Romansa Sagara Dea

Romansa Sagara Dea
164


__ADS_3

Prita menatap Adam dengan tatapan marah. Kedua netranya tertuju pada tangan Karina yang menggenggam lengan Adam dengan erat.


Bukannya takut, Karina malah merasa ingin melindungi Adam terutama setelah mendengar cerita tentang kisah cinta Adam yang menyakitkan.


Nyonya Maurer telah menceritakan semua kisah kehidupan Adam tanpa sepengetahuan pria itu kepada Karina. Hingga Karina tahu siapa perempuan yang berdiri di hadapan mereka sekarang.


"Leo, kenapa sampah sialan ini masih mengotori perusahaan ku? Usir dia!" kesal Adam.


Mendengar ucapan Adam, Prita malah semakin mengamuk seperti orang gila.


"Adam, aku ini kekasihmu, kenapa kau berselingkuh dengan perempuan liar itu!!"


"kenapa kau mengusirku!? Aku ini kekasihku Adam!!" Prita memekik kesal.


Adam menatapnya dengan tatapan jengah. Bahkan karyawan di sana saja sudah begitu lelah dengan kelakukan gila perempuan itu. Mereka tak lagi menggubris Prita jika dia datang membuat masalah.


"Kalian semua lihat, aku adalah korban di sini!!" pekik Prita seolah dia adalah korban.


Para karyawan yang mendengar malah menertawakan perempuan itu.


"Cih dasar tidak tahu malu, sudahlah sadar diri mbak, pulang sana, kau bukan tipe bos kami!!" celetuk Mika dengan nada kasar seperti biasa.


"Adam.. Adam.. Adam jangan begini, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu!!" Prita berlari ke arah Adam dan Karina. Sontak Adam menarik Karina ke belakang tubuhnya dan melindungi gadis itu dari serangan ikan piranha yang kapan saja bisa menggila.


"Kau melindunginya?"Prita terkejut bukan Main.


Karina menatap Prita dari balik punggung tunangannya," Hai Mbak, salam kenal hehehhe..." Celetuk gadis itu sambil tertawa cengengesan.


"Kau tidak takut?" tanya Adam..


"Takut sih kalau mas gak di sini," balasnya dengan lugu.


"Dasar bocah,"


Karina tersenyum, dia terus menatap heran pada Prita yang sejak tadi hanya berteriak,"Apa dia tidak takut tenggorokan nya sakit ya? Soalnya teriakannya kencang sekali!!" gumam Karina.


Adam dibuat tergelak lagi," kenapa kau memikirkan orang lain di situasi begini bocah? Dasar aneh!" ejek Adam.


"ihh, emangnya Karina kayak Mas Adam, Tak berperasaan!" ucapnya lagi.


Adam tertawa mendengar ucapan gadis itu.


Orang-orang di kantor malah dibuat melongo dengan interaksi mereka, dan cara Adam melindungi Karina. Sebuah pemandangan yang sangat langka, mereka semua terkejut melihat kedekatan mereka.


Sampai mulut mereka menganga tak percaya dengan apa yang ada di depan sana.


Melihat interaksi mereka, Prita terbujur kaku dengan air mata penyesalan. Adam telah berubah total, dan dia bisa melihat bahwa pria itu sangat mencintai Karina, sangat menyayangi gadis kecil itu.


"A.. Adam tidak mungkin!!"


"hiks hiks hiks... Adam kau tidak mungkin kan mencintainya? Hanya aku yang pantas untuk mu!? siapa dia!!! Katakan padaku siapa dia!?" pekik Prita sambil menangis meraung-raung di hadapan mereka semua.

__ADS_1


Adam menyadari sesuatu ketika Prita menyebutkan soal cinta. Sepertinya, dia memang benar benar telah jatuh cinta pada gadis kampung yang selalu dia marahi itu.


"Kebetulan semua orang ada di sini,"ucap Adam menatap mereka semua sambil merangkul pinggang Karina dan menunjukkan wajah cantik si gadis bergaun merah itu pada semua orang.


"Aku akan menikah dengan gadis ini, Kalian bisa memanggilnya nona Karina, mulai hari ini dia akan selalu berada di sisiku dan bebas keluar masuk seluruh area pekerjaan ku!"


"ku harap kalian menghargai dan menghormati nya sebagai istriku, dan mengajarinya sebagai salah satu bagian dari perusahaan ini!"


"Dia memang sedikit lugu dan polos, tetapi itu karena dia tinggal ditempat terpencil selama hidupnya, dia mudah diajari, tetapi jangan buat dia menangis atau aku akan menghukum kalian,"


"ku harap kalian semua menjaganya dengan baik, maka bonusmu akan kulipatgandakan!" jelas Adam dengan lantang.


"Wahhhhh..."


Semua orang terkejut bukan main dengan pengumuman dadakan dari Adam. Secara resmi dia telah memperkenalkan calon istrinya ke hadapan semua orang.


Karina bahkan sangat terkejut, apalagi Leo, Mika dan semua orang yang dekat dengannya. Adam berubah!


