
Dea berjalan dengan langkah lebar menuju bangsal Sagara, tapi secepat apapun dia mencoba rasanya sangat lambat," kenapa kakiku jadi pendek sih!!!" gerutu gadis itu lalu berlari ke bangsal Sagara.
Dea berlari secepat-cepatnya seperti cheetah yang siap menyergap mangsanya dan...
" Ha!!" Dea melompati anak tangga dan langsung berdiri tepat di depan pintu bangsal Sagara. Gadis itu sudah persis seperti pendekar dari gunung.
Dea menatap pintu itu, " Aku harus memastikan apakah dia benar benar kak Gara, semua bukti memang mengarah padanya, tapi apa alasan tiang listrik ini menyembunyikan identitasnya dari diriku padahal jelas aku mengatakan kalau aku mencari dirinya!!" geram Dea seraya mengepalkan kedua tangannya.
Gadis itu mengetuk pintu bangsal Sagara, seharusnya dia bersiap-siap untuk cara yang Sagara maksud, tapi dia malah mencari masalah dengan tuan muda Sagara.
" Tuan Muda Sagara buka!!!" teriak Dea sambil menggempur pintu kayu itu dengan kedua tangannya.
Bam! Bam! Bam!!
Dea terus memanggil seperti orang kesetanan,di satu sisi dia bahagia, di sisi lain dia kesal setengah mati karena Sagara menyembunyikan dirinya selama ini. Rasanya sangat menyebalkan!
" Tuan Muda Sagara tolong buka pintunya!!" teriak Dea menggelegar.
Dia menggebrak pintu sekuat tenaga sambil berteriak hingga..
cklekk...
brugjh!!!
Dea tidak memperhatikan pintu telah dibuka, dia kehilangan keseimbangannya dan terjatuh tepat ke arah tuan muda Sagara yang berdiri di depannya.
Dea terkesiap, kedua tangannya mendarat di dada Sagara yang hanya mengenakan jubah panjang kesayangannya.
Tangan dan pipi gadis itu menempel di dada bidang suaminya sendiri.
"emphhkk...... epehh inihhh kereess sekelehhh...(apa ini? keras sekali)" gumam Dea.
Sagara terkejut bukan main saat melihat istrinya malah menempel seperti seekor cicak di hadapannya.
Pria itu tampak pucat, dia menahan nafas, sebenarnya penyakitnya kambuh beberapa menit yang lalu. Itu sebabnya dia tidak langsung membukakan pintu, takut Dea melihat dirinya.
" Ekhmm! sedang apa kau?" tanya Sagara sambil menatap istrinya.
Dea terkesiap, dia langsung melepaskan dirinya dan berdiri dengan benar," Dadanya benar benar keras, dia sangat rajin olahraga, pantas saja semua lemaknya itu hilang!" batin Dea sambil menatap dada bidang suaminya hingga matanya mendapatkan bekas luka operasi yang sudah cukup samar, seolah yang terlihat hanya sebuah tanda kecil berwarna sama dengan kulit.
Dea menatap Sagara, semakin yakin dirinya bahwa Sagara adalah Kak Gara yang dia cari selama ini. Tapi Dea belum menemukan alasan kenapa Sagara menyembunyikan dirinya.
Dea malah melamun, dia menatap dada Sagara, terus menerus memandangi bekas luka itu.
Melihat reaksi Dea, Sagara dengan cepat menutupi dadanya.
" Apa yang kau lakukan? kenapa belum bersiap? kita akan berangkat setengah jam lagi!" tanya Sagara sambil memicingkan kedua matanya menatap Dea yang menurutnya semakin hari semakin aneh.
"Aku tidak ikut! tamuku sedang berkunjung, perutku tidak nyaman, kau saja yang pergi!" ucap Dea.
__ADS_1
" Tamu? siapa yang mau datang? sudah bilang pelayan untuk membuat jamuan? kenapa juga perutmu tidak nyaman? apa karena es krim tadi? sudah ku bilang jangan makan semuanya, kau malah menghabiskannya, mungkin es krim itu tidak higienis!!" omel Sagara seraya berkancah pinggang menatap istrinya.
"Cihh sok tahu, dasar pembohong!!" ketus Dea. Gadis itu menggembungkan kedua pipinya,dia menatap Sagara dengan tatapan kesal.
"Pembohong? aku berbohong soal apa nona?" tanya Sagara heran.
" Kau pikir lah sendiri, aku sedang datang bulan, perutku tidak nyaman, kau pergilah sendiri!" ucap gadis itu lalu berbalik dari sana begitu saja.
"Apa kau yakin tidak ingin ikut? di sana banyak makanan!" teriak Sagara sambil menatap Dea.
Gadis itu berhenti," Makanan?huwaaaa surgaku... makanaaannn... aku mau... bagaimana ini.... ahh tidak boleh, harus teguh, tahan Dea!" gadis itu memperkuat pertahanan dirinya. Dia melangkah lagi dengan cepat.
" Dea, di sana juga banyak model tampan dan cantik, kau sedang mencari mereka bukan!?" teriak Sagara lagi.
Lagi lagi Dea berhenti," Oh Tuhan, cobaan apa lagi ini?kenapa dia tahu semua keinginanku, sial..tidak boleh tergoda, tidak boleh tergoda!!"
