
Langit yang telah gelap tampaknya tidak mengganggu aktivitas Sagara. Pria itu tengah menyelimuti tubuh istrinya yang sudah terlelap dengan begitu nyenyak setelah seharian berkelana ke sana kemari mencari kesenangan bersama-sama.
Jam masih menunjukkan pukul delapan malam, tetapi wanita itu sudah terlelap karena rasa lelah setelah berkeliling seharian.
Sagara menatap istrinya sejenak, dia tersenyum lembut sambil terus menerus memperhatikan setiap lekuk wajah istrinya.
Bibir Sagara melengkung, dia bahagia, dia kembali jatuh cinta berkali kali lipat, dia telah terikat dengan wanita itu.
Baginya, Dea adalah sosok paling sempurna yang Tuhan berikan baginya. Kehadiran Dea di dalam hidupnya memberikan begitu banyak hal baru.
Pertemuan mereka yang tidak dapat dibayangkan oleh akal manusia sangat berkesan bagi hidup mereka.
Bertemu saat usia mereka masih remaja, mengikat janji lalu berpisah belasan tahun. Kemudian Tuhan mempertemukan mereka kembali dan akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan sampai memiliki sepasang anak yang menggemaskan.
Mereka berpisah lagi selama beberapa tahun hingga akhirnya kembali bersama tanpa ada halangan.
Kisah cinta dua anak manusia yang saling setia dan memegang janji mereka. Suatu hal yang sangat di luar akal bahkan mungkin tidak akan ditemukan di dunia nyata.
"Tidurnya sangat lelap, pasti kelelahan," batin Sagara.
Pria itu membungkuk dan..
Cup!
Dia kecup kening istrinya sambil mengusap wajah Dea.
" Aku menemui anak anak dulu sayang," gumamnya pelan.
Setelah memastikan istrinya nyaman dan terlelap dengan tenang, Sagara mengganti lampu menjadi lampu tidur lalu keluar dengan langkah perlahan dari dalam kamar itu.
Raut wajahnya yang tadinya bersinar dan bahagia kini berubah menjadi wajah garang nan tegas.Aura seorang ayah yang siap menghukum anak anak nakalnya.
Sagara melangkah dengan langkah besar menuju bangsal ruang baca di mana ketiga bocah tengil itu diberi hukuman menyalin aksara Mandarin oleh Dyroth.
Sekretaris Lin bersama Anna kembarannya juga Bima, Ruka dan Dokter Barak tampak tengah duduk bersantai di Gazebo taman mansion Tulip.
Sagara menatap mereka, teman teman yang senantiasa melindunginya dan menjaganya.
Ayah dan Ibu Sagara juga sudah tahu kedatangan Sagara. Setelah mengadakan penyambutan di hari kedatangan Sagara, mereka menginap di mansion selama seminggu penuh sebelum akhirnya Mike membawa keduanya dalam liburan.
Sedang Adam yang membantu mengurus perusahaan Sagara masih bersama klien sampai saat ini, tengah membahas kerja sama antar perusahaan.
Satu-satunya yang belum bertemu Sagara hanyalah Lucy. Sibuk syuting di Negeri paman Sam, Lucy bahkan tak sempat berbincang banyak dengan kakaknya.
" Sekretaris Lin segera siapkan laporan seluruh departemen, minta kak Adam menemuimu besok setelah urusannya selesai!" ucap Sagara dengan suara beratnya.
Mendengar suara Sagara, sekretaris Lin yang sedang duduk tenang langsung terperanjat kaget.
" Ehh iya tuan, baik saya siapkan, saya siapkan!!" ucap pria itu yang malah berlari terbirit-birit saking kagetnya.
" Lah bocah ini kagetnya sampai begitu!?" celetuk Barak dengan wajah tak percaya.
__ADS_1
" Ck ck ck... sudah bertahun-tahun tapi dia masih belum berubah, apa yang kalian lakukan pada bocah itu!?" celetuk Sagara sambil menatap sekretaris Lin dengan senyuman di wajahnya.
Melihat Sagara yang biasanya berwajah serius, bahkan begitu kembali dia jarang tertawa dan tersenyum kini malah tersenyum menatap Lin, berhasil membuat jiwa penasaran teman temannya bangkit.
" Wahhh... Kau berubah!!" celetuk Barak seraya menaruh tangannya di bahu Sagara.
Sagara menatap Barak," Kau sendiri tak kunjung berubah, masih saja menyimpan permen karet bekas mu!" ejek Sagara seraya melirik kantong Barak yang berisi permen karet sisa yang dia simpan.
Dokter Barak tertawa," Heheh sayang loh bro, ya kali dibuang, ini masih enak!!" celetuk Barak sambil mengambil permen karet bekas itu dan mengunyahnya kembali seolah itu masih baru.
" Ihh jorok!!!" Anna dan Ruka menutup mulut mereka saking jijiknya dengan kelakuan dokter absurd itu.
Huwekkk...
Uhuk uhuk!!
