Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
S2 Kakak


__ADS_3

Karina memasang wajah cemberut sambil memotong bahan bahan masakan di dapur. Dia tidak menanggapi kata kata Mika sama sekali.


“ non, saya salah ucap, maaf ya, bukan maksud saya banding bandingkan dengan si cewek gatal itu, “ ucap Mika sambil berjalan ke sana kemari mengikuti Karina yang memasang wajah kecut.


“Non Saya salah, maaf ya, nanti saya ajak jalan jalan deh!!” ucap Mika membujuk Karina.


“ jalan jalan!?” Karina menoleh dengan wajah berbinar binar.


Mika sampai terkesiap karena tingkah gadis itu.


“ No.. Nona masih marah?” tanya Mika.


Seketika Karina tertawa,” hahahhaa.... mbaknya kena tipu hahahaa...” Karina menertawakan Mika yang dia jahili.


“ Lohhh jadi kamu gak marah?” mata Mika membulat sempurna.


Karina menggelengkan kepalanya sambil tertawa sampai pipinya merah merona.


“ Nggak dong hahahhaa... Buat apa Karina marah Mbak? kan yang Mbak bilang bener semua, lagipula itu masa lalu mas Adam, dan Karina adalah masa depan yang akan terus bersama mas Adam , “ ucap Karina.


"Ciieeee masa depan nieee hahahhaha... Karina udah suka ya sama Mas Adamnya!!!" goda Mika seraya mencubit gemas pipi gadis itu..


"Bukan Kak Mika, tapi Karina dan Mas Adam akan menikah, akan lebih baik kalau kami saling memahami, dan Karina pasti bisa bikin Mas Adam tersenyum manis!!" ucap Karina.


“hmm.. Boleh juga,"


"Tapi, Karina kau benar benar aktor yang hebat, ku pikir kau mau menangis tadi!”ucap Mika.


“ Soalnya wajahmu saat kami tiba tadi sudah menahan tangis!” ucap Mika.


“Memang nahan nangis sih mbak, tapi nggak apa-apa, demi mas Adam Karian kuat kok!” ucap nya dengan percaya diri sambil tersenyum manis.


Mika menghela nafas lega, bisa habsi gajinya dipotong si bos kalau dia membuat tunangan si Presdir galak itu menangis.


“ hah, dasar kamu bikin mbak khawatir,” Mika menepuk kepala Karina seperti seorang kakak pada adiknya.


Karina merasa bahagia, dan hatinya di penuhi dengan kehangatan. Rasanya setelah bertemu Adam, kehidupan nya yang dulunya suram, kesepian, gelap dan tak berwarna berubah secara drastis dengan berbagai drama yang tak pernah dia alami selama dia hidup.


“ Mbak ajarin Karina pakai peralatan di sini dong mbak, Karina gak pernah lihat, semuanya bagus bagus takut rusak nanti!” ucap Karina dengan polosnya.

__ADS_1


Mika si sekretaris yang terkenal sulit diajak bicara itu ternyata sudah meleleh dalam aura memikat si gadis desa yang polos dan menggemaskan.


“ Panggil kakak dulu, baru ku ajari!” ucap Mika dnegan banga.


“ Apa boleh? Karina ingin banget punya kakak, apa boleh Mbak Mika jadi kakaknya Karina?” tanya gadis itu sambil mengedipkan kedua bola matanya dan menatap Mika penuh harap.


Hati Mika terenyuh, siapa yang bisa menolak gadis menggemaskan yang begitu lugu dan polos itu?


“ Boleh! Boleh banget!” ucap Mika sambil merangkul Karina.


Dia yang sulit di taklukkan itu malah begitu mudahnya jatuh dalam pesona Karina.


“ kakak akan mengajarimu semua yang belum kamu ketahui,” ucap Mika .


“ Mbak Mika cantik kalau tersenyum, banyakin senyum ya mbak!”ucap Karina memuji kecantikan Mika.


“ Terimakasih Karina,” balas Mika dengan wajah gembira.


Mereka berdua asyik memasak di dalam dapur. Mika yang tidak bisa memasak, hanya mengajari Karian tentang prosedur pemakaian peralatan di ruangan itu dan beberapa peralatan rumah tangga lainnya agar Karina tak kesulitan.


Mika cukup terkejut saat melihat tingkat pemahaman Karina yang begitu dalam dan juga pengetahuannya yang luas seputar masakan. Selain itu Karina begitu mudah diajari, sekali dua kali dijelaskan dia langsung berhasil melakukannya sendiri.