"Kau harus kuat Dea!"
"Benar!kau harus kuat, kita beri pelajaran pada si Teddy Bear menyebalkan itu!" Batin Dea.
Gadis itu bergelut dengan pikirannya, berkali kali berhenti di tengah jalan dan bergumam sendiri seperti anak kecil yang ragu-ragu.
Sagara terkekeh," Dasar gadis aneh, "Gumamnya sambil menutup pintu Bangsalnya rapat-rapat.
" Akrhh!!!" Sagara terduduk, dadanya terasa sakit bak di tusuk jarum, dia benar benar berusaha menyembunyikan penyakit nya dari Dea agar tidak membuat gadis itu khawatir.
Alasan kenapa dia belum menyampaikan siapa dirinya sebenarnya adalah karena dia tak ingin membebani Dea akan penyakitnya yang mematikan itu.
Pria itu meraih ponselnya dari meja kecil di sampingnya.
Dia mengubungi Dokter Barak," Barak, segera lakukan pertemuan dengan dokter Arthur malam ini setelah acara itu selesai!" titah Sagara.
" Baik tuan muda!" balas Barak dari seberang sana.
"Apa penyakit mu kambuh lagi Sagara!?" tanya Barak dengan nada panik.
" Hmm... segera datang ke mansion, hubungi Lin dan Bima!" titah Sagara yang masih bisa tenang padahal jantungnya seperti hampir meledak.
Sagara memutus panggilannya.
Pria itu menarik nafas dalam-dalam, setidaknya dia bersyukur Dea tidak melihatnya dalam keadaan terendah nya,dia takut gadis itu khawatir dan bersedih karena dirinya.
Sagara menelan beberapa pil obat jantungnya. Dia berdiri, berusaha tetap kuat meski rasa sakit itu tak akan pernah hilang.
Dia menatap figura yang terpajang di ruangannya,foto kenangan terakhirnya dengan kedua sahabatnya.
Dia tersenyum menatap foto foto itu"Aku akan membuat mereka merasakan sesak yang kalian rasakan waktu itu Kai, Nini! mereka akan menderita seumur hidup mereka!" ucap Sagara dengan tekad balas dendam yang mengerikan.
Pria itu melangkah menuju ruang ganti. Keadaannya sudah cukup stabil dengan beberapa pil obat jantung yang dia konsumsi.
__ADS_1
Dia mengganti pakaiannya, malam ini dia akan menunjukkan dirinya pada publik secara resmi,dia akan membuat ayah dan ibunya menelan pil penyesalan seumur hidup mereka.
"Beruntung istriku tidak ikut, dia tidak akan melihat manusia manusia sampah yang hina dan tak layak dipandang mata itu!" Sagara berdecih.
Satu persatu rencananya dia laksanakan. Akuisisi cabang real estate telah dia lakukan dan berhasil membuat para kakaknya panas dingin karena ulahnya.
"Adam Maureer, Mike Maureer, aku penasaran apa yang akan kalian lakukan setelah ini!" Sagara tersenyum dengan jahat.
Satu satunya yang tidak Sagara usik hanyalah kakak ketiganya nya yang tinggal jauh dari mereka. Hubungan mereka cukup misterius, tetapi siapapun kenal pada kakak ketiga pria itu.
Dia keluar dari Bangsalnya dan disambut oleh Sekretaris Lin, Dokter Barak dan Bima.
Sagara menatap ke arah bangsal istrinya, dia berjalan mendekati bangsal itu lalu membuka pintu bangsal saat melihat bayangan istrinya mondar-mandir di balik pintu.
" Masih sama, apa yang sedang gadis ini lakukan!?" batin Sagara.
Dia membuka pintu bangsal itu," Dea!?" panggil Sagara.
" Eh!!" Dea terkejut, dia diam ditempat sambil menatap Sagara dengan wajah kikuk.
" Ka..kau belum pergi!? heheh..." Tanya gadis itu.
Grep!!
Sagara tiba-tiba menarik tangan Dea dan memeluk istrinya tanpa aba-aba.
"Baik-baik di rumah, aku pergi dulu, setelah aku tiba, ada yang ingin ku jelaskan padamu, tentang semua yang telah berlalu!" ucap Sagara.
Dea terdiam membeku, jantungnya berdegup kencang, bahkan pipinya sampai memerah.
"Acaranya di mana?" tanya Dea.
" Hotel Maureer grup, beristirahatlah di rumah, ".
" Aku pergi," ucap Sagara dengan senyuman lembut di wajahnya.
Dea mengangguk patuh, jika berhubungan dengan Sagara dia selalu bisa berubah jadi anak yang patuh!
Sagara menepuk pucuk kepala istrinya,lalu pergi dari sana tanpa mengatakan apa pun lagi.
Dea menatap kepergian Sagara bersama ketiga tiang listrik lainnya. Gadis itu tersenyum sambil memandang mereka," Kak Gara.. huwaaaahhh ahahahhaha.... dia kak Gara!!!" Dea berteriak dalam diam, rasanya sangat bahagia.
Dia terus menatap punggung pria itu," tapi kenapa perasaanku tidak enak ya?" batin Dea.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