
Dea menarik kepala pria itu membuat si korban terpaksa mengikuti tangan Dea yang mencekik lehernya. Bukannya sembuh, malah tambah satu penyakit karena ulah Dea.
"Kepala ku woi sakit, kenapa di tarik!!!" Pria itu menepuk lengan Dea saking kesalnya.
" Ehh aduh maaf maaf, kepalamu kecil sih, jadi enak di tarik hehe!' celetuk Dea sambil melepaskan kepala pria itu.
Mereka berada di depan ruang perawatan. Pria itu mengusap kepalanya sambil perlahan menatap ke arah Dea.
" Siapa kau!?' ketus pria itu.
Dea membalas tatapan pria itu, namun wajahnya malah tercengang melihat ketampanan paripurna ada di depannya.
"Wah another handsome man, wow ... Keajaiban dunia!!" Celetuk Dea sambil menggerakkan jari jarinya di depan wajah pria itu seolah dia sedang menikmati pahatan luar biasa.
Pria itu menahan tangan Dea sambil menatapnya heran," Nona? Kau sedang mabuk!?" Tanyanya.
"Hu Umm.. mabuk pada pria pria tampan!!" Celetuk Dea sambil angguk-angguk kepala seperti anak kecil.
Pria tampan bertubuh tinggi dan tegap, rambut hitam legam dipotong pendek, dengan tanda lahir di bagian lehernya adalah Bimantara, salah satu rekan Sagara yang dikenal dingin dan pendiam seperti Sagara.
Dia menatap wajah gadis cantik itu, senyuman manis Dea, pipinya yang merah merona dan bibirnya yang segar, tampak sangat mempesona padahal jelas Dea belum membersihkan wajahnya sama sekali.
Deg deg deg!
Degup jantung pria itu berdetak tak normal, membuatnya heran dengan dirinya sendiri," aku berdebar untuk seorang gadis berantakan seperti ini!? Wahh ini luar biasa!" Batin pria itu.
Pertama kali dia merasakan getaran aneh di hatinya setelah hati itu kosong bertahun-tahun.
"Kau siapa?" Tanya Bima dengan pelan sambil melepaskan tangan Dea.
Gadis itu langsung tersenyum," hehehe calon calon model iklan baru nih, yuhuuu... Kosmetikku akan laris manis kalau begini!!" Batin Dea dengan otak liciknya.
Dia menatap orang seperti seorang gadis yang sedang jatuh cinta, tapi isi kepalanya hanya tentang rencana bisnis masa depan yang sudah dia siapkan.
"Hay, kenalkan aku Dealora, salam kenal partner masa depan!"seru Dea sambil menjulurkan tangannya.
Bima tertegun dengan sikap manis gadis itu. Siapa yang tak dibuat jatuh hati dengan senyuman manis dari seorang gadis cantik penuh pesona itu.
Bima membalas jabatan tangan Dea, pria paling anti wanita itu malah memberikan jabatan tangannya secara gratis pada seorang gadis yang baru pertama kali dia temui.
"Salam kenal, Bimantara!" Balasnya.
Dea tersenyum lagi, bahkan kedua matanya ikut tersenyum bahagia," hehehe salam kenal!!" Ucap gadis itu sambil menggoyangkan tangan mereka berdua.
Bima dibuat terpana, angin sepoi-sepoi yang begitu lembut menyapu rambut Dea, membuat wajah gadis itu terlihat semakin bersinar, apalagi cahaya lembut mentari seolah memberikan pancaran keindahan berlipat ganda di wajah gadis itu.
Deg deg deg!
Jantung Bima berdegup kencang, darahnya berdesir.
"Cantik!" Ucapnya pelan.
__ADS_1
Dea tersenyum lagi.
" Bima!? Kapan kau tiba!?" Suara dokter Barak membuat Dea menoleh sedangkan Bima masih dengan jabatan tangan itu menatap Dea tanpa berkedip seperti orang yang sedang jatuh cinta.
Melihat Bima tak bereaksi, Barak langsung mendekati mereka dan menatap Dea dengan tatapan heran.
"Ada apa dengannya!?" Tanya Barak sambil mengamati Bima yang menurutnya sangat aneh.
Dea hanya menggidikkan bahunya dengan wajah bingung juga.
Belum pernah dalam sejarah hidupnya dia melihat seorang Bima terpana seperti itu ketika menatap seorang perempuan. Namun bodohnya, perempuan yang membuat Bima pertama sekali melakukan hal konyol itu adalah istri sahabat mereka sendiri.
Puk!!
Tangan Barak mendarat di pundak Bima," Sadar bro, itu istri orang!" Ucap Barak dengan ketus.
Seketika semua rasa di hati Bima hancur berantakan saat mendengar ucapan Barak.
" Istri orang!?" Tanya Bima dengan wajah terkejut. Sontak dia melepaskan tangan Dea dan menatap Barak dengan wajah penuh pertanyaan.
" Istrinya Sagara," jelas Barak.
