
Ivan dan anak buahnya bergegas menuju penjara di mana semua tawanan percobaan laboratorium nya disembunyikan di sana.
" Panggil mundur seluruh anak buah yang mengikuti Dea!" titah Ivan.
Kobe terlihat menerima pesan darurat dari anak buah yang ditugaskan mengikuti Dea. Berlusin pria dikirim hanya untuk menangkap seorang perempuan yang sedang tidur lelap di rumah mertuanya saat ini.
" Tu-tuan gawat!!" ucap Kobe dengan suara bergetar. Belum selesai masalah yang satu, muncul lagi masalah lagi yang lebih serius.
" Apa lagi!!!" pekik Ivan sampai dia geram, sangat geram dengan sika Kobe yang tidak profesional.
" Bunuh saja saya tuan!!" teriak Kobe sambil duduk berlutut .
" Seluruh anak buah kita mati di tangan orang misterius!!! Mereka sudah diserang secara membabi buta oleh anak buah pemimpin pasukan yang merusak laboratorium waktu itu mereka sedang menuju ke sini!" ucap Kobe sambil membungkuk dengan suara bergetar melaporkan semuanya pada Ivan.
" Arkhhh apa apaan ini, kenapa jadi hancur begini!!" Ivan mencengkram kepalanya sendiri.
Dia tidak menyangka kalau semua rencananya gagal satu persatu .
" Siapa sebenarnya wanita itu, siap sebenarnya Dea sampai aku mengalami hal ini setelah bertemu dengannya!!" pekik Ivan.
" Ketua kelompok Macron dan istri dari Sagara Maureer pemilik grup Maureer yang kau singgung keparat sialan!!" Seseorang mengatakan pistol ke kepala Ivan.
Ivan terhenyak, matanya bergerak perlahan, dilihatnya Yefta pria yang berpakaian seperti kakek kakek itu berdiri di sampingnya sambil mengarahkan pistol ke kepalanya.
Yefta menyeringai," Senang bertemu denganmu!!" ucap Yefta.
" Si... Sialan, siapa kau,beraninya kau!!!" geram Ivan sambil terdiam dengan kedua tangan terangkat ke atas.
"Bo.. bos,Markas diserang!!!!' pekik penjaga gerbang markas itu.
" Sialan, sialan!! mau apa kalian sebenarnya, si-siapa kalian, kenapa sampai melakukan ini padaku!!!" Suara Ivan sampai serak saking geramnya dengan apa yang dia hadapi saat ini.
Setengah anak buahnya sudah dibekuk, laboratorium nya sudah hancur dan sekarang markas utamanya diserang oleh orang-orang yang tidak dia kenali..
Yefta telah menyusun rencana, orang-orang di dalam penjara itu sudah dia lepaskan dari dalam sel dan tinggal menunggu waktu untuk keluar.
"Bos kita diserang!!!' pekik Anak buah pria itu.
Terdengar suara langkah kaki yang begitu banyak. Lusinan pria bertubuh kekar, pasukan campuran dari tim elit masing-masing kelompok kini telah mengepung markas milik Ivan.
" Lepaskan tuan Ivan bajingan!"
" Tuan tolong aku hiks hiks hiks... Arkhhh!!!'
Bugh!! Plak!!
" Diam kau sialan, atau ku cincang kepalamu di sini!!" Love menarik keluar gadis malang yang jadi korban kejahatan Ivan.
Ovi diseret oleh Kobe dan dijadikan sandera.
Saat berjaga di markas, dia melihat kalau Ovi dan Yefta tampak dekat.
" Lepaskan dia atau ku bunuh pria ini!!" ucap Yefta sambil mencekik leher Ivan dengan begitu kuat.
__ADS_1
"Hahaha... Kau pikir dia akan menuruti kemauanmu, aku mati pun bukan Maslaah baginya bodoh!!" Ivan tertawa.
Dia terus menatap Kobe sembari memberikan kode agar terus menekan gadis itu.
" Wajahnya cantik, tubuhnya juga bagus, hehehe .. Tapi sayang akan segera mati karena ulahmu!!" ucap Love sambil menggerakkan pisau belati yang tajam itu di leher Ovi sampai berdarah.
" Hiks hiks... To... Tolong aku.... To-tolong aku..." Ovi gemetar ketakutan sambil menangis histeris.
Dia kesakitan, dia diancam dan dibalut trauma oleh pria bajingan itu..
" Keparat sialan, lepaskan dia!!!" pekik Yefta yang masih mencekik leher Ivan.