Dari sudut ruang baca, si pria dengan tatapan serigala beringas itu tengah menatap Karina yang begitu bersemangat di dapur. Sambil memakan potongan buah terakhir, Adam menatap karian dengan intens sambil tersenyum tipis mendengar semua pembicaraan mereka.


Sepertinya dia sudah ketularan bobrok si dokter Barak . Mulai menjahili Karina dengan berbagai cara.


Adam berjalan dnegan mangkuk kosongnya dan..


Prukk!!


Dia letakkan mangkuk itu di depan Mata karian begitu saja,” Nggak enak! Lain kali bikin yang enak, dasar gadis udik, membuat salad saja kau tidak bisa!” ejek Adam seraya melirik Karina dari ekor matanya.


Karina tertegun melihat mangkuk yang sudah kosong dan bersih itu,” Mas katanya gak enak, tapi ini bersih loh, kinclong banget malah!” ucap Karina sambil mengangkat mangkuk itu dengan mata berkedip kedip.


“ terpaksa ku makan semua, sayang kalau buang-buang makanan, makanya lain kali bikin yang enak!”


“ Kau ini bisanya apa sih?” ejek Adam.


Karina mengerucutkan bibirnya sambil menatap Adam,” bilang saja Mas ingin lagi, Karina bikinin tapi besok saja, Mas belum makan apa pun hari ini, nanti bisa bisa muntah dan masuk angin!” ucap Karina.

__ADS_1


“ terserah, yang penting harus enak, kalau gak enak, kau yang ku makan!!” ucap Adam.


“ Oooopp.. bos, jangan main makan adik saya dong, jahat banget, “ Mika menimbrung percakapan mereka sambil menatap Adam dan karian bergantian.


“ cihh... sudah dapat teman baru rupanya, kupikir kau sangat bodoh!” ejek Adam lagi.


Adam berjalan menjauh dari sana, puas rasanya dia melihat wajah cemberut dan menahan tangis yang dipasang Karina di wajahnya.


Sementara itu Karina memasang wajah cemberut sambil menatap punggung Adam,” nyebelin ihh...mas Adam bikin Karina naik darah lama lama!!” gerutu gadis itu ambil menghentakkan kedua kakinya di atas lantai, menatap kesal ke arah Adam sampai pipinya memerah.


Mika hanya menatap mereka sambil gelang geleng kepala. Sepertinya kehidupannya sebagai seorang sekretaris akan sangat bahagia setelah kehadiran si nona cantik dari kampung ini.


Kedua gadis itu memasak dengan ceria. Sesekali Mika harus menjawab panggilan dari beberapa klien, membuat Karina memperhatikan gadis yang bisa menggunakan beberapa bahasa itu.


Karina sangat takjub dengan keterampilan Mika. Dirinya yang hanya mengecap pendidikan sampai SMA merasa iri dengan Mika yang bisa berbahasa asing. Selain hebat berbahasa, Mika juga bagus dari segi penampilan, tutur kata dan juga bekerja dengan ligat.


“ kenapa menatapku seperti itu?” tanya Mika begitu dia selesai berbicara dengan kliennya.


“ Mbak Mika hebat banget!” puji Karina.


“Mbak bisa banyak bahasa, cantik, badannya tinggi, kerjanya juga ligat, beda banget sama Karina yang dari kampung, “ ucap karina .


Mika menepuk pucuk kepala gadis itu,” kakak juga dulu seperti kamu, dibilang dekil, sering diejek orang, bahkan gak punya rumah, tapi berkat usaha dan doa, Kakak berhasil sampai di titik ini, kamu juga pasti bisa kalau mau berubah,” ucap Mika.


“ kakak akan bantu kamu!” ucap Mika.


“ terimakasih kak Mika!” ucap Karina sambil tersenyum manis.


Mika tersenyum, ketika dia melihat Karina yang begitu lugu dan polos, dia teringat dengan dirinya belasan tahun lalu, yang hidup terlantar, makan tak makan, sekolah di tempat paling murah, tetapi dia lalu dengan penuh perjuangan hingga dia bisa berada di titik ini.


“ kak Makanannya sudah selesai, kita panggil mas Adam dan abang abang yang tadi itu!” seru karina .


Mika tersenyum sambil mengangguk,” kau juga pasti bisa Karina,” batin Mika.


"Bukan abang-abang, kau pikir tukang bakso, namanya Leo!" celetuk Mika seraya menepuk punggung gadis itu.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2