelan.
Dia menyesal karena melakukan tindakan konyol seperti tadi.
Sagara terkekeh, dia menepuk pucuk kepala gadis itu," Tak apa, aku juga minta maaf karena membuatmu kesal tadi, sekarang kita impas bukan!?' ucap Sagara.
Dea tersenyum, dia mengangguk, seperti yang diucapkan Barak, dia akan berperilaku normal seolah tak tahu kalau Sagara punya penyakit.
"Lain kali aku akan lebih berhati-hati, " ucapnya lagi seraya menggenggam tangan Sagara dengan lembut.
"Aku tak tahu kau punya beban sebesar itu, tapi kau terlihat kuat, menyembunyikan semuanya di balik wajahmu yang seram itu," batin Dea.
Tuk!!
Tangan Sagara mendarat di kening gadis itu,"memikirkan apa lagi hmm?" tanya Sagara.
Dea menggelengkan kepalanya," Bukan apa-apa, bagaimana punggungmu, itu pasti sakit, aku berat loh!" ucap gadis itu sambil menatap punggung Sagara.
" Aku baik baik saja, " ucap Sagara dengan lembut.
Dea mengangguk paham," Kalau begitu..." Dea menatap tangannya yang digenggam oleh Sagar.
Sagara Sadar, dia sontak melepaskan tangan Dea," maaf," ucap Saga.
"Tak apa, " balas Dea.
Keduanya terdiam, suasana di ruangan itu berubah menjadi hening. Tak ada yang berbicara, Sagara hanya menatap Dea yang tampaknya gugup di dekatnya.
" Apa kau mau ikut keluar? ada peninjauan lapangan hari ini, kau bisa ikut jika kau mau," ucap Sagara.
"Mau, aku mau!" balas Dea yang langsung setuju.
"baiklah, kita bersiap-siap, " ucap Sagara sambil menepuk pucuk kepala gadis itu lalu berjalan meninggalkan Dea.
Dea terdiam sejenak, dia menatap punggung pria itu, De Javu!
Gadis itu mengalaminya lagi, momen yang mirip, perbuatan yang persis sama dengan Teddy bearnya.
"Kenapa dia mengingatkanku pada Teddy Bear!!" batin Dea.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