Entah kenapa hati Bima merasa tak senang, dia menatap Dea sekali lagi, ada rasa sakit di hatinya. Padahal ini pertama kalinya setelah sekian lama hatinya kosong, tapi malah jatuh hati pada pandangan pertama dengan istri orang.
" Kasihan sekali!" Ucap Bima sambil geleng-geleng kepala.
" Kau mau tidak bercerai dengan Sagara!? Gadis cantik seperti dirimu sungguh sangat disayangkan harus menikahi pangeran iblis itu!" Celetuk Bima.
"Apa yang kau ucapkan, jangan macam-macam, kau bisa disembelih nanti!!'Barak memukul perut pria itu.
" Aku berbicara fakta Barak," balas Bima.
Dea terlalu terkejut untuk membalas. Baru kali ini dia jumpai orang seperti Bima. Berbicara apa adanya tanpa peduli perasaan orang lain.
"Bima, Barak apa kalian sedang berperang di sana sampai masuk ke ruangan ini memakan waktu bertahun-tahun!!" Teriak Sagara dari dalam.
" Tuh kan marah lagi, sudah cukup basa basinya, cepat masuk!!' ajak Barak.
" Nona cantik, ku tunggu jandamu!" Celetuk Bima sambil mengedipkan sebelah matanya lalu tersenyum dan masuk ke bangsal perawatan.
" Pfthh hahhaha.... Apa apaan itu!!" Dea tertawa cekikikan di sana. Orang-orang yang dia temui di kediaman itu sangat aneh
" Dasar pria aneh, wajahnya saja yang tampan. Tapi dia sepertinya bodoh!' batin Dea sembari mengintip ke dalam ruangan.
" Sudahlah, mereka juga sedang bicara dengan Malaikat kematian itu, aku mau istirahat dulu. Hoaaaammmm rasanya lelah!!" Gumam Dea sambil meregangkan tubuhnya dan beranjak dari sana.
Dea berjalan dengan senyuman sumringah membayangkan empat pria tampan di bangsal perawatan," hahaha... Siapa sangka aku tiba di sini dan berhasil mengoleksi empat pria tampan dan para gadis gadis cantik kesukaan ku!" Batin Dea.
Dia berlari ke sana kemari, menari nari dan berbicara dengan rumput yang bergoyang, berbicara dengan angin, burung dan semua benda yang dia temui seperti orang gila.
Sementara itu, Bima masuk ke ruangan perawatan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dengan kepalamu!?" Tanya Sagara yang sedang duduk di atas ranjang dengan satu kaki terangkat, menatap Bima dengan tatapannya yang tajam.
"Ahh.. hanya terkena batu, bukan apa-apa," ucao Bima sambil mengusap keningnya yang berdarah karena Dea.
"Bagaimana hasilnya?" Tanya Sagara.
" Aku menemukannya, mereka preman bayaran yang sering dibayar untuk melukai orang-orang tertentu, mereka hanya diperintah oleh seorang ketua tanpa tahu identitas sebenarnya di balik penyerangan itu!" Jelas Bima sambil menunjukkan beberapa foto preman yang mengejar Sagara semalam.
" Aku curiga ini berkaitan dengan saham di Cabang A, bisnis properti sangat menguntungkan, tentu akan membuat tuan kedua murka karena kau yang mendapatkan nya," jelas Bima.
" Kakak kedua? Apa dia benar benar sebodoh itu sampai tidak mengenali karakterku?" Ucap Sagara sembari mengusap dagunya.
" Sagara, apa perlu ku bawa mereka?" Tanya Bima.
Sagara menggelengkan kepalanya," tak perlu, toh mereka juga akan mati sama seperti gadis yang menaruh racun waktu itu, " ucap Sagara.
" Lin bagaimana kerjasama dengan Grup tuan Lee? Apa mereka sudah memberikan kabar?" Tanya Sagara.
"Sampai saat ini tuan Lee masih belum memberikan keputusan tuan, kita masih harus menunggu!" Jelas Lin.
Sagara mengayunkan jarinya, dia menatap lengannya yang terluka," Beri mereka waktu seminggu, jika tidak ada kabar segera batalkan kerja sama dan beli saham Grup Mega," ucap Sagara.
"Tapi tuan jika melakukan itu, sama saja kita melepaskan grup Raksa tuan Lee.. mereka..
" Apa kau meragukanku Lin?' Sagara menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan kesal.
" Maaf tuan, akan saya lakukan!" Ucap Lin sambil membungkuk hormat.
" Ckckck...... Sagara kasihan sekali istrimu ya, dia harus berpasangan dengan monster gila kerja seperti mu," celetuk Bima sambil geleng-geleng kepala.
"Apa kau juga ingin mencampuri urusan rumah tanggaku Bima!? " Tanya Sagara dengan nada menyindir.
"Ahh tidak tidak, kau terlalu sensitif..
Tiba-tiba..
" Nyonya Muda jangaaannn.... Arrkhhh tidaaakkk....
Duarr!!!!
" Apa itu!!!" Sontak mereka terkejut mendengar suara ledakand Ari arah dapur mansion.
" Apa yang sebenarnya mereka lakukan!?"
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1