Kobe menaikkan sebelah alisnya," kalau aku tidak mau, kah mau apa keparat!?" balas Kobe sambil tersenyum jahat dan membawa sanderanya berjalan menjauh untuk memancing Yefta ke tengah tengah pasukan.
" Lepaskan Dia!!" pekik Ivan sambil mengikuti langkah Kobe dengan Ivan sebagai sanderanya..
Kobe menyeringai," Kau mau gadis ini, maka lepaskan Ivan!" ucap Kobe.
Ivan tersenyum puas,rencana berhasil!
Ovi yang melihat ekspresi puas di wajah Ivan langsung menatap Yefta sambil menangis.
Dia menggelengkan kepalanya, bibirnya dia gigit sambil menahan tangisannya, berusaha memberitahu Yefta agar tidak melakukan apa yang diminta oleh pria itu.
" heheh... Setelah dia melepaskan Ivan, kalian akan mati di tanganku, beraninya kau mencoba lepas hmmm?" Kobe mengancam Ovi.
" Tuan jangan pedulikan saya!!?" pekik Ovi sambil menangis.
" Pergi dari sini!!?" pekik gadis itu lagi sampai dadanya sesak.
" Sialan!!" Kobe menarik kepala Ovi dan menjambak rambutnya dengan kasar.
"mau jadi pahlawan kesiangan hah!!"
" Mau mati kau di tanganku hah!!!"
Kobe memukuli Ovi sampai babak belur.
" Hahahahhaha....kaku lihat sendiri betapa gilanya asisyenku itu kan!? Hahahhahaha... kalian semua akan mati!!!" ucap Ivan sambil tertawa terbahak-bahak.
Yefta tidak tahan melihat Ovi dipukuli sampai babak belur oleh Kobe.
" Lepaskan dia keparat!!"
Cepat-cepat Yefta mendorong Ivan, lalu menarik tangan Kobe dan melayangkan Bogeman mentah tepat di wajah pria itu.
Brakhhh!!
Satu Bogeman yang berhasil menumbangkan Kobe sampai kepalanya hampir saja hancur karena tinju keras dari tangan Yefta.
Ovi terjerembab ke tanah, wajahnya babak belur.
" Nona kau.. Kau terluka!!" Yefta tampak sanga khawatir.
__ADS_1
Di saat yang sama Ivan bangkit berdiri dengan pistol di tangannya.
" Hahhaha... Kau pasti akan mati!!" ucapnya sambil tertawa.
" Jangan pikir ku bisa melawan kami keparat!!!" ucap Ivan sambil mengarahkan pistol ke kepala Yefta.
Padahal di luar area itu, anak buah Ivan diserang tanpa kendali oleh segerombolan pria bertubuh kekar yang memasuki a
Markas itu dengan paksa.
" Kau yang akan mati!!"ucap Yefta sambil menyeringai menatap ke arah langit di mana ada sebuah tanda kembang api sebagai aba aba kalah bala bantuan telah menyabotase markas.
"Tu.. Tuan pergilah, dia akan membunuh anda nanti!!" Ovi gemetaran, dia meraih kerah baju Yefta, berharap pria itu mendengarnya.
" Tenanglah, jangan banyak bicara, kau sudah terluka seperti ini!" ucap Yefta sambil merangkul Ovi.
"Cihh... Keparat, kalau mati, ya mati saja!!" pekik Ivan tersulut emosi
Dia menarik pelatuknya dan..
Duar!!
" Arkkhhhh!!!!"
Satu tembakan melesat dan membuat bijih besi itu bersarang di kaki Ivan.
Ivan terjatuh, dia kalah cepat dengan penembak jitu yang kini duduk di atap sambil mengarahkan pistolnya pada Ivan.
" Siapa itu, siapa yang melakukan ini!!!" pekik Ivan.
Dia berteriak sambil mengamuk secara brutal, teramat marah karena semua rencananya hancur.
" Siapa kau!! beraninya kau!!" pekik Ivan.
Di saat yang sama, Sagara tiba di tempat itu. Dia menatap Ivan dengan tatapan tajam.
" Aku suami Dealora, apa kau mencoba merayu istriku hah!?" Sagara menggulung kerah bajunya.
Dunia Ivan seolah berhenti sejenak.
Semuanya hancur karena keserakahannya yang mendalam.
"Hahaha ..." Ivan tertawa.
" Ini tidak mungkin kan!? jangan berbohong padaku!!" pekik Ivan.
" Hal ini adalah kenyataan Ivan Maxim!"ucap Adam.
"Tidak!! Tidak mungkin!! Arkhh tidak mungkin!!!" pekik Ivan dengan begitu histeris lalu pergi seorang diri.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😳