Prita menangis sesenggukan dengan hati yang hancur, tak ada lagi kesempatan baginya untuk mengejar Adam, karena jelas dia lihat di mata Adam hanya ada Karina seroang.


"Adam kau tega hiks hiks hiks... Huhuhuhuu... Kau jahat!!!" pekik Prita sambil berlari dan menangis meninggalkan gedung itu.


Semua orang berseru bahagia, mereka menyambut Karina dengan sukacita. Tentu saja bahagia, dengan adanya Karina, tampaknya suasana kerja akan berubah me jadi menyenangkan.


"Mas...." Karina memanggil Adam dengan suara lirih.


Dia tidak pernah diperlakukan seperti ini, dia merasa sangat spesial ketika bersama Adam.


"Ada apa hmm?" Adam menatap Karina.


Cup!


Sebuah kecupan ringan mendarat di pipi Adam.


Prok prok prok!!


Semua orang bertepuk tangan meriah menyambut nona bos mereka yang menggemaskan dan juga menawan.


Hati Adam perlahan lahan menjadi hangat, semua kesedihan dan trauma akhirnya perlahan lahan menghilang setelah kehadiran Karina.


"Karina akan bekerja keras semuanya!!" seru gadis itu sambil membungkuk hormat dengan senyuman ceria.


"Selamat bergabung nona bos!!" seru para karyawan penuh semangat.


Karina berbaur dengan semua orang. Dia cepat diterima karena karakternya yang lembut dan halus.


Adam menatap tunangannya sambil tersenyum," Mereka membuatnya tersenyum, baguslah, setidaknya hatinya akan terhibur setelah mendengar berita dariku nanti,' batin Adam.


Sejenak wajah pria itu berubah. Dia terus menatap Karina dengan tatapan sendu, beberapa jam lalu dia menerima informasi terbaru dari Sagara dan Dea tentang orangtua kandung Karina.


Apa Karina akan bisa menerima berita itu atau tidak? Yang jelas Adam akan melindungi gadis baik dan polos di hadapannya itu.

__ADS_1


Karina sangat bahagia, dia langsung bergaul dengan semua orang. Belajar banyak hal di hari pertamanya berbaur dengan perusahaan.


"Pak Bos kami pinjam nona bos dulu ya!" seru para karyawan.


"Mas Adam, Karina main sama mereka ya," ijin gadis itu..


"iya Karina,"


"Jangan sampai lecet, kalau nangis ku getol kepala kalian paham!" ancam Adam pada para karyawannya.


"Siap pak bos!!" seru mereka.


Karina dibawa oleh para karyawan berkunjung ke seluruh divisi. Pertanyaan dari bibir gadis itu berhasil membuat semua orang tertawa.


Untuk sejenak, rasa penat bekerja keras menatap layar komputer sedikit terobati dengan hadirnya Karina di sana.


Adam naik ke ruangannya, entah bagaimana caranya untuk menyampaikan tentang keberadaan orangtua kandung Karina. Memikirkan reaksi Karina saja sudah membuatnya sedih.


Adam melanjutkan pekerjaannya di ruangannya, banyak hal yang harus dia urus.


Sedangkan Karina asik berkeliling sana sini sambil belajar banyak hal di tempat baru itu.


Setelah lelah berjam-jam bermain dengan para karyawan, Karina diantar oleh Leo ke ruangan Adam.


"Di sini ruangannya nona, silahkan masuk," ucap Leo.


"Terimakasih kak Le," balas Karina sambil tersenyum.


Karina melangkah masuk dengan wajah sumringah, meski kakinya lecet dan lelah, dia tak berhenti tersenyum memasuk ruangan tunangannya itu.


"Mas Adam!" seru Karina sambil berjalan terseok-seok menghampir Adam.


"Sudah selesai?" tanya Adam.


"Sudah mas, menyenangkan sekali!" ucapnya sambil tersenyum manis.


"Ada apa dengan kakimu? Apa mereka melukaimu!? Katakan siapa!?" Adam tampak panik dan kesal, dia langsung bangkit berdiri dengan wajah marah.


" Eh, Mas udah tenang aja, tadi Karina yang salah pakai sepatu, mereka juga langsung kasih obat dan ganti dengan sendal, jadinya lebih enak jalannya," tutur Karina.


Adam menghela nafas, dia menghampiri Karina dan membawa gadis itu duduk di sisinya.


"Kau pasti lelah, sini mas lihat kakinya," Adam menarik kaki Karina dan memijitnya dengan lembut.


"Terima kasih mas Adam!" seru Karina sambil tersenyum lagi.


"Karina, Mas Adam berita buruk," ucap Adam dengan serius.


"Berita apa mas? Apa terjadi sesuatu pada Mas? Katakan mas!"


"Ini tentang orangtuamu," ucap Adam dengan lembut.

__ADS_1


Karina terdiam membisu, sepertinya ada berita buruk tentang orangtua kandungnya, jelas sekali Adam sudah tahu semuanya.


"Katakanlah Mas, supaya Karina tahu," ucapnya dengan tenang, tetapi tak ada senyum di wajahnya itu.


__ADS_2