"Keparat!! Kau kotor sekali!!!" pekik Bima yang malah muntah sampai semua makan malamnya keluar.
" Huwekkk... Buang itu !!" pekik Bima yang sudah lemas.
" humm.. Nyam nyam nyam... Uenaakkk bahahahhaah.... Lihat ini!!!" seru Barak sambil meniup permen karetnya sampai jadi balon besar.
" Arkhh Barak!!! Uhuk... Hkuhukk...huuwekkk!!!" Semakin muallah Bima akibat kelakuan bocah dokter aneh itu.
" Kak Barak buang itu, kau jorok sekali!!!" protes Ruka sambil memukuli lengan pria itu.
" Mahhahahaha...ini enak!!! "
Pyuuttt....ptak!!
Suara letusan permen karet pria itu malah semakin kuat. Bukannya berhenti dia malah menari nari dan menunjukkannya ke hadapan sahabat-sahabatnya.
Kelakuan konyolnya memang selalu membuat orang di sekitarnya kesal.
" Hahhaha......" Barak tertawa terbahak-bahak sambil mengunyah permen karet bekasnya.
Dia menatap Sagara sambil menggoda pria itu," Kau merindukan ini semua kan brother!!" celetuk Barak dengan bangga.
Sagara tertawa," Hahahah.... Dasar gila!! Kau benar benar semakin gila!!!" ucap Sagara yang tak bisa menahan tawanya.
" Keparat sialan, kemari kau!!!" pekik Bima begitu dia tak mual lagi.
Ruka dan Anna menjauh dan bersembunyi di belakang punggung Sagara sambil menatap jijik pada Barak.
" Arrkhhh hahahahahaha... Kemari kejar aku wohooo!!!" teriak Barak sambil berlari ke sana kemari dengan Bima yang mengejarnya sambil membawa sendal lipat.
" Ku hajar kau keparat!!" pekik Bima .
Bughh!!! Bugh!! Bugh!!!
Bima memukul bokong Barak tapi Barak malah makin bersemangat.
__ADS_1
" Bima lihat ini!!" pekik Barak sambil berdiri berkancah pinggang dan meniup permen karetnya.
Pyuutt... Ptalk!!!
Benda itu pecah lagi.
" hempkkhh... Arrkhh... Huweekk !!! uhuk!! Uhuk!!" Bima mual dan muntah lagi.
Dia benar benar kesal dengan kelakuan Barak.
" BARAK MADDISON !!!!!!" pekik Bima dengan kemarahan memuncak.
" ini pukul bokongku kalau ka bisa bahahahhahaha wlekkk dasar lemah, tukang muntah bahahahhahaha!!!" Barak berlari sekencang-kencangnya sambil terus mengejek Bima.
" Kemari kau!!!" teriak Bima sambil mengangkat ranting pohon dan mengejar pria itu.
" bahahahhaha....." Semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak melihat kelakuan mereka berdua.
Sagara tersenyum dengan hati penuh haru," Apa ketika aku tidak di sini, mereka juga seperti ini?" tanya Sagara .
" Benar Tuan muda, berkat mereka berdua suasana Mansion tampak lebih hidup," tutur Ruka dengan nada haru.
Dia bahkan merasakan ketulusan di hati kedua orang itu.
" Bagaimana dengan nyonya? Apa dia tidak bergabung dengan mereka?" tanya Sagara.
" Nyonya muda sibuk mengurus si kembar. Mulai dari pakaian, makanan dan segala kebutuhan si kembar diurus sendiri oleh nyonya," jelas Ruka.
" Kenapa tidak pakai pengasuh?" tanya Sagara.
" Nyonya trauma, saat si kembar masih berusia lima bulan, keduanya malah mengalami muntaber karena diberi susu formula yang tidak steril oleh pengasuh, sejak saa itu nyonya memilih mengurus semuanya sendirian," jelas Ruka.
" Selain mengurus si kembar, nyonya juga membantu tuan Adam menjaga perusahaan sekaligus mengembangkan produk buatan nyonya, semuanya dikerjakan sekaligus,"
"Terkadang saya heran, bagaimana nyonya mengatur waktunya untuk beristirahat, seringkali nyonya ketiduran di atas kursi karena kelelahan," tutur gadis itu sambil menatap bangsal Sagara di mana Dea terlelap.
"Bahkan nyonya sudah jarang tertawa lepas, si kembar juga sangat aktif, nyonya harus terus menahan diri agar tidak menyakiti anak-anaknya," tambah Anna.
Sagara terdiam membisu. Mengurus sepasang anak kembar yang sangat aktif sambil bekerja memang sangat melelahkan.
" Pantas dia jadi semakin mudah tersinggung, mudah marah, dan sejak kapan garis halus itu menempati wajahnya? Dea... maafkan aku..." batin Sagara.
Setelah mendengar semua penjelasan Ruka dan Anna, Sagara melangkah menuju ruang baca.
.
.
.
Like, vote dan komen 🤗
__ADS